My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 125



"Sore hari nya, Kayla dan Adrian bersiap -siap ubuk pergi melakukan rencana honymoon mereka di salah satu villa milik papa Bagas yang letaknya ada di dekat pegunungan.


Awal nya, Adrian ragu membawa Kayla kesana. Dia takut, kalau istri nya itu trauma dengan kejadian yang lalu. Tapi, setelah di pikirkan kembali. Kayla itu sangat suka alam, jadi pasti dia akan suka disana. Walau nanti, istri nya itu akan sedikit merasa tertekan, Adrian akan membantu nya untuk melawan rasa trauma itu.


Seharus nya, mereka berangkat ke villa nya tadi pagi tadi. Namun, karena Adrian yang merasa lelah, karena kurang tidur semalam. Jadi, dengan terpaksa mereka mengundur waktu keberangkatan menjadi sore hari. Wajah Kayla sore itu benar - benar tampak tak bersemangat sedikit pun


"Kita berlibur berapa hari, kak?"tanya Kayla seraya berdiri di depan Adrian yang sedang duduk dan mengikat tali sepatu nya.


"Tiga hari"jawab Adrian sembari merapikan ikatan tali sepatu nya


"Lama banget, apa tidak bisa sehari saja?"tanya Kayla


"Lama apa nya, itu adalah liburan yang paling singkat. Atau kita tambah lagi, menjadi seminggu atau sebulan. Seru kali ya."ucap Adrian yang berhasil membuat bola mata Kayla ingin keluar rasa nya.


"Kok tambah lama sih, nggak nggak."Kayla menggelengkan kepala nya.


"Maka nya diam, kalau protes sekali lagi. Jangan salahkan aku jika nanti kita nggak akan pulang - pulang." kata Adrian mengedipkan sebelah mata nya kepada Kayla.


Kayla pun terpaksa harus mengikuti perkataan suami nya tersebut. Mereka berdua berpamitan dengan mbak Titin dan mbok Iyem. Ia menitipkan rumah kepada kedua pembantunya itu.


Setelah itu, mereka berdua berangkat dan melakukan perjalanan ke villa dengan menggunakan mobil. Perjalanan itu memakan waktu 4 hingga 5 jam lamanya. Kayla berkali - kali menguap dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Jalanan akan tanjakan yang bergelombang tidak rata itu, membuat duduk Kayla semakin tidak nyaman.


"Apa masih lama?"tanya Kayla.


"Sebentar lagi,"jawab Adrian dengan memfokuskan pandangan nya ke depan.


1 hour later.


"Apa masih lama?"Kayla bertanya kembali sembari menguap hingga membuat kedua matanya berair.


"Sebentar lagi"jawaban yang sama di dengar oleh Kayla hingga membuat dirinya kesal.


"Lama sekali, ini sudah hampir malam, aku sangat bosan," seru Kayla , namun Adrian hanya dia saja tak mnenghiraukan coletahan istrinya tersebut.


"Kak, kakak tau nggak sih sebenarnya jalan menuju ke villa dari tadi sebentar lagi, sebentar lagi. Tapi nggak juga sampai - sampai. INi sudah hampir malam,"seru Kayla seraya mengerucutkan bibirnya.


"Kau ini banya bicara, diam dan tunggu sebentar lagi! Kalau kau masih banyak bicara, aku tidak akan segan - segan untuk menurunkanmu di sini!!"jawab Adrian.


"Kau mau menurunkan k, di sini? Turun kan saja kalau berani" saut Kayla dengan begitu menantang. Adrian seketika langsung menginjak rem mobil hingga membuat Kayla terkejut.


"Kak, kenapa berhenti?" tanya Kayla dengan panik. Adrian hanya diam dan turun dari mobil nya. kini ia mulai membuka pintu mobil Kayla.


"Kak, kamu mau ngapai?" tanya Kayla kaget.


"Mau menurunkan mu di sini. Kau pikir aku nggak akan berani? Cepat turun!!!"kata Adrian. Dia mencoba menarik tangan Kayla dan menyuruh nya keluar dari mobil.


"Tidak mau!! Kak, aku hanya becanda tadi."ucap Kayla. I membulatkan kedua matanya kaget saat mendengar ucapan suaminya itu, dia sangat takut. Bahkan ia sangat tidk menyangkan bahwa kalau suami nya benar - benar akan menurunkan nya di jalanan yang di tumbuhi oleh pohon ridang dan lebat. Hingga jalanan itu telihat sangat gelap dan menakutkan bagi siapa saja yang melintasi nya. Terlebih lagi langit sudah benar - benar sudah gelap.


"Apa nya bencanda? Kau tadi mengatakan nya dengan sangat yakin dan menantangku. Jadi cepatlah turun!!"seru Adrian , ia kembali menarik tangan Kayla.


"Tiadk mau, tidak mau!! Aku takut."kata Kayla memeluk Adrian berharap dengan begitu, suami nya itu akan luluh dan memaafkan nya. dan tidak menyuruhnya untuk turun dari mobil lagi.


"Aku tidak mau! Aku takut. aku hanya becanda, tolong maaf kan aku dan jangan turunkan aku di sini."kata Kayla, semakin mengeratkan pelukan nya di perut suami nya tersebut.


Adrian hanya bisa terkekeh dengan usil melihat istri nya yang sedang ke takutan


"Lepaskan !!!" Adrian mencoba untuk menjauhkan tubuh nya dari Kayla.


"Tidak mau, nanti kau menurun kan aku!!! " bukan nya melepaskan Kayla malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Kalau kamu tidak melepaskanku, aku akan benar - benar menurunkanmu di sini!"seketika itu juga Kayla langsung melepaskan pelukannya.


"Jangan turunkan aku... Aku benar - benar becanda tadi"kata Kayla memelaskan wajahnya hingga membuat Adrian menahan keras agar tidak tertawa. Adrian mengangkat dagu Kayla dan mendekatkan wajahnya.


"Sekali lagi kamu banyak bicara, aku tidak aan segan - segan mengikatkanmu dan melemparmu ke dalam hutan ini biar di makan dan di cabik - cabik oleh binatang buas." seru Adrian.


"Tidak mau." Kayla memejamkan matanya dan bergidik ngeri saat membayangkan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


"Aku akan diam. Aku tidak akan benyak bicara lagi."Kayla seketika itu langgsung membungkam.


mulut nya rapat - rapat dengan kedua tangan nya.


Adrian menutup kembali pintu mobil Kayla dengan menahan tawa nya saat melihat raut wajah istri nya tadi. Ia kembali masuk ke dalam mobil dan melajukan kembali mobil itu. Kayla pun sedari tadi membungkam rapat - rapat mulut nya. Karena ia takut, berbicara yang tidak - tidak.


Sesekali Adrian melirik ke arah Kayla yang tampak konyol di mata nya.


"Lucu"Adrian menarik salah satu sudut bibirnya ke atas.


~


Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai Adrian berhenti di sebuah villa dengan design bangunan kuno. Kayla membuka kaca jendela mobil itu, kedua matanya menyapu ke seluruh bangunan Villa.


"Apa ini Villa milik , papa.?"tanya Kayla.


"Iya, cepat turun!"Adrian terlebih dulu turun, kemudian, di ikuti oleh Kayla.Lalu, seorang laki - laki dan perempuan paru baya yang tak lain penjaga villa itu menghampiri mereka berdua.


"Selamat malam, tuan muda, nona."penjaga villa itu menyapa hangat kedatangan Adrian dan juga Kayla.


"Selamat malam juga, bibi, paman."Kayla menyapa balik dengan melebarkan senyuman nya.


"Silahkan masuk, tuan Adrian dna nona. Kami sudah mempersiapkan makan malam dan tempat untuk beristirahat."ujar penjaga villa itu.


Penjaga villa itu menurunkan koper milik Adrian dan membawanya masuk ke dalam villa. Adrian dan Kayla menaiki anak tangga menuju ke kamar yang telah di siapka oleh penjaga villa itu.


Saat pintu kamar di buka, begitu banyak sekali kelopak bunga mawar yang bertaburan di sana. Bahkan, bau bungan mawar itu begitu semerbak menari - nari di indera penciuman Kayla dan juga Adrian. Kayla menghirup dalam - dalam aroma dari bunga tersebut, lalu ia tersenyum di buatnya.


"Aku suka sekali"Kayla dengan begitu girang masuk ke dalam sana. Ia mendekati jendela dan sedikit membuka jendela itu. Hingga udara malam masuka kedalam sana, Kayla menghirup dalam - dalam udara itu, bahkan bau tumbuhan dna tanah basa begitu pekat di indra penciuman nya. Adrian berjalan mendekati Kayla dan berdiri tepat di sampingnya.


~•••~