
Setelah mendapatkan ponselnya kembali, Kayla pun keluar dari ruangan itu.
"Akhirnya gue punya alasan buat selalu dekat denganya" gumam Ravi tersenyum melihat tanda tangan Kayla yang ada di kertas itu.
"Dekat dengan siapa?"tanya seseorang.
"Bukan urusan elu.." ketus Ravi.
Ravi menyimpan kertas perjanjian itu, lalu ia berlalu begitu saja tanpa memperdulikan orang yang masih berdiri di hadapannya.
"Dingin banget, kapan mencairnya sih tu orang" keluh Sinta.
~
Kayla dengan kesal berjalan ke kelasnya, sebelum kekelas ia sudah mengabari Sandra Kalau dirinya sedang perjalanan menuju kelas.
Sepanjang perjalanan, Kayla selalu menekuk wajahnya. Dia tidak memperdulihkan tatapan aneh yang di tunjukan oleh orang - orang kepadanya.
Sesampainya di kelas Kayla langsung mendudukkan tubuhnya di kursinya. Sandra yang datang lebih dulu pun menatap sahabatnya itu bingung.
"Elu kenapa Kay? Datang - datang bete gitu" tanya Sandra.
Kayla menoleh kearah Sandran." Gimana gak bete coba, itu sih Ravi ketos gila itu ngejebak gue." kata Kayla kesal.
"Jebak gimana?" tanya Sandra.
"Gini awalnya. Tadi pagi gue lagi nungguin bis di halte, terus mungkin dia ngelihat gue kan jadi dia berhenti lah di halte itu"
"Terus, ngapain dia berhenti?" tanya Sandra
"Dia turun dari mobilnya dan nawarin gue tumpangan..." ucap Kayla tersenyum senang.
"Terus elu terima? Berarti elu bareng dia dong ke sekolahnya?" tanya Sandra.
"Gak gue gak terima dan gue naik ojek ke sekolah" jawab Kayla .
"Lah kenapa?" tanya Sandra lagi.
"Gue nolak dan berharap dia tetap maksa gue biar ikut dia, tapi dianya malah pergi gitu aja" jawab Kayla
"Bego, dasar sok jual mahal" Sandra mejitak kepala Kayla.
"Terus hubungannya sama yang tadi apaan?"tanya Sandra bingung.
"Dia sebelum ninggalin gue itu, dia ngancem dulu. Katanya kalau gue telat maka gue bakal habis.." ujar Kayla.
"Terus tadi elu telat?" tanya Sandra.
"Jangan di tanya lagi, gue telat dan gue kabur saat dia mau ngasih sanksi" keluh Kayla.
"Buset berani banget elu, terus tadi dia ngasih elu hukuman apa?" tanya Sandra penasaran.
"Ini yang bikin kekesalan gue itu memuncak, elu kabayang gak kalau gue harus ngikutin perintahnya selama seminggu dan..." Kayla sengaja menghentikan perkataannya
"Dan apa, jangan di gantung markonah.." kata Sandra
"Kalau gue ngelanggar maka gue di denda sebanyak satu juta, gila gak tu"keluh Kayla.
"Sejuta doang? Yaudah biar gue bayarin" ujar Sandra.
"Eh... Gak usah, elu jangan gila, masa cuma karena masalah telat harus ngeluarin uang sebanyak itu" tolak Kayla.
"Gak apa - apa Kay, gue ikhlas kok" seru Sandra
"Gak usah lagian gue bisa ngatasi ini kok, tapi mungkin dalam seminggu kedepannya kita gak bisa makan bareng."ujar Kayla
"Aish... Menyebalkan, tapi Kay ada sesuatu yang menganjal dalam kepala gue." seru Sadra.
"Apaan?..." tanya Kayla
"Kan selama ini elu udah lama banget suka sama Ravi, tapi ini pas Ravinya pengen dekat kenapa elu seperti sedang menjauh gitu dari dia?" tanya Sandra.
"Itu... Itu..."
" Itu apa? Atau elu sengaja cuma karena sok jual mahal" tebak Sandra.
"Bukan, bukan karna itu."seru Kayla
"Lalu apa?"tanya Sandra.
Sandra terdiam menatap Kayla, di raihnya tubuh Kayla kedalam pelukannya.
"Gue kira, itu gak jadi. Sorry gue lupa" ucap Sandra.
"Tapi kenapa elu gak ada kasih tau gue?" Sandra melepas pelukannya dan menatap Kayla kesal.
"Sorry, semuanya terjadi secara mendadak dan gue terlalu kalut dengan pemikiran gue sendiri sehingga gue lupa ngabari elu" kata Kayla meneteskan air matanya.
"Eh kenapa nangis?" tanya Sandra
"Gue gak tau San, masa depan gue gimana. Gue sangat takut untuk melihat kedepan" ucap Kayla.
Sandra yang tidak bisa menahan kesedihannya saat melihat sahabatnya merasakan kesusahan di hadapannya dan dia tidak bisa berbuat apa pun untuk membantunya.
Yang bisa dilakukan Sandra hanyalah menyemangati Kayla agar tetap semangat dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan teka teki ini.
"Udah jangan nangis lagi, semuanya pasti akan indah pada waktunya Kay, elu yang sabar ya" ucap Sandra kembali memeluk Kayla.
~
Pulang sekolah seperti biasa Kayla pergi bekerja di Cafe Nino. Hari ini Kayla ke cafe tidak bersama Sandra, katanya hari ini orang tua Sandra akan pulang dari luar negri.
Setibanya di Cafe Kayla langsung keruangan staff untuk mengganti seragamnya. Saat sedang mengganti pakaian, tiba - tiba Mita masuk keruang dan langsung mendekati Kayla.
"Kayla, gimanan?" tanya Mita
"Gimana apanya?" tanya Kayla bingung.
"Itu yang kemaren, gila ternyata cewek itu elo kan?" seru Mita.
"Apanya?" tanya Kayla yang pura - pura tidak tahu.
"Alah elu belagak bego, gue tahu cewek yang dijodohin sama cowok itu adalah elu ya kan?" tanya Mita.
"Hmm.." jawab Kayla.
"Tu kan benar, kenapa elu gak mau sama dia? Dia kan tampan dan tajir lagi?" tanya Mita.
"Ya karna gue gak suka yang tajir - tajir gitu..." jawab Kayla asal.
"Kenapa, kalau gitu kasih gue aja?" canda Mita.
"Kan udah gue kasih kemaren, tapi elunya gak mau dan berhasilkan"seru Kayla.
"Ya mau gimana lagi, orang tuanya ngegas nyuruh ijab kobul" ucap Mita
"Karena itulah gue gak mau,tapi mau gimana lagi ya kan, jodoh kan di tangan tuhan" keluh Kayla.
"Udahlah yuk kita keluar, gak usah ngajakin gue ghiba. Ntar kita kena marah sama kak Nino." seru Kayla mengajak Mita keluar.
Saat hedak keluar ruangan Kayla menarik Mita untuk masuk kembali.
"Mit, gue mohon sama elu, tolong lupain yang kemaren dan jangan bilang ke siapa pun ya" pinta Kayla.
Mita melihat kearah Kayla bingun, tapi dia tidak mau ambil pusing, lalu ia pun mengiyakan permintaan Kayla.
Setelahnya mereka pun keluar Mita terus berjalan ke posisi pembuatan minuman sementara Kayla berjala. menuju ke meja pelanggan yang memanggilnya
"Selamat siang, mau pesan a- apa?" tanya Kayla kaget saat melihat Adrian sedang duduk dengan seorang wanita di depannya.
"Tolong expresso sama latte nya satu ya." pesan wanita itu sambil tersenyum, sementara Adrian bersikap biasa saja, dia hanya menatap Kayla penuh tanda tanya.
"Baik, mohon tunggu sebentar ya." ucap Kayla ramah. ia pun berlalu pergi meninggalkan meja Adrian dengan raut wajah datar.
Kayla memberitahu ke Mita pesanan dari meja Adrian, kemudian ia pergi ke meja pelanggan lainnya.
Sepanjang Kayla melayani pelanggan lain, sudut mata Adrian tidak pernah lepas memperhatikannya.
"Kayla..." panggil seseorang keoada Kayla.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜