My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 147



"Nama nya juga pengantin baru ma, wajar lah pengen berduaan terus. Mama kaya nggak paham aja."Saut Bagas yang baru datang menghampiri mereka.


"Nggak tahu ni mama, nggak peka banget."sambung Adrian. Kayla mencubit lengan suami nya itu.


"Penganten baru apaan, orang kalian Sah nya udah beberapa bulan yang lalu."kata Anita.


"Tapi resmi nya, masih baru - baru ma."balas Adrian.


"Ribet kalau debat sama kamu, yaudah kalian ke kamar aja, biar masak nya mama aja yang lanjutin."kata Anita.


"Ng nggak usah ma, biar Kay bantu aja. Lagian Kay juga bosan di kamar terus."ucap Kayla.


"Sayang, inget luka kamu itu belum kering. Kamu itu harus banyak istirahat, benar kata mama, ayo kita ke kamar aja,"kata Adrian, meraih tangan Kayla dan memberi kode kepada istri nya itu agar menuruti perkataan nya.


"Tapi kak, ini kue nya banyak loh. Nanti kalau mama yang ngerjain semua, mama bisa kecapek an."kata Kayla.


"Kan masih ada mbak dan mbok yang bantu!" seru Adrian.


"Apa lagi mereka kak, kerjaan mereka itu udah banyak banget, nggak tega ah nyuru mereka ."kata Kayla memberi pengertian kepada suami nya itu. Adrian pun terdiam mendengar penuturan istri nya itu.


"Hahahaha..."tawa Bagas dan Anita pun menggema di dapur itu.


"Aduuhhh, Ada yang galau ni."Ledek Bagas.


"Kamu lihat sendiri kan Rian, jadi apa kamu masih mau nyalahin mama yang nggak peka?"tanya Anita dengan nada meledek.


Adrian pun menekuk kan wajah nya dan dengan kesal ia berlalu pergi meninggalkan dapur.


"Kak, mau kemana?"tanya Kayla, yang tidak menyadari jika suami nya iu sedang merajuk.


"Yaaa, ngambek."ujar Bagas.


"Udah biarin aja, ntar baikan sendiri."Kata Anita.


"Kamu benar nggak apa - apa jika melakukan kerjaan ini Kay?"tanya Anita khawatir.


"Iya mama, nggak apa -apa kok, lagian luka nya udah rada kering"Balas Kayla.


Anita pun hanya bisa mengiya kan perkataan menantu nyabitu dan mereka kembali melanjutkan kerjaannya yang sempat tertunda. Sementara Bagas ikut membantu, dengan membantu menyusun Kue kedalam kotak.


~


Malam hari nya, Bagsa dan keluarga pergi ke panti asuhan Pelita, tempat Kayla di besar kan. Mereka ke sana karena, Kayla sempat cerita kepada Anita kalau dia sangat merindukan adik dan bu Tika.


Sebagai mertua yang sayang sama menantu nya, dengan senang hati pun Anita mengabulkan permintaan itu.


"Ayo sayang!"mama Anita mengajak Kayla untuk keluar dari mobil.


Kayla tersenyum dan mengiyakan ajak kan mertua nya itu.


Saat baru keluar dari mobil, Kayla sudah di kekage kan oleh teriakan nyaring yang berasal dari adik - adik nya.


Dengan senyuman yang lebar Kayla pun melebarkan tangan nya dan menyambut pelukan parah bocah - bocah itu.


"Kakak, kami sangat merindukanmu."ucap slah satu adik nya. Kayla pun mengangguk dan mengecup satu - satu pipi adik nya itu.


"Kakak juga sangat rindu sama kalian semua" Kata Kayla


Adrian, Bagas dan Anita tersenyum haru melihat Ke bersamaan kakak dan adik itu.


"Jadi, yang di kangenin cuma kak Kayla aja nih? Sama kakak Nggak ada yang kangen gitu?" ujar Adrian yang mulai berjalan mendekati Kayla.


"Kangeeeeennn!!"Seru anak - anak itu kompak dan mereka pun mulai berahli memeluk Adrian.


Kayla tersenyum melihat tingkah suami nya itu dan merassa bersyukur. Karena suami nya itu juga sangat menyayangi adik - adik nya.


"Eiit, jangan ada yang nyubit - nyubit, dilarang KDRT!"seru Adrian saat mrasakan ada yang mulai mencubit pipi nya.


"Hehehe, Maaf kak. Kakak gemesin."Ujar pelaku yang melakukan KDRT padanya tadi.


"Iya sayang, nggak apa - apa kok."balas Adrian.


"Iya, amin"balas Bagas tersenyum.


"Udah yul, kita ke dalam!!" ajak Anita kepada mereka, Dan dengan semangat mereka pun berlari masuk kedalam panti hingga yang tersisa hanya mereka berempat saja.


"Yuk Kay. Pak semua brang bawa masuk ke dalam!!"suruh Anit kepada supir nya, kemudian ia melangkah masuk kedalam panti sambil mengandeng lengan Kayla.


"Lah, mama kok gandeng tangan Kayla, bukan nya papa sih"rutuk Adrian


"Yang sabar, di sini kita berperan hanya sebagai pengawal pribadi aja. Jadi kamu nikmati aja."Kata Bagas menepuk bahu Adrian kemudian berlalu menyusul istri dan menentu nya itu.


"Huft.."Adrian menghela napas kesal, tapi ia tidak bisa berbuat apa - apa. mau protes pun percuma. Karena istri dan mama nya itu sama saja.


~


Dilain tempat, Firman sudah setengah frustasi dalam memecahkan masalah pelaku menusukan menantu sahabat nya itu.


"Siapa sebenar nya ini?, Kenapa barang bukti nya, hanya hal - hal yang tidak jelas semua "Gumam Firman di depan komputer nya.


"ARGGGGGG"teriaknya frustasi.


Tok, tok, tok


"Masuk!"seru nya


Ceklek


Pintu pun di buka dari luar, dan tak lama masuk lah dua orang pemuda yang tak lain adalah Geva dan Rangga.


"Omm."mereka berdua pun menghampiri Firman.


"Kalian? Ada apa malam - malam kesini tanpa kabar dulu?"tanya Firman.


"Iya m, kita ke sini mau nyampein info penting." kata Rangga.


"Silahkan duduk!" Seru Firman.


Geva dan Rangga pun menarik kursi yang ada di depan FIrman.


"Info penting apa yang kalian maksud?"tanya Firman langsung


"Jadi, dalam beberapa hari ini kita tu terus mengikuti si Sinta kemana pun dia pergi. Dan dalam 3 hari belakangan ini dia selalu bertemu dengan seorang wanita, dan menurut kami wanita itu adalah Angel."Kata Rangga.


"Apa? Bukannya kamu bilang kalau yang nama nya si Angel itu sudah meninggal dunia?"tanya Firman mengerut kan kening nya.


"Kami juga bingung Om, tapi setiap bertemu dengan wanita ini si Sinta selalu memanggil nya dengan sebutan kak Angel."jawab Geva.


"Iya om."tambah Rangga.


"Apa kalian melihat wajah nya?"tanya Firman.


Rangga dan Geva pun dengan serentak menggelengkan kepala nya.


"Nggak om, karena setiap kali mereka bertemu si Angel ini selalu posisi nya membelakangi kami."Kata Geva.


"Oke, nggak apa - apa, setidak nya kalian sudah memberikan om titik terang dalam kasus ini. Jujur awal nya tadi Om sempat frustasi karena Om merasa kalau mereka dengan sengaja mempermainkan Om dalam kasus ini."kata Firman.


"Om tenang aja, kita nggak akan membiar kan om menyelesaikan nya sendiri, kita akan bantu om."kat Rangga.


"Makasih ya, Karena om nggak tau lagi mau minta bantu sama siapa lagi, karena permintaan Bagas. Dia nggak mengijinkan om menyelesaikan nya dengan anak buah om. Dia memang suka kurang percaya gitu sama rang."kata Firma.


"Iya om, kita tau dengan jelas bagaimana si tuan Malik itu"balas Geva.


Firman senyum dan bisa bernapas lega, karna kasusnya sudah ada perkembangan.


~•••~


PS: Sorry ya guys, yeoja up nya agak lamaan.🙏 dan yeoja udah buat kalian nunggu terlalu lama.