My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 161



POV khusus Adit dan Sandra


Selang beberapa hari setelah acara resepsi pernikahan Kayla dan Adrian. Pernikahan Sandra dan Adit pun di gelar.


Awal nya, Sandra meminta agar resepsi pernikahan nya di gabungin dengan acara Kayla. Namun sayang nya, kedua orang tua Sandra tidak menyetujui nya. Karena mereka tidak memiliki waktu luang pada tanggal itu.


Malam ini adalah malam terakhir Sandra menyandang status nya sebagai seorang gadis. Saat ini dia sangat gugup mengingat besok adalah hari yang bersejarah dalam hidup nya.


"Kay, gue gugup banget."ucap nya, pada Kayla.


Khusus melepas masa lajang sagabat nya, malam ini Kayla memutuskan untuk menginap di rumah Sandra. Meski pun dia harus melewati cobaan yang sanvat berat saat meminta izin kepada sang suami nya.


"Elu dulu, pasti segugup ini juga kan Kay?"tanya Sandra.


"Nggak, dulu gue biasa aja. Kan elu tau sendiri kalau gue nikah sama kak Adrian bukan karena cinta, beda banget sama kalian."ujar Kayla.


"Tapi kan seenggak nya elo pasti ada merasakan gugup Kay."kata Sandra


"Ada sih, tapi banyak rasa tak terima dari pada gugup nya."balas Kayla


"Tapi, kemaren saat acara resepsi jujur gue gugup banget, mungkin yang gue rasain itu sama seperti yang elo rasakan saat ini."lanjut Kayla.


"Coba deh, tangan gue ampe dingin gini."kata Sandra memegang tangan Kayla.


" Elo tau nggak, ada yang lebih menggugup kan dari pada ini."kata Kayla.


"Apa?"


"Malam pertama."bisik Kayla pelan.


"Bukan nya itu enak?"tanya Sandra polos


"Elu akan tau nanti sendiri gimana rasa nya"ucap Kayla


"Kasih bocoran dong, biar gue bisa persiapan."Kata Sandra.


"Ogah, kalau gue kasih tau sekarang, ntar Adit ngamuk."Kayla berdiri dan hendak berjalan.


"Mau kemana?"tanya Sandra


"Ambil makanan, gue laper."jawab Kayla.


"Dasar bumil."sungut Sandra.


~


"Saya terima nikah dan kawin nya Sandra Wijaya binti Brama Wijaya dengan mas kawit berupa seperangkat perhiasan emas yang di bayar tunai."


Adit tampak terlihat lega ketika para saksi serempak mengatakan sah. Semua yang hadir untuk menyaksikan acara akad nikah tampak terharu. Kayla dan Monica mama nya Sandra terlihat menyusut mata mereka yang basa dengan tisu. Nino pun tak jauh beda dari kedua wanita itu, dia pun sangat terharu menyaksikan acara akad adik kesayang nya itu, meski berderai air mata, namun senyum ke bahagian jelas terpancar dari wajah nya.


Setelah acara akad nikah, kemudian di lanjutkan dengan penanda tanganan berkas pernikahan dan penyematan cincin pernikahan.


Suara tangis haru terdengar ketika mereka melakukan acara sungkeman. Adit dan Sandra tidak kuasa menahan haru ketika banyak sekali doa dan nasehat mereka dapat kan dari semua yang hadir terutama dari para orang tua mereka.


Selesai akad nikah, di lanjutkan dengan acara resepsi pada malam hari nya dan masih di gedung yang sama.


Ada jeda waktu untuk kedua mempelai beristirahat sebelum kembali mempersiapkan diri untuk acara nanti malam.


Setelah membantu Sandra membuka semua aksesoris yang menghiasi kepala nya, mereka pun tertidur.


Mereka berdua bangun ketika pihak WO mengirimkan team ata riasnya untuk kembali mendadndani Sandra 2 jam sebelum acara resepsi.


Malam nya Adit dan Sandra benar - benar menjadi raja dan ratu sehari. Sandra yang biasa nya pecicilan kini tampak anggun dan cantik dalam balutan gaun pengantin dari desainer terkenal.


Kayla tampak kagum melihat kedua sahabat nya yang kini sedang bersanding di pelaminan.


"Sayang, mau sesuatu?"tanya Adrian kepada Kayla


"Mau salad buah"jawab Kayla


Tidak lama kemudian Adrian datang dengan satu mangkuk salad buah di tangan nya. Tidak berselang lama Anita dan Bagas pun datang dengan membawakan beberapa makanan untuk menantu nya.


Kayla dan Adrian tidak dapat mengikuti acara hingga selesai karena Kayla terlihat sudah ke lelahan. Mereka pun pamit untuk pulang terlebih duluan.


"San, kita balik dulu ya. Kasihan Kayla udah kelelaan banget."kata Adrian.


"Iya kak, nggak apa - apa."balas Adit.


"Kay, elu langsung ke kamar gue aja ya. Biar ntar nggak susah kak Adrian ngantar - ngantar elo ke sini."kata sandra


Kayla kaget dan menoleh kearah Adrian. Adrian pun menahan tawanya.


Adit pun langsung menoleh kearah Sandra saat mendengar perkataan istri nya itu.


"Maksudnya?"tanya Adit


"Ehh... San, kaya nya elo itu nggak mungkin deh."ucap Kayla.


"Sandra, Sandra elo serius mau ngajak istri gue tidur bareng malam ini?"tanya Adrian nggak habis pikir


"Kenapa sih, emang ada yang aneh gitu?"tanya Sandra yang belum ngeh


"Sayang, coba deh kamu kasih tau sahabat kamu ini. Apa yang akan terjadi malam ini."bisik Adrian pada Kayla. Kayla pun mengangguk dan menahan senyum.


Kayla pun mendekati Sandra dan membisikkan sesuatu.


Sandra menutup wajah nya saat mendengar apa yang di katakan oleh Kayla.


"Masih mau ngajak gue?"tanya Kayla


Adit menggeleng melihat ekspresi istri nya itu.


"Yaudah, kita balik ya. Dit, kayanya kamu harus kerja keras nih ntar."kata Adrian pelan pada Adit.


"Apaan sih kak."balas Adit


~


Ketika pesta hampir usai, Sandra dan Adit pun kembali ke kamar mereka.


"Kaki gue pegel banget."keluh Sandra sambil duduk di atas ranjang dengan berselonjor kaki.


"Mau aku pijit nggak?"Adit menawakan diri untuk memijit kaki Sandra.


"Boleh" jawab Sandra sambil mengambil posisi berbaring. Adit pun mulai memijit kaki Sandra hingga gadis itu tertidur.


Adit hanya geleng - geleng kepala ketika mendengar suara dengkuran halus dari bibir istri nya yang sedikit menganga.


Karena sama merasa lelah, Adit pun akhir nya tertidur di samping Sandra. Mereka terlalu lelah untuk melakukan malam pertama saat itu.


Keesokannya mereka terbangun dengan tubuh yang lebih seger karena telah beristirahat dengan cukup.


Siang nya Adit langsung memboyong Sandra ke rumah nya. Rumah yang telah di huni oleh pria itu selama ini.


"Ini rumah elo?"tanya Sandra menatap kagum pada interior ruangan yang sangat elegan. Adit hanya mengangguk.


Disaat sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan, Adit menyempatkan diri untuk melakukan beberapa perubahan pada rumah nya . Agar lebih nyaman dan di sukai ole Sandra, Adit juga mencocokkan beberapa konsep yang di sukai oleh istri nya.


"Ini kamar kita."ujar Adit begitu mereka masuk ke kamar utama.


Begitu masuk kesana tiba - tiba Sandra merasa sekujur tubuh nya merinding. Ia merasa seperti kerbau yang siap akan di sembeli.


"Siap - siap sebentar lagi kamu akan menjadi nyyonya Adit pratama seutuh nya."bisik Adit tepat di telinga Sandra.


Sandra berusaha menetralkan debar jantung nya yang tidak beraturan dengan menyibukkan diri menyusun pakaian mereka di lemari.


Adit merebah kan tubuh nya di atas Ranjangnya dengan mata yang tajam menatap kearah Sandra seperti seekor elang yang sedang mengincar mangsa nya.


Selesai menyusun pakaian, Sandra celingukan mencari kegiatan apa yang sekiranya bisa membuat nya terlihat sibuk.


"Tidak usah sok sibuk, sini!"Adit menepuk ruang kosong di sebelah nya.


Meski gugup namun Sandra menurut duduk di tempat yang Adit ingin kan, tepat di sebelah nya. Sandra teringat nasehat semua orang pada saat acara sungkeman. Mereka mengatakan jika Sandra harus menurut kepada suami.


"Semalam kan, aku yang mijitin kamu sampai tidur.. Sekarang gantian kamu yang harus mijitin aku."ujar Adit.


"Iya"jawab Sandra sambil memijit bahu Adit.


"Enak juga punya istri tiap hari ada yang ngurusin, tau gini kenapa aku nggak ngajak kamu nikah dari dulu aja ya, "ujar Adit.


"Dulu kan elo suka nya bukan sama gue,"Balas Sandra


"Siapa bilang"gumam Adit menutup matanya menikmati pijitan istrinya.


"Elo lah, kan kenyataannya emang gitu."ucap Sandra.


"Haha... Itu hanya strategis aku aja, biar kamu aman."jawab Adit membuka matanya dan menatap Sandra yang sedang menatapnya juga karena kaget.


Adit memiringkan tubuhnya. "Sebenarnya, dari awal aku tu emang udah suka nya sama kamu. Tapi karena kehidupan aku yang begitu banyak masalah dan musuh jadi aku memilih untuk menutupi nya, dan mungkin karena kita emang udah jodoh kali ya. Jadi, kita dipersatukan dengan cara yang sangat unik."kata Adit kembali mengubah posisinya ke posisi semula dan menutup matanya lagi.


Sandra tertegun, daia nggak menyangka dengan apa yang di dengar nya dari mulut suami nya itu.


Selesai dengan bahu, jemari Sandra mulai memijit kepala Adit, membuat Adit merem melek menikmati pijitan Sandra.


Sandra berhenti memijit ketika Adit sudah mulai terlihat rileks.


"Pijitan kamu enak."ujar Adit sebelum akhirnya tertidur.


~•••~