
Adrian bergegas ke kamar mandi. "Kay, kamu kenapa?"tanya Adrian cemas.
"Aku nggak tau kak, kepala ku tiba - tiba pusing dan perutku sangat mual." jawab Kayla
Kayla selesai mencuci mulut nya, Adrian menuntun nya kembali ke ranjang.
"Apa karena aku bau mulut? sehingga kamu jadi mual gitu?"tanya Adrian.
Kayla menggeleng - geleng, "Tidak ada kesegeran yang mengalahkan aroma mulut mu kak." batin kayla.
"Lalu kenapa?"tanya Adrian yang masih terlihat sangat cemas.
"Ya sudah aku akan panggilkan dokter untuk memeriksamu."Adrian pergi keluar dan menemui dokter wanita
Dokter itu masuk ke ruangan Kayla dan mulai memeriksa nya. Setelah itu dia tersenyum dan berkata. " Selamat tuan dan nona. Kalian akan menjadi orang tua."
Raut wajah Adrian berubah drastis, yang awal nya dia cemas kini menjadi gembira. Kayla pun tak jauh beda nya dengan Adrian, dia mengusap perutnya dan terseyum haru.
"Terima kasih dokter, terima kasih."Adrian menjabat tangan sang dokter dengan senang.
"Iya sama - sama tuan."balas dokter wanita itu.
"Saya akan memberikan vitamin penguat kandungan. Jika melakukan hubungan pelan - pelan dan jangan lama - lama. Karena kandungan nona Kayla masih sangat muda." ujar dokter.
"Iya aku mengerti"ucap Adrian. Seperti nya rasa senang nya mengalahkan segala nya.
Tak lama kemudian, keluarga Adrian puna datang. Adrian pun dengan senang memberitahukan kepada mereka kabar gembira itu. Anita dan Bagas terlihat gembira karena akhirnya mereka bisa menimang cucu.
"Kayla"suara seseorang mengagetkan mereka. Ternyata dia adalah ibu Tika. Dia menghambur ke pelukan Kayla. Semua orang tersenyum melihat kehangatan ibu dan anak itu.
"Benar kah yang ibu dengar tadi?"tanya bu Tika. Kayla tersenyum dan mengangguk.
"Selamat ya sayang, ibu sangat senang mendengarnya."kata Tika melepaskan pelukan nya.
"Selamat ya bu Tika, kita akan jadi nenek."kata Anita.
"Iya, selamat juga untuk nyonya."balas Tika.
"Eits, mulai sekarang kamu jangan panggil nyonyalagi. Panggil aku Nita aja seperti dulu,"kata Anita.
"Papa udah mutusin, kalau minggu depan kita akan mengenalkan Kayla sebagai menantu keluarga Malik."seru Bagas.
"Iya Pa, aku setuju. Sekalian kita mengada kan resepsi pernikahan mereka."lanjut Anita.
Adrian memeluk Kayla. "terima kasih ya sayang."bisiknya, dia sangat senang melihat kedua orang tua nya yang begitu bahagia mendengar kehadiran anak mereka.
~
Semenjak Kayla di nyatakan hamil, kehidupan nya pun berubah drastis. Kayla di perlakukan seolah bak seorang Ratu. Tidak bole ini dan itu, bahkan untuk ke kamar mandi punharus di temani oleh Adrian.
Bahkan untuk urusan resepsinya pun Kayla tidak di ikut sertakan, dia hanya diam di kamar dan menunggu keputusan dari mertua dan ibu nya.
Tapi hari ini Kayla sangat senang karena Sandra berkunjung kerumah, setelah sekian lama sahabat nya itu tidak pernah mengunjungi nya.
"Kaylaaa"Seru Sandra dari ujung pintu kamar.
Kayla tersenyum dan merentangkan tangan nya, dengan senang hati Sandra menghampiri dan memeluk sahabat nya itu.
"Rinduuuuu"ucap Sandra
"Me too" Mereka pun saling melepas rindu untuk sesaat.
Kayla melepaskan pelukan nya, dia menatap sahabat nya itu. "Elo kemana aja? Gue sakit, elo nggak ada jenguk gue sama sekali."kata Kayla dengan raut wajah sedih.
Sandra diam dan menunduk.
"Kenapa?"tanya Kayla mengangkat kepala Sandra.
"gue malu ketemu sama elo"ucap nya.
"Kenapa?"
"hmm... Kak Nino.."
"Hust... Kita udah maafin kak Nino kok, Kak Adrian jua udah jelasin semua nya sama gue dan kata kak Adrian besok kak Nino juga udah di bebas kan."Kata Kayla
Sandra kembali memeluk Kayla, dia tidak menyangkakalau sahabat nya ini sangat baik dan memiliki hati yang mulia. Padahal memang tujua Sandra menemui kayla hari ini adalah untuk memohon kebebaan kakak nya. Tapi, siapa sangka kalau keinginan nya itu sudah terjawab sebelum dia memintanya.
"Terima kasih."ucap Sandra.
"Santai aja kali, bukanya diantara persahabatan itu tidak ada kata maaf dan terima kasih."kata Kayla.
Sandra mengangguk.
~
Tak terasa hari resepsi pernikahan Kayla dan Adrian pun tiba, dan ini adalah hari yang sangat bahagia untuk Kayla dan Adrian. Acara resepsi diadakan di salah satu hotel bintang lima yang ada di jakarta.
Dari awal acara di mulai, Kayla tak pernah berhenti tersenyum.
"Apa kamu bahagia?"bisik Adrian,
"Sangat."balas Kayla menoleh kepada Suami nya.
"Kamu hari ini sangat cantik."bisik Adrian lagi.
"Emang biasa nya aku nggak cantik?"tanya kayla
"Nggak, biasa nya kamu jelek."kata Adrian usil.
Seketika Kayla langsung menekuk kan wajah nya. Kayla bahkan, menggeser tubuh nya menjauh dari Adrian.
Adrian terkekeh melihat istri nya cemberut.
"Loh, pengantinya kok cemberut gitu, senyum dong sayang."Kata Anita yang melihat perubahan menantu nya.
"Ma, aku duduk dekat mama aja ya."kata Kayla.
"Lah mana bisa gitu sayang, kamu itu penganti nya dan tempat kamu itu ya berdiri di samping Adrian di pelaminan ini."Kata Anita
"Tapi aku malas, dekat dia,."kata Kayla cemberut.
"Adrian hanya menatap istri nya itu dengan tatapan biasa dan menahan tawa nya.
Anita melirik putranya dan dia bisa melihat kalau Adrian memang sengaja ingin membuat istri nya itu kesal.
"Yaudah sayang, kamu berdiri di samping nya Rangga aja kalau gitu gimana?"kata Anita yang sengaja ingin membalas perbuata putra nya itu.
"Hmmm... Boleh.."
"Nggak boleh!!"kata Adrian tegas, dangan dia pun mengandeng lengan Kayla dengan sangat posesif.
Anita tersenyum. "anak bapak sama aja." pikir Anita. Dia sudha tau bagaimana cara menjinak kan Adrian karena anak nya itu tidak jauh beda dengan suami nya yang suka usil dan cemburuan.
"Yaudah, jangan berantem mulu, mama mau nyamperin para tamu dulu. "ucap Anita berlalu meninggalkan pasangan itu.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat, acara resepsi pun berakhir dengan sangat hikmat.
"Sayang, untuk malam ini kalian menginap di sini saja. Mama sama papa udah pesan kan kamar khusus buat kalian."kata Anita kepada Adrian dan Kayla.
"Tapi ma, rumah kita kan nggak terlalu jauh dari sini. mending kita nggak usah nginap."ucap Kayla.
"Sayang, kamu pasti capek banget ya. Yaudah yuk kita langsung ke kamar aja ya. Makasih ya mah, pah."saut Adrian, dia mengedipkan mata nya kepada kedua orang tua nya.
"Nggak kok, aku nggak capek kok"balas Kayla.
"Sayangggg...."Adrian dengan cepat menggendong Kayla dan membawanya.
Bagas dan Anita pun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak nya itu.
"Semoga mereka selalu bahagia ya pa."ucap Anita kepada suami nya.
"Amin, yuk kita pulang atau kamu juga mau kita menginap disini juga?"kata Bagas mengedipkan kan sebelah mata nya.
Pluk
Anita menepuk lengan suami nya.
"jangan aneh - aneh, udah tua juga. ayo."kata Anita.
~•••~