
"Dri..." panggil Nino
"Woi Adrian..." Nino menepuk bahu Adrian.
"Ha.. Apa? " tanya Adrian kaget.
"Yaelah, malah ngelamun. Mikirin apaan sih elu? tanya Nino.
"Gak mikir apa - apa, ayo lanjut makan.." kila Adrian meraih gelas yang ada di depannya.
"Elu gak usah bohong, gue tau elu pasti punya masalah, ya kan" tebak Nino.
"Udah, cerita aja sama kita. Gak usah sungkan gitu." saut Geva
"Gue di jodohin sama mama" ucap Adrian pelan.
"What..." teriak ketiga laki - laki itu.
"Hais... Kalian mau bikin telinga gue budeg apa. Teriak kenceng gitu." ujar Adrian menggosok telinganya yang terasa sedikit berdengung.
"Sorry - sorry.... Elu serius?" tanya Nino menatap Adrian dengan tatapan tak percaya.
"Iya masa gue main - main"
"Terus elu terima gitu aja?" tanya Geva
"Ya gak lah, gue udah nolak, tapi mama tetep kekeh. Kalian kan tau sendiri mama gue gimana." ujarnya.
" Elu udah bilang belum, kalau elu itu udah punya calonnya." kata Rangga.
"Udah dan mama gue drop karena hal itu" jawab Adrian.
"Terus apa rencana elu, untuk menolaknya?." tanya Nino
"Gue minta waktu sama papa, untuk membuktikan kalau Loly pantas buat gue. Karena menurut pandangan mama, Loly itu wanita yang gak baik" tutur Adrian
"Berapa hari?" tanya Rangga
"Gue di kasih waktu tiga hari buat buktiinnya." saut Adrian.
"Terus kalau misalnya elu gagal, apa konsekuensinya?" tanya Rangga lagi.
"Ya terpaksa harus menikah dengan wanita itu, saat itu juga. Karena mama udah nyiapkan penghulunya." pungkas Adrian lesuh.
"Gila, nyokap elu ngeri juga ya Dri. Untung gue gak jadi anak tante Anita" seru Geva.
"Ye emak gue juga gak sudi kali punya anak kaya elu" balas Adrian dengan nada ngeledek.
"Hahaha..." mereka pun tertawa.
"Puas kalian, tertawa aja terus." ujar Geva, kemudian ia pun melanjutkan makannya.
"Elu harus semangat Dri, dan sorry kita gak bisa bantu elu dalam hal ini. Karena ini menyangkut keluarga dan masa depan elu kelak." tutur Nino dan di angguki ole Rangga.
"Iya gak apa - apa, gue ngerti kok. Sekarang yang harus gue fikirin itu, gimana gue ceritanya sama Loly, sementara ponselnya dari tadi gak aktif." ujar Adrian
"Mungkin dia lagi kerja, makanya gak aktif" kata Rangga.
"O iya Dri, btw gimana cewek yang mau di jodohin sama elu itu?"
"Apa dia cantik?" tanya Geva.
"Cantik apaan, di itu cewek cengeng dan paling bar - bar yang pernah gue temui." ucap Adrian
"Wah kalau gitu cocok lah sama elu, sama - sama bar - bar."balas Geva.
"Hahah.... Gak kebayang, kalau cewek bar - bar seperti itu di satuin sama Adrian, bisa hancur banget gak sih" ledek Rangga.
"Hahaha.... Bener juga, tapi seru kaya nya. Rame terus tu." imbuh Nino
"The bar - bar family" tambah Geva.
"****** elu pada, bodo ah gue cabut dulu." dengan kesal Adrian berdiri dan membawa paper bagnya dan berlalu pergi begitu saja.
"Ya ngambek..." ledek Geva.
Mereka bertiga pun beranjak dari duduknya dan pergi menyusul Adrian
~
Di perjalanan menuju panti Sandra melihat ada toko mainan, ia pun tersenyum mengingat anak - anak panti.
"Pak mampir dulu ya, di depan." suruh Sandra.
"Baik non." jawab Pak supir.
"Mau ngapain?" tanya Kayla.
"Gue mau beli mainan dulu buat anak - anak" saut Sandra.
"Tapi jangan lama - lama ya, gue lagi buru - buru ini" seru Kayla.
Mobil pun berhenti di depan sebuah toko mainan, Sandra mengajak Kayla untuk ikut turun dengan nya.
"Belinya gak usah yang mahal - mahal ya, yang standar aja" seru Kayla mengingatkan Sandra, karena ia tau kalau sahabatnya itu suka lupa harga jika menyangkut anak panti.
"Udah elu tenang aja, keluarga gue gak akn bangkrut cuma gara - gara gue beli mainan" bala Sandra. Ia mulai memilih - milih mainan yang di rasanya akan di sukai oleh anak - anak.
"Ini bagus deh" kata Sandra, kemudian ia memasukkan ke dalam stroller yang di dorong oleh Kayla.
Kayla mengambil mainan yang di masukkan oleh Sandra dan melihat harganya.
"Huh... Mahal banget," gumamnya.
"San ini..."
"Udah diam aja, napa sih. Mending dari pada elu protes mulu, mendingan elu bantuin gue buat milih mainannya biar cepat." suruh Sandra.
"Susah emang kalau belanja sama anka sultan" sungut Kayla.
"Gue dengar ya" seru Sandra. Kemudian ia kembali fokus belanja mainanya.
~
Tok.... Tok....
Ceklek
Bagas dan Anita menoleh kearah pintu yang tiba - tiba terbuka.
"Hai tante..." seru tiga laki - laki tampan itu.
"Kalian.." ucap Anita tersenyum melihat sahabat anaknya itu.
"Ayo suni masuk!" suruh Bagas.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan dan mendekati ranjang Anita.
"Kalian kok bisa tau kalau tante sedang di rawat di sini?" tanya Anita
"Iya bisa lah tan, apa sih yang kita gak tau. Apalagi tentang tante." ucap Geva.
"O iya Adrian nya mana?" tabya Bagas yang tidak melihat putranya.
"Oh Adrian lagi ke toilet Om." jawab Geva.
"Kalian bawa apa untuk tante?" tanya Anita sambil melihat kearah tangan ketiga sahabat anaknya itu.
Ke tiga pria itu pun saling pandang satu sama lain.
"Jangan bilang kalian gak bawa apa - apa untuk jenguk tante?" tanya Anita dengan nada merajuk.
"Ada kok tan, kita bawa..." ucap seraya memasukkan tangannya kedalam jaketnya. Anita melihat kearah Geva.
"ini..." ucap Geva mengeluarkan tangannya dengan jari yang berbentuk love.
Semua orang menatap kearah Geva dengan tatapam tak menyangka.
"Gak lucu ya tan?" tanya Geva, tersenyum kaku.
"Apaan sih, gak jelas banget" seru Nino.
"Sorry tan, kita lupa. Kita janji nanti kita bawa parcel yang spesial buat tante." ujar Nino.
"Geva kamu lucu deh, rasanya pengen tante karungin deh..."
"Terus di bawa pulang kan tan..." tambah Geva.
"Gak, jadiin makanan buaya" baals Anita. Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Anita. Sementara Geva ia pun tersenyum kikuk, ia tidak menyangka kalau becandaannyanya sangat garing.
"Hadu... Perut tante jadi Sakit loh..."
"Udah gak apa - apa, kalian kalau mau kesini tu gak bawa apa - apa juga gak masalah, lagian kalian udah dateng jenguk tante aja. tante udah seneng banget." ujar Anita.
"Makasih yah anak - anak gantengnya tante" ucap Anita.
"Iya tan." jawab Geva tersenyum.
"Tante gimana keadaannya sekarang?" tanya Rangga.
"Tante udah membaik kok, dan kata dokternya besok udah boleh pulang" jawab Anita.
"Benarkah...."
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terimah kasih💜