My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 35



"Wah anak saya baik sekali ya sama kamu" ujar Anita menatap Adrian. Adrian mulai gelisa, ia tau kalau mama nya sudah mencium aromah kebohongannya.


"Ha.. Iya tan, aku gak tau, sikap Adrian sama yang lainnya gimana, tapi yang jelas sama aku dia seperti itu." seru Mita.


"Aduh sayang, kamu jangan terlalu memuji aku di depan mama, ntar aku besar kepala loh jadinya" ucap Adrian tersenyum sembari memegang tangan Mita.


"Hmm.... Baik lah saya sudah memutuskan ini dengan mateng dan juga saya sudah mendiskusikannya dengan papa nya Adrian."Anita dengan segaja menggantung ucapannya.


"Mendiskusikan tentang apa mah?"tanya Adrian.


"Mama memutuskan untuk membatalkan perjodohan kamu dengan Kayla, dengan syarat kamu bisa membawa pacar kamu dengan sikap yang sopan dan baik... Dan semua itu sudah berhasil kamu buktikan dengan membawa Mita." imbuh Anita tersenyum.


"Benarkah mah, perjodohannya batal?" tanya Adrian girang, berbeda dengan Mita, ia sangat kaget saat mendengar Anita menyebutkan nama Kayla.


"Jadi, Kayla yang mau dijodohin sama pria ini? Lantas kenapa Kayla menolaknya... Aku harus menanyakannya nanti." gumam Mita dalam hati.


"Mita sayang, sini deh" panggil Anita kepada Mita yang sedang duduk di sofa.


"Iya tan.." saut Mita, ia beranjak berdiri dan menghampiri Anita.


Anita meraih tangan Mita dan menggenggamnya. "Terima kasih ya sayang, sudah mau menjaga anak tante selama ini" ucap Anita mengusap tangan Mita.


"Adrian..." panggil Anita.


"Iya mah."Jawab Adrian.


"Tolong ambilkan paper bag yang ada di samping sofa itu!!" suruh Anita. Adrian menurut saja dengan perintah mamanya, ia mengambil paper bag yang di minta oleh mamanya dan menyerahkannya kepada Anita.


"Makasih ya.." ucap Anita menerima paper bagnya.


Nah, Mita sayang, sekarang kamu silahkan coba pake bajunya!" seru Anita.


"Apa ini tan?" tanya Mita.


"Udah buka nya di Kamar mandi saja." ujar Anita.


"Baiklah tan.." balas Mita tanpa banyak tanya.


Saat Mita hendak membuka pintu kamar manfi, Ani memanggilnya, Mita pun menoleh kearah Anita.


"Iya ada Apa tan?" tanya Mita.


"Sebelum memakainya, kamu harus fikirkan dulu dengan matang dan jika kamu belum siap maka keluarlah tanpa memakainya." seru Anita.


Adrian dan Mita menatap Anita dengan tatapan bingung.


"Maksudnya gimana tan?" tanya Mita, ia melirik kearah Adrian dan wanita itu dapat melihat dengan jelas kalau pria itu sedang kebingungan.


"Kamu masuk dan buka lah!!"jawab Anita. Mita pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa maksudnya ini mah, Rian gak ngerti?" tanya Adrian


"Kita lihat saja nanti, apa keputusan pacar kamu itu. Kalau dia benar - benar baik dan serius denganmu maka ia akan menentukan pilihannya di dalam sana." tutur Anita menunjuk kamar mandi


"Maksudanya?"tanya Adrian yang benar - benar bingung.


"Apa sebenarnya yang di rencanakan sama mama?" gumamnya dalam hati.


Ceklek


Anita dan Adrian menoleh kearah pintu, saat merekan mendengar suara pintu terbuka.


Adrian menatap Mita yang sedang berjalan mendekati mamanya. Sementara Anita ia tersenyum melihat Mita yang berjalan kearahnya tanpa mengganti pakainya.


"Tan..."


"Kenapa bajunya gak di pakai?" tanya Anita.


"Hmm... Itu.."


"Kenapa, ayo gantilah bajumu, biar acaranya cepat kita laksanakan." ujar Anita.


Adrian sangat kaget saat mendengar perkataan mamanya kepada Mita.


"Maaf tan, aku gak bisa..." ucap Mita sembari menyerahkan kembali paper bagnya kepada Anita.


"Kenapa?" tanya Anita sembari tersenyum.


"Apaan sih isinya, sehingga.dia gak mau mengganti pakaiannya." seru Adrian, ia merebut paper bag itu dan melihat isi dari paper bag tersebut.


"Ini?...." Adrian tidak melanjutkan ucapannya saat melihat bentukan isi dalam paper bag itu.


"Tapi bukannya kata mama perjodohannya batal, lantas ini apa?" tanya Adrian sedikit kesal kepada mamanya.


"Iya memang benar perjodohannya batal, tapi mama tidak pernah mengatakan pernikahannya yang batal." seru Anita.


"Tapi mah..."


"Tapi, tapi apa lagi? Yang batal itu perjodohan kamu dengan Kayla, tidak dengan pernikahan kamu dengan pacar kamu" potong Anita.


"Tapi mah..."rengek Adrian.


"Kamu lihat sendirikan, kalau pacar yang kamu bangga - banggain ini aja, gak mau menikah dengan mu jadi...." Anita sengaja menjedah ucapannya.


"Jadi apa?...." tanya Adrian tak sabaran


"Jadi malam ini kamu harus mau menikah dengan Kayla.." ujar Anita.


"Apaa?" teriak Adrian kaget.


"Tapi mah, kata mama tadikan perjodohannya udah di batalin." protes Adrian.


"Iya batal kalau pacar kamu ini mau menikah dengan kamu malam ini." jawab Anita.


"Gila aja gue nikah sama dia, terus kalau gue nikah sama dia, mas Agus mau gue kemanain" gumam Mita dalam hati.


Mita hanya diam saja, tanpa menyela atau pun protes dengan perdebatan ibu dan anak itu.


"Lagian kamu lihat gak pacar kamu ini, udah jelas pacarnya mau di nikahkan sama wanita lain tapi dia hanya diam saja." ujar Anita melihat kearah Mita.


"Ya itu karena dia, menghargai mama. Dia gakau berdebat sama mama, dia takut nanti mama kenapa - kenapa." bela Adrian.


"Pokoknya aku gak setuju kalau mama tetap kekeh mau nikahin aku sama wanita itu" protes Adrian.


"Ingat dengan perjanjianmu Rian, apa kamu lupa?" tanya Anita.


Adrian pun terdiam, Anita yang melihat ada keraguan pada anaknya pun tersenyum tipis.


"Adrian, mama mohon jangan ngebantah lagi ya" bujuk Anita.


"Apa kamu tidak ingin melihat mama bahagia?" tanya Anita.


"Mah, aku bisa bahagiain mama dengan cara lain. Aku akan melakukan semua permintaan mama kecuali yang satu ini." ujar Adrian meraih tangan mamanya.


Anita melepaskan tangannya yang di genggam oleh putranya itu.


"Lupa kan lah, jika kamu gak mau menikah dengan Kayla maka..."


"Apaa?" tanya Adrian


"Mama suka banget deh ngomongnya di potong - potong" protes Adrian.


"Terserah mama lah, kan mulut, mulut mama bukan mulut kamu" balas Anita sewot.


"Sekarang gini aja Rian mama udah sangat gak sanggup untuk berdebat lagi dengan kamu."ucap Anita.


"Makanya kita gak usah berdebat lagi... dan batalin pernikahan ini" seru Adrian.


"Gini aja, mama akan memberimu pilihat. Kamu bisa pilih sendiri,mama gak akam maksa kamu lagi." ucap Anita


"Apaa pilihannya.?" tanya Adrian


"Kalau kamu mau lihat mama dan papa bahagian dan tenang, maka kamu bisa mengikuti kemauan mama dan papa tapi..."


"Jika kamu memang benar - benar gak mau, ya sudah silahkan pergi dari sini" ujar Anita, ia membaringkan tubuhnya kemudian ia menarik selimut sampai menutupi kepalanya.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜