My Secret Wife

My Secret Wife
Rpisode 47



Di perjalanan menuju kediam Malik, Adrian mengemudikan mobilnya secara santay, karna ia begitu malas untuk cepat pulang kerumah.


"Ini mobilnya gak bisa jalannya lebih cepat apa, dari tadi gak sampai - sampai.." seru Kayla


"Bisalah, emang elu kira ini angkot gak bisa cepat.." balas Adrian


"Angkot lebih cepat mah dari pada ini" kata Kayla.


"Elu nantangin gue..." kata Adrian kesal, karna Kayla telah membandingkan mobilnya dengan angkot.


Dengan kesal Adrian menambah kecepatan mobilnya. Untung jalanan pada saat itu sangat sepi, Jadi Adrian bisa leluasa memacu kecepatan mobilnya.


Sesampainya di rumah Malik, Adrian memakirkan mobilnya di dalam garase khusus untuk mobil - mobil dan juga motornya.


Setelah mobil berhenti, Kayla dengan cepat keluar dari mobil dan langsung muntah - muntah. Adrian menyusul Kayla dan menghampirinya.


"Hahaha...." tawa Adrian melihat Kayla yang sedang mengelurkan isi perutnya.


Setelah puas mengeluarkn isi perutnya, Kayla mengelap mulutnya dengan tissue yang selalu ada di dalam saku celananya.


"Seneng elu liat gue gini..." seru Kayla menatap Adrian tajam.


Adrian membalas tatapan Kayla dengan senyum cemeh.


"Makanya kalau jadi orang tu jangan suka membanding - bandingkan." seru Adrian meninggalkan Kayla yang kembali mual - mual.


"Dasar cowok gak ada otak, bisa - bisa nya di nyetir seugal - ugalan gitu." ucap Kayla.


"Aaa.. Kepala gue pusing banget.." kata Kayla sembari memegang kepalanya. Adrian masuk kedalam rumah,saat melewati ruang keluarga, ia melihat Anita sedang menonton tv sambil memakan buah.


"Hai mam..." saa Adrian mencomot sepotong buah apel.


"Kamu sudah kembali?" tabya Anita, ia mencoba melihat kearah belakang anaknya.


"Mama cari apa?" tanya Adrian.


"Manantu mama mana?"tanya Anita.


"Dia lagi di luar.." jawab Adrian, berjalan hendak pergi ke kamarnya.


"Kenapa tidak di ajak masuk?..." tanya Anita, manatap Anaknya yang sudah berdiri di tangga.


"Di lagi muntah - muntah di luar makanya aku tinggal." balas Adrian menlanjutkan langkahnya.


"Munta - muntah kenapa?..." tanya Anita berteriak


"Mama cek aja..." saut Adrian.


Anita berdiri dari duduknya dan beranjak pergi keluar untuk menemui menantunya itu.


"Haa... Untung gue selalu bawa minyak angin." ucapnya lega, rasa pusing dan mual yang menyerangnya tadi sudah agak mendingan.


"Aduh ini gimana bersihinya.." kata Kayla melihat muntahanya tadi yang berserakan di lantai.


"Oiya tissue.." Kayla kembali membuka pintu mobil Adrian, Adrian sengaja tidak mengunci pintu mobilnya karena masih ada barang Kayla di dalamnya..


Dia membawa sekotak tissue yang ada di dalama mobil Adrian keluar dan mulai membersihkan kotoran itu.


"Kayla....." Kayla menoleh saat mendengar namanya di panggil.


"Kayla kamu lagi ngapain sayang?..." tanya Anita menghampiri menantunya itu.


"Hmm... Ini tan, Kay tadi mabok naik mobil Adrian, jadi..." Kayla tidak menlanjutkan kata - katanya tapo dia menunjukkan bekas muntahannya yang sudah di tutupinya dengan tissue.


"Terus sekarang gimana, masih pusingn..." tanya Anita khawatir.


"Udah mendingan kok tan.." jawab Kayla.


"Mama bukan tante ya.." seru Anita.


"Yaudah sekarang ayo masuk." Anita mengusap punggung Kayla dan mengajaknya masuk.


"Kay bersihin ini dulu ya ma.." kata Kayla.


"Tidak usah nanti biar mbak Titin aja yang bersihin.." setu Anita.


"Udah ayo, " Anita menarik pelan tangan Kayla dan membawanya masuk..


Sesampainya di dalam Rumah Anita menyuruh Kayla untuk duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Kamu duduk di sini dulu ya, mama mau bikinin teh hangat dulu.." suruh Anita, Kayla hanya mengangguk dan menurut saja.


Sesampainya di dapur Anita menyuruh mbak Titin untuk membersihkan bekas muntahan Kayla tadi dan membawa barang - barang Kayla yang masih ada di dalam mobil Adrian.


"Mewah banget, ini mah lebih bagus dari pada rumah Sandra." gumamnya.


Kayla masih melihat ke segala penjuru, dan dia tidak henti - hentinya mengucapkan kata kagum melihat isi rumah itu.


"Pantesan tu cowok sombong banget, ternyata dia sangat kaya, jadi insecure gue disini." ucapnya pelan.


"Insecure kenapa Kay..." saut Anita dari arah dapur


Kayla menoleh dan melihat Anita yang sedang beralan menghampirinya sembari membawa segelas teh di tangannya.


"Nah minum lah! Tadi mama juga menambahkan sepotong jahe merah biar pusingnya mereda" Anita menyerahkan gelas itu kepada Kayla.


"Terima kasih ma..." kata Kayla, mnerima teh itu dan ia mulai meminumnya.


Anita mendudukkan tubuhnya di samping Kayla, ia mengusap - usap pelan punggung Kayla.


"Gimana enakkan?.." tanya Anita saat melihat Kayla meletakkan gelas teh di atas meja.


"Ehemm... Tehnya mujarap banget.." ucap Kayla tersenyum kearah Anita.


Anita tersenyum. " tentu dong sayang, kan mama buatnya pake cinta dan kasih sayang.." ucap Anita.


"Mama bisa Aja" Kayla tersenyum mendengar jawaban mertuanya itu.


Kayla dan Anita sedang asik mengobrol, sesekali merekan akan tertawa dan suara tawa mereka sampai ke kamar Adrian.


"Siapa yang tertawa kenceng gitu.?" tanya Adrian.


Adrian kembali melanjutkan memasang pakaiannya, sepulang dari menjemput Kayla, Adrian langsung membersihkan dirinya.


Drrrrrrtttt.....


Drrrrrrtttttt....


Adrian menoleh kearah ponselnya yang begetar di atas tempat tidurnya.


"Nino?" gumambya saat melihat siapa yang menghubunginya.


^^^"*Hallo No, ada apa? " tanya Adrian to the poin^^^


"Dri, elu dimana sih? Dari kemaren elu gak ada kabar." balas Nino menanyakan keberadaannga..


^^^"Gue lagi di rumah, kenapa emangnya?" tanya Adrian.^^^


"Mending elu kemari deh, ke cafe gue, ada hal penting yang mau gue diskusiin sama elu.." jawab Nino dengan nada serius.


^^^"Oke, gue kesana sekarang" ucap Adrian, dia sangat paham dengan nada bicara Nino yang serius itu*.^^^


Adrian mematikan sambungan telponnya , dia dengan cepat memasang pakaiannya, kemudian mencari kunci motornya.


"Kunci motor gue mana sih..." ucapnya.


"Perasaan gue taro disini deh.." gumamnya ya g masih mencari.


"Hais... Sama mama.." serunya dengan sedikiri. Adrian menghammpir mamanya yang masih duduk bersama Kayla di ruang keluarga.


"Ma.." sapa Adrian berdiri di depan mamanya.


"Eh anak mama, sini duduk.." ajak Adrian.


"Gak usah, mana kunci motor Rian?" tanya Adrian sembari menengadahkan tangannya kearah Anita.


"Kunci motornya ada di bawa keset kaki kamar mandi kamu.." jawab Anita santai.


"Ha... Di bawa keset kaki?" tanya Adrian sedikit tidak percaya.


"Iya, keset kaki." ucao Anita Lagi.


"Adduuuh mah tega banget sih.." keluh Adrian berlari ke kamarnya.


"Kamu lihat sendiri kan Kay, dia kalau menyangkut motornya, ya kaya gitu. kaya orang kesetanan." ucap Anita.


Kayla tersenyum mendengar ucapan mertuanya itu, saat mengatakan Adrian setan,


"Anak nya setan dan emak nya ratu setan dan gue sudah menjadi menantu dan istrinya setan" sungut Kayla dalam hati.


~•••~


Terima kasih sudah membaca💜