
"Jika kamu memang benar - benar gak mau, ya sudah silahkan pergi dari sini" ujar Anita, ia membaringkan tubuhnya kemudian ia menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
"Mah..."panggil Adrian. Ia terlihat gusar melihat mamanya seperti ini.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini" gumam Adrian dalam hati, ia menggaruk kepalanya.
Mita memegang lengan Adrian, Adrian menoleh kearah Mita
"Ada apa?" tanya nya pelan.
"Aku harus bagaimana?" tanya Mita.
Adrian menatap mamanya, kemudian ia membawa Mita untuk keluar dari ruangan mamanya.
"Sekarang elu boleh pergi, tugas elu udah selesai. dan ini" ucap Adrian sembari memberikan beberapa lembar uang kepada Mita.
"Ini kebanyakan, gue cuma bantu elu sedikit." tolak Mita.
"Udah ambil aja, dan tolong hal ini jangan sampai ada yang tau termasuk Nino.Mengerti!!"tegas Adrian
"Ok, elu tenang saja."kata Mita, dia pun hendak pergi meninggalkan Adrian.
"Tunggu!!" ucap Adrian.
Mita menoleh kebelakang saat mendengar ucapan Adrian
"Dan satu lagi, elu jangan pernah membhaas malasalah ini dengan siapa pun atau dengan Kayla sekali pun." ujar Adrian
"Iya, iya, tenang aja." balasnya.
"Kalau gitu gue cabut dulu, bye" imbuhnya, kemudian ia benar - benar berlalu pergi meninggalkan Adrian yang masih berdiri di lorong rumah sakit itu.
"Apa yang harus gue lakukan?" ucap Adrian.
"Ayo mikir Adrian, mikir..." serunya.
Ia berjalan mondar - mandir dilorong itu semari otaknya terus saja berputar untuk memikirkan jalan keluar dari permasalahannya.
~
Sementara di dalam ruangan rawatnya Anita sedang duduk di atas ranjangnya.
"Kamu liht sendiri kan mas, wanita tadi itu pasti bukan pacarnya.." seru Anita menatap suaminya yang sedar tadi hanya duduk diam di sampingnya.
"Iya aku juga lihat itu tadi, dia seperti sangat kaget dan takut saat kamu menyuruh mereka akan menikah." balas Bagas.
"Dan apa kamu tau yang paling jelas sekali saat dia mengatakan Adrian adalah pria yang baik, ramah, murah senyum, penyayang, sabar dan perhatian sama pasangannya.... Hahaha"Anita tertawa terbahak - bahak.
"Sejak kapan coba anak itu jadi orang yang ramah" Anita memegang perutnya karna merasa keram akibat terlalu tertawa berlebihan
"Aduhhh... Aku tadi hampir tertawa saat mendengarnya" seru Bagas.
"Muka datar gitu di bilang murah senyum...Haha" Bagas tertawa.
Anita dan Bagas pun asik tertawa mengingat perkataan Mita tadi saat di tanya - tanya oleh Anita.
"udah lah mas aku mau, ngomong serius ini." seru Anita mencoba mengatur nafasnya.
"Hufftt.... Baiklah, sekarang apa rencana kamu?" tanya Bagas menatap istrinya.
"Tolong kamu hubungi bu Tika dan suruh dia mempersiapkan Kayla, karna Kayla dan Adrian akan melangsungkan pernikahannya malam ini juga!" ujar Anita serius.
"Tapi, apakah ini tidak terlalu egois untuk Kayla?" tanyan Bagas.
"Sudahlah mas, dia akan merasa tidak adil pada awalnya, tapi nanti dia akan sangat bersyukur karna mendapatkan mertua seperti aku." jawab Anita bangga.
Bagas manatap Anita diam, sebenarnya dia benar - benar kurang setuju dengan kehendak istrinya itu, tapi dia sangat tau kalau istrinya sangatlah keras kepala.
"Mas.." panggil Anita.
"Ya, ada apa?" tanya Bagas.
"Eh malah ngelamun, buruan hubungi bu Tika!!" suruh Anita.
Bagas mengeluarkan ponsel dari saku celananya, ia mencari nama kontak bu Tika.
Hallo ~ bu Tika
Hallo bu Tika, ini saya Bagas ~ Bagas
Iya ada apa pak Bagas? ~ Tika
Ini saya mau kasih tahu kalau pernikahan Kayla dan anak saya di percepat ~ Bagas
Pernikahan Kayla dan anak saya akan di langsungkan malam ini juga dan saya harap bu Tika bisa mengatakannya kepada Kayla.~ Bagas
Ta - Ta - tapi pak, bukannya pernikahannya di undur ya pak? ~ Tika
Awalnya iya seperti itu bu, tapi anak saya gagal dengan persyaratan yang saya berikan ~ Bagas
......
......
......
Bu Tika, hallo bu? ~ Bagas
.....
Hallo bu Tika, apa ibu masih mendengarkan saya? ~ Bagas
Ah iya pak, saya masih di sini. Ma - maaf pak saya terlalu syok tadi saat mendengar kabar ini. ~ Tika
Iya bu, sebenarnya saya juga merasa kaget, tapi ini benar - benar di luar kuasa saya. Ibu kan tau sendiri istri saya gimana.~ Bagas
Tapi saya, takutnya Kayla akan menolaknya pak.. ~ Tika.
Mendengar ucapan bu Tika, Anita pun dengan cet merebut ponsel Bagas.
Ibu bisa bilang kalau saya sedang baru saja drop lagi, karna Adrian berusaha menolak. ~ Anita
Bu Anita tidak boleh ngomong seperti itu, ingat bu perkataan itu adalah doa ~ Tika
Pokoknya saya gak mau tau, yang penting Kayla harus menikah malam ini juga dengan Adrian ~ Anita.
Tanpa menunggu jawaban dari Tika, Anita memutuskan sambungan telphon nya begitu saja.
"Kamu kok gak sopan gitu sih" protes Bagas.
"Eh iya maaf, aku tadi cuma kepancing emosi saja." ucap Anita.
Bagas Menatap istrinya dengan tatapan tidak suka.
"Iya iya, nanti aku akan minta maaf sama bu Tika." sungut Anita.
"Benaran ya..."
"Iya" balas Anita.Bagas melihat jam tangan yang di kenakannya.
"Jadi, ini acaranya akan di mulai jam berapa?" tanya Bagas.
"Jam sembilan aja kali ya mas, biar gak terlalu terburu - buru." jawab Anita.
"Yaudah, kamu aku tinggal dulu. Aku mau mengurus semua nya dulu." ucap Bagas.
"Gak perlu, semuanya udah aku persiapkan. Coba deh kamu tarik itu kain yang ada di atas meja itu!" suruh Anita sembari menunjuk meja yang ada di sudut ruangan.
Bagas melangkah mendekati meja yang di maksud istrinya itu, karena penasaran Bagas tanpa ba bi bu langsung menarik kain yang menutupi meja itu.
"Ini...?" ucap Bagas tidak menyangka, ternyata istrinya sudh mempersiapkan seserahan dan keperluan yang lainnya yang di butuhkan untuk pernikahan itu.
"Itu aku persiapkan kemaren dna aku juga sudah menyuruh pehulunya untuk datang kemari, palingan sebentar lagi juga nyampe" ucap Anita.
Bagas berjalan perlahan kearah istrinya itu.
"Ya ampun sayang, kamu kok sampai segininya sih, ngebet banget mau nikahin Kayla sama Adrian" serunya.
"Kan aku sudah bilang mas, kalau aku itu harus jadiin Kayla anak aku dan hanya ini jaan satu - satunya" balas Anita.
Bagas hanya geleng - geleng melihat istrinya, ia tidak habis pikir kalau Anita akan se ambisi.
"Berati kita tinggal nungguin Kayla.." ujar Bagas.
"Yap benar sekali," Anita mengangguk - anggukkan kepalanya
"O iya itu anak kamu kemana? Kok dari tadi gak balik - balik?" tanya Anita seraya melihat kearah pintu.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜