My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 53



Mereka berjalan menaiki tangga dan hendak masuk kedalam kamar.


"Tunggu!!!..." cegah Adrian saat melihat Kayla hendak membuka pintu kamar.


Kayla menoleh kebelakang melihat kearah Adrian yang berdiri tepat di belakangnya.


"Apa?" tanya Kayla.


"Mulai sekarang elu gak tidur di kamar ini lagi.." ujar Adrian


"Lah, terus gue tidur dimana?" tanya Kayla memutar badannya mengahadao kearah Adrian


"Di kamar tamu lantai bawah." jawab Adrian.


Kayla terdiam sejenak. " Benar juga , mending tidur tepisah dari pada sekamar dengan dia" gumam Kayla dalam hati.


"Baiklah..." balas Kayla.


Kemudian ia masuk kedalm kamar dan mulai menyusun kembali barang - barangnya.


Adrian duduk di sofa memperhatikan Kayla yang sedang mondar - mandir membereskan barang - barangnya.


Setelah selesai mengumpulkan barang, Kayla pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun keoada Adrian.


"Dasar gak sopan.." dumel Adrian


"Oiya mending gue nyiapin surat perjanjian itu.." ujar nya.


Adrian berjalan kearah meja belajarnya dan mencari surat perjanjian yang sempat di tulisnya kemaren


Sementara Kayla turun ke lantai bawah, pergi ke kamar tamu yang berada tidak jauh dari ruang keluarga.


Ceklek, ceklek.


"Eh kok gak bisa di buka?" tanya Kayla. mencoba menggerakkan handle pintunya


"O iya gue lupa minta kuncinya.." seru Kayla.


Ia meletakkan semua barang - barangnya di depan pintu kamar, lalu oa berjalan kembali ke kamar Adrian.


Tok...Tok...


Ceklek


Tanpa menungu jawaban dari penghuni di dalam, Kayla sudah masuk begitu saja.


"Apa lagi?" tanya Adrian sedikit kaget saat Kayla tiba - tiba masuk ke dalam kamarnya


"Kunci kamarnya mana?" tanya Kayla.


"Minta sama mbak Titin atau mbok Iyem" suruh nya


"Aish..." desis Kayla, kemudian ia kembali kekuar dari ruangan itu dan dengan sengaja membanting pintu kamar dengan keras.


BLAM...


"Astaga... Itu bocah, bikin gue naik darah aja..." ucapnya mengelus dada


Kayla berjalan menujuh kearah dapur untuk menemui Titin dan mbok Iyem.


"Mbak, aku minta kunci kamar tamu..." pinta Kayla saat bertemu dengan Titin di depan pintu dapur.


"Untuk apa Non?" tanya Titin


"Mulai sekarang aku akan menempati kamar itu..." jawab Kayla.


"Tapi jangan bilang - bilang sama mama ya mbak.." imbuh Kayla.


"Emangnya, kenapa nona Tidur disana? Bukannya, seharunya nona tidur di kamarnya Den Adrian?" tanya Titin bingung.


"Panjang ceritanya mbak, kapan - kapan aku ceritai ya.." ucap Kayla


"Baiklah, kalau gitu. Non tunggu di depan kamar saja, saya ambil kuncinya dulu.." seru Titin.


Kayla berjalan ke kamar tamu, tak lama Titin pun datang dan membuka kan pintu kamar itu.


"Makasih ya mbak..." ucap Kayla


"Iya sama - sama Non. kalau gitu mbak kmbali ke belakang ya..." ujar Titin dan berlalu pergi meninggalkan Kayla di kamar tamu.


"Hufftt ... Bikin kerjaan orang aja, baru juga kemaren merapikan barang - barang, lah sekarang harus rapikan lagi" gerutu Kayla.


"Besok gue di suruh pindah kemana lagi sama dia.... Rese..." dumelnya.


Kayla sedang sibuk menyusun pakaianya di dalam lemari, tiba - tiba ponselnya berdering.


"Siapa lagi yang nelfon?" gumam Kayla.


Ia berjalan kearah tempat tidur dan meraih ponselnya yang terletak di atas bantal


^^^"Hallo" sapa Kayla^^^


"Kay, elu dimana?"tanya Nino.


"Ada apa bagaimana, apa elu udah gak mau kerja lagi?" tanya Nino.


"O iya mati gue, kok bisa lupa sih. Aduh hari ini kan seharusnya aku kerjanya full time" ucap Kayla dalam hati sembari menepuk jidatnya.


"Hallo Kay, apa elu masih di situ?" tanya Nino saat tidak mendengar suara Kayla.


^^^"I-iya kak gue masih disini." jawab Kayla^^^


"Jadi, elu masih mau kerja apa enggak?" tanya Nino


^^^"M-masih lah kak, tapi hari ini gue ijin ya" seru Kayla^^^


"Lah kenapa, elu tau kan jatah izin elu udah gak ada." seru Nino


^^^"Iya kak, tau tapi ini benar - benar darurat kak, boleh ya ya" bujuk Kayla^^^


"Ah benar - benar elu ya, yaudah kali ini gue bolein, tapi lain kali jangan harap." kata Nino.


Lalu ia mematikan sambungan telponnya sebelum Kayla menjawabnya.


"Eh malah di matiin aja, dasar bos menyebalkan untung elu kakaknya sahabat gue." dumel Kayla.


Kayla meletakkan kembali ponselnya, ia kembali melanjutkan kegiatan menyusun barang - barang nya kembali.


Tok.... Tok...


Kayla menoleh kearah pintu saat mendengar suara ketukan. Kayla berjalan untuk membuka kan pintu tersebut.


Ceklek


"Ada apa?" tanya Kayla saat melihat Adrian berdiri di depan pintu kamarnya.


Adrian masuk begitu saja kedalam kamar, tanpa menjawab pertanyaan Kayla, Kayla menatap Adrian dengan kesal.


"Hey, apa yang elu lakuin? Keluar cepat!!" teriak Kayla.


"Tutup Pintunya dan kemari lah" perintah Adrian, saat ia mendudukkan tubuhnya di sofa kamar Kayla.


Kayla menatap Adrian kesal "Selalu saja sesukanya " gerutu Kayla.


Kayla menuruti perintah Adrian, ia menutup pintu dan berjalan mendekati Adrian.


"Ada apa?" tanya Kayla saat ia sudah berdiri di hadapan Adrian.


"Duduk lah!" titah Adrian


Kayla menurut, ia mendudukkan tubuhnya di ujung sofa yang juga didudukkan oleh Adrian.


"Ada apa?" tanya Kayla lagi, saat ia melihat Adrian masih diam menatapnya.


"Gak sabaran banget sih jadi orang, ini gue lagi mikirin susunan kata - katanya" balas Adrian


"Kata - kata apa?" tanya Kayla


"Togel" jawab Adrian asal


"Serius, kalau elu kesini cuma buat buang - buang waktu gue. Mending elu keluar aja, gue lagi banyak kerjaan." seru Kayla.


"Gue mau bahas surat perjanjian yang gue bicarain tempo hari" ucap Adrian.


Kayla menatap Adrian, kemudian ia memposisikan duduknya menghadap kearah lelaki itu.


"Baiklah, sebelum gue mulai membacakan isi surat ini, gue mau elu menjawab beberapa pertanyaan dan elu harus jawab dengan jujur." tutur Adrian


"Bertanya lah cepat!" seru Kayla


" Pertama apa elu sehat?" tanya Adrian


"Tentu saja" jawab Kayla singkat.


"Yang kedua... Apa elu masih perawan?" tanya Adrian lagi.


Kayla melotot saat mendengar pertanyaan yang sangat konyol baginya.


"Tentu saja bodoh, pertanyaan macam apa itu. Elu kira gue cewek apaan huh..." teriak Kayla kesal.


"Hahaha.... Gitu aja emosi, gue cuma becanda." ucap Adrian.


"Gak lucu." balas Kayla.


"Hmm... Elu tau kan kalau kita menikah karna paksaan dari mama, dan kita sama - sama tahu kalau hubungan ini seharus nya terjadi.... " Adrian sengaja menghentikan ucapannya, ia melihat kearah Kayla dan memperhatikan mimik wajah wanita itu.


"Berdasar kan itu, gue membuat surat perjanjian ini. Supaya kita sama - sama bisa terikat tapi bebas, atau nama lainnya ini adalah solusi dari hungan kita." sambungnya.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜