
"Brengsek..." teriak Nino.
Ia berlari dan nerjang Steve dengan bogemannya,Nino tidak melepaskan Steve untuk bergerak sedikit pun.
"Bangsat udah gue bilang, jangan main kotor." teriak Geva, ia mengambil sebuah balok yang tak jauh dari nya dan mengejar semua anggota geng Shawol.
Mark yang melihat kekacauan yang di ciptakan oleh anggotanya, ia mulai berjaln mundur dan berjalan kearah motornya.
Mark dengan cepat menyalakan motornya saat ia melihat Geva berjalan kearahnya.
"Semuanya mundur...." teriak Mark kepada anggotanya yang lain, ia pun menjalankan motor nya dengan kecepatan maximal dan semua anggota geng shawol pun kabur kecuali Steve yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
"Pengecut elo!!" teriak Geva.
"Geva!!" panggil Rangga.
Geva menoleh kearah Rangga dan dengan cepat ia menghampiri sahabatnya itu.
"Gimana keadaannya ?" tanya Geva.
"Ayo gotong dia, kita bawa ke rumah sakit" ucap Rangga.
"Gue udah telpon supir buat jemput motor kita." seru Nino.
"Ambulance? Ambulance gimana?" tanya Geva.
"Tadi udah gue suruh kesini" seru Rangga
"Dry, elu jangan tutup mata, Dry elu harus tahan sebentar.." seru Nino. Ia menekan bekas tusukannya, agar tidak banyak darah yang keluar.
Tak lama dua ambulance pun datang, Nino dan yang lain dengan cepat mengangkat tubuh Adrian ke atas brangkar.
"Ayo pak cepat, dan itu tolong bawa dia sekalian !" seru Nino, petugas ambulance pun menganggungnmengiyakan
"Dry, elo harus kuat Dry." ucap Nino.
"Ja-ngan ka-sih ta-hu nyo-kap, Ti-tin..." ucapan Adrian terputus karena dia kembali pingsan.
"dia bilang apa?" tanya Geva.
"Katanya, jangan kasih tahu hal ini sama nyokapnya dan dia bilang Titin" jelas Nino
"Titin? apa maksudnya mbak Titin ya?"tanya Geva
"Yaudah elu hubungin rumah Adrian!" suruh Nino.
"Ok bentar" Geva mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor kontak telepon rumah Adrian.
Drrrrrtttt....
Drrrrrrtttt....
Drrrrttttt.....
"Gak di angkat.." ucap Geva
"Coba lagi, mungkin mereka sedang tidur, ini kan masih dini hari." ujar Rangga. Geva pun kembali menghubungi nomor telepon rumah Adrian.
Drrrrrttt.......
Drrrrrtttt...
^^^"Hallo.." saut seseorang.^^^
"Hallo ini Geva, mbak cepat datang ke rumah sakit xxxx Adrian kena tusuk" kata Geva.
"Dan satu lagi mbak, tolong jangan kasih tau orang tua Adrian ya.." pesan Geva sebelum menutup panggilannya.
"Udah gue suruh datang kerumah sakit..." seru Geva
~
Kayla masih manangis atas perlakuan Adrian tadi kepadanya, dia merasa terhina karna Adrian telah menciumnya tanpa izin.
"Kenapa gue harus lemah sih? Kenapa gue gak bisa ngelawan dia?" sesalnya.
"Nanti kalau seandai dia cerain gue, terus gue nikah sama yang lain dan lakik gue bukan yang pertama dong" ratapnya.
"Dasar cowok nyebelin, nyeselin... Katanya ngehukum, tapi kenapa hukumannya yang enak sama dia aja... hua" tangisnya semakin menjadi.
"Gimana gie bisa tidur kalau kejadian tadi masi terngiang - ngiang di pelupuk mata gue" seru Kayla.
"Rrrrrrrhhhggg" bunyi perut Kayla.
"Aduh lapar, gue tadi gak sempat makan malam" gumamnya.
Kayla pun beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Kayla melihat wajahnya di cermin.
Kayla keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju dapur, saat hendak ke dapur Kayla mendengar suara telepon rumah yang berdering.
Kayla pun memutar langkahnya menghampiri telepon tersebut yang ada di ruang tamu.
^^^"Hallo.." sapa nya^^^
"Hallo ini Geva, mbak cepat datang ke rumah sakit xxxx Adrian kena tusuk" kata Geva.
"Adrian kena tusuk?" gumam Kayla pelan, dia sangat kaget saat mendengar kabar itu.
"Dan satu lagi mbak, tolong jangan kasih tau orang tua Adrian ya.." pesan Geva sebelum menutup panggilannya.
Kayla belum sempat mengeluarkan sepata kata pin tapi panggilannya sudah dintutup oleh Geva.
Kayla meletakkan kembali teleponnya dan ia berjalan kenkamar mbak Titin.
Tok.... Tokkk
"Mbak... Mbak.." panggil Kayla.
Tokkk.... Tok...
"Mbak bangun mbak!" panggil Kayla lagi.
"Iya non tunggu sebentar!" suat mbak Titin dari dalam
Ceklek.
Mbak Titin membuka pintu dan dia mendapati Kayla berdiri di depan pintu.
"Ada apa non?" tanya mbak Titin
"Mbak Adrian kena tusuk dan sekarang sedang di larikan ke rumah sakit xxx" kata Kayla
"Tolong suruh mamang siapkan mobil mbak, aku mau ganti baju bentar, kita ke rumah sakit sekarang!" seru Kayla berlalu meninggalkan mbak Titin.
"Dan jangan kasih tau mama atau pun papa!" ucap Kayla menghentikan langkahnya.
Kemudian Kayla melanjutkan langkahnya menuju ke kamar. Dengan gerakan cepat Kayla mengganti pakaiannya. Setelah dirasanya selesai Kayla keluar dari kamar dan berjalan ke luar rumah, di luar sudah ada mobil dan juga mbak Titin.
"Ayo mbak, " seru Kayla, mereka pun masuk kedalam mobil dan berlalu pergi menggalkan rumah.
Di perjalanan Kayla tak henti - hentinya berdoa untuk ke selamatan Adrian. Mbak Titin yang melihat tangan Kayla yang begetar sedari tadi pun memegang tangan itu.
"Non kenapa?" tanya Mbak Titin.
"Aku takut mbak.." jawab Kayla.
"Gak apa - apa non, den Adrian pasti baik - baik saja." ujar mbak Titin mencoba menguatkan Kayla.
Tak berapa lama Kayla dan mbak Titin pun sampai di rumah sakut yang merawat Adrian. Mereka berjalan dengan tergesah - gesah ke bagian receptionis untuk menanyakan di mana kamar rawat Adrian.
"Permisi sus, saya mau tanya, ada pasien yang bernama Adrian malik gak?" tanya Kayla.
"Tunggu sebentar saya cek dulu" suster itu pun mencari daftar pasien atas nama Adrian.
"Dia korban tusukan sus..." seru Kayla saat melihat suster itu kebingungan.
"O iya ada, pasien masih di ruang operasi,.." kata suster itu.
"Baik terima kasih" ucap Kayla
"Ayo mbak..." Kayla menarik tangan mbak Titin agar lebih cepat berjalannya.
Sesampainya di ruang operasi, di sana Kayla bisa melihat ketiga sahabat Adrian yang sedang menunggu dengan gelisah, dari tampilannya saja Kayla bisa tau kalau ketiga orang itu sangat mengkhawatirkan Adrian.
Tak... Takk.. Takk...
Ketiga orang itu pun menoleh saat mendengar suara langkah kaki seseorang. Mereka bertiga sama - sama mengernyitkan dahi menatap Kayla bingung.
"Kayla?" kata Nino
"Hai semua..." sapa Kayla tersenyum kikuk.
"Ngapain elo kesini dek?" tanya Geva.
"Gue kesini... Itu gue kesini mau jenguk kak Adrian" katanya gugup. Ia bener - benar lupa akan hal ini, dia harus bagaimana lagi ya. Pikir Kayla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tau dari mana elu kalau Adrian masuk rumah sakit? " tanya Nino.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜