
Adrian mengusap wajahnya frustasi, ia tak tau lagi harus gimana, untuk menghadapi mamanya nanti malam.
"Elu udah cek dengan teliti belum?" tanya Adrian
"Kalau gak percaya, coba deh elu cek sendiri.!!!" seru Geva, mulai memakan sarapanya.
Dengan kesal Adrian meraih ponsel yang ada di dekatnya . Ia membuka akun intasgramnya, dan saat membuka akun instagram dia melihat ada satu pesan masuk, dia pun membuka pesan itu.
Gue udah denger syarat yang di ajuin oleh tante Anita. Dan gue mau ngebantu elu .~ Kayla
^^^Caranya ?~ Adrian^^^
Balas Adrian, dan tak lama kemudian Kayla pun membalas pesannya.
Gue tau, elu pasti gak punya cewek yang akan di kenalin ke tante Anita ya kan? ~ Kayla.
"Kok dia bisa tau?" pikir Adrian
^^^Jangan sok tau!! ~ Adrian^^^
^^^Cepat katakan!! ~ Adrian^^^
Gue udah punya cewek yang cocok buat di kenalin ke tante Anita ~ Kayla.
^^^Siapa? ~ Adrian^^^
Bisa gak sih, gak irit ngetik gini. Gue ngetik banyak eh mala di bales lima huruf doang🤨 ~ Kayla
Adrian tersenyum membaca pesan dari Kayla, ketiga sahabatnya yang sedari tadi memperhatikannya pun jadi bingung.
^^^Bodoh amat ~ Adrian^^^
^^^Cepat katakan siapa? ~ Adrian^^^
Namanya Mita, pegawai coffee shop nya kak Nino ~ Kayla
"Mita?" gumam Adrian pelan.
"No, pegawai elu ada yang namanya Mita gak?" tanya Adrian
"Hmm.... Kalau gak salah ada deh, kenapa emang?" tanya Nino.
"Gue cuma nanya doang." jawab Adrian, lalu ia kembali fokus ke ponselnya.
"Kenapa dia nanyain pegawai elu?" tanya Geva kepada Nino.
"Mana gue tau, gue aja gak ngerti" jawab Nino.
^^^Dia orangnya bisa jaga rahasia gak? ~ Adrian^^^
Kalau soal itu tenang aja ~ Kayla
^^^Oke kalau gitu, suruh dia temui gue di taman rumah sakit nanti sore! ~ Adrian^^^
Ok, nanti gue suruh. ~ Kayla.
Adrian hanya membaca pesan dari Kayla, kemudian dia meletakkan ponselnya di samping piringnya.
"Elu chatan sama siapa sih ?" tanya Geva
"Sama cewek bar - bar" jawab Adrian
"Terus tadi, kenapa elu pake nanya - nanya pegawai gue?" tanya Nino.
"Oh itu, tadi si bar - bar nyaranin ke gue, buat jadiin pegawai elu yang Mita untuk jadi pacar Bohongan gue" jawab Adrian
"Ooo.... Gue kira elu ada apa - apa nya sama si Mita" seru Nino.
"Ya kali... Elu kan tau sendiri tipe gue gimana." ucap Adrian sedikit sombong.
"Iya kita tau, elu itu suka sama cewek yang gak bener" seru mereka bertiga kompak.
"Rese" sungut Adrian.
"Yaudah yuk cabut, gue ada kelas pagi ini" ucap Adrian beranjak dari duduknya.
"Elu ke kampus pake apa, nebeng sama gue atau bawa motor sendiri?" tanya Geva.
"Gak, hari ini gue mau bawa mobil juga" balas Adrian. Kemudian ia berlari ke lantai atas mengambil tasnya di dalam kamar.
Tak lama ia pun turun dengan kunci mobil di tanganya.
"Ayo siapa yang bareng gue?" tanya Adrian, tanpa menghentikan langkah kakinya menuju garase mobil.
"Gue aja" balas Nino
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan rumah Adrian. Adrian untuk saat ini sudah merasa agak lega karena perasalahanya sudah memiliki titik terang.
~
"Nyenyak banget lagi tidurnya" gumam Kayla.
Kayla berdiri dan beranjak pergi untuk menyimpan kembali buku yang telah di bacanya tadi.
Ia kembali lagi ke meja yang di tempatinya tadi dan membereskan semua buku - bukunya. Kayla melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Bentar lagi bel masuk," ucapnya pelan
"San, Sandra... Woi bangun" Kayla menggoyang - goyangkan bahu Sandra.
"Buset, susah banget banguninnya" ujar Kayla.
Kayla tersenyum saat ide gila melintas di kepalanya. Ia mendekatkan kepalanya ke telinga Sandra.
"Sandra bangun, itu di kelas ada Park Solomon..." bisik Kayla dan tak lama Sandra pun bangun.
Seketika Sandra langsung berdiri dan berlalu pergi meninggalkan Kayla begitu saja.
"Eh malah ninggalin, Sandra tungguin" seru Kayla, menyusul Sandra.
"Di bangunin susah, giliran Park Solomon aja cepat elu" gerutu Kayla, yang berjalan di belakang Sandra.
Sesampainya di kelas, Sandra melihat ke sekeliling kelas seperti mencari sesuatu.
"Elu lagi nyari apa San?" tanya Kayla.
"Park Solomonnya mana?" tanya Sandra.
"Hahahahaha..." Kayla tertawa saat Sandra menanyakan keberadaan aktor korea itu.
"Elu kok malah ketawa si?" tanya Sandra bingung.
"Ya lagian elu, pake nanya Park Solomon segala." seru Kayla.
"Kan kata elu tadi asa Park solomon, sekarang dia di mana?" tanya Sandra lagi.
"Adu San, gue tadi cuma becanda doang, biar elu bangun" jawab Kayla.
Sandra terdiam, dia menatap Kayla kesal.
"Rese elu" ucapnya, kemudian ia berjala kearah bangkunya. Kayla pun menyusul Sandra untuk duduk di bangkunya.
Ia menoleh kearah sahabatnya itu. " San, elu marah ya?" tanya Kayla. Namun Sandra hanya diam saja.
"San, gue minta maaf ya" ucap Kayla, Sandra masih diam.
"Sandra, gue tadi cuma mau bangunin elu aja, gak ada maksud yang lain." seru Kayla.Sandra menatap kearah Kayla.
"Elu tau gak kenapa gue marah dan kesal banget?" tabya Sandran dan Kayla menggelengkan kepalanya.
"Gue tadi pas tidur di perpus gue lagi mimpi Park Solomon, dan tadi pas elu bangunin gue, dan nyebut nama dia ." Sandra menjedah ucapannya.
"Gue seneng banget, rasa nya kaya mimpi jadi kenyataan gitu, dan pas nyampe di kelas, gie gak nemuin dia, gue sangaaaat kesal." ujar Sandra lagi
"Gue kecewa" imbuhnya. Kayla pun terdiam mendengar perkataan sahabatnya itu.
"San sini deh!!" Kayla menyuruh Sandra untuk mendekatinya.
"SADAR WOI SADAR, HALU MULU" teriak Kayla di dekat Sandra.
"Ah rese elu" kesal Sandra.
Pletak, ia menjitak kepala Kayla.
"Aw sakit" keluh Kayla
"Rasain, siapa suruh ngeselin" balas Sandra.
"Hahaha..." mereka berdua pun tertawa, Kayla mengusap kepalanya yang masih sakit akibat jitakan Sandra.
Tak berapa lama bel masuk pun berbunyi, anak - anak sudah masuk kedalam kelas dan duduk di bangku masing - masing. Guru matematika pun memasuki kelas dan memulai pelajaran kedua hari ini
Pelajaran yang akan membuat mereka mengantum selama jam pelajaran, tentu saja karena banyak murid kelas itu yang tidak menyukai mata pelajaran itu dan termasuk Sandra salah satunya.
Berbeda dengan Kayla, ia sangat menyukai pelajaran itu, jadi dia dengan semangat mengikuti pembelajaran.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜