My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 78



Sore harinya Kayla pulang kerumah, dn benr saja saat dia pulang mobil Adrian belum ada di rumah.


"Dia belum pulang? Biarkan saja" pikir Kayla, dia juga nggak peduli mau pulang apa nggak toh juha sepertinya tidak peduli dengannya.


Kayla masuk ke dalam kamar meletakkan tas ranselnya lalu menyambar handuk dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi Kayka merebahkan dirinya di ranjang, mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Tiba - tiba ponselnya berbunyi, lalu dia mengamnil ponsel tersebut yang berada di dalam tas dan menggeser tombol hijau pada layar.


^^^"Assalamu'alaikum, maaf siapa ya?" tanya nya dengan sopan.^^^


"Kay, ini mama, kamu belum simpan nomer mama ya?" tanya Anita


^^^"Mama, maaf ma. Tadi Kay gak lihat nama kontaknya." kila Kayla, padahal dia memang belum menyimpan nomer mama mertuanya itu.^^^


"Iya nggak apa - apa sayang, Gimana kabarnya sayang?"


^^^"Alhamdullih baik ma, mama sendiri apa kabar?" tanya Kayla balik^^^


"Alhadulillah mama juga baik nak, mama disini kangen banget sama kalian, bosen di sini Kay, mama disini cuma di temani sama para pelayan, papamu juga nggak 24 jam stay di sini, dia sibuk sama pekerjaannya." keluh Anita


^^^"Mama sabar ya, semoga urusan papa di sana cepat selesai dan kita bisa kumpul lagi. Nanti kalau aku sama kak Adrian libur, kita akan ke sana buat jenguk mama, boleh kan?" kata Kayla mencoba buat ngehibur mama mertuanya itu.^^^


"Iya tentu boleh dong, Kay doakan mama sama papa sehat selalu ya nak. Biar kami bisa melihat cucu mama kelak." pinta Anita.


^^^"Hm.. Pasti dong ma, Kayla selalu berdoa buat mama dan papa" jawan Kayla.^^^


"Makasih sayang, oh iya Adrian dimana? Mama mau bicara sama dia, dari tadi mama telfon kok nggak di angkatnya?" seru mama.


^^^"Itu ma, kak Adrian belum pulang" jawa Kayla^^^


"Jam segini belum pulang? Memangnya kemana dia, apa dia pergi ke kantor hari ini?" tanya Anita.


^^^"Iya ma, katanya tadi dia pulang dari kampus langsung ke kantor." jawab Kayla^^^


"Apa dia tadi menjemput mu?" tanya mama lagi


^^^"Hmm... Nggak ma."^^^


"Lah kenapa dia nggak jemput kamu? Benar - benar deh tu anak, padahal udah mama suruh loh dari kemaren"


^^^"Bukan gitu ma, ini bukan salahnya kak Adrian, ini permintaan Kayla sendiri kok. Kayla gak mau semua orang tahu kalau kita udah nikah dan Kay juga gak mau kalau orang lain beranggapan aneh melihat itu" jawab Kayla.^^^


"Baiklah kalau itu mau mu nak, yaudah mama tutup dulu ya telponnya.


Assalamualaiku"


^^^"waalaikumsalam ma"^^^


"Huft... Untung gue punya alasan, kalau nggak Adrian pasti kena marah sama mamanya." gumam Kayla setelah menutup telponnya.


Lalu Kayla keluar kamar manuju daour, dia berniat untuk.membuat makan malam. Saat di dapur dia melihat mbok Iyem sedang menyiapkan bahan makanan yag akan di masak.


"Mbak Titin mana mbok?"Tanya Kayla.


"Dia lagi istirahat Non, katanya lagi sakit kepala" jawab Mbok Iyem.


"Mbok aku mau masak nih, biar aku aja yang masak ya mbok ngerjain yang lain aja atau kalau sudah selesau semua mbok istirahat aja nggak apa - apa " ucap Kayla panjang lebar pada mbok Iyem.


"Baiklah.." ucap Kayla


"Mbok makanan ke sukaan Adrian apa ya?" tanya Kayla karena dia memang tidak tahu apa - apa mengenai suaminya itu.


"Ayam kecap pedas Non, Den Adrian sih sebenarnya suka sama semua makanan tapi nyonya sering masakan itu, katanya kesukanaan Den Adrian." Jawab Mbok Iyem menjelaskan.


"Oke makasih mbok, Berarti dia suka makanan pedas jugs ya, sama kaya gue, semua makanan pedas gue suka dan sepertinya gak ada makanan favorit, hehehe..." ucap Kayka mengingat dirinya yanh menyukai semua makanan.


Kayla pun memasak makanan kesukaan Adrian. Dia memasak dengan khidmat dan menikmati perannya sekali. Karena memang Kayla sangat pandai memasak, dia pernah bercita - cita mau jadi koki dan membuat restoran sendiri.


Tapi mimpi itu di kuburnya ketika dulu anak - anak panti terkena wabah flu dan mulai dari situ Kayla pun bertekad untuk menjadi dokter supaya bisa mengobati adik - adiknya kelak


"Non kalau minuman kesukaannya Den Adrian itu jus alpukat," ucap Mbok Iyem memberi tahu.


"pantesam aja, saat di cafe dia sering mesan jus alpukat, ternyata itu minuman kesukaan nya."


"Iya Non, dia sangat suka dengan semua makanan yang berhubungan dengan buah alpukat." kata Mbok Iyem


"Makasih ya mbok atas infonya." ucap Kayla tersenyum.


Setelah satu jam berkutat di dapur, Kayla pun menyelesaikan pekerjaannya . Setelah menyusun makanan di meja makan, Kayla bergegas masuk ke dalam kmaar saat mendengar ponselnya berbunyi.


"Ibu?" ucap Kayla senang saat tahu kalau ibunya yang menghubunginya. Kayla menghabiskan waktu sepuluh menit untuk berbincang dengan ibunya. Kayla memutuskan untuk keluar kamar.


Saat di depan kamar, Kayla sudah mendapati Adrian sedang duduk di sofa ruang keluarga. Dia tidak tahu kaan suaminya itu pulang, karena saking asyiknya dia mengobrol dengan ibunya tadi.


Kayla berjalan menghampiri Adrian." Mau makan malam nggak? Kalau nggak yaudah gue makan sendiri" ucap Kayla tak bersahabat.


"Udah baik hati nungguin, elu malah sewot gitu, kalau tau gitu tadi mending gue makan duluan aja, gue udah kelaparan" balas Adrian tak kalaj sinis, ternyata dia menunggu Kayla keluar kamar makanya Adrian duduk di ruang keluarga biar dia tau pas Kayla keluar.


Kayla tersenyum mendengar ucapan Adrian, tapi Adrian tidak tahu saat Kayla tersenyum karena dia sudah berjalan duluan meninggalkannya yang masih berdiri di samping sofa.


Sesampainya di ruang makan Kayla langsung duduk lalu mengambil nasi serta lauk yang telah di masaknya tadi, dan meyerahkna piring yang telah di isinya tadi pada Adrian.


"Nah... "kata Kayla.


"Makasih" ucap Adrian tersenyum menatap Kayla sejenak. Kemudian Kayla mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Ia melihat lauk ternyata ada makanan kesukaannya, dia langsung melahapnya dengan semangat. Kayla tersenyum melihat Adrian yang makan masakannya dengan sangat lahap.


Setelah selesai makan Adrian kembali ke kamarnya, saat akan naik tangga dia berpapasan dengan mbok Iyem.


"Mbok, tadi beli makanan di mana? Gak mungkin kan mbok yang masak, aku hafal betul sama amsakan mbok seperti apa," kata Adrian menilai masakan yang dia makan.


"Nggak beli Den, taoi itu Non Kayla yang masak" jawab mbok Iyem tersenyum


"Apa? Mbok gak ngarangkan?" Adrian terkejut mendengar ucapan mbok Iyem.


"Beneran Den, buat apa mbok bohong" jawab mbok Iyem


"Yaudah makasih, jangan bilang Kayla kalau aku tanya seperti ini," kata Adrian lalu dia berlalu menaiki anak tangga


~•••~