
"Itu semua udah gue lakuin dan apa yang terjadi, mama drop lagi, dan dokter bilang kalau mama sampai drop sekali lagi maka..." Adrian tidak melanjutkan ucapannya.
"Maka apa, kalau ngomong tu yang jelas."seru Kayla.
"Maka akan sulit untuk di tolong" ucap Adrian, kembali duduk ke bangku taman. Kayla menghapus air matanya sambil menatap Adrian.
"Eu kira gue mau nikah cepat? Gak, gue gak mau. Tapi gue ngesampingkan ego gue demi mama..."
"Dan gue mohon ke elu, tolong jangan bikin masalah." ucap Adrian menatap Kayla.
"Tapi..."
"Elu tenang aja, semuanya udah gue siap kan."ujar Adrian memotong perkataan Kayla.
"Apa?" tanya Kayla bingung.
"Besok gue kasih tau..." jawab Adrian.
"Pokoknya elu harus ikutin aja semuanya, tanpa penolakan." perintah Adrian
"Jangan gila dong elu, ini tu menyangkut masa depan gue. Elu kira pernikahan itu permainan? Gue gak mau jadi janda muda" ujar Kayla tak terima.
"Emang susah yq, kalau ngomong sama bocah..." ucap Adrian kesal.
"Kan udah gue bilang, semuanya udah gue urus, elu tinggal ngikutin alurnya aja lagi." tegas Adrian.
"Elu ngomong gak jelas banget sih, yang elu siapkan itu apa kasih tau ke gue, biar gue gak bingung." balas Kayla
"Oooo.... Atau jangan - jangan elu udah nyiapin sianida ya buat gue..." tuduh Kayla. Adrian dengan kesal menjitak kepala Kayla.
"Kalau ngomong tu pake otak bisa gak sih, elu kira gue sekeji itu apa.." balasnya kesal.
"Ya kali aja.." sungut Kayla.
"Capek ngomong sama bocah kaya elu, udaj hayu balik ke ruangan mama." Ajak Adrian, ia berdiri dari duduknya dan berlalu pergi begitu saja .
"Cuma gini doang, dia kira gue apaan? Gak gue gak akan mau nikah sama dia" tolak Kayla.
"Yaudah biarin aja dia pergi keruangan mamanya, gue duduk disini aja, capek gue ngadepin mereka yang selalu egois tanpa mikirin perasaan gue" ujar Kayla sedih, ia kembali menangis dalam kesunyian taman rumah sakit.
Adrian terus melangkahkan kaki panjangnya kearah kamar mamanya tanpa melihat kebelakang, dia belum menyadari kalau Kayla tidak ada di belakangnya.
"Elu paham kan dengan yang gue bilang tadi?" tanya Adrian. Namun tidak ada sautan dari belakang.
"Elu paham apa kagak, kok diam aja sih?" tanya nya lagi.
"Woi elu budeg ya.." seru Adrian menoleh ke belakang. Betapa kagetnya Adrian saat tidak mendapati Kayla di belakangnya.
"Mana dia? Bukannya tadi dia ngikutin gue?" ucapnya pelan. Adrian kembali berlari kearah taman dan benar saja di sana ia melihat Kayla sedang duduk termenung seorang diri di taman yang sunyi itu
"Dasar bocah, di suruh ngikutin eh malah bengong disini.." gerutu Adrian
"Woi, kenapa masih disini?"seru Adrian.
"Gue gak mau kembali ke sana." tolak Kayla.
"Gue udah malas berdebat, lagian waktunya udah mepet banget ini." Adrian berjalan mendekati Kayla, diraihnya tangan Kayla dan menariknya.
"Lepas... Lepasin, gue gak mau ikutttt...." rengek Kayla berusaha melepaskan cengkraman tangan Adrian.
"Elu emang susah di atur ya, oke gue bakal kasih tau rencan gue ke elu." ujar Adrian kesal, di hepaskannya tangan Kayla, kemudian ia kembali duduk.
"Elu denger baik - baik, gue cuma mau mengatakannya cuma sekali gak ada yang kedua atau pun yang ke tiga." Adrian memperingati Kayla.
"Iya, buruan..." seru Kayla.
"Jadi gue berencana, Kita tetap menikah tapi itu cuma status aja, status di atas kertas dan di depan para orang tua...." Adrian sengaja menjedah ucapananya, ia ingin melihat reaksi Kayla, tapi karna Kayla tetap diam, jadi Adrian memutuskan untuk melanjutkan ucapannya.
"Gue setuju, tapi benaran ya. Elu gak boleh tipu gue, awas aja kalau elu sampai melanggar ucapan elu sendiri." jawab Kayla, tanpa memikirkan dampak dari perjanjian itu.
"Oke deal. Semua sudah bereskan. Sekarang ayo kita pergi."seru Adria, menarik tangan Kayla.
"Lepasin!" Kayla memberontak.
"Sekarang apa lagi?" tanya Adrian jengah
"Gak tarik - tarik juga, gue bisa jalan sendiri.." ketus Kayla, berlalu pergi meninggalkan Adrian yang masih terbengong.
"Dasar cewek aneh.." ucap Adrian pelan, sembari melangkah mengikuti Kayla dari belakang.
~
Di dalam ruangan rawat Anita, semua orang sedang menunggu kedatangan Adrian dan juga Kayla.
"Pak ini bagaimana, apa pernikahannya jadi atau tidak?" tanya sang penghulu.
"Jadi pak tunggu sebentar ya" jawab Bagas.
"Biar aku susul mereka , kalau di biarkan seperti ini, bisa - bisa kita semua jadi resah di buatnya." ujar Tika beranjak dari duduknya, berjalan menuju pintu.
Belum sempat Tika membuka pintu tapi pintunya sudah terbuka terlebih dahulu.
"Kayla.." panggil Tika, ia melihat Kayla berdiri di depan pintu.
"Ibu..." Kayla langsung memeluk ibunya. Tak lama Adrian pun memasuki ruangan, ia langsung menghampiri mamanya.
"Bagaimana?" tanya Anita menatap Adrian.
"Dia bersedia." jawab Adrian singkat.
"Baiklah kalau begitu kamu bersiap - siaplah dan ambil paper bag yang itu" ucap Anita sembari menunjuk paper bag yang ada di atas sofa.
"Pak penghulu, akadnya akan di mulai sebentar lagi." ucap Anita semangat.
"Bu Tika, tolong bantu Kayla bersiap - siap ya." suruh Anita.
Tika melepaskan pelukan Kayla, lalu mengiyakan perintah Anita.
"Ayo nak.." ajak Tika, Kayla hanya diam dan menuruti perkataan ibunya.
Sekitar sepuluh menit, semua nya telah siap. Adrian dan Kayla sedang duduk kursi yang sudah di sediakan dalam ruangan rawat itu. Sementara di depannya ada pak penghulu dan disamping mereka ada Bagas, Anita dan juga Tika.
Diruangan itu tidak hanya mereka saja, adajuga beberapa orang perawat yang hadir untuk menjadi saksi pernikahan mereka.
Kayla sedari tadi tidak berhenti meneteskan air matanya. Bahkan sudah berkali - kali bu Tika menghapus air mata itu.
"Baik saya mulai saja ya pak, buk dan semuanya..." ucap pak penghulu yang di anggukan oleh semua orang yang berada di ruangan itu.
"Bismillahirohmanirrohim..."
"Saya nikahkan engkau saudara Muhammad Adrian Malik dengan Mikayla Anggraini dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Mikayla Anggraini dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai." seru Adrian lantang dan tanpa melakukan kesalahan sedikit pun dalam pengucapanya.
"Bagaimana para saksi?....." tanya pak penghulu.
"Sahhhhhh...." jawab mereka bersama
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜