
Kayla menoleh ke sumber suara, ia melihat sebuah mobil putih berhenti tepat di depannya.
Kayla mengernyitkan dahinya, ia rasa - rasa kenal dengan mobil itu, tapi dia lupa siapa pemilik dari mobil itu.
Tak lama Kayla mendengar suara orang keluar dari mobil dan dia sangat kaget saat melihat siapa yang keluar dari mobil itu.
"Ngapain elo kesini?" tanya Kayla
"Mau jemput elu.." jawab Ravi asal.
"Huh..." Kayla kaget mendengarnya.
"Yang benar aja,ngapain elu jemput gue segala?" tanya Kayla
"Gak gue becanda, tadi gue lewat dan gak sengaja liat elu, makanya gue samperin." jawab Ravi
"Yaudah yuk bareng gue!" ajak Ravi
"Gka gue naik bis aja." tolak Kayla.
"Jangan keras kepala, jam segini gak akan ada bis yang lewat. Atau elu mau jalan kaki lagi." tebak Ravi.
Kayla terdiam seperti sedang memikirkan tawaran Ravi.
"Ini lebih jauh dari pada jarak rumah ke sekolah" pikir Kayla.
Ravi yang merasa diabaikan oleh Kayla pun memilih melangkah hendak meninggalkan Kayla.
"Yaudah kalau gak mau.." seru Ravi, ia pun berlalu pergi hendak meninggalkan Kayla. Namun, baru beberapa langkah Kayla sudah memanggilnya lagi.
"Ravi tunggu!" panggil Kayla
Ravi pun menoleh kebelakang dan menatap wajah Kayla
"Ok gue ikut dengan elu" saut Kayla.
Ia pun berjalan mendekati mobil Ravi dan mendahului pria itu untuk masuk kedalam mobil.
"Dasar gengsian.." gumam Ravi, lalu ia menyusul Kayla untuk masuk ke dalam mobil dan dia mulai menjalan kan mobilnya.
Sepanjang perjalanan Kayla hanya diam dan menatap kedepan, berbeda dengan Ravi, ia sedari tadi curi - curi pandang ke pada Kayla.
"Rumah elu di mana?" tanya Ravi.
"Berhenti di halte tadi pagi saja"jawab Kayla.
"Elu tinggal di lingkungan itu juga?" tanya Ravi kaget, setaunya Kayla tinggal di panti asuhan, lalu kenapa bisa ada di lingkungan elit seperti itu.
"Iya..."jawab Kayla
"Sejak kapan? Kok gue gak pernah lihat elu" tanya Ravi.
"Bukan urusan elu" kata Kayla ketus.
"Kan gue cuma nanya, sensian amat sih" seru Ravi.
Kayla hanya diam tidak menanggapi ucap Ravi, ia benar - benar capek hari ini. Pelanggal di cafe hari ini begitu banyak sehingga ia tak sempat beristirahat sedikit pun tadi.
"Apa elu udah makan?" tanya Ravi, namun tak ada sautan dari sebelahnya, Ravi menoleh dan melihat Kalau Kayla sudah tertidur pulas.
"Dia pasti sangat lelah..." ucap Ravi
"Kenapa dia tiba - tiba bisa pindah ke lingkungat elit? bukannya dia itu tinggal di panti, atau jangan - jangan diadopsi?" barbagai macam pertanyaan mucul di kepala Ravi, ia sangat penasaran dengan gadis di sebelahnya itu.
~
Sementara itu Adrian yang baru pulang dari kantor pun bergegas masuk ke dalam kamar tanpa menanyakan keberadaan Kayla kepada siapa pun.
Ia masuk ke dalam kamar dan langaung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi Adrian keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Ia pergi ke walk in closet dan mencari baju yang akan di pakainya.
Sekitar lima menitan Adrian telah siap berpakaian, saat dia menyisir rambut ponselnya berdering, tanpa melihat siapa yang menghubungi nya Adria langsung menerima begitu saja.
^^^"Hallo.." sapa Adrian.^^^
"Elu dimana? Semuanya sudah berkumpul.." tanya sang penelpon
^^^"Bentar lagi gue OTW, gue baru pulang kantor" jawab Adrian^^^
"Buruan ya, yang lain pada nanyain eku tu" kata sang penelpon.
^^^"Iya.." balas Adrian^^^
Kemudian ia mematikan sambungan telponnya secara sepihak.
Adrian yang telah menyelesaikan ritual sisir menyisirnya pun keluar dari kamar dan turun ke bawah.
Saat sampai di lantai bawa tiba - tiba Adrian merasa lapar, dan ia pun berbelok ke dapur menemui mbak Titin.
"Kok rasanya sepi banget ya, si bocah mana?" tanya Adrian yang tidak melihat Kayla sedari tadi
mbak Titin pun datang dan mehidangkan makanan untuk Adrian.
"Silahkan di makan Den..." seru mbak Titin
"Terima Kasih mbak."ucap Adrian
"O iya mbak, bocah itu udah makan?" tanya Adrian
"Belum Den, non Kayla belum pulang seharian ini" jawab Mbak Titin
Adrian mengernyitkn dahinya saat mendengar ucapan mbak Titin.
"Serius mbak? " tanya Adrian memastikan.
"Iya den" jawab Mbak Titin.
"Yaudah mbak boleh pergi" kata Adrian.
Adrian melirik jam tangan yang melinggkar di pergelangan tangannya.
"Udah jam setengah sebelas dia belum pulang?"gumam Adrian, ia mengambil ponselnya yang ada di saku jaket dan menghubungi Nino.
Drrrrt
"Hallo Dry" sapa Nino
^^^"Hallo No, No cafe elu masih buka?" tanya Adrian^^^
"Gak udah tutup dari tadi, kenapa?" tanya Nino
^^^"Gak ada, oke thanks" ucap Adrian^^^
Ia mematikan sambungan telponnya, dan meletakkan ponselnya di atas meja.
"Kemana dia, kalau cafenya tutup sedari tadi otomatis dia seharusnya udah sampai rumah sekarang" gumam Adrian.
"Aish... Dasar bocah, ini dia pasti kelayapan dulu sama teman - temanny,a.
"Bodoh ah, dia udah gede juga" ujar Adrian berusaha masa bodo dengan kabar Kayla.
Ia mulai memakan makanannya hingga habis, setelh makannya habis Adrian pun berjalan ke garase dan mengambil motorny, ia memanasi motornya terlebih dahulu karena sudah hampir seminggu ia tidak menyalakan motornya itu.
"Ayo ganteng, kita cetak kemenangan di balapan malam ini" ucap Adrian mengusap motornya itu.
Merasa sudah waktu untuk memanasi motor ya, Adrian pun mulai menjalankan motornya keluar dari pekarangan rumah.
Adrian melajukan motornya dengan kecepatan penuh dan saat ia melewati halte bis yabg berada tidak jauh dari rumahnya itu.
Ia melihat sebuah mobil yang berhenti di sana, dan yang membuatnya penasaran, ia seperti melihat Kayla sedang berada di dalam mobil itu.
"Apa gue salah Lihat" gumamnya.
Adrian sangat bimbang antar ingin memastikan dan mengabaikan. Sebenarnya Adrian sangat ingin memastikan tapi waktunya sudah tidak cukup, kalau dia kembali kebelakang dia pasti akan terlambat.
~
Kayla masih nyenyak akan tidurnya, Ravi yang melihat Kayla tidur sangat pulas pun jadi tidak tega untuk membangunkannya dan al hasil ia pun ikut tertidur di dalam mobil.
~
Waktu sudah menunjukkan pukul satu lewat tiga puluh dini hari. Kayla yang merasa tidak nyaman akan tidurnya pun terbangun dan dia sangat kaget saat mengetahui kalau dia sedang tertidur di dalam mobil Ravi.
Kayla menoleh ke samping dan melihat Ravi juga sedang tertidur, tanpa ragu Kayla pun membangunkan Ravi.
"Ravi.... Ravi bangun." Panggil Kayla mencoba membangunkan Ravi.
"Hmmm...." Ravi merenggangkan otot - ototnya ya g terasa kaku.
"Kenapa elu gak bangunin gue sih...?" tanya Kayla.
"Elu tidurnya pulas banget, gue jadi gak tega banguninnya" jawab Ravi.
"Ok, makasih ya tumpangannya" ucap Kayla, dan tanpa mendengar jawaban dari Ravi, Kayla bergegas keluar dari mobil dan berlari menuju rumahnya.
"Kediaman Malik?" Kayla tinggal di situ?" tanya Ravi saat melihat Kayla masuk ke rumah yang setaunya itu adalah kediaman Malik.
Ravi pun menjalankan mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan halte itu.
Kayla dengan mengendap - ngedap berjalan masuk ke rumah, saat ia memegang handle pintu kamarnya tiba - tiba semua lampu rumah menyala.
"Mati gue..."
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜