My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 133



Sementara Sandra sedang merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur, sembari menunggu Kayla.


"Kayla mana sih?Kata nya mau tidur di sini sama gue? "tanya Sandra berbicara sendiri yang sedari tadi tak henti melihat ke arah pintu kamar.


"Apa dia, nggak di bolehin sama kak Adrian? Tapi itu tidak mungkin."ucap Sandra menepis pikiran - pikiran nya yang menuduh Adrian.


"Hmm... Kalau tau gini mending gue tidur di kamar kakak aja."kata Sandra


"Nggak, nggak, kalau gue tidur di kamar kakak dan Adit melihat nya. Dia pasti menertawakan gue, pasti gue di kira anak manja. Huh"dengus Sandra .


Getaran dan suara ponsel milik nya berbunyi. Menghentikan gerutuan gadis itu.


Sandra meraih ponsel miliknya dan melihat ada satu pesan masuk tertera di layar ponsel nya.


"Kayla?"Sandra dengan segera membuka isi pesan singkat yang baru saja di kirim kan oleh sahabat nya tersebut.


San, gue nggak jadi tidur bareng di kamar elo, maaf ya. Klau gue tidur bareng elo, ntar laki gue nggak mau laki tidur bareng gue. Nanti bisa - bisa dia mengusir gue dari sini. ~ Kayla


Sandra tersenyum membaca pesan dari Kayla, seakan ada kepuasan tersendiri di dalam hati nya.


Nggak apa - apa, lagi pula elo juga aneh - aneh saja, jelas - jelas kalian sedang bulan madu, jelas saja kak Adrian nggak akan mengizin kan. Ya sudah tidur sana. ~ Sandra.


Baiklah, selamat tidur, sampai bertemu besok pagi ~ Kayla


Selama tidur juga, sahabat ku dan buat kan aku keponakan yang gemes ya😉 ~ Sandra


Sandra tak henti - henti nya tersenyum, membayangkan bagaimana ekspresi Kayla saat ia minta izin kepada kak Adrian.


"Dia pasti terlihat menggemaskan, saat kak Adrian menolak permintaan nya."ucap Sandra.


"Aku haus Sekali."Sandra pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke dapur villa.


"Kenapa sepi sekali, apa semua orang sudah tidur?"ujar nya.


Sandra berjalan menuju kulkas dan mengambil sebotol minuman dingin dari sana.


"Duduk di ruang tv aja deh, gue bosan di kamar, belum ngatuk juga."ucap nya, berjalan menuju ruang keluarga.


Sandra duduk di sofa,sambil menikmati minuman dingin nya. Sandra merasakan ada getaran di ponselnya, menandakan ada sebuah pesan masuk.


"Kayla? Apa dia belum tidur?"Sandra membuka dengan cepat pesan itu.


Elu juga, cepat lah bikin dedek gemes nya. Biar taugimana seru nya.~ Kayla


Sandra tersenyum membaca pesan dari sahabat nya itu.


"Apa elu sudah gila senyum - senyum sendiri?"tegus Adit yang baru datang menghampiri Sandra.


"Astagaaa,,,, ni anak bisa nggak sih nggak ngagetin orang." dengus Sandra kesal.


"Yeee.... Siapa juga yang ngagetin, elu nya aja yang terlalu fokus sama tu ponsel."balas Adit. Sandra menatap nya sebel.


"Lagi lihat apa sih?"tanya Adit sambil duduk di samping Sandra.


"Ih kepo..."ujar Sandra.


"Nggak apa - apa kali, kepo sama istri sendiri."ucap Adit.


Sandra terdiam dan menatap tak percaya kepada Adit. Ia kaget dengan apa yang di ucapkan oleh laki - laki di samping nya ini.


"Kenapa malah diam?"tanya Adit.


"Huh... "


"Ng - nggak biasa aja, elu kan play boy, jadi ya gue maklum lah."jawab Sandra.


"Siapa yang bilang gue playboy, gue ini tipe cowok yang setia kali"protes Adit tak terima di kata play boy sama Sandra.


"Itu bukti nya, gue tau perasaan elo itu gimana? Dan gue juga tau kalau elo juga merasa tertekan dengan kondisi kita saat ini."kata Sandra menatap kedepan.


"Hehe... Awal nya sih iya, tapi setelah di pikir - pikir gue bisa kali menerima semua ini."kata Adit.


"Serius? Elo bisa nerima semua ini? Bagaimana dengan cinta elo?" Sandra memutar duduk nya menjadi berhadapan dengan Adit.


"Denger ya, gue tau kalau elo itu nggak suka sama gue dan di hati elo itu udah ada nama cewek lain ya kan?"tanya Sandra.


"Ya, seperti yang gue bilang tadi, gue lagi mencoba untuk menerima semua ini. Dan untuk masalah siapa yang ada di hati gue, itu hanya gue yang tau. Jadi, jangan sok tau."ujar Adit.


"Dan gue harap elo juga melakukan hal yang sama seperti apa yang gue lakukan. Bagi gue pernikahan itu cuma sekali dalam seumur hidup, jadi gue harap elo paham dengan maksud gue ini."kata Adit. Sandra menoleh menata Adit.


"Tapi..."


Adit meraih kedua tangan Sandra dan menggenggam nya.


"Gue tau, elo nggak mencintai gue dan gue juga tau siapa orang yang elo sukai selama ini. Tapi tidak bisa kah kita sama - sama belajar untuk saling membuka hati kita dan menerima keadaan ini?"tanya Adit menatap Sandra intens.


"Hmm... Gue nggak tau, tapi gue akan coba."jawab Sandra.


Adit mengangguk dan tersenyum." gue akan kasih waktu."ucap Adit.


"Meski gue membutuhkan waktu yang cukup lama?"tanya Sandra.


"Iya nggak apa - apa, gue akan kasih elo waktu sampai elo sendiri yang menyerah dan menyatakan cinta sama gue."kata Adit.


Sandra tersenyum." Gengsi dong gue, nyatai cibta duluan, masa cewek duluan."balas Sandra cemberut.


"Hmmmm.... Gini aja, gue akan nyatain cinta sama elo setiap bulan nya, gimana?"tanya Adit.


"Hahaha.... Udah kaya tagihan listrik aja harus di tagih tiap bulan."kata Sandra.


Sandra dan Adit pun asik mengobrol malam Itu, mereka memutuskan untuk menjalalin rumah tangga dengan dasar perhsahabatan.


Malam sudah semakin larut Sandra dan Adit masih berada di ruang kelaurga. Adit mematikan Tv dan menoleh kearah Sandra, ia tidak menyadari kalau Sandra sudah tertidur pulas.


Setelah capek bercerita Sandra mengajak Adit untuk menton sinetron di tv. Selama menonton mereka benar - benar hanya diam menonton tanpa ada yang mengeluarkan suara sepatah kata pun.


"Dia sudah tidur?"Adit memeriksa apakah benar kalau Sandra tertidur.


"Sandra, hei ayo bangun."Panggil Adit membangunkan Sandra. Namun, gadis itu tidak begeming sedikit pun.


"Apa gue gendong aja?"Gumamnya. Adit melihat sekeliling dan tidak melihat siapa pun.


"Baik lah, gue kan gendong."ucap nya.


Adit pun dengan terpaksa menggendong Sandra untuk memindahkan istri nya itu kedalam kamar. Sampai nya di kamar, Adit memibdahkan nya dengan sangat pela dan hati - hati.


"Semoga, gue benar - benar bisa menerima elo San."ucap nya menatap Sandra.


Kemudian Adit pun keluar dari kamar itu dan menutup pintu nya dengan sangat pelan.


Setelah Adit keluar, Sandra pun membuka mata nya. "Apa harus sesakit ini Dit, gue tau elo pasti sangt terluka dengan semua ini, tapi gue akan berusaha menerima elo dan belajar melupakan Ravi." ucap Sandra. seraya memijit kening nya yang tiba - tiba berdenyut.


~•••~