
Kayla dan Adrian hendak sarapan di balkon atas villa itu. Kayla berdiri di tepi pembatas balkon, kedua mata nya menyapu keindahan pegunungan dari atas sana. Demi apa pun, suasana itu sangat di sukai oleh Kayla. Meski ada sedit rasa takut ketika ia mengingat kejadian ia jatuh dari bukit itu. Tapi, ke gemaran nya kepada keindahan alam mengalahkan segala nya.
Kayla sangat suka bau tanah basa akibat aliran air dari pegunungan, dan Kayla juga menyukai suara aliran air tersebut sangat menenangkan nya dan seakan berdamai dengan jiwa nya.
"Kak, pemandangan nya indah sekali."kata Kayla menghirup dalam - dalm bau alam yang ia rasa layaknya surgawi itu.
"Kata nya, kamu lapar, ayo cepat kemari kita mulai makan"Adrian menarik tangan Kayla dan mengajaknya untuk duduk di meja yang telah di siap kan dengan banyak makanan yang terhidang di atasnya .
Kayla pun menurut, ia duduk berhadapan dengan Adrian. Kayla memperhatikan Adrian yang sedang melipat lengan baju nya ke atas. Karena, saat itu Adrian sedang mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna hitam.
"Kenapa dia tampan sekali pagi ini, apalagi melihatnya menggunakan baju warna hitam gitu... Tidak - tidak , ini tidak benar. kenapa aku jadi memikirkan dia seperti, bisa besar kepla dia kalau tau aku terpesona dengan nya seprti ini."ucap Kayla dam hati. Kayla tak berkedip memperhatikan Adrian. Adrian pun sebanarnya tau kalau , sedari tadi istri kecil nya itu sedang memperhatikannya.
"Ada apa kau melihat ku seperti itu?"tanya Adrian.
"Tidak, siapa yang melihatmu. "sangkal Kayla, ia pun mengalihkan pendangannya. Kayla mulai mengambil makanan untuk Adrin dan juga untuk diri nya sendiri.
Kayla dan Adrian pun mulai menyantap makanan mereka. Angin pagi yang kala itu berhempus terasa menari - nari di sana, hingga membuat rambut Kayla yang tegerai panjang itu menjadi sedikit berantakan.
Adrian mengunyah makanannya perlahan - lahan sembari memperhatikan Kayla yang sedang makan dengan begitu lahap nya.
"Kamu sudah berapa kali berpacaran?"tanya Adrian, menghilangkan rasa sunyi yang di antara mereka.
"Bukannya dulu, aku sudah pernah mengatakannya pada mu"jawab Kayla yang kembali menyuapkan makanannya.
"Oiya, tapi aku sudah lupa. Apa salah nya kamu katakan lagi."kata Adrian.
"Dasar pikun."ucap Kayla pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Adrian.
"kamu mengataiku apa? Kalau bicara itu yang jelas."kata Adrian
"Tidak, aku tidak mengatakan apa - apa. "
"Hmmm... Baiklah aku akan mengatakannya lagi, tapi ini yang terakhir oke."kata Kayla
"Iya"
"Aku nggak pernah pacaran, mana ada waktu aku untuk melakukan yang begitua." jawab Kayla sambil meraih gelas air putih yang ada di hadapannya.
"Benarkah? Lalu siapa cinta pertama mu? Kamu pasti memiliki cinta pertama bukan, mustahila nggak punya. Apa lagi, di sekolah mu itu banyak cowok - cowok tampan."kata Adrian yang sangat penasaran dengan kisah cinta istrinya.
"Untuk apa, bertanya tentang itu, nggak penting banget. sudah cepat habiskan makanan kakak!"seru Kayla sengaja mengelak kan pertanyaan suami nya itu. Nggak mungkin kan dia mnegatakan kepada suami nya itu kalau Ravi adalah cinta pertama nya. Ya walau pun sekarang dia sudah tidak memiliki rasa apa pun kepada cowok itu.
"Ayo jawab lah, kenapa kamu hanya diam saja! Kalau kamu mengatakan nya, aku janji nanti sore kita akan jalan dan melihat sunset."kata Adrian.
"Benarkah? Tapi untuk apa sih kakak pengen tau hal itu? Udalah, lagi pula, itu hanya cinta sepihak doang"balas Kayla, sambil mengunyah makananya.
"Aku penasaran aja, kenapa nggak kamu ungkapkan, sipaa tau dia juga memiliki rasa yang sama dengan mu."kata Adrian
"Untuk apa?, apalagi sekarang aku juga sudah menikah, jadi nggak ada guna nya juga. Sekarang yang ada dalam pikiran ku hanya, bagaimana aku bisa mengurus suami dan keluarga ku."jawab Kayla tersenyum menatap Adrian.
"Tapi janji ya, nanti kakak nggak akan marah."kata Kayla. Adrian pun menganggukkan kepalanya.
"Dia adalah Ravi,"ucap Kayla ragu.
DEG!!
"Kakak, udah janji nggak akan marah tadi."kata Kayla yang menyadari kediaman nya Adrian.
Kayla branjak dari duduknya dan menghampiri Adrian. Kayla memeluk Adrian dari belakang.
"Tuh kan, apa aku bilang. Kakak akan marah."kata Kayla
"Apa kamu masih mencintai nya?"tanya Adrian. Dengan cepat Kayla menggelengkan kepalanya.
"Aku bersumpah, sejak aku mulai membuka hati untukmu. Sejak saat itu lah, aku sudah mulai melupakan perasaanku pada nya. "kata Kayla dengan sungguh - sungguh
Adrian menarik tangan Kayla hingga istri nya itu duduk di pangkuan nya.
"Benarkah, kamu sudah melupakan nya? Biasanya cinta pertama itu sangat sulit untuk di lupakan."kata Adrian sambil menatap Kayla.
"Tapi aku benar - benar sudah melupakan nya. Bahkan, sedikit pun rasa itu sudah tak ada untuknya, kamu lihat sendiri kan, aku kalau krtemu sama dia biasa - biasa saja."jawab Kayla.
"Kenapa kamu bisa jatuh cinta sama---" Kayla menarik tengkuk Adrian dan mencium sekilas bibir suaminya itu.
"Sudah nggak usah di bahas lagi, bukan kah kita kesini untuk liburan bukan untuk bahas hal - hal nggak penting seperti itu."kata Kayla menatap Adrian.
"Kamu yang mulai duluan ya, jangan salah kan aku" ucap Adrian mencium bibir Kayla dan me lu mat nya. Dan pergulatan semalam pun kembali terjadi.
~
Seusai sarapan, Arian mengajak Kayla untuk beristirahat dan bersantai d ruang keluarga. Mereka benar - benar menikmati waktu - waktu mereka berdua.
Terkadang merekan akan tertawa bahagia, tapi di sela kebahagiaan itu, ada aja hal - hal yang membuat mereka selalu adu mulut. Misalnya , seperti sekarang ini, Adrian tidak mau mengalah kepala Kayla saat istrinya itu ingin menonton drakor kesukaannya.
"Ayolah, kak. Hari ini tu, episode terakhir aku nggak mau melewatkan nya."kta Kayla
"Nggak, aku nggak suka drakor - drakor yang begituan. Mending kita nonton ini film action, menantang."kata Adrian
"Apaan menantang, yang ada kakak tu belajar kekerasan. Pantesan aja omongan kakak selalu kasar tontonan nya aja kayak gini, kekerasan semua.""balas Kayla tak mau kalah.
"Kapan aku ngomong kasar, alah itu pandsi - pandai kamu aja yang selalu nilai aku jelek."ujar Adrian.
"Udah ah, malas debat sama kakak. Mending aku vc an sama Sandra. Dah tu makan tu tv, awas kalau kakak gangguin aku." sungut Kayla berlalu pergi meninggalkan Adrian sendirian di ruang tv.
"Dasar pengambek..."kata Adrian yang bodo amat.
~•••~