My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 34



"Ehem" Mita noleh ke samping ke pusat suara.


"Elu Mita?" tanya orang itu.


"Iya gue Mita, elu?" tanya Mita


"Kenalin gue Adrian." Adrian mengulurkan tangannya kepada Mita.


"Mi -Mita"jawab Mita gugup, dia tidak menyangka kalau Adrian yang di maksud Kayla itu orangnya akan setampan ini.


"Baiklah Mita, gue akan menjelaskan ke elu apa - apa aja yang harus elu lakuin nanti" Ujar Adrian.


"Tapi gak enak juga kalau ngobrolnya sambil berdiri, tunggu kita enaknya cerita di mana ya..." seru Adrian melihat ke sekeliling taman untuk mencari tempat duduk yang di rasanya nyaman.


Mita hanya diam terus memperhatikan Adrian. "Nah, kita duduk di sana aja deh.." seru Adrian menunjuk bangku yang ada di bawah pohon besar.


Adrian melangkah pergi menuju bangku itu, namun karena merasa aneh, ia pun menoleh kebelakang dan benar saja, Mita masih berdiri melamun di tempatnya.


"Hais... Ribet amat sih, untung gue lagi kepepet.." gerutu Adrian, kemudian ia berjaaln menghampiri Mita.


"Hey... Prok" Adrian sengaja menepukkan tangannya di depan wajah Mita.


"Eh iya kenapa?" tanya Mita kaget.


"Ayo duduk di sana!!" seru Adrian.


"Iya ayo, maaf.." Mita pun berjalan mendahului Adrian menuju ke bangku yang di tunjuk Adrian itu.


"Baiklah, sekarang ayo jelaskan apa yang harus gue lakuin?" tanya Mita.


"Pertama, gak ada pake elo - gue tapi aku - kamu"jelas Adrian dan Mita menyetujuinya.


"Kedua, harus bersikap sopan di depan kedua orang tua aku"


"Pokoknya, kamu harus bisa meyakinin mama aku kalau kamu itu wanita yang baik dan pantes untuk jadi menantunya kelak"


"Paham?" tanya Adrian kepada Mita.


"Cuma itu aja?" tanya Mita


"Iya itu aja, mudah kan" kata Adrian.


"O iya satu lagi, kalau nanti mereka nanyain sejak kapan kita mulai pacaran, kamu harus bilang sejak dua tahun belakangan ini. Mengerti!!" perintah Adrian.


"Baiklah, kalau masih di tahap ini, aku masih bisa bantu," ucap Mita.


"Aku boleh bertanya?" tanya Mita.


"Gak, kamu gak boleh tanya apa pun, yang penting lakuin seperti yang aku suruh tadi." ujar Adrian.


"Baiklah..." ucap Mita.


"Kalau gitu ayo kita temui mama."ajak Adrian.


Mereka pun berlalu pergi meninggalkan taman rumah sakit itu dan berjalan menuju ruang rawatnya Anita.


~


Di cafe Kayla terlihat sedikit gelisah karna dari tadi Adrian tidak membalas pesannya di instagram.


"Dia jadi datang gak sih, kasihan Mita nungguin lama..." gumam Kayla.


"Hais... Bener - bener deh ni orang, pada hal gue cuma niat ngebantu dia, tapi kok dia malah bikin gue panik dan stress gininya sih" gerutu Kayla.


"Elu kenapa Kay?..." Tanya Geva tiba - tiba sudah berdiri di depan Kayla.


"Kak Geva?" tanya Kayla.


"Iya ini gue, emang siapa lagi?" tanya Geva menaikkan satu alisnya.


"Sendiri aja kak, teman - teman kakak yang lain mana?" tanya Kayla mencari keberadaan teman - teman Geva


"Itu lagi di ruangan Nino, kita pesan yang biasa ya."ucap Geva.


"Oh ok kak, berapa orang kak?" tanya Kayla.


"Tumben elu nanya berapa orang, biasanya langsung bikin aja tu?" tanya Geva curiga.


"I- iya biasanya gue lihat kalian masuk ke dalam cafe jadi gue tau kalian berapa orang, sedangkan ini, gue gak tau kalian datang berapa orang" kila Kayla.


"Iya juga ya, bertiga, hari ini cuma bertiga" jawab Geva.


"Oh ok, tunggu aja di ruang kak Nino, nanti biar gue yang antar ke sana" seru Kayla.


"Tumben elu mau ngantar, biasanya elu selalu nyuruh gue yang jemput." ujar Geva, ia merasa aneh dengan sikap Kayla hari ini.


"Semoga aja yang gak ada itu, cowok itu." ucap Kayla pelan, ia pun mulai nyiapkan pesanan Geva dan teman - temannya.


Di dalam ruang Nino Geva masih merasa aneh dengan sikap Kayla.


"Mana makanannya?" tanya Rangga.


"Iti lagi di bikinin, katanya nanti Kayla yang akan mengantarkannya kesini" jawab Geva.


"Tumben dia mau nganterinnya." ujar Rangga


"Iya kan gue juga merasa aneh." ucap Geva


"Udah, kalian bedua tu yang aneh. Di baikin malah nanya kenapa, dia cuek dan ketus kalian juga komplen jadi kalian maunya apa?" tanya Nino.


"Gak tau nih Geva, gue mah biasa aja" ucap Rangga .


"Eh oncom, elu juga ngomen tadi." seru Geva.


"Udah ah, kalian berisik. Ini jadi gak main gamenya?" tanya Nino.


"Ya jadilah, yuk" saut Geva dan Rangga


Mereka pun asik bermain game sambil teriak dan tertawa bersama. Berbeda dengan Adrian yang sekarang dalam kondisi yang sangat tegang.


Sedari tadi dia masuk keruangan mamanya bersama dengan Mita, mama dan papa nya hanya diam saja tanpa bertanya sedikit pun


Beberapa kali Mita sudah mengajak mamanya untuk bicara tapi mamanya seakan enggan untuk menjawab.


"Mah, pah.." panggil Adrian, Anita dan Bagas menoleh ke Adrian.


"Kalian kenapa menatap Mita seperti itu?" tanya Adrian


"Udah kamu gak akan ngerti, mending kamu diam." jawab Bagas.


"Orang tua kamu kok gitu sih" bisik Mita kepada Adrian


"Udah kamu diam dan terus bersikap tenang, mungkin mereka lagi nguji kamu." balas Adrian.


"Nama kamu siapa tadi?" tanya Anita.


"Mita tan."jawab Mita tersenyum


"Kegiatanya apa sekarang?"


"Aku udah kerja tan."jawab Mita.


"Oh udah kerja, berarti kamu lebih tua dari pada Adrian?" tanya Anita.


"Kita seumuran mah, cuma Mita gak kuliah makanya dia udah kerja"saut Adrian


"Mama gak nanya sama kamu.." seru Anita.


"Apa benar yang di katakan Adrian?" tanya Anita


"Iya tan." jawab Mita singkat, ia sangat merasa tidak nyaman dengan orang tua Adrian.


"Kerja apa dan di mana, apa posisinya?"


"Pegawai cafe aja tan." jawab Mita apa adanya.


"O pegawai cafe, kamu tinggal sama siapa?"tanya Anita


"Dengan keluarga tan." jawab Mita.


"Sudah berapa lama kalian berpacara?" tanya Anita.


"Kurang lebih dua tahun tan" jawab Mita sesuai dengan kesepakatannya dengan Adrian tadi saat di taman.


"Menurut kamu, Adrian ini orangnya bagaimana?" tanya Anita.


"Mampus gue, mana gue tahu dia orangnya bagaimana" pikir Mita.


"Ah gue jawab sesuai karakter mas Agus aja deh" pikirnya lagi.


"Menurut aku dia itu baik, ramah, murah senyum, penyayang, sabar dan perhatian sama pasangannya" jawab Mita. Anita tersenyum saat mendengar jawaban Mita.


"Wah anak saya baik sekali ya sama kamu" ujar Anita menatap Adrian. Adrian mulai gelisa, ia tau kalau mama nya sudah mencium aromah kebohongannya.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜