My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 65



Ceklek


Loly dan Adrian menoleh kearah suara pintu, disana mereka melihat Kayla sedang berdiri mamandang mereka dengan ekspresi bingung.


"Kamu?...."


"Kamu siapa?" tanya Loly, beranjak berdiri dan berjalan menghampiri Kayla.


Kayla menatap Adrian, seakan mengerti maksud dari pandangan itu, Adrian pun mulai angkat suara.


"Sayang, itu kenalin dia Kayla sepupu aku.." ucap Adrian memperkenalkan Kayla.


"Sepupu ? Kok aku baru tau" Loly memperhatikan Kayla dari bawa sampai atas.


"Iya, aku kan emang gak pernah kenalin keluarga aku ke kamu, dan kenalin ini sepupu aku Kayla." jelas Adrian.


"Hai, aku Loly kekasihnya kakak kamu" kata Loly mengulurkan tangannya kepada Kayla


"Aku Kayla.." balas Kayla menjabat tangan Loly.


"Tapi kayanya muka kamu gak terlalu ading deh, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Loly.


"Hmm.... Iya kita ketemu di cafe kak Nino, aku kerja paruh waktu di sana" ucap Kayla.


"Kerja paruh waktu?" tanya Loly bingung.


"Iya sayang Kayla ini anaknya mandiri banget, jadi dia pulang sekolah di kerja paruh waktu." seru Adrian.


"Wah hebat ya kamu..." puji Loly mengusap bahu Kayla. Kayla hanya tersenyum kikuk kepada Loly.


"Hmm... Aku ke kantin dulu ya kak, belum sarapan" ucap Kayla sembari mengusap perutnya.


"O iya." balas Loly.


"Kakak mau titip sesuatu?" tawar Kayla.


"Gak tadi kakak udah sarapan sebelum ke sini." balas Loly.


"Kalau kak Adrian?" tanyanya melihat kearah Adrian.


"Gak usah juga dek, ini kakak udah bawain sarapan untuk dia" saut Loly sambil berjalan mendrkati Adrian.


"Yaudah kalau gitu aku pergi dulu." Kayla keluar dari ruangan itu.


Saat Kayla berjalan di lorong rumah sakit menuju Kantin Kayla berpapasan dengan mbak Titin.


"Eh.. Non Kayla mau kemana?" tanya Mbak Titin.


"Eh mbak, ini aku mau ke kantin, laper..." jawab Kayla tersenyum sembari mengusap perutnya.


"Mbak dari mana?" tanya Kayla.


"Ini mbak habis belikan sarapan buat Non Kayla" jawab mbak Titin.


"Hmmm... Mbak baik banget, yaudah yuk kita makan bareng,mbak pasti belum sarapan juga kan" kata Kayla menarik tangan mbak Titin dan membawanya ketaman rumah sakit.


"Kenapa makan di sini non? Kenapa gak dalam ruangan Den Adrian saja, kan sekalian kita bisa jagain dia?" tanya mbak Titin heran.


"Gak apa - apa mbak sumpek aja dalam ruangan, lagian dia sudah ada yang jagain" jawab Kayla.


Mbak Titin hanya menganggukkan kepalanya dan dia mulai mengeluarkan sarapan yang di belinya tadi. Kayla dan mbak Titin pun mulai menikmati sarapan mereka masing - masing dengan di selingi candaan Kayla yang selalu membuat mbak Titin tak berhenti tertawa.


~


Sementara di halte bis terlihat Ravi sedang menunggu Kayla yang sedari tadi gak muncul - muncul.


"Dia mana sih, kok gak muncul - muncul?" tanya Ravi.


Ia melirik jam tangannya dan dia sangat kaget karena tinggal sepuluh menit lagi gerbang sekolahnya akan di tutup.


"Apa dia udah pergi? Aish kalau gini gue yang dalam bahaya.." ujarnya dan mulai melajukan mobil sportnya dengan kecepatan penuh.


Tidak jauh bedanya dengan Ravi, Sandra juga sedang menunggu ke datangan sahabatnya itu.


"Kayla mana sih, kok jam segini belum juga datang?" gumamnya melirik jam tangannya.


Ia mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi nomor Kayla, namun hasilnya tetap sama, nomor Kayla di luar jangkauan.


Elu dimana? Pelajaran akan di mulai! Elu mau kena hukuman? ~ Sandra


Sandra memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat keoada sahabatnya itu. Dan tak lama guru mata pelajaran pagi ini memasuki kelas.


"Aish.." desis Sandra.


Pelajaran pun di mulai dengan tenang, tanpa ada yang berani membuat keributan sedikit pun. Siapa yang akan berani dengan guru killer satu ini. Melakukan kesalahan sedikit saja, hukumannya lari lapangan sepuluh keliling.


~


Kembali kerumah sakit, setelah selesai sarapan Kayla baru ingat kalau ia belum meminta izin ke pada Sandra.


"Ponsel gue mana?.." tanya Kayla saat ia menggeleda sakunya.


"Kenapa non..? " tanya mbak Titin yang melihat Kayla yang seperti mencari sesuatu.


"Itu mbak ponsel, aku taruh dimana ya?" tanya Kayla.


"Mungkin tertinggal di ruang rawat Aden..." balas Mbak Titin


"Iya kali ya mbak.." seru Kayla.


"Apa non, mau kita kembali ke ruangan Den Adrian?" tanya mbak Titin


"Nanti aja mbak, aku malas masuk kesana.." seru Kayla.


"Kenapa non?.." tanya Mbak Titin


"Malas aja mbak, mending kita disini sebentar menghirup udara segara.." ujar Kayla menutup matanya menikmati suasana tenang dan segara yang di suguhkan di taman rumah sakit yang penuh dengan berbagai macam bunga.


"Non, mbak boleh nanya gak?.." tanya Titin.


"Boleh tanya aja.." seru Kayla tanpa membuka matanya.


"Tadi malam mbak dengar, Den Adrian memarahin Non. Dari nada suaranya dia marah banget, emang non melakukan kesalahan apa?" tanya mbak Titin.


"Mbak dengar semuanya ya..?" tanya Kayla melihat kearah mbak Titin.


"Gak, mbak cuma dengar samar - samar gitu, kan jarak kamar non dari kamar mbak jauh makanya gak terlalu jelas." jawab mbak Titin


"O gitu, semalam aku gak sengaja membuatnya kesal, makanya dia marah. Itu aja kok mbak, lagi pula mbak kan tau sendiri gimana dia yang memang gak suka kegadiran ku di rumah itu." ujar Kayla.


"Non yang sabar aja menghadapi den Adrian, sebenarnya dia itu orangnya baik kok tapi memang sedikit menyebalkan.." seru mbak Titin tersenyum


"Benar banget mbak, dia emang nyebelin banget.." tambah Kayla ikut tersenyum.


Kayla dan mbak Titin pun melanjutkan menghibahin Adrian. Sesekali mereka akan tertawa ketika mbak Titin menceritan ke bobrokan dari tuan mudanya itu.


Tak terasa karena keasikan bercerita, sekarang sudah pukul sepuluh pagi, Kayla dan mbak Titin pun memutuskan untuk kembali ke ruangan Adrian. Menurut Kayla, gak mungkin Loly masih berada disini karena berdasarkan informasi yang didapatnya dari mbak Titin kalau Loly itu adalah seorang model.


Jadi, dia pasti harusnya sudah pergi untuk bekerja saat jam segini.


"Yuk mbak kita kembali keruangan Adrian, kita udah terlalu lama ninggalin dia" ajak Kayla.


Mereka pun beranjak berlalu pergi keruangan Adrian, saat di depan pintu ruangan Adrian, mbak Titin minta izin untuk pergi ke kantin katanya ingin membeli cemilan untuk mereka.


"Yauda aku tunggu di dalam ya.." ucap Kayla.


Ceklek.


Kayla membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Adrian, saat ia selesai menutup pintu ia berbalik dan menoleh kearah ranjang Adrian.


Betapa kagetnya dia saat melihat Adrian dan Loly sedang berciuman mesra. Kayla menutup mulutnya kaget.


Dengan gerakan cepat ia kembali keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dengan sangat keras.


"Kayla..." ucap Adrian saat melepaskan ciumanya.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜