
Setalah selesai mencium semua anak panti Kayla dan Adrian pun berlalu pergi meninggalkan panti. Sebelum ke sekolah Kayla meminta kepada Adrian untuk mengantarkan kue - kuenya terlebih dahulu.
"Tanpa di minta pun gue juga bakalan keluar.." saut Kayla. Dengan kesal ia keluar dan membanting pintu mobil Adrian.
"Dasar cewek Aneh..." ucap Adrian kesal.
Kayla dengan kesal berjalan memasuki sekolahnya.
"Siapa yang mengantar Kayla...?" gumam seseorang yang memperhatikan Kayla dari kejauhan.
Kayla berjalan menuju ke kelasnya, sesampainya di kelas seperti biasa tidak ada satu orang di sana. Karna memang hari masih pagi jadi tidak heran jika dia belum menemukan siapa pun.
"I'm number one..." seru Kayla, berjalan kearah bangkunya.
"Akhir - akhir ini, rasanya gue udah jarang banget belajar, gawat ini gimana kalau nilai gue turun dan neasiswan gue di cabut dan gue harus keluar dari sekolah ini..." gumamnya sembari menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Gak - gak bolej, gue gak mau itu terjadi.." Kayla mengeluarkan buku pelajaran yang akan di pelajarinya pagi ini.
"Tumben elu datang pagi banget..."seru seseorang yang berdiri di ambang pintu.
Kayla menoleh kearah sumber suara, ia melihat Ravi sedang berdiri di ambang pintu. Kayla sangat kaget, tapi ia mencoba tetap tenang.
Ravi tersenyum melihat Kayla yang mengabaikannya, ia berjalan masuk kedalam ruang kelas Kayla, dia berhenti tepat di depam meja Kayla.
"Kalau orang ngomong tu di dengerin dan di respon bukan hanya diam saja.." seru Ravi menatap Kayla yang masih fokus kepada bukunya.
"Gila ni cewek cuek amat.." gumamnya. Sambil terus menatap Kayla yang sedang sibuk menulis.
"Tc.." Ravi merebut buku Kayla dan melihat apa yang sedang di kerjakan oleh gadis itu.
"Ngerjain apa sih, sampai fokus gitu..." ucapnya membaca buku catatan Kayla.
"Siniini, bukan urusna elu gue lagi bikin apa. Sini!" seru Kayla berusaha merebut bukannya.
"Ambil aja kalau bisa." seru Ravi menvoba menghindar.
"Gak lucu tau, siniin!!" seru Kayla berusaha menggapai bukunya yang di pegangang Ravi.
"Terserah elu ajalah, mau ambil, ambil aja. Capek gue lari - larian pagi - pagi gini." Pasrah Kayla ia mendudukkan tubuhya di salah satu kursi.
Ravi yang melihat Kayla sudah kelelahan pun menyerah, ia menghampiri Kayla dan memberikkan bukunya kembali.
"Ah lemah, masa gini doang udah ngos - ngosan." seru nya.
"Gila aja, ini masih pagi dan elu udah menguji fungsi kerja paru - paru dan jantung gue" balas Kayla.
Ravi hendak mengusili Kayla kembali, namun hal itu di urungkannya saat ada salah seorang siswa masuk keruang kelas itu.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Ravi berlalu begitu saja dari ruang kelas itu.
"Dasar gila, bisa - bisanya dia giniin gue.." gumam Kayla, berdiri dan berjalan menuju ke bangkunya.
~
Sementara Adrian, selesai mengantarkan Kayla, ia langsung melajukan mobilnya menuju kearah rumah orang tuanya.
Saat ia memakirkan mobilnya di halaman rumah, Adrian sempat kaget saat melihat mobil papanya sedang di cuci oleh supir di halaman rumahnya.
"Pak, papa udah pulang ya? "tanya Adrian.
"Udah den.." jawab pak supir.
"Sejak kapan? Kok gak ngasih tau si."tanya Adrian kaget
"Kalau gak salah kurang lebih jam sepuluh malam den" jawab pak supir.
"Yaudah, saya mau kedalam dulu ya pak." pamit Adrian.
"Pak sekalian cucikan mobil saya ya, lalu masuklanka. kedalam garase" tambah Adrian saat hendak meninggalkan pak supir
"Sip den , tenang aja."seru pak supir.
Adrian menacungkan jempolnya dan masuk kedalam rumah.
Saat Adrian hendak berjalan kearah kamarnya, Adrian melihat kalau mamanya sedang menikmati sarapan bersama dengan papanya.
"Ehemmml " deheman Adrian
Ia memutar tubuhnya dan berjan menuju ruang makan.
"Mama?" panggil Adrian
"Ayo kita sarapan dulu"Anita mengiring anaknya untuk duduk di samping papanya.
"Nah sarapan ya, mama ambilkan ya.." ucap Anita seraya mengisi pirin Adrian dengan nasih goreng dan juga telur mata sapi dan tidak lupa segelas susu.
"Kapan kalian pulang?" tanya Adrian menatap kedua orang tua nya secara bergantian.
"Kita pulang tadi malam, itu karena mama selalu merengek untuk di bawa pulang. Makanya papa bawa aja dia pulang dari pada kuping papa panas di sana." seru Bagas.
Adrian menatap mamanya, Anita hanya tersenyum melihat kearah anaknya.
"Apa tidak apa - apa kalau mama di rumah, apa kata dokter?" tanya Adrian khawatir.
"Kata dokter tidak apa. - apa kok, mama juga udah di bolehin pulang" seru Bagas.
"Bagus lah kalau begitu,"
"Yaudah kalau begitu aku kembali ke ke kamar dulu." seru Adrian ia beranjak berdiri.
"kamu gak sarapan dulu?" tanya Anita
"Gak tadi udah sarapan di panti dan masih kenyang." ucapnya.
Adrian berlalu pergi meninggalkan kedua orang tua nya yang masih duduk di ruang makan itu.
"Tumben dia mau makan di tempat yang seperti itu? "tanya Bagas heran, menatap heran.
"Iya ya, biarkan sajalah, mungkin dia di paksa sama Kayla." balas Yuri.
Di kamar Adrian langsung berjalan menuju kamar mandin untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa menit, Adrian pun kekuar dari kamar mandi dengan selembar handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.
"Ah seger juga habis mandi..." ujarnya.
Adrian berjalan kearah walkin closet nya untuk mengenakan pakaian rumahannya.
"Hari ini gue malas banget untuk kemana - mana." gumamnya lagi.
Setelah selesai menganakan pakaiannya, Adrian berjalan kearah tempat tidurnya, kemudian ia merebahkan tubuhnya di sana.
"Apa ponsel Loly masih tidak bisa di hubungi." ujarnya.
Adrian meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja yang ada di samping tempat tidur.
"sebenarnya dia ini kemana sih?" gerutu Adrian,
Karena merasa kesal terhadap Loly, Adrian melempar ponselnya ke sembarangan Arah. Kemudian ia kmbali menutup matanya.
~
Di kelas Kayla sedang serius mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya.
"sssttt...."
"Kay.. Kayla.." panggil Sandra berbisik.
Kayla menoleh kearah samping, dan melihat Sandra sedang mencondong kan tubuhnya agar lebih dekat dengannya.
"Apa?" tanya Kayla.
"Gimana perjodohan elu?" Tanya Sandra.
"Jangan bahas sekarang..." balas Kayla.
"Gak apa - apa, sekarang aja..." desak Sandra.
"Jangan gila elu, bisa keluar kita nanti." seru Kayla pelan.
"HEY YANG DI BELAKANG ITU NGAPAIN?" seru bu Yuni dari depan.
Kayla seketika memperbaiki duduknya dan mulai kembali fokus mengerjakan tugasnya.
Sandra tersenyum melihat ekspresi kaget Kayla barusan.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜