
Bapak - bapak itu pun menyeret tubuh Sandra dan Adit keliar dari gubuk. Saat sampai di luar, mereka bertemu dengan Ravi
"Viii....Tolongin kita "cicit Adit menatap Ravi.
"Ada apa ini? Mau kalian bawa kemana mereka?"tanya Ravi kaget.
"Mereka, telah berbuat zina di dalam gubuk ini."jawab salah satu bapak itu
"Berbut Zina? Berbuat zina bagaimana?"tanya Ravi lagi.
"Sudah lah, kamu akan tau nanti. Sekarang ayo kita bawa mereka ke aula desa."seru bapak tadi.
"Tapi pak, kalian nggak boleh main bawa aja dong. Dan ngapai harus ke aula. Kita selesaikan saja di sini."kata Ravi.
"Sekarang, ayo kita ke aula dulu." kata bapak itu,mengabaikan perkataan Ravi. Mereka semua pun pergi ke Aula.
Sesampai nya di Aula, bapak - bapak itu pun mengumpulkan semua warga. Setelah semua warga datang. Salah satu bapak tadi yang ternyata bernama Mulyo,menghampiri mereka dan meminta Adit dan Sandra untuk duduk di depan.
"Pak, ini semua salah paham. Semua ini nggak seperti yang di pikirkan sama ketiga bapak tadi.l ucap Adit sebelum bapak yang di depan nya berbicara.
"kamu yang tenang dulu, ya. Jangan tegang, semua nya akan baik - baik saja. Oke"kata Pak kades.
"Sekarang saya minta kalian jawab pertanyaan saya dengan jujur,ya"
"Ngapain aja kalian di sana?"tanya pak kades.
"Kita hanya numpang berteduh pak, karena semalam tenda kita rusak."jawab adit
"berteduh? Ngapain kalian di hutan malam - malam begitu? Seingat saya, tadi malam hujan turun sekitar pukul 00.30. Lantas, ada hal apa yang kalian lakukan di dalam hutan?"tanya pak Kades.
"Itu pak, kita lagi nyari teman kita yang jatuh dari tepi bukit saat kita mengadakan champing sekolah."jawab Sandra.
"Bohong pak, kita lihat sendiri. kalau mereka melakukan hal yang tidak pantas di dalam gubuk itu"saut salah seorang bapak yang menggrebek mereka.
"Udahlah pak, kita nikahin saja mereka. Dari oada kampung kita ini yang jadi imbasnya."seru salah seorabg warga.
"Iya, pak. Lagian kalau kita dengerin mereka, ya g pasti ini masalah nggak akan kelar. Kita semua juga harus pergi kerja pak." tambah warga yang lain.
"What, nikah? Bapak yang benar saja, kita nggak ngapa - ngapain kok. Percayalah.."kata Sandra yang sangat kaget saat mendengar kata nikah.
Semua warga, seolah tuli dengan penjelasan. Sandra dan juga Adit. Semntara Ravi tidak di izinkan bicara sedikit pun.
"Baik lah, seperti biasa. Kita akan mulai akad nikahnya.Yok, pak ustad kita mulai saja." kata pak Kades terhadap pak ustad yang hadir di sana.
Pernikahan pun terjadi, sepanjang pembacaan akad. Sandra tak berhenti menangis, Adit yang melihatnya pun sampai merasa bersalah.
FLASBACK OFF
"Begitu lah ceritanya"kata Adit mengakhiri cerita panjangnya.
Kayla berdiri dari duduk nya dan menghabur ke dalam pelukan sahabatnya itu.
"Maafin gue."ucapnya sambil menangis. Awalnya Sandra kaget, tak lama kemudian dia pun membalas pelukan dari sahabatnya itu.
"Cup cup... Ini bukan salah elo, tapi salah Ravi."kata Sandra sambil menatap Ravi tajam. Dan yang di tatap hanya bisa nyengir kuda.
"Maaf.." kata Kayla menatap Sandra. Sandra hanya bisa menjawabnya dengan senyuman.
~
Karena keasikan mengobrol, mereka sampai nggak lupa waktu. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.49 waktu setempat, Kayla dan Sandra pun sudah tidur di bahu pasangannya masing - masing.
"Ngobrol nya kita akhiri aja, kasihan mereka sudah tidur. Yuk kita masuk ke dalam" ajak Adrian, Dia pun menggendong Kayla dan membawa Kayla kedalam kamar yang biasa Kayla tempati saat di panti.
Sementara Ravi, Adit dan Sandra tidur ke kamar tamu yang telah di siapkan oleh ibu Tika.
"Good nigth my wife"bisik Adit kemudian mengecup dahi Sandra. Lalu dia keluar dari kamar itu. Setelah Adit pergi Sandra membuka matanya.
"Apa gue nggak salah denger?" gumamnya,
~
Keesokan pagi nya Kayla bangun pagi seperti biasanya. Dia pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, setelahnya, dia pergi ke dapur untuk membantu bu Tika di dapur untuk membuat sarapan.
"Selamat pagi ibu...."sapa Kayla
"Pagi sayang,"jawab bu Tika menoleh ke belakang , dan tersenyum saat melihat putri nya yang berdiri di ambang pintu.
"Ibu masak apa?"tanya Kayla.
"Ini ibu bikin sarapan buat kalian. Khusus pagi ini ibu yang akan membuat sarapan" kata ibu.
"Lah kenapa? Emang, anak - anak kemana ?"tanya Kayla
"Anak - anak ada kok sayang, tapi karena kit lagi punya tamu. Jadi, nggak mungkin kan kita biarin tamu kita menikmati makanan yang rasanya tu, sangat sulit untuk di jelaskan." kata bu Tika sambil tersenyum.
"Ihhh... Nggak, apa - apa bu. Biar mereka tau kalau makanan anak panti itu sangat nikmat "balas Kayla.
"Kamu, ini. Nikmat dari mana coba, orang aneh gitu rasanya. Udah dari pada banyak bicara, mending kamu eksekusi deh tu sayuran." suruh bu Tika.
"Siap boss.."jawab Kayla senang.
Satu jam pun berlalu, kayla dan bu Tika. Telah menyelesai kan ritual masak memasakan pun telah usai. kini tiba lah , waktunya memanggil para menghuni rumah, untuk sarapan.
Semua nya berkumpul di ruang makan, mereka mulai makan dengan sangat hikmat dan sangat berkesan bagi Ravi, Adit dan Sandra. Yang bisa di bilang mereka tidak pernah makan bersama seperti ini dengan keluarga mereka.
Sementara bu TIka asyik memperhatikan Kayla yang sedang tertawa bahagia di samping Adrian. Tika juga senang, karena dia bisa melihat secara langsung perubahan sikap Adrian kepada Kayla.
~
Siang nya Kayla dan yang lain nya pamit pulang kepada semua anak - anak panti.
"Kak Kay, sering - sering berkunjung ya. Kami sangat merindukan kakak." kata Raffi memeluk Kayla dan di susul dengan anak - anak yang lainnya.
"Iya, insya allah. Kakak usahain untuk sering kemari."kata Kayla tersenyum.
"Yuk,"ajak Adrian, Kayla mengangguk.
Mereka pun mulai meninggalkan panti asuhan degan suasana haru, sebenarnya Kayla sangat berat meninggalkan panti, tapi mau gimana lagi. Dia memiliki tanggung jawab yang besar kepada suaminya Adrian.
"Udah, nggak usah sedih. Besok, pas kita pulang dari Honeymoon, kita akan mengunjungi mereka lagi."kata Adrian berusaha, menghibur istri nya itu.
"Benarkah? Kakak nggak bohong kan?"tanya Kayla memastikan.
"Iya, tapi dengan satu syarat...."kata Adrian menoleh kepada Kayla yang duduk di samping nya.
"Syarat? Apa syaratnya? Nggak boleh yang aneh - aneh ya syarat nya." kata Kayla yang sudah tau apa yang ada di dalam otak suaminya itu,
"Hmmmmm.... Nanti, saat kita lagi honeymoon. AKu mau kamu itu, nurut sama aku?!" pinta Adrian.
"Apa hanya itu? Tidak adakah persyaratan ?"tanya Kayla. Adrian hanya menggelengkan kepala nya. Kayla yang melihat pun, cemberut.
"Gimana? Mau apa nggak?"tanya Adrian.
"Baiklah"jawab Kayla lemas.
~•••~