
Setelah mengurus urusan nya di club Adit, Adrian dan kedua sahabat nya pun tidak langsung pulang, melainkan mereka pergi ke sebuah cafe untuk beristirahat dan sekalian menyusun strategi untuk penangkapan dalang sebenar nya.
"Menurut elo, si A itu siapa Dri?"tanya Rangga.
"Ya mana gue tau, seingat gue musuh nya Kayla itu namanya Sinta dan orang nya udah di mendekam di penjara."Jawab Adrian.
"Tapi ini bisa jadi bukan musuh Kayla, tapi besar juga kemungkinan dalang nya musuh Kita terutama elo Dri." kata Geva.
"Elu benar juga, tapi musuh gue yang inisial nya A siapa?" tanya Adrian.
Rangga dan Geva pun diam, mencoba mengingat nama - nama musuh mereka.
"Aprilio, Adres, Arie, itu the ajip si ketuanya Aji, terusss.... Alex. Setau gue itu doang yang A." kata Adrian.
"Tapi nggak mungkin kan mereka semua sekongkol buat balas dendam, nggak masuk akal banget."jawab Geva.
"Nggak , nggak, ini gue yakin. Dalang nya cuma satu orang doang."kata Rangga
"Andai aja kita punya petunjuk, apa gitu. Pasti kita bisa dengan mudah nyelesaikan masalah ini."ujar Rangga lagi.
"Iya? bener."saut geva
Mereka bertiga pun terdiam dan memikirkan bagaimana cara nya agar mereka mendapat kan hidaya dan bisa menjawab teka teki ini.
"O IYA..."teriak Adrian tiba - tiba, hingga kedua sahabat nya kaget.
"Apaan sih, Dry? Bikin kaget tau nggak."kata Geva kesal.
"Gue baru ingat, kalau tadi siang Adit mendapat kan bukti video saat pria tadi bertemu dengan bos nya setelah dia menusuk Kayla."kata Adrian
"Mana - mana, coba lihat siapa tau aja, kita bisa mendapat kan plat mobil nya."ujar Rangga
"Ada juga, tunggu gue cari dulu ya."kata Adrian, mengutak atik ponselnya. Ia mencari video yang di kirim kan oleh adit tadi sore sebelum dia pergi menemui bocah itu di clum malam.
"Nah ini dia."Adrian memutar video itu dan meletakkan nya di depan agar kedua sahabat nya bisa melihat nya dan tidak bertanya atau memutar ulang lagi.
"Catat, plat mobil nya, "kata Rangga
"Buat apa, kita kan tinggal nengok in video ini sebagai bukti."Kata Adrian.
"Maksud gue catat, plat mobil nya dan kirim ke gue, biar nanti malam gue coba cari tau."Kata rangga.
"O iya, kenapa kita bisa lupa ya, kalau dia ini ahli dalam bidang yang kaya ginian."Kata Geva menepuk bahu Rangga.
"Iya, ya. Kalau gitu, ini gue kirim sama elo"kata Adrian, mengirim sebuah video kepada Rangga.
"Ok, doain aja. ok"ucap Rangga.
"Eh, btw bini elo kok bisa di tusuk si Dri? Gimana ceritanya?"tanya Geva.
"Iya, baru juga kemaren kelar masalah nya eh sekarang malah datang lagi."ujar Rangga.
"Nggak tau juga sih, tapi kemaren pas kita baru pulang dari vila. Dia minta izin ke gue, kata nya mau ke taman. Tapi kan berhubung kita baru nyampe, ya nggak gue izin."kata Adrian
"Terus tadi pagi dia minta izin ke gue, buat ngumpul bareng Sandra dan Adit. Yaudah karena katanya di cuma ke cafe Nino maka nya gue izinin aja."
"Tadi pas jam makan siang, gue pengen ngasih dia kejutan. Pas sampe sana, gue udah liat dia keluar dari cafe dengan ekspresi khawatir gitu dan berdasarkan info dari Sandra dan Adit, Kayla tiba - tiba pergi setelah menerima pesan dari seseorang."kata Adrian.
"Kok kalian pada bengong, gue lagi cerita ini."ujar Adrian
"Kok gantung si Dri, kita bukan nya bengong, tapi kita lagi dengerin cerita elu bambang!"seru Geva.
"Terus, cepetan lanjutin ceritanya!"kata Rangga.
"Ok - ok. Setelah denger itu, gue buru - buru ngejar Kayla yang udah duluan naik taxi. Awal nya gue kehilangan jejak dia, tapi karena gue ingat sama ucapannya kemaren, dia minta izin ke taman. Nggak tau kenapa gue yakin aja kalau dia lagi di sana dan benar aja dia ada di sana, elu tau pas gue liat di berdiri di ujung taman, gue sangat senang dan berniat pengen kejutkan dia lagi, tapi..."Adrian menghentikan ucapan nya
"Tapi apa? Elo kalau ngomong itu yang jelas dong."protes Geva.
"Tapi, gue lihat dengan mata kepala gue sendiri saat pria bre ng sek itu menusuk Kayla."Kata Adrian
"Buset, nyesek bnaget itu."
"Pokok nya, gue nggak mau tau. Secepat mungkin kita harus nemuin dalang di balik ini semua."Kata Adrian dengan nada penuh amarah.
~
"Kenapa dia bisa sebodoh itu sih, ngeberisin satu cewek aja, harus kaya gini. Bikin runyam aja jadi nya."Kata orang itu.
Semua orang di sana tidak ada yang berani menjawab perkataan nya.
"Sekarang kita harus gimana Boss, apa kita habisi aja dia?"tanya salah satu anak buah nya yang paling berani.
"Gue nggak mau tau, pokok nya masalah ini, jangan sampai membahaya kan gue. Ngerti !!"kata Orang itu tegas.
"Baik Boss.."teriak mereka kompak, mereka sudah mengerti maksud dari bos nya itu.
~
Adrian kembali ke rumah sakit, tapi dia tidak langsung masuk ke ruangan Kayla melaikan. Ia pergi ke ruang cctv terlebih dahulu.
Tok....Tok...
Ceklek. petugas pun membuka pintu sambil mengernyitkan dahi nya menatap Adrian
"Selamat malam pak, maaf mengganggu."kata Adrian tersenyum.
"Iya, ada keperluan ya mas nya kemari?"tanya petugas itu.
"Ini pak saya bawakan kopi dan kudapan buat bapak - bapak semua."Adrian meletakkan bawaan nya itu keatas meja.
"Begini pak, keluarga saya kan baru terkena insiden pencobaan pembunuhan, dan sekarang istri saya lagi dirawat di sini. Boleh nggak pak kalau saya lihat rekaman CCTV yang sehari ini?"tanya Adrian.
"Semua rekaman nya?"tanya petugas itu.
"Iya pak, dari jam 2 an aja pak"kata Adrian
"Tunggu sebentar,"Petugas itu pun kembali duduk di kursi nya dan mengutak atik komputernya.
"Sini mas, kita lihat."kata Petugas itu, memutar semua rekaman hari ini dengan pelan dan Adrian pun memperhatikan nya dengan baik.
"Stop pak, stop!!!" suruh Adrian saat melihat hal yang mencuriga kan.
"Tolong di zoom pak!"seru nya
Petugas itu pun menzoon video itu sesuai permintaan Adrian. Dan terlihat di sana ada seseorang yang masuk ke rumah sakit dengan menggunakan pakaian serba hitam dan memakai masker dan topi.
Pria itu terlihat sedang mencari sesuatu dan berjalan menuju ke ruangan Kayla, tapi ia berhenti saat melihat begitu banyak nya petugas di depan ruangan Kayla.
"Makasih ya pak."ucap Adrian dan berlalu pergi dari ruangan itu, ia berjalan dengan cepat. Meski pun ia bisa lihat istri nya tidak kenapa - kenapa, tapi Adria tetap Tidak bisa tenang di buat nya.
"Bre ng sek"umpat Adrian.
Adrian sampai di ruangan Kayla dan dia bisa melihat kalau pengawalnya selalu stay di depan pintu kamar istri nya itu.
"Selamat malam pak!!"teriak mereka kompak.
"Husstt.... apa kalian ingin membuat semua pasien di sini bangu , jangan kecilkan suara kalian atau kalian akan di usir dari sini."kata adrian.
"Maaf pak."
"Hm.. Pak Ram,saya mau bicara sebentar."kata Adrian. Pak Ramli pun maju dan medekati Adrian
"Ada apa pak?"tanya nya
"Pak, kalau bisa keamanan nya lebih di perketat lagi. Soalnya tadi saya lihat di CCTV ada seseorang yang hendak masukkan kesini."kata Adrian.
"Baik pak."kata pak Ram.
"Baiklah, kalau gitu saya masuk kedalam dulu"kata Adrian berlalu pergi dan masuk kedalam ruangan Kayla.
"Keliatannya boss kita ini sangan menyayangi dan mencintai istrinya."Kata salah satu pengawal lainnya dan mereka pun mulai Bercerita mengenai sikap Adrian yang sangan overprotecktive kepada istrinya.
~•••~