
" Ravi bukan pacar gue, Kita cuman temenan doang." kata Kayla menjelaskan.
"Kalau kalian nggak pacaran nggak mungkin dia mau nganterin lu setiap hari bahkan gue juga sering lihat elu pergi sekolah bareng sama dia!! Lu Jangan mudah percaya sama orang, apalagi sama pria, gimana kalau dia punya niat jahat sama elu?"
"Ravi bukan orang jahat seperti yang dituduhkan, gue sering bareng sama dia karena kita sama-sama searah kok." sanggah Kayla.
"Kita itu nggak pacaran, gue sama Ravi cuma punya hubungan sekedar teman, nggak lebih dari itu! lagipula Kenapa lu sangat tidak suka gue di antar sama dia?" tanya Kayla yang mulai terpancing emosi.
Adrian melangkah menghampiri Kayla, ia membungkuk mensejajarkan tingginya dengan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan menusuk.
"Sepertinya lu lupa akan posisi lu sekarang ini, gue sudah pernah mengingatkan, tapi kayaknya lu lupa lagi. Baiklah kalau gitu tu, mari gue ingatkan Kembali!!" Adrian berucap tepat di depan wajah Kayla.
Kemudian menarik pergelangan tangan gadis itu dengan kasar memasuki kamarnya, tanpa mempedulikan Kayla yang meronta dan berteriak minta dilepaskan.
"Adrian, Lepasin Gue... lepasin!!!" kalah terus meronta sekuat tenaga, tetapi Adrian seolah tuli tak menghiraukan teriakan gadis itu.
Adrian membuka pintu kamar dengan tidak sabaran, setelah mereka masuk ke dalam kamar dibantingnya pintu itu dengan kencang sehingga membuat Kayla berjengit kaget karena bunyi dentuman hebat itu mengakibatkan getaran di dinding serta kaca jendela.
"Awhh... adrian tolong lepaskan tangan gue! sakit!" Kayla sudah hampir terisak karena pergelangan tangannya semakin terasa sakit serta berdenyut karena Adrian mencengkram dan menariknya tanpa ampun.
Dihempaskannya tubuh Kayla ke atas ranjang yang disusul olehnya, tubuh kokoh nya mengungkung di atas tubuh mungil itu dan mengunci pergerakannya.
"Elu mau apa?Jangan sperti ini, ayo kita bicarakan ini baik - baik"pekik Kayla, ia ketakutan melihat sorot mata Adrian yang tajam terasa seperti hendak mengobrak - abrik jiwanya. Bahkan sekarang wajah mereka hbaya berjarak satu jengkal saja, membuat keduanya bisa merasakan napas masing - masing.
"Gue hendak mengingatkan, agar elu gak lupa lagi, bahwa elu itu sudah punya suami! Dan tidak sepantasnya, seorang wanita bersuami terlalu akrab dengan pria lain!." tegasnya tepat di depan bibir Kayla.
Tanpa basa basi lagi di pagutnya bibir ranum yang sedikit terbuka itu tanpa memberi kesempatan Kayla untuk menolak atau pun menerima, Adrian mendesakkan dirinya dan mencium Kayla meluapkan segala rasa cemburu yang bercokol dan menyiksa di dalam dirinya.
Kayla berusaha memalingkan wajahnya ke kanan dan kiri, tetapi pria itu mengunci pergerakkan nya. Tangan kiri Adrian mencekram rahang Kayla agar tidak bisa memalingkan wajahnya saat Adrian bibirnya tanpa ampun, sedangkan kedua kakinya terkunci oleh kungkungan tubuh kokoh tersebut.
Awalnya, ciuman itu bermaksud untukemperingatkan Kayla sehingga pegutam Adrian kasar penuh kemarahan serta kecemburuan, tetapi, lama kelamaan, kelembutan dan kemanisan bibir Kayla malah memabukkan dirinya. Ciumannya berubah menjadi lebih lembut dan hasratnya yang telah lama di pendamnya, mulai tersulut sedikit demi sedikit membakar dirinya.
Sejak tadi Kayla terus meronta, tetapi sekarang ciuman Adrian yang beruba lembut dan begitu ahli malah membuatnya terbuai.
Tubuh Kayla terasa lemas, kepaanya pusing bahkan matanya berkunang - kunang, sekujur tubuhnya meremang merasakan gejolak yang baru pertama kali melanda dirinya. Kemudian tanpa diperintah, naluri alamiahnya seolah menuntunnya untuk membalas mencicipi bibir yang tertanam di bibirnya itu.
Adrian semakin lupa diri dan memperdalam ciumannya saat merasakan bibir mungil ranum dan lembut itu membalas pagutan nya. Nafas mereka berdua mulai terengah tetapi Adrian dan Kayla seolah enggan melepaskan tautan bibir masing - masing dan terus menerus saling mencicipi tanpa henti, seolah hendak menghaluskan mereka dalam kobaran rasa yang semakin memanas.
Adrian melepaskan pemungutannya dan bibirnya menyusuri menciumi seluruh wajah Kayla dengan hembusan nafas panasnya, mata Kayla terpejam merasakan desiran yang mengaliri seluruh urat nadinya.
Adrian menatap wajah Kayla, gadis itu masih menutup matanya.
"Kay.."panggil Adrian, Kayla membuka matanya dan membalas tatap Adrian.
"Hmm..."
"Kamu mau nggak kalau kita mulai lagi dari awal?"tanya Adrian.
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Kayla beracu cepat saat mendengar ucapan Adrian.
"Maksudnya....?"
Adrian mengusap lembut rambut Kayla, lalu menggenggam erat tangan Kayla dn menatapnya dengan lembut.
"Tapi, cewek elu gimana? "tanya Kayla
"Aku nggak punya hubungan apa - apa lagi sama dia dan sama siapa pun, aku sekarang hanya ingin fokus sama kamu." kata adrian. Kayla menatap Adrian tak percaya.
"Entah sejak kapan aku merasa ingin selalu bersamamu. Setiap kali aku melihatmu bersama pria lain silakan aku tidak rela. Kamu mau kan memulai semuanya dari awal lagi??" tanya adrian.
"Tapi bukankah ini terlalu cepat?" tanya Kayla yang masih bimbang.
"Iya aku taj, tapi apa salahnya kita jalani aja dulu?"kata Adrian
Kayla mengangguk tanda setunu...
"Haiii.... Nama aku Adrian" Adrian mengulurkan tangannya di depan Kayla.
"Gue Mikayla, atau Kayla" Kayla membalas uluran tangan Adrian dan bersalaman
"Senang berkenalan denganmu, mulai hari ini jangan pake lo gue lagi ya, panggil aku kakak aja."kata Adrian.
Kayla mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah, untuk merayakan perkenalan kita ini, emmm bagaimana kalau malam ini kita pergi kencann??"seru Adrian semangat.
"Tapi elu ... Hmm tapi kak Adrian kan baru sembuh"balas Kayla
"Udah nggak apa - apa kok, sekarang mending kamu siap - siap gih.."suruh Adrian.
"Baiklah,kalau gitu aku ke siap - siap dulu ya.." balas Kayla
Kayla keluar dari kamar Adrian dan bersiap untuk kencan pertama mereka malam ini.
~
Adrian mengajak Kayla ke pasar malam yang tak jauh dari Komplek rumah mereka, di sana begitu ramai pengunjung karena malam ini weekend. Adrian menggandeng tangan Kayla seakan mereka tak ingin berpisah.
Mereka pun mencoba berbagai macam permainan, Adrian berhasil mendapat hadiah boneka Teddy Bear yang besar.
"Ini untuk mu"Adrian memberikan nya keoada Kayla
"Makasih ya kak" ucap Kayla
"Iya, kita naik komedi putar yuk"ajak Adrian.
"Nggak ah aku takut." tolak Kayla
"Tenang aja, kan ada kak Adrian" Adrian mengajak Kayla naik komedi putar bersama. Setelah beberapa kali putaran roda pun berhenti di saat mereka berada di atas. Sontak Kayla memeluk Adrian karena merasa takut ketinggian.
"Aku takut kak"
Adrian memeluk erat Kayla yang bersembunyi di dalam dekapannya, Begitu Terasa debaran jantung keduanya.
"Tenang , sebentar lagi pasti kembali berputar kok " kata Adrian.
Benar saja, komedi putar kembali bergerak kemudian mereka menyudahi dan memutuskan untuk pulang karena waktu sudah sangat malam.
~•••~