My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 46



Saat hendak memasuki mobil Sandra tiba - tiba Adrian menariknya dengan tiba - tiba.


Kayla menoleh kesamping dan dia sangat kaget saat melihat laki - laki yang sudah menjadi suaminya itu sedang berdiri di sampingnya.


"Elu?..."Kayla kaget.


"Kak Adrian?" kata Sandra mengernyitkan dahi nya.


Adrian menoleh kearah Sandra, ia baru menyadari kalau yang bersama Kayla adalah Sandra adik temannya.


"Eh Sandra, kamu ngapain disini?" tanya Adrian


"Pertanyaan bodoh macam apa itu kak, seharus nya gue yang nanya gitu ke elu..." seru Sandra.


"Kay elu kenal sama dia?" tanya Sandra melihat kearah tangan Kayla yang di pegang oleh Adrian.


"Hah... Gue, gue, iya gue kenal..."jawab Kayla ragu.


"O iya, elu pasti kenal lah ya kan, secara dia kan temannya kak Nino dan pasti sering nongkrong di cafe. Lalu ada urusan apa kakak sama Kayla?" tanya Sandra menatap Adrian.


"Itu bukan urusan elu... Ayo!" kata Adrian cuek, lalu menarik tangan Kayla kearah mobilnya.


Sandra menahan tangan Kayla yang satunya lagi.


"Bukan urusan gue gimana, jelas - jelas Kayla ini sahabat gue dan apa yang jadi urusan dia juga jadi urusan gue." seru Sandra.


"Lepasin tangannya!!" perintah Adrian menatap Sandra.


"Bilang sama teman elu, suruh dia buat lepasin..."


"Elu tunggu aja di mobil, ntar gue nyusul.." potong Kayla, ia melepas paksa tanganya yang di pegang Adrian


"Jangan lama, gue udah capek nungguin elu dari tadi!!" ucap Adriang mengingatkan.


Adrian melepaskan tangan Kayla, kemudian ia berjalan menuju mobilnya yang terpakir tepat di deoan mobil Sandra.


"Sandra..." Kayla menoleh kearah sahabatnya itu.


"Elu hutang banyak sama gue!" kata Sandra menatap Kayla


"Iya gue tahu, sebenarnya masalah ini lah yang mau gue ceritain ke elu dari tadi. Tapi, selalu aja ada yang mengganggu."


"Kay, gue gak mau kalau elu sampai punya rahasian sama gue..."seru Sandra


"Gue gak pernah ada rahasia sama elu, tapi sekarang gue rasa belum waktu yang tepat buat gue cerita sama elu..." ucap Kayla


"Maksud elu apa?...." tanya Kayla.


"Iya, sekarang waktunya gak pas, gue lagi ditunggu sama tu cowok, gue janji besok gue akan ceritain semuanya. oke" tutur Kayla


"Kalau gitu gue pamit dulu ya, bye.." pamit Kayla, sebelum Sandra membalas ucapannya.


"Tapi Kay, Kay..." panggil Sandra, namun Kayla tidak mendengarkannya. Gadis itu sudah masuk kedalam mobil Adrian.


"Ada hubungan apa Kayla sama kak Adrian. Tidak biasanya Kayla mau pergi sama cowok kaya gini." gumam Sandra. Ia pun masuk ke dalam mobil nya dan mulai pergi meninggalkan pekarangan sekolahnya.


Di dalam mobil yang di kemudikan oleh Adrian, terasa sunyi karena keduanya masih sibuk dengan pemikirannya masing - masing.


"Ngapain jemput gue?" tanya Kayla bersuara


Adrian tidka menjawab ia hanya diam dan fokus menatap jalan yang ada di depannya.


"Eh di tanyain malah bengong." kata Kayla.


"Woi... Gue lagi nanya ini, malah di kacangin.." serunya.


"Elu bisa diam gak sih, gue lagi pusing ini..." balas Adrian.


"Itu urusan elu bukan urusan gue, mau elu pusing mau aoa kek, Bodo amat." seru Kayla.


"Ngeselin elu ye..." ucap Adrian


"Lagian elu juga, gue nanya baik - baik eh mala di kacangin.." balas Kayla. Adrian menatap Kayla sejenak, kemudian ia kembali menatap lurus ke depan.


"Mama nyuruh gue jemput elu .." seru Adrian.


"Apa elu lupa kalau, elu sekarang udah jadi keluarga malik.." kata Adrian


Kayla terdiam mendengar perkataan Adrian, dia benar - benar lupa akan hal itu.


"Lalu, apa lagi mau mamamu itu."tanya Kayla.


"Dia nyuruh gue, ngebantu elu buat packing barabg - barang elu"


"Elu pindah kerumah gue hari ini.." ucap Adrian


Kayla menoleh dengan cepat kearah Adrian, dia sangat kaget saat mendengar kata pindah.


"Apa tidak bisa kah gue tetal tinggal di panti sajan..." tanya Kayla.


"Tanya aja sama mama, gue cuma jalanin tugas doang. Cepat turun!" seru Adrian memberhentikan mobilnya tepat di depan panti asuhan tempat tinggalnya.


"Gak. gue gak mau pindah..." tolak Kayla hendak keluar dari mobik, namun tangannya di tahan oleh Adrian.


"Elu jangan kekanakan ya, sudah ceaot kemasi barang - barang elu. Gue udah bosan dengan semua ini..." ujar Adrian menatap Kayla tanjam.


Kayla terdiam saat melihat mata Adrian yang menatapnya.


"Cepat turun dan kemasi barang - barang elu..."ketus Adrian lagi, ia melepaskan tangan Kayla.


Kayla keluar dari mobil pria itu dengan sedikit begetar, ia belum pernah sebelumnya di tatap tajam seperti itu.


"Kenapa dia jadi menyeramkan seperti itu.." gumam Kayla berjalan memasuki panti.


Satu jam lebih waktu yang di habiskan oleh Kayla untuk mengemasih barang - barangnya, saat ia keluar dari kamar dan dia sangat kaget saat melihat semua anak panti lainnya seudah berkumpul di ruang tamu panti asuhan.


"Kakak..." teriak Anak - anak panti lainnya saat melihat Kayla.


Mereka berhamburan untuk memeluk Kayla sambil menangis.


Kayla sangat kaget saat melihat adik - adiknya menangis. Ia melihat kearah bu Tika dan ia juga melihat ibunya itu juga sedang menangis.


"Kak, apa benar kakak akan pergi meninggalkan panti?..." tanya Reno..


"Itu tidak benar kan kak, kakak tidak mungkin meninggalkan kami kan?" tanyw Sheila manangis.


"Cup, cup... Kalian kok jadi cengeng gini sih, siapa bilang kakak akan pergi meninggalkan panti.." ucap Kayla.


"Lalu kenapa kakak yang itu bilang kakak aka ijut pergi dengannya dan ini apa? Kenapa kakak bawa tas ?" tanya Reno


"Hmmm... Ini, ini..."


"Tuh kan bener kakak mau ninggalin kita semua..." tangis mereka


Kayla tidak tau harus menjawab apa, dia benar - benar buntuh untuk saat ini.


"Hmmm.... Adik - adik semua..."panggil Adrian, mereka semua pun menoleh kearah Adrian.


"Dengerin kakak baik - baik ya, kak Kayla ikut kakak bukan untuk pindah ninggalin Panti dan juga kalian, tapi dia pergi untuk memperjuangkan masa depan kalian.." ujar Adrian menatap Kayla.


"Maksud kakak?" tanya Reno.


"Kakak ikut sama kakak ini cuma buat kerja dek, dan nanti kakak akan kembali lagi ke sini.." sambung Kayla.


"Benarkah itu?" tanya mereka menoleh kearah Kayla.


Kayla pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Bu Tika menghapus ait matanya saat melihat anak - anaknya yang begitu sedih akan ke pergian Kayla.


"kalau begitu sini, peluk kakak.." Kayla merentangkan tangannya, anak - anak panti pu. memeluk Kayla bersama.


Siang itu Kayla benar - benar sedih saat melakukan perpisahan keoada adik - adiknya dan ia juga sedih meninggalkan ibunya sendiri


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜