My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 154



Buggg


Rafi jatuh tersungkur, dia mencoba untuk berdiri dan melihat siapa yang berani memukul nya. Jika itu orang lain rasa ny tidak mungkin karena tempat ini di jaga ketat oleh anak buah nya.


Rafi menatap dengan jelas siapa orang tersebut, dan ternyata dia adalah....


"Adit!!!"Rafi menatap nya dengan tatapan penuh kemarahan. Mata Rafi menatap tajam ke arah sahabat nya itu.


"Hentikan semua nya Fi, buang lah semua obsesi elo itu. Kayla dan Sandra nggak salah, mereka sama sekali nggak tau kalau elo itu suka sama Kayla. Elo nggak boleh siksa mereka seperti ini."kata Adit


Rafi berjalan mendekat dan menarik kerah baju Adit."Siapa elo, berani - berani nya nasehatin gue!!" kata Rafi dengan mata melotot.


"Bagaimana pun jug elo itu sahabat gue satu - satu nya. Dan gue nggak mau elo makin hancur Fi. Kali ini aja, tolong dengerin gue."kata Adit mencoba membujuk Rafi.


Rafi melepaskan kerah baju Adit. "Jika bukan karena elo sahabat gue, gue pastiin elo udah gue bunuh dari tadi."


"Elo masih punya hati nurani Fi, lepaskan lah mereka, mereka nggak bersalah."Kata Adit, melihat iba kepada Sandra yang sudah terlihat sangat lemah.


"Hahaha, kenapa elo jadi sangat bodoh si Dit. Dengan ada nya mereka di sini, maka itu akan mempermudah Nino untuk membunuh Adrian bodoh itu. Dan setelah Adrian meninggal gue bisa miliki Kayla dengan mudah dan elo juga bisa menikahi gadis bodoh ini."kata Rafi.


Baik Kayla atau pun Sandra sangat kaget saat Rafi menyebutkan nama Nino. yang juga terlibat dalam pekara ini.


"Apa elo lupa, kalau kak Nino jug menyukai Kayla?"tanya Adit.


"Gue nggak akan lupa itu, karena hal itu lah dia bisa dengan mudah gue pengaruhi."kata Rafi.


Satu fakta lagi yang baru di ketahui oleh Kayla, yaitu bahwa mantan bos dan kakak dari sahabat nya itu. Ternyata juga menyukai nya. Dia nggak menyangka kalau Nino yang selama ini telah dianggap nya sebagai seorang kakak laki - laki nya itu, memendam rasa kepada nya.


"Terus setelah Adrian tiada apa yang akan elo lakukan kepada Nino?"tanya Adit penasaran.


"Ya apa lagi yang bisa gue lakuin, selain membuat nya untuk menyusul sahabat nya itu."jawab Rafi santai.


Adit tampak diam, mendengar perkataan sahabat nya itu. Adit membenarkan seua ucapan Rafi, jika Nino dan Adrian tiada maka sahabat nya itu bisa memiliki Kayla dengan mudah dan sahabat nya itu akan hidup bahagia seperti apa yang selalu di idam - idam kan oleh Rafi selama ini.


"Bagaimana Dit, apa elo masih mau membantu gue?"tanya Rafi menyeringai.


Adit melihat kearah Sandra, gadis itu menggelang kan kepala nya lemah sebagai jawaban.


"Adit, gue mohon jangan!! Jangan dengerin dia!!!"Kayla berteriak.


"Diam!!!" bentak Rafi.


" Baiklah elo benar, dan dengan begini elo harus janji sama gue, elo nggak boleh lagi sedih dan menyakiti siapa pun lagi dan itu termasuk diri lo sendiri."ucap Adit.


Mata Kayla terbelalak, dia nggak menyangka bahwa Adit akan tega melakukan ini.


"Elo dan mereka akan gue ungsikan di villa yang ada di daerah terpencil. Pergilah kesana dan anak buahku akan menjaga ketat kalian. Alex juga akan berada di sana buat mastiin kalau elo nggak akan berkhinatan. Karena kalau dia sampai mengetahui bahwa elo berkhianat. Maka peluru pistol ini akan menembus jantung wanita ini."ancam Rafi mengarah kan pistol kearah Sandra.


"Percaya lah, gue nggak akan berkhinat, Dan ketika Adrian telah tiada gue yang akan jadi saksi pernikahan elo dan Kayla."kata Adit


Kayla menggelengkan kepala nya. Dia sangat kecewa dengan sikap Adit. Baru saja Adit hampir menolong nya. Tapi sekarang pria itu malah berbalik menodongkan pistol di kepala nya.


tak lama kemudian semua anak buah nya masuk, mereka berjumlah 15 orang.


"10 orang akan mnegawal mereka di desa xxx dan sisa nya akan ikut bersama gue."perintah Rafi.


"Baik tuan."Jawab mereka serempak.


"Kamu jangan coba - coba kabur apa lagi melawan karena Alex akan tinggal di sana bersama kalian. Untuk memantua gerak gerik kalian. Jika kamu nggak menurut, maka kamu akan melihat sahabat kamu ini merenggang nyawa dengan peluru yang menembus jantung nya."ancam Rafi. Kayla hanya diam dan menatap tajam kearah nya.


Mereka dibawa oleh para anak buah Rafi ke dalam mobil yang akan mengangkut mereka.


Rafi kembali ke rumah yang selama ini di tempati nya dan Adit selama ini. Masalah Kayla sudah beres, ia hanya menunggu kabar meninggal nya Adrian, lalu setelah nya ia kan segera melangsung kan pernikahan dengan gadis yang sangat di cintai nya itu.


Sebenar nya, dulu Rafi sudah mencoba untuk melupakan Kayla, namun semuanya sangat terasa berat, hidup Rafi pun terasa sangat hampa. Maka dari itu, ia putuskan untuk memperjuangkan cinta nya.


"Gue yakin, masalah Adrian tidak akan membutuh kan waktu yang lama bagi Nino."gumam nya.


~


Seminggu kemudian


Di sebuah Bar, Nino sudah melancarkan rencana nya. Sepertinya kepergian Kayla membawa dampak besar pada Adrian. Saat ini dia sedang minum di dalam Bar itu dan tentu saja di sana tidak ada Geva dan Rangga, yang ada di sana hanya Nino dan Adrian saja.


"Apa elo serius dengan keputusan elo itu Dry?"tanya Nino yang lalu meneguk minuman nya.


"Gue serius. Tidak ada yang bisa gue pertahan kan lagi dengan nya"ucap Adrian yang menuangkan minuman nya.


"Kenapa dia bisa melakukan hal ini?"tanya Nino pura - pura simpatik


"Enyahlah, gue juga nggak menyangka kalau dia lebih memilih Rafi dari pada gue. Kata nya dia cuma buat bertahan hidup doang sama gue" kata Adrian tertawa sinis.


"Sumpah gue nggak nyangka kalau Kayla setega ini ke elo. Padahal gue kira dia adalah wanita baik - baik saja. Bahlan gue udah anggap dia sebagai Adik gue."kata Nino tertunduk sedih.


"Sudah lah, gue lagi malas buat membahas tentang nya. Aku akan segera menceraikan nya dan jika bertemu di jalan, gue pastiin akan memberi nya pelajaran. andai saja membunuh orang itu, nggak di larang. Pasti hue akan langsung membunuh nya."Adrian menggelengkan kepala nya.


"O iya, gue minta pil yang elu kasih kemaren lagi."ucap Adrian.


"Kenapa? Apa elu suka?"tanya Nino tersenyum licik.


"Ya gue menyukai nya, itu bisa membuat gue jadi merasa tenang. Lagi pula gue heran dengan Alex, kemaren dia nantangin gue buat duel, tapi nggak tau kenapa tu anak tuba - tiba ngilang aja entah kemana."kata Adrian.


"Padahal gue, emang lagi pengen banget balapan."imbuh nya lagi.


Nino tersenyum, tampak nya Adruan kecanduan dengan pil yang dia berikan kemarin saat berkunjung kerumah nya.


"Jelas saja dia menghilang bodoh, sudah jelas kalau yang akan menghabisi elo itu gue."batin Nino melihat Adrian.


~•••~