
Adrian masuk kedalam ruangan Kayla dengan membanting pintu ditambah dengan ekspresi cemberut.
"Kenapa kamu membanting pintu? Itu bisa mengganggu ketenangan pasien lain."katw Kayla
"Iya maaf, tapi aku nggak peduli dengan itu.Ayo cepat kata kan tadi dia melihat ini mu kan?" tanya nya dengan melihat ke dada Kayla.
Kayla hanya tersenyum, saat mendengar pertanyaan suami nya. Dan belum sempat dia menjawab, Adrian sudah kembali berbicara.
"Kenapa kamu malah tersenyum? Jadi apakah..." Belum sempat Adrian menyelesaikan kalimat nya Kayla sudah menya ucapan suaminya itu.
"Nggak kol, dia tidak menyentuh itu sama sekali. Jika dia melakukan itu, pasti aku sudah meneriakimu." kata Kayla.
Adrian terlihat begitu bahagia saat mendengar apa yang dikatakan oleh Kayla, dengan segera dia mengambil sebuah kursi kecil dan duduk di samping istrinya itu.
" ingat lain kali, kalau mau kemana-mana Katakan padaku kau mengerti?!" dengan nada yang terdengar penuh penekanan.
"Iya aku mengerti."jawab Kayla, dengan senyum kecil di wajah nya
Adrian mengernyitkan dahinya, Iya menatap heran istrinya yang terus menatapnya Seraya tersenyum.
" Kenapa kamu terus menatapku seperti itu? Apakah ada yang lucu?" tanya Adrian.
"Aku pikir aku nggak akan ketemu lagi sama kamu. Jujur aku sangat merindukan mu.." ucap Kayla menatap Adrian
tubuh Adrian membeku seketika, dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Kayla kepadanya. dan terselip rasa bahagia di sana, saat Kayla mengucapkan kata merindukannya.
"Hahaha...Kamu sudah pandai menggombal ya sekarang." kata Adrian tertawa.
"Nggak siapa yang gombal Aku serius. Aku sungguh sangat merindukanmu, apalagi di saat aku berada di bawah kaki Bukit waktu itu, hanya dirimu lah yang selalu kuingat." jawab Kayla dengan senyum kecil menatap Adrian
"Kemarilah, jika kamu benar sabgat merindukan. biar aku memelukmu."kata Adrian.
"Aku tidak bisa bangun sayang, bukankah aku sedang sakit."kata Kayla.
"O iya aku lupa."
Adrian bangun dari duduk nya dan berbaring di samping Kayla
"Kalau begitu, biar aku saja yang memeluk mu."Dengan mendekap yubuh istri nya,yng membuat Kayla hanya tersenyum, saat berada du dalam pelukan laki - laki itu.
Adrian terus memeluk tubuh istri nya begitu mesra. dan tangan nya juga tak henti - henti nya mengerayangi tubuh Kayla, yang sudah serasa candu bagi nya.
"Sayang, ingat kita sedang berada di rumah sakit. Lagi pula, tubuh ku masih lemah. Tolong jangan berbuat macam - maca." seru Kayla, ya g merasa risih dengan kelakuan suaminya yang suka lupa tempat.
"Aku hanya menyentuh nya sedikir saja, lagi pula tidak akan ada yang melihat dan masuk kedalam ruangan ini dan bukan kah dokter mesum itu sudah selesai memeriksa dirimu."jawab Adrian yang terdengar sedikit kesal karena kegiatan nya terhenti.
"Tapi sya g" dengan kekeh Kayla ingin menolak, saat tangan Adrian kembali menelusup kedalam bajunya dan tak bisa di pungkiri dia pun menikmati nya juga. Adrian mulai.meenlusuri leher istri nya, seraya menggigit kecil telinga Kayla, dan membisikkan sesuatu di sana.
"Saat kamu keluar nanti kita akan langsung pergi honeymoon" bisik nya.
"I...Iya sayang, tapo bukan kah aku harus beristirahat dulu,agar tenaga ku dapat cepat pulih. Jadi kita nggak bisa langsung pergi honeymoon"Jawab Kayla, denga. berusaha menjauhkan lehernya dari bibir suami nya.
"Ibu," Seru Kayla dengan langsung membenahi baju pasien nya, yang sudah sedikit terbuka akibat kenakalan tangan suami nya.
"Bu Tika, kapan ibu datang? Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Adrian dengan raut wajah yang terlihat kesal, saat wanita paruh baya itu mengganggu ke senangan nya.
Dengan posisi berbalik, bu Tika menjawab apa yang di tanya kan menantu nya.
"Maafkan aku menantu,tapi aku sama sekali tidak melihat apa - apa," sangkal nya dengan senyuman yang nyaris tak terlihat, akibat memergoki kemesraan anak dan juga menantu nya.
Walaupun menahan mali, Kayla tetap berusaha untuk bersikap biasa - biasa saja, karena dia tahu papa nya berbohong kalau tidak melihat apa - apa.
Sementara Adrian tampak santai,seolah tidak terjadi apa - apa. Adrian beranjak dari ranjang, dan duduk di sebuah kursi yang terletak di sudut ruangan, agar memberi ruang buat ibu dan anak mertuanya itu.
"Ibu kemari lah. Apa ibu tidak merindukan Kay?" berpura - berpura bertanya, agar dapat menghilangkan sesuana canggung.
Bu Tika membalikkan badan nya, dan dengan senyuman di wajahnya dia segera menghampiri Kayla.
"Bagaimana kabarmu, anakku? Ibu kira kita tidak akan bertemu lagi." kata bu Tika dengan raut wajah yang terlihat sendu, seraya menduduki sebuah kursi kecil di samping ranjang anak nya.
"Aku baik - baik saja bu, ibu jangan terlalu mengkhawatir kan keadaan Kay. Ibu kan tau sediri Kalau Kay ini anak yang kuat." jawab kayla, tersenyum.
"apakah ada yang masih sakit? Katakan pada ibu." Tanya Bu Tika, denga. raut wajah yang terlihat begitu khawatir.
"Tidak perlu mengkhawatir kan Kay bu, tapi terima kasih karena sudah khawatir sama Kay."seru Kayla saat melihat ke khawatiran ayah nya yang tampak berlebihan
"Jangan pernah membuat Ibu khawatir lagi, Kay. Kamu mengertikan putri ku." kata ibu Tika membelai lembut rambut Kayla, dengan tatapan penuh kasih sayang.
"iya bu, maaf ya . Kalau Kay, udah bikin ibu khawatir.
Bu Tika mengalihkan pandangan nya dari Kayla ke arah Adrian. Dia melihat kalau Adrian sedang menatap mereka berdua, dari tatapan itu bu Tika tau kalau sekarang Adrian sudah bisa menerima dan mwncintai Kayla.
"Terima kasih juga menantu ku, karena kamu sudah menjaga putri ku dengan baik. Aku semakin yakin kalau aku tidak salah sudah merestui pernikahan anakku dengan mu" ucap Bu Tika dengan senyuman kecil menatapa menantu nya .
Adrian menanggapai ucapan mertua nya itu hanya dengan sebuah senyuman.
"Iya bu, aku juga berterima kasih karena berkat ibu dan mama aku bisa mengenal dan mendapatkan wanita dan istri sebaik Kayla, iya kan sayang."jawab Adrian dengan senyumn, menatap Kayla.
"Iya," jawab Kayla dengan tersenyum.
"Apakah sudah ada tanda - ta da?" tanya bu Tika,tiba - tiba.
Kayla mengernyitkan dahinya saat mendengar apa yang di katakan oleh ibu nya itu.
"Maksud ibu apa? Kay nggak ngerti?"tanya Kayla dengan raut wajah yang terlihat bingung.
~•••~
Jangan lupa like dan komen nya ya guys, kalau.ada vote nya juga boleh😉