
"Bismillahirohmanirrohim..."
"Saya nikahkan engkau saudara Muhammad Adrian Malik dengan Mikayla Anggraini dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap penghulu
"Saya terima nikah dan kawinnya Mikayla Anggraini dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut di bayar tunai." seru Adrian lantang dan tanpa melakukan kesalahan sedikit pun dalam pengucapanya.
"Bagaimana para saksi?....." tanya pak penghulu.
"Sahhhhhh...." jawab mereka bersama.
"Alhamdulillah..." ucap mereka semua....
"Selamat ya nak, kamu bener - bener anaknya papa , sedikit pun kamu gak ada melakukan kesalahan atau pun sekedar grogi pun tidak" ucap Bagas bangga
Adrian hanya tersenyum menanggapi ucapan papanya itu, ia melirik kearah Kayla yang sedang termenung di sampingnya.
"Ehemmm..." Deheman Adrin membuyarkan lamunan Kayla, dia mengulurkan tangannya untuk kepada Kayla. Kayla menyalami tangan Adrian lalu menciumnya, merek melkukan proses pernikahan sesuai adat dan agama. Setelah semua selesai kini para perawat dan pak penghulu pun pergi meniggalkan ruang rawat Anita.
"Terima kasih ya untuk semuanya..." ucap Bagas mengatar para perawat dan penghulu itu keluar.
"Gue haus pengen minum..." ucap Adrian pelan kepada Kayla.
"Yaudah ambil aja..." jawab Kayla cuek.
Adrian menatapa Kayla." Elu kan istri gue jadi, sudah sepantasnya seorang istri itu melayani suaminya." jelas Adrian.
"Bodoh amat..." jawab Kayla cuek.
" Yaudah gue minta ambilkan sama mertua gue aja..." ucap Adrian hendak berdiri, namun di tahan oleh Kayla.
"Yaudah gue ambilin... Menyebalkan.." balas Kayla berdiri dan berjalan ke samping ranjang Anita.
"Ada apa sayang?...." tanya Tika yang sedang mengobrol dengan Anita.
"Cuma ambil minum aja bu.." jawab Kayla, menuangkan air kedalam gelas kosong
"Kay, kembali ke sofa dulu ya bu, tan" ucap Kayla.
"Mama sayang, bukan tante lagi. Kamu kan sekarang sudah jadi anaknya mama.." ucap Anita.
"Eh iya ma..." balas Kayla.
Kayla pun berlalu pergi meninggalkan dua wanita paruh baya itu dan kembali ke sofa di mana suaminya duduk.
"Nah minum lah..." Kayla mengulurkan segelas air kepada Adrian.
"Thanks.." ucap Adrian menerima gelas tersebut. Kayla pun mendudukkan dirinya di samping Adrian.
"Nah..." Adrian memberikan kembali gelas kosong kepada Kayla.
"Apa lagi?..." tanya Kayla
"Taruh di atas meja!!" suruh Adrian
"Elu yang benar aja, mejanya ada di dengkul elu tuh, jadi ltaruh sendiri..." ujar Kayla geram.
"Tapi elu kan..." Kayla merebut gelas itu, kemudian di letaknya di atas meja yang ada di depanya.
"Hufffhhh... Baru beberapa menit jadi istrinya udah di buat kesal, gimana gue bisa hidup sama orang kaya tuh cowok, bisa - bisa mati mada ni gue" keluh Kayla dalam hati.
"Katanya pura - pura, tapi nyatanya, ya tuhan..." keluhnya lagi.
Hari semakin malam, Kayla sudah sangat lelah. Ia dudah tidak sabar untuk bertemu dengan kasurnya. Kayla pun berdiri dan menghampiri ibunya dan mengajaknya pulang.
"Bu, kita pulang yuk, udah malam banget ini." ajak Kayla.
"Kok cepat banget Kay, nanti aja bentar lagi."seru Anita.
"Besok Kayla harus sekolah tan eh ma, takut besok telat bangun." balasKayla.
"Yaudah bu, kita pamit dulu ya. Pembicaraan yang tadi kita diskusikan lagi nanti."seru bu Tika.
"Baiklah hati - hati.." ucap Anita. Kayla pun menyalami tangan Anita.
Anita melihat kearah anaknya yang asih anteng duduk sambil memainkan ponselnya.
"Adrian.." panggil Anita
"Iya mah, ada apa?" tanya Adrian mendongakkan kepalanya.
"Kamu inilah selalu saja asik sama ponsel." seru Anita.
"Sorry mom, ada apa mama manggil Adrian?" tanya Adrian.
"Terus?...." tanya Adrian
"Kok masih pake nanya, kamu juga pulang lah sama mereka!" suruh Anita.
"Pulang kemana?" tanya Adrian mengernyitkan dahinya.
"Ya kepanti lah, emang kemana lagi." ucap Anita.
"Lah kenapa harus kesana?" tanya Adrian sedikit keberatan.
"Iya malam ini kamu tidur di sana, besok baru kamu bawah Kayla pindah kerumah kita." ucap Anita.
"Maaf tante eh mama, kenapa Kay harus tinggal sama Kalian, apa tidak bisakah Kay tetap tinggal di panti saja." sela Kayla
"Sayang tidak bisa begitu, sekarang kamu kan udah jadi istrinya Adrian, itu berarti kamu sudah bagian dari keluarga Malik. Jadi kamu harus mengikuti di mana Adrian tinggal." jelas Anita.
"Tapi Kay, maunya tetap tinggal di panti mah.." protes Kayla.
"Kita bicarakan nanti saja ya Kay, sekarang kita pulang aja dulu biar kamu bisa istirahat." seru bu Tika menyentuh lengan Kayla. Kayla pun mengangguk mengerti
"Yaudah kalau begitu kami pamit dulu ya .." ucap Tika
"Kay pulang dulu ya ma.." pamit Kayla menyalami dan memeluk Anita.
"Makasih ya sayang.." bisik Anita di telingan Kayla, Kayla tidak menggapinya.
"Pak Bagas eh papa mana mah?" tanya Kayla.
"Tadi katanya si keluar mengantarkan penghulu, gak tau deh kalau sekarang, mungkin ke kantin rumah sakit." ucap Anita.
"Nanti biar mama yang kasih tahu ke papa kalau kalian pulang." imbuhnya.
"Baiklah lah ma, kalau gitu kita pergi dulu" pamit Kayla.
Kayla dan bu Tika pun berlalu pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Adrian masih diam duduk di sofa.
"Adrian, kamu apalagi cepat susul mereka!" suruh Anita.
"Tapi mah..."
"Gak ada tapi - tapi, cepat!!" tegs Anita. Dengan terpaksa Adrian pun menyusul Kayla dan bu Tika.
Sesampainya di loby rumah sakit, Adrian melihat Kayla sedang memesan taxi online.
"Ngapain mesan taxi? Gue bawa mobil kok, tunggu di depan, gue ambil mobil dulu!" ucap Adrian, tanpa menunggu balasan dari Kayla, Adrian berlalu begitu saja.
Kayla menatap kearah bu Tika. " Ibu lihatkan kelakuan dia gimana, menyebalkan.." sungut Kayla.
"Yang sabar ya nak." ucap bu Tika mengusap punggung Kayla.
Tiiiiiitt....
Tak lama terdengar suara klakson mobil, Kayla dan bu Tika menoleh kedepan .
"Ayo bu, itu dia udah nyampe." ajak Kayla.
"Udah di suruh tunggu di depan, masih aja berdiri di situ." gerutu Adrian saat melihat Kayla dan ibunya berjalan menghampirinya.
Kayla membuka pintu belakang untuk ibunya dan ia pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping sang ibu.
Adrian menoleh kebelakang, menatap Kayla.
"Apa? Ayo jalan, tunggu apa lagi." ujar Kayla.
"Elu kira gue supir, pindah kedepan!!" suruh Adrian.
"Udah cepatan aja, depan belakang sama aja." balas Kayla.
"Yaudah kalau gitu, kita gini aja terus" seru Adrian memutar kembali tubuhnya
"Udahlah Kay, cepat pindah depan!! Biar kita cepat nyampenya.."ucap bu Tika.
"Hais... menyebalkan "sungut Kayla, ia pun turun dan pindah ke bangku depan.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜