
"Hei gembel!"
Kayla menoleh ke sumber suara dan melihat Sinta and the gengs.
"Manggil gue?" tanya Kayla menunjuk dirinya.
"Emang siapa lagi yang gembel di sini kecuali elo.." seru Sinta dengan nada merendahkan.
"Huft... Ada apa? " tanya Kayla mendekati Sinta.
Sinta menatap Kayla seolah, Kayla hanyalah seonggok sampah yang sedang menghalangi jalannya.
"Gue peringatkan ya sama elu, jangan pernah main - main sama gue!" kata Sinta
"Maksudnya?.." tanya Kayla menatap Sinta bingung.
"Ini peringatan pertama dan terakhir buat elu, !.." kata Sinta berlalu pergi tanpa ada penjelasan maksud dari ucapannya tadi.
"Apaan sih? Aneh banget, gak jelas.." seru Kayla, ia melanjutkan langkahnya untuk ke kelas.
"Kaylaaaaa..." teriak Sandra saat melihat Kayla berjalan di pintu kelas.
Sandra dengan cepat berlari dan menghambur memeluk sahabatnya itu.
"Aw... San, ngap gue susah napas.." kata Kayla berusaha melepaskan pelukan Sandra.
"Hehe... Sorry, elu tahu gue khawatir banget sama elu kemaren." seru Sandra melepaskan pelukannya.
"Makasih ya udah khawatir." kata Kayla.
"Kok bisa si Kay, elu sampai terkurung di sana dan itu gue yakin ada yang sengaja mau ngerjain elu" ucap Sandra.
Kayla mengiring Sandra untuk duduk di bangku mereka.
"Gue juga nggak tau,.." ucap Kayla
"Ini nggak bisa di biarin Kay, kita harus cari tahu siapa pelakunya dan apa sebenarnya tujuan dia ngelakuin itu ke elu."kata Sandra.
"Biarin aja lah, ntar kalau capek pasti berhenti sendiri, lagian kita gak lama juga di sini, bentar lagi kan kita cabut juga dari sini" balas Kayla yang malas mencari masalah dengan siapa pun.
"Eh mana bisa gitu Kay, meskipun kita sehari lagi di sini tapi kalau ada yang ganggu kita, masa kita diam aja, udah elu tenang aja kita main halus kok" ujar Sandra tersenyum kepada Kayla.
"Serah elu aja .." balas Kayla menatap sahabatnya itu.
~
Bel istirahat telah berbunyi, semua siswa kelas IPA satu tepatnya kelas Kayla sudah berhamburan keluar kelas, hanya ada dua orang yang tersisa di dalam kelas tersebut. Tak lain adalah Kayla dan Sandra.
Sandra sudah sangat penasaran dengan apa yang akan dibicaran oleh Kayla
"Cepetan Kay, ntar kita nggak sempat makan kalau elu kelamaan bengongnya" seru Sandra saat melihat Kayla hanya diam.
Kayla melihat sekitar memastikan hanya ada mereka berdua di dalam kelas tersebut.
"San, elu udah tau kan kalau gue udah nikah?" tanya Kayla dan Sandra mengangguk mengiyakan.
"Tapi elu belum cerita sama siapa eku nikah.." Kata Sandra
"San em... Elu jangan kaget ya sebanarnya... sebenarnya gue nikah sama kak Adrian.." belum sempat Kayla meyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Sandra
"Adrian? Jangan bilang Adrian Malik sahabatnya kakak gue?" tebak Sandra dan Kayla mengiyakan hal itu.
"Apa?! Elu jangan becanda kan?"Sandra merasa sahabatnya itu sedang bercanda.
"Gak lucu ah candaannya.." tambah Sandra
"Gue serius, sebenarnya gue mau kasih tau elu dari kemaren - kemaren tapi gue lupa makanya gue kasih tahu sekarang biar nanti elu nggak kaget pas tau." kata Kayla.
"Kay..." Sandra masih belum percaya dengan ucapan sahabatnya itu.
"Gue serius, apa elu gak lihat bagaimana keseriusan gue, apa gue telihat seperti sedang becanda? nggak kan?" tanya Kayla meyakinkan
Sandra meneliti raut wajah Kayla,benar sahabatnya sedang serius dan tidak terlihat sedang becanda.
"Jadi, kak Adrian beneran yang jadi suami elu?" tanya Sandra dan Kayla mengangguk mengiyakan.
"Iya gue tahu dan dia juga udah ngenalin dia ke gue." balas Kayla
"What? Terus gimana tu reaksinya si Lolypop itu?" tanya Sandra.
"Loly San, bukan Lolypop suka banget ganti nama anak orang seenaknya"kata Kayla, dia selalu protes jika sahabatnya itu memberi julukan kepada seseorang.
"Biarin ajalah Kay, emang namanya lolypop Kok. Ayo ceritakan gimana reaksi dia saat tau kalau kekasihnya itu udah nikah smaa elu desak Sandra.
"Dia belum tau kalau gue sama Adrian itu suami istri, tapi dia taunya gue ini sepupunya Adrian" balas Kayla.
"What? ****** banget tu si Kak Adrian.." ucap Sandra kesal mendengar ucaoan Kayla.
"Terus elu diam aja dikenalin seperti itu?.." tanya Sandra.
"Mau gimana lagi, gue malas ribut lagian gue juga biasa aja sama si dia" balas Kayla.
"Tapi seenggaknya dia harus ngehargai elu sebagai istrinya." uar Sandra.
"Gue nggak mau berharap San, gue takut ntar gue yang jadi korban,mending gue jalani aja semuanya seperti air yang mengalir." ujar Kayla, Sandra menatap sahabatnya itu, lalu merengkuh tubuh Kayla kedalam pelukannya, Sandra sangat mengerti bagaimana perasaaan Kayla saat ini.
"Tapi Kay,bukannya dulu elu bilang kalau suami elu itu jelek banget ya.." ujar Sandra melepas pelukkannya, Kayla tersenyum menatap Sandra.
"Karna gue gak suka sama dia dan elu taukan gimana dia dan gaya pacarannya sama kak Loly itu dan gue gak suka banget akan hal ity" kata Kayla.
"Aigoo... Menyedihkan banget hidup mu nak, nak.." seru Sandra mengusap pelan kepala Kayla.
"Yaudah yuk ke kantin, gue jadi laper setelah cerita semuanya ke elu" ajak Kayla
Llau dia berdiri dari kursi yang ia duduku dan berjalan keluar kelas di ikuti oleh Sandra.
"Kay, terus elu.." ucapa Sandra dinpotong langsung menoleh Kayla, karena Kayla tahu pasti Sandra masih ingin membahas masalah hubungan nya dengan Adrian.
"Kaan - kapan gue jelasin lagi, sekarang kita ke kantin dulu." putus Kayla tanpa meminta pendapat Sandra.
Sesampainya di kantin Sandra memesan makanan dan Kayla duduk di meja yang masih kosong, dia menunggu Sandra kembali.
"Nih bakso pesanan elu, dan ini bakso hue.." Sandra meletakkan semangkuk bakso di depan Kayla.
"Minumnya mana?" tanya Kayla.
"Itu lagi di buatkan, bentar lagi juga nyampe." balas Sandra.
"Liatin apa sih? Ayo makan San, sepuluh menit lahi bel masuj." ucap Kayla lagi, karena Sandra hanya diam tak menyentuh makanannya.
"Kay, lihat deh. Elu ngerasa nggak kalau mereka dari tadi memperhatikan kita mulu." Sandra menunjuk obejk yang sejak tadi dia perhatika dengan ekor matanya.
Kayla mengikuti arah Mata Sandra, lalu dia mengernyitkan dahinya." Abaikan saja." kata Kayla saat melihat apa yang di maksud oleh sahabatnya itu
"Elu gak merasa aneh?" tanya Sandra.
"Aneh sih, tapi gue malas ngurusin hal yang begituan" balas Kayla.
"Ayo cepat makan, ntar keburu bel masuk" imbuh Kayla.
~
Jam pulang pun sudah berbunyi lima menit yang lalu, Kayla sedang mengemas alat tulisnya, karena dia baru saja menyelesaikan catatannya
"Eh Kay, pulang bareng gue aja ya, hari ini gue sekalian pengen ke cafe kak Nino." pinta Sandra pada Kayla.
"Iya.." jawab Kayla.
"Kay, akhir - akhir ini kenapa ya gue kayaknya sering deh liat elu dekat sama Ravi? Kalian ada something ya?" tanya Sandra.
"Nggak kok Kita cuma teman gitu aja,"
"O iya gue belum cerita ya sama elu, soal Ravi..." imbuh Kayla.
"Belum.." jawab Sandra singkat.
"Yaudah ntar gue ceritain, yuk" kata Kayla berdiri.