
"Menyebal kan, pagi - pagi udah bikin emosi aja"Ujar Kayla beranjak dari kasurnya dan berjalan mengambil handuk dan saat ia hendak membuka pintu, suara Adrian pun menghentikannya.
"Tunggu!!!!" Kayla menoleh ke belakang.
"Apa lagi?" tanya Kayla.
"Elu mau kemana?" tanya Adrian
"Ke kamar mandi..." jawab Kayla
"Gue duluan... Gue mau pipis." ucap Adrian langsung menyelonong membuka pintu dan mendahului Kayla.
"Dasar menyebalkan, yaudah gue langsung ke dapur aja kalau gitu." ujar Kayla berlalu pergi ke dapur.
"Selamat pagi ibu..." sapa Kayla saat melihat ibunya sedang membuat adonan.
"Pagi Kay, kamu udah bangun?" tanya bu Tika.
"Udah bu, sini biar Kay yang lanjutin..." kata Kayla.
"Tidak usah Kay, mending kamu menyiapkan sarapan untuk suamimu." seru bu Tika.
"Tidak usah bu, nanti sarapannya biar sama anak - anak yang lainnya saja. Gak usah pake istimewa - ismewain segala, biar dia tahu bagaimana rasanya jadi orang susah." tutur Kayla.
"Tapi Kay..."
"Udah ibu tenang aja, semuanya biar Kay yang urus." ucapnya meyakinkan bu Tika.
"Yaudah terserah kamu saja, "bu Tika hanya bisa pasrah, karena dia merasa percuma jika berdebat dengan Kayla.
"Bu, apa gak bisa ya, Kay tetap tinggal di sini aja. Kay gak mau pindah" ucap Kayla sembari mengaduk Adonan.
Bu Tika menatap Kayla." Kay, memang sudah seharusnya seorang istri itu mengikuti suaminya" balas bu Tika.
"Tapi Kay, gak akan bisa jauh dari ibu dan yang lain" ucap Kayla dengan suara yang bergetar, ia menundukkan wajahnya berusaha untuk menyembunyikan wajahnya.
Bu Tika menghampiri anaknya, di rengkunya tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
"Kamu pasti bisa nak, ibu percaya kalau kamu bisa. Lagi pula ibu juga sudah mengatakan kepada bu Anita bawah dia akan mengisin kanmu untuk menginap di panti saat akhir pekan,tapi.." bu Tika menghentikan ucapannya.
"Tapi apa bu?" tanya Kayla mentap wajah ibunya.
"Tapi kamu harus bersama nak Adrian" lanjutnya.
"Mana seru kalau ada dia bu." protes Kayla.
"Ya terserah kamu saja, kalau tidak mau ya sudah berarti kamu tidak akan di perbolehkan kemari" ujar bu Tika.
"Ya sudah, jangan mewek - mewek terus, yuk lanjut bikin kue nya. Ntar kamu telat lagi." kata bu Tika.
Kayla mengangguk dan tersenyum kearah ibunya. Dengan semangat Kayla kembali membuat kue - kue dagangannya.
Pukul enam Kayla kembali ke kamarnya untuk bersiap - bersiap ke sekolah.
Ceklek
Kayla masuk kedalam kamar, ia menoleh kearah tempat tidur dan di sana ia melihat Adrian yang masih pulas akan tidurnya.
"Dasar kebo, jam segini masih aja tidur" gumam Kayla, ia mengambil handuk dan seragam sekolahnya lalu ia berlalu pergi ke kamar mandi.
Sekitar sepuluh menit Kayla telah.selesai mandi dan juga telh memakai pakaian seragamnya, ia kembali ke kamar untuk membenah dirinya agar terlihat rapi.
"Ini orang enak banget ya, jam segini masih tidur"ucap Kayla berdiri di samping tempat tidur.
"Bodo ah, mending gue pergi aja dari pada ketemu sama dia bikin gula darah naik terus. Mending gue cabut..." ujar Kayla, beranjak pergi dari kamar.
"Hhhhmmmmm...." Adrian menggeliat sembari merenggangkan otot - ototnya, lalu ia beranjak duduk
"Ini di mana?" gumamnya saat melihat kesekeliling ruangan.
"O iya gue kan lagi nginap di panti." ucapnya
"Ini udah jam berapa sih? "Adrian mengambil ponselnya yang tergeletak di bawah bantal.
"Pukul enam lewat dua puluh, masih terlalu pagil ujar nya,ia kembali membaringkan tubuhnya.
"Cewek itu mana ya, apa dia tidak sekolah, jam segini masih belum bersiap - siap.." ucapnya sambil terus menelusuri isi kamar yang terlihat sangat sederhana itu.
"Tapi kok tasnya idah gak ada.... Aish dia udah berangkat..." serunya, dengan cepat Adrian beranjak dari tidurnya dan berlari keluar mencari keberadaan Kayla.
"Bisa gawat kalau gie gak ngantar dia." ucapnya.
'Besok kamu harus antar Kayla ke sekolah, karna dia pasti leleh menjalani hari ini dan dia juga kurang beristirahat dan semua itu karna mama. ' Adrian masih mengingat pesan mamanya saat ia berpamitan tadi malam.
"Gue gak mau kehilangan motor gue.." gumamnya.
Saat Adrian hendak melewati ruang tamu dia bertemu dengan bu Tika.
"Bu..." panggil Adrian. Tika pun menghentikan langkah, ia melihat kearah Adrian sambil mengernyitkan dahinya.
"Iya nak ada apa? Kamu kenapa keliatan panik gitu?" tanya bu Tika.
"Ibu liat Kayla gak?" tanya Adrian, mengabaikan pertanyaan bi Tika.
"Kayla lagi sarapan di ruang makan" jawab bu Tika.
"Oke makasih bu.." ucap Adrian berlalu begitu saja.
Bu Tika menggelengkan kepalanya saat Adrian pergi begitu saja.
Dengan langkah yang sedikit besar Adrian menghampiri Kayla yang saat itu sedang menikmati sarapannya dengan anak - anak penti lainnya.
"Hei cewek aneh..." panggil Adrian berdiri di sebelah Kayla. Kayla menoleh kearah Adrian
"Apa?" tanya nya cuek.
"Kak, kakak itu siapa?" bisik sheila.
"Dia teman kakak, dan tadi malam di menginap disini" jawab Kayla sambil tersenyum.
"Tampan ya..."bisiknya sambil menatap Adrian genit
Kayla menyentil dahi adik kecilnya itu pelan.
"Aww.." keluh Sheila.
"Kakak sakit.."Sheila mengusap dahinya.
"Siapa suruh genit, anak kecil itu harus banyak belajar bukan kegenitan seperti itu.
"Aish..." Sheila dengan kesal kembali memakan sarapannya.
"Eh kak Adrian, sini kak duduk kita sarapan bareng." panggil Ravi. Adrian menoleh kearah Reno dan tersenyum.
"Tidak usah kakak lagi gak selerah makan." tolak Adrian.
" Oh oke" balas Reno kembali melanjutkan sarapannya.
"Reno kok bisa seperti akrab banget sama dia"pikir Kayla.
"Elu udah siapkan sarapannya, kalau gitu ayo. Gue mau cepat!" ucap Adrian saat melihat sarapan Kayla sudah habis.
"Tunggu!" kata Kayla.
"Adek - adek, kakak pergi dulu ya." seru Kayla.
Seketika semua anak - anak pun berbaris di depan Kayla. Adrian menatapnya dengan heran.
"Ada apa ini?" pokir Adrian bingung.
"Kak cium dulu" kata Sheila
Kayla tersenyum mendengar ucapan adik kecil nya itu.
"Yaudah ayo sini" Kayla pun mencium satu persatu adik - adiknya. Adrian tersenyum melihat kehangatan yang di berikan oleh Kayla kepada anak - anak panti lainnya.
"Luar biasa" gumamnya.
Setalah selesai mencium semua anak panti Kayla dan Adrian pun berlalu pergi meninggalkan panti. Sebelum ke sekolah Kayla meminta kepada Adrian untuk mengantarkan kue - kuenya terlebih dahulu.
"Udah cepatan turun!" perintah Adrian, saat ia memberhentikan mobilnya i depan gerbang sekolah Kayla.
"Tanpa di minta pun gue juga bakalan keluar.." saut Kayla. Dengan kesal ia keluar dan membanting pintu mobil Adrian.
"Dasar cewek Aneh..." ucap Adrian kesal.
Kayla dengan kesal berjalan memasuki sekolahnya.
"Siapa yang mengantar Kayla...?" gumam seseorang yang memperhatikan Kayla dari kejauhan.
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜