
Sepanjang perjalanan menuju rumah Adrian terus menggenggam erat tangan Kayla. Rasanya begitu bahagia malam ini, benar-benar bahagia.
Sesampainya di rumah,,,
"Kayla mau tidur sendiri apa ditemenin?" tanya Adrian saat mengantar Kayla ke depan pintu kamarnya.
"Ini ada teman baru" Kayla menunjukkan boneka pemberian Adrian dan tersenyum begitu manis.
"Berarti Kakak dong yang tidur sendirian, boleh nggak kakak ikut tidur di kamar Kayla??" tanya nya Sambil mengayun-ayunkan tangan Kayla.
Wajah kayla langsung bersemu merah dan dia tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban tanpa suara.
Adrian pun ikut masuk ke kamar Kayla dan tidur bersamanya meski di tengah-tengah mereka ada wanita besar sebagai pembatas, itu bukan masalah besar untuk Adrian.
Yang terpenting baginya untuk saat ini adalah dia bisa menghabiskan waktu bersama Kayla malam ini.
~
Pagi hari yang dingin, sejuk membuat siapa saja yang merasakan pasti ingin kembali menarik selimut dan melanjutkan tidurnya.
Tapi tidak untuk Adrian, dia terbangun saat merasakan ada seseorang yang mengeratkan badan di pelukan nya.
Adrian tersenyum saat melihat Kayla yang sudah menenggelam kan kepala nya di dada bidang nya dan memeluk nya begitu protektif seperti menganggap Adrian adalah sebuah guling kesayangan nya.
Adrian yang jahil kemudian mencubit hidung Kayla dan membangunkan nya.
"Hey putri tidur, bangun!!" kata Adrian
"Awww sakitt" Kayla mengusap - usap hidung nya dan perlahan membuka mata nya.
"Mau sampai kapan pelukan nya?"goda Adrian.
"Ehh maaf kak" Kayla menurunkan kaki nya dan mencari boneka yang ternyata boneka itu sudah terjatuh di.bawah ranjang.
"Mandi yuk"ajak Adrian
"Nanti aja, dingin, aku mau lanjut tidur dulu bentar. Kamu mandi aja duluan." balas Kayla.
"Nggak mau, aku maunya kita mandi bareng.." kata Adrian
"Yang benar saja, aku bisa beku kalau mandi sekarang.." seru.Kayla menatap Adrian.
"Ayolah!!" mohon Adrian.
"Nggak mau, dingin banget sumpah, mandi lah sendiri, biasanya kan juga mandi sendiri, kenapa sekarang jadi manja banget sih.." ujar Kayla
"Emang salah ya manja sama istri sendiri." kata Adrian memegang pipi Kayla
Deg!
Kayla tertegun saat Adrian mengucapkan kata istri sendiri,
"Kenapa?" tanya Adrian yang melihat ekspresi kaget Kayla.
"Bukan apa - apa, tapi aku beneran gak mau mandi loh, dingin banget." ucap Kayla.
"Baiklah, kalau gitu sebagai gantinya, kamu cium aku ." suruh Adrian
"Huh, apaan sih, gak ah aneh banget.." tolak Kayla, jantung nya sekarang sudah sangat tidak bersahabat dengan nya, sedari tadi setiap kali mendengarkan ucapan Adrian jantungn nya pasti akan berdegup kencang.
"Yaudah, kalau gitu kita mandi bareng!" Adrian bersiap - siap hendak mengendong Kayla.
"Oke, oke, oke" teriak Kayla
"Tapi di pipi ya.." katanya.
"Hmmm..... Baiklah"
"Kamu tutup mata dulu!" suruh Kayla.
"Kenapa harus tutup mata, aku aja cium kamu pas buka mata semua gak ada yang tutup mata." kata nya ptotes.
"Banyak omong." Kayla menarik tengkuk Adrian dan mencium pipi suaminya itu sekilas.
"Udah kan, sekarang pergi lah!" seru Kayla.
"Kayak nya kamu belum juga pandai dalam hal berciuman padahal aku sudah sering mengajarkannya." kata Adrian.
"Maksud..."
Kayla tidak bisa melanjutkan ucapannya karena, Adrian sudah membungkam bibir Kayla dengan bibir nya. Kayla yang awalnya sangat kaget tapi lama ke lamaan ia pun mampu mengimbangi Adrian.
Kayla menepuk bahu Adrian saat di rasanya sudah sesak napas,, Adrian pun dengan terpaksa melepaskan pagutannya.
"Ini baru namanya ciuman" seru Adrian menatap Kayla yang sibuk menghirup udara.
"Gila, apa kau ingin membunuh ku?" tanya Kayla
Kayla langsung bersemu merah saat mendengar ucapan Adrian yang mengatakan bibir nya memabuk kan nya.
~
Di kediaman Wijaya, terlihat Nino dan Sandra sedang menikmati sarapan mereka.
"San, elu sama Kayla masih temenan?" tanya Nino.
"Masih lah, kenapa emang?" tanya Sandra balik.
"Nggak gue perhatiin kalian udah jarang banget ke cafe bareng,.."kata Nino
"Iya, akhir - akhir ini Kayla sibuk ngurusin Sua... uhuk uhuk anak - anak panti." Sandra hampir saja keceplosan mengatakan kalau Kayla sudah memiliki suami .
"Nah minumlah, makannya telan dulu makanannya baru ngomong." Nino mengulurkan segelas air putih ke adiknya itu
Sandra menerima gelas itu dan langsung meneguk air itu."Lagi kakak juga sih, udah jelas aku lagi makan malah di ajakin ngobrol." seru Sandra tak terima di yang di salahkan.
"Sorry - sorry,"ucap Nino.
"Dek, si Kayla udah punya pacar belum?" tanya Nino
"Belum, kenapa?" tanya Sandra mengernyitkan dahinya,
"Dia gak punya pacar tapi punya SUAMI, lagian kak Nino kenapa sih nanyain Kayla mulu?" batin Sandra.
"Nggak cuma nanya doang, yaudah kakak mau ke cafe dulu ya, bye" kata Nino beranjak pergi meninggalkan Sandra yang penuh tanda tanya.
"Dasar aneh." ujar Sandra melanjutkan makannya.
~
Kayla sedang menyiapkan sarapan pagi buatnya dan suaminya itu, pagi ini Kayla emang sengaja ingin masak untuk Adrian.
"Non, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya mbak Titin.
"Gak ada mbak, ini udah siap juga kok, mbak bikin kerja yang lain saja." seru Kayla sambil mengaduk masakannya.
"Kayaknya enak..." ucap Adrian tiba - tiba datang dan memeluk Kayla dari belakang.
Seketika tubuh Kayla langsung meremang saat tangan pria itu menyentunya.
"Tunggulah di meja, sebentar lagi nasi gorengnya mateng." seru Kayla
"Aku nunggunya di sini aja sekalian temanin kamu masak" balas Adrian
"Tapi kalau seperti ini, masakannya jadi lama masaknya, menjauhlah sedikit." kata Kayla lagi.
"Nggak mau, aku maunya kayak gini aja." seru Adrian
"Dasar keras kepala.."gerutu Kayla
"Kamu ngomong apa? Bicara lah yang jelas." kata Adrian mengeratkan pelukan nya dia pinggang istrinya itu.
"Gak ada, aku nggak ngomong apa - apa." jawab Kayla, ia sungguh sangat susah bergerak karna Adrian
Dengan susah payah dan banyak drama yang di lalui akhir nya nasi gorengnya pun mateng dan Kayla membawa 2 piring nasi goreng ke meja makan.
"Duduklah aku mau ambil minum dulu." suruh Kayla
Akhrinya Adrian pun mau melepaskan pelukkannya dari tubuh Kayla.
"Cepat ya!"
"Iya... " Kayla berlalu pergi ke dapur mengambil minum untuk mereka, di dapur ia bertemu dengan mbak Titin.
"Mbak itu sarapannya tolong di bagikan ke yang lain ya, aku sengaja masak banyak tadi." seru Kayla
"Iya non, makasih" jawab Mbak Titin. Kayla pun berlalu pergi ke meja makan.
"Kok lama sih?"
"Iya tadi ngobrol bentar sama mbak Titin" Kayla meletakkan segelas teh hangat di samping piring Adrian.
"Yuk makan.." seru Kayla.
Adrian dan Kayla pun mulai melahap sarapan mereka dengan di selingi gombalan - gombalan maut dari Adrian.
"Kay, kan ujian kelulusan kamu tinggal 2 bulan lagi, gimana kalau setelah itu kita pergi Honeymoon? "ujar Adrian
Uhuk!
Uhuk!
~•••~