
Iya akan menggunakan kesempatan ini agar ravi tidak bisa mendekati Kayla titik lomba demi lomba sudah terlaksana, Adrian sengaja duduk bersila di belakang Kayla, sementara di sisi kiri dan kanan nya Kayla ada Sandra dan juga Adit.
"Teman mu kok nggak ada yang cewek sih, " desis Adrian kesal saat melihat Adit yang dengan anteng nya sedang berbicara dengan Kayla.
Kayla hanya tersenyum mendengar ucapan suami nya itu.
Tubuh kokoh nya melingkupi Kayla, seperti seorang Bodyguard yang sedang melindungi Nona nya dengan posesif.
Tadi nya Ravi yang hendak duduk di sana, tetapi Adrian dengan cepat menyela dan menempati nya, sehingga mau tidak mau Ravi duduk bergeser agak menjauh dari Kayla.
Lalu tibalah saat nya permainan sandal bakiak berpasangan , peserta dipilih secara acak. Semua yang hadir diharuskan memasukkan kertas yang bertuliskan nama mereka ke dalam sebuah wadah besar.
Entah kebetulan atau apa, Kayla terpilih berpasangan dengan Ravi dalam lomba kali ini , kedua nya di minta ke tengah lapangan untuk bersiap, membuat Adrian makin mengetatkan geraham nya dengan wajah menggelap.
Sesaat kemudian nama nya juga ikut disebut, Adrian terpilih berpasangan dengan Sandra dalam lomba tersebut.
Mau tak mau Adrian harus sportif, dan akhir nya ia pun bangkit dari duduk nya dan bersiap ke ke tengah lapangan.
"Duhh, rezeki nomplok. Mimpi apa aku semalam bisa dekat-dekat sama cowok tampan kayak Kak Adrian " ujar Sandra kepada Adit sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan .
" Hey Gadis. . . Kendalikan diri lo ! Seperti cacing kepanasan tahu nggak " seru Adit yang menoyor kepala Sandra, tetapi kan di situ tak mengindah kan nya saking senang nya dia seperti mendapatkan durian runtuh.
Sandra langsung ke tengah lapangan, menghampiri Adrian dan bersiap di sana sambil tersipu sipu malu.
Kayla yang asal nya sedang fokus bersiap bersama Ravi, tiba-tiba teralihkan karena melihat Adrian yang juga sedang bersiap dengan Sandra.
Sandra Berada di posisi depan dengan Adrian di belakang nya. Sama seperti Kayla yang juga berada di depan dengan rapi di belakang nya.
Entah kenapa Kayla merasa tidak suka melihat kedua tangan Adrian berada di pinggang sahabat nya itu, seolah ada kipasan hawa panas yang sengaja diembuskan kepada nya.
Begitu pun juga dengan Adrian, melihat tangan Ravi di pinggang Kayla membuat rasa cemburu nya makin membakar nyaris menghangus kan diri nya.
kedua nya sama-sama di landa ke cemburuan, yang satu tak mau mengakui, sedang kan yang satu nya lagi masih polos belum terlalu memahami, bawa rasa tidak menyenang kan yang sangat mengganggu di hatinya itu bernama cemburu.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia memberikan waktu 5 menit untuk berlatih sebentar. Adrian melirik ke arah Kayla Begitu pun sebalik nya hingga mata mereka bersirobok.
Air muka Kayla sangat kentara bahwa diri nya sedang cemburu saat ini, Adrian yang sudah berpengalaman dapat menangkap ekspresi Kayla yang terlihat tidak suka melihat diri nya berdekatan dengan Sandra.
Pria tampan itu menyeringai, kemungkinan Kayla juga merasakan hal yang sama dengan diri nya.
Seolah sengaja, Adrian hampir merapatkan tubuh nya kepada Sandra karena ingin melihat reaksi istri kecil nya itu.
Sandra yang merasa mendapat kan kesempatan langkah, menyambut apa yang dilakukan Adrian dan malah sedikit menyandar kan punggung nya pada pria di belakang nya itu.
"Apa Sandra lupa, kalau gue ini istri nya Adrian?!" gumam Kayla dalam hati.
Adrian tersenyum penuh kemenangan dalam hati nya, seperti nya apa yang dilakukan nya berhasil membuat Kayla semakin kesal.
Kayla merasa tak rela, melihat Adrian berdekatan dengan wanita lain, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang meremas jantung nya hingga terasa ngilu dan mencekik diri nya.
Otak nya terus memberi kan komando supaya mencari cara untuk menghenti kan apa yang sedang terjadi di depan matanya, agar diri nya terbebas dari rasa mencekik yang menyiksa nya ini .
Akhir nya, karena merasa sudah tidak tahan dengan semua ini. Kayla berpura-pura ingin ke kamar ke kamar kecil untuk buang air, Iya benar-benar merasa tidak sanggup melihat Adrian dengan wanita lain meski pun wanita itu adalah sahabat nya sendiri. Iya tahu kalau Sandra tidak akan mungkin mau merebut suami nya dari diri nya.
"Apa Lu mau gue temanin?" Tawar Sandra kepada Kayla .
"Nggak usah, gue bisa sendiri kok." tolak Kayla halus oa pun berlalu pergi mencari toilet.
Kayla terus berjalan dengan suasana hati yang panas.
"Mending gue jalan - jalan bentar buat nenangin pikiran gue" gumam nya dengan terus melangkah kan kaki nya, di sekitar area perkemahan
Kayla terus melangkah, hingga dia tidak menyadari bahwa dia sudah berada sedikit jauh, dari area perkemahan itu .
Kayla berhenti di sebuah bukit pandangan nya lurus ke depan, dan dia tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang membuntuti nya.
"Aku rasa disini tempat yang pas untuk menyingkirkan si gembel itu " gumam Sinta dengan Seringai di bibir nya , saat sedang bersembunyi di balik pohon besar itu.
Sinta terus memantau keadaan, untuk memastikan tidak ada satu orang pun yang berada di tempat itu.
Setelah memastikan tidak ada orang, Iya segera berjalan pelan menghampiri Kayla, dan saat sudah berada di belakang tubuh Kayla, Sinta segera mendorong kuat tubuh Kayla dari atas bukit itu.
"AHRGGGGGGG....!!!"teriak Kayla yang menggema, dan jauh terguling ke dasar bukit.
Sinta tertawa terbahak - bahak, dan dia terlihat begitu bahagia, sebab sekarang tidak akan ada lagi saingan nya untuk mendapatkan Ravi.
"Sekarang nggak ada lagi penghalang jalan gue. Untuk mendapatkan Ravi..." gumamnya dengan tawa bahagia dan berlalu dari tempat itu.
Mata nya terpejam, dan terlihat dia tidak sadar kan diri, di antara semak - semak di kaki bukit itu. Hembusan angin, dan dingin nya udara pegunungan yang begitu menusuk, tak membuat wanita pemilik manik berwarna hitam gelap itu, sadar dari pingsan nya.
Sinta melangkah kan kaki nya, dengan senyum yang terus mengembang di wajah nya. Dan dia terlihat begitu bahagia dan meyakini kalau Kayla sudah meninggal.
Menghembuskan nafas sejenak, untuk menenangkan diri nya dari rasa takut nya, saat sudah berada di dekat area perkemahan.
Dia baru melangkah kan kaki nya masuk kembali bergabung dengan teman - teman nya, saat ia merasa sudah lebih tenang. Dan Sinta begitu kaget saat melihat Adit menyapa nya tiba - tiba.
~•••~