My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 127



"Kak Adrian?" Panggil Kayla. Namun, Adrian tak menghiraukan nya dan mencoba memejamkan matanya. Entah kenapa Kayla begitu bersedih saat melihat Adrian begitu marah dengan nya.


"Kak? Aku mohon jangan marah"Kayla memeluk Adrian dari belakang.


Adrian membuka kedua mata nya dan memperhatikan tangan Kayla yang sedang melingkar di dada nya. Ia juga merasakan ada sesuatu yang basah di bahu kekar nya itu. Adrian langsung melepaskan tangan Kayla dan menghadapkan kearah nya.


"Kenapa menangis? Begitu saja menangis."Adrian mengusap air mata Kayla.


"Tolong jangan marah, ayo kita lakukan! Ini pertama kalinya bagiku. Aku hanya malu saja,tolong percaya lah."Kayla terisak dan mengusap kedua sudut mata nya yang basa berharap suami nya tersebut percaya. Adrian hanya terdiam dan menatap Kayla


"Kak,bicaralah!"


"Tidak, aku tidak marah. Sudah diamlah!"seru Adrian


"Kamu sudah nggak marah lagi?"tanya Kayla


"Iya, aku tidak akan marah lagi, jika kamu menciumku. "goda Adrian, Kayla hanya terdiam dengan bingung.


"Kenapa masih diam? Ayo!" perintah Adrian. Kayla pun mendekatkan bibirn ya dan hendak mencium Adrian. Namun, Adrian menahan tawa nya hingga membuat Kayla kesal.


"Kenapa mala tertawa? Apa ada yang lucu? Aku tidak mau mencium mu!"Ucap Kayla dengan kesal.


"Ya sudah kalau kamu nggak mau mencium ku, biar aku saja."kata Adrian kembali mencium dan me lu mat bibir Kayla. Kayla menggerutu kesal. Namun, tak di hiraukan oleh Adrian.


Adrian menarik gaun yang masih membaluti tubuh Kayla. Ia juga membuka semua pakaian nya hingga kini mereka berdua sudah tak memakai sehelai benang pun di tubuh mereka. Kayla berkali - kali menutupi tubuh nya karena malu, namun Adrian menyingkirkan tangan nya dan kini mulai menindih tubuh Kayla.


"Emmm, kak, sakitt."kata Kayla mendesis.


"Tahan lah sebentar."Adrian mencium kembali bibir Kayla agar mengurangi rasa sakit itu.


"Argh..."Adrian tiba - tiba berteriak kesakitan.


"Aku yang merasa kesakitan ,tapi kenapa malah kakak yang berteriak?"tanya Kayla.


"Kenapa kamu menggigit bibir ku?"seru Adrian seraya memegangi bibir nya yang baru saja di gigit oleh istri nya itu.


"Sakit!"ucap Kayla dengan begitu memelas.


"Aku tau, maka nya diamlah!"kata Adrian, bahkan ia melihat darah yang baru saja kelar dari bibir nya.


"Tau apa? Memang nya kamu pernah merasakan jadi wanita?"seru Kayla


"Kau ini, banyak bicara sekali, diamlah sebentar"kata Adrian mulai melnjutkan kembali niatnya.


"Kak.."panggil Kayla


"Jangan panggil kakak, aku terkesan menggauli adik ku sendiri. Panggil nama ku!!"seru Adrian.


"Adrian"panggil Kayla, ia mencengkram dan mencakar habis dada Adrian dengan kuku nya. Hingga membuat bekas merah di sana.


"Kenapa mencakar dengan menggunakan kuku? Kenapa tidak sekalian dengan pisau saja?" Adrian mendesis akan rasa perih bekas goresan kuku Kayla di tubuh nya.


"Maaf, ini benar - benar sakit."Kata Kayla menyauti nya dengan terkekeh.


~


"Cepat sekali dia tidur Adrian memperhati kan wajah Kayla dan mengusap dahi nya . Lalu ia menggeleng kan kepala nya dan tersenyum di buat nya.


"Dia lucu sekali, sangat menggemas kan."Adrian hendak menggigit pipi Kayla. Namun, di urungkan nya, ia mengeratkan pelukan nya dan ikut tertidur.


~


Ke esokan pagi nya, Adrian terbangun lebih dulu. Kedua mata nya mengejap menyesuaikan dengan cahaya yang masuk dari setiap cela yang ada di kamar itu. Ia masih melihat Kayla tertidur dengan pulas sambil memeluk tubuhnya di samping nya


"Dia belum bangun juga?" Adrian memperhtikan tubuh polos Kayla yang masih terbalut dengan selimut. Ia memandangi wajah Kayla kemudian mencium keningnya. Adrian memeluk Kayla dan tersenyum seakan ada sesuatu yang menyiratkan kebahagiaan di kedua mata laki - laki itu.


Adrian beranjak bangun dan meraih sebuah cermin kecil ya g ada di atas meja.


Ia memperhati kan pantulan bibir nya yang terluka akibat gigitan Kayla semalam. Kemudian ia memperhatikan tubuhnya yang begitu banyak sekali goresan merah akibat cakaran kuku Kayla


"Apa memang harus begini?"ucap Adrian menyentuh setiap luka itu.


"Dia sungguh benar - b ead liar sekali"Ucap Adrian mendesis perih akan luka yang menggores di tubuhnya itu.


"Siapa yang liar?"Tiba - tiba suara Kayla menyaut hingga membuat laki - laki itu terkejut. Adrian menoleh dan melihat istrinya itu melototkan kedua mata nya seakan hendak menerkam nya hidup - hidup.


"Bukan siap - siapa. Kenapa kau sudah bangun?tanya Adrian.


"Kenapa memang nya? Kau mau aku tidur selama nya?"seru Kayla seraya beranjak dari tidur nya.


"Apa kmau nggak bisa berbicara pelan sedikit?Telingaku sampai sakit mendengar nya." ujar Adrian.


"siapa yang kau makasud liar? Aku?"Tanya Kayla seraya memegang erat selimut yang masih membaluti tubuh polosnya.


"Sudah tau,masih aja bertanya!"seru Adrian


"Kenapa kau mengataiku liarn Aku liar apanya ?"tanya Kayla


"Lihat lah , tubuhku banyak sekali bekas cakaranmu. Kamu sudah kaya macan saja."gerutu Adrian. Kayla pun terkekeh mendengarnya.


"Tidak usah tertawa, tidak ada yang lucu!"seru Adrian sembari mengusap kasar wajah Kayla.


"Menyebalkan"gerutu Kayla.


"Kak, aku lapar"ucap Kayla dengan memelas bahlan bunyi suara perutnya terdengar hingga ke telinga Adrian.


"Bangun tidur lapar? Mandi dulu sana. Setelah nya baru kita sarapan bareng."perintah Adrian


"Baiklah."Kayla melilitkan selimut ke seluruh tubuhnya dan hendak beranjak turun dari tempat tidur. Namun, ia mendesis akan rasa nyeri yang ia rasakan.


"Kau kenapa?"tanya Adrian


"Tidak apa - apa."jawab kayla dengan melebarkan senyum nya.


"Huh. sakit sekali"gumam Kayla. ia berlalu meninggalkan Adran dan perlahan - lahan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Adrian yang melihat Kayla sudah masuk ke kamar mandi pun mulai mengenakan pakaiannya kembali. Adrian keluar kamar dan pergi ke kamar mandi yang ada di sebelah dapur.


~•••~