My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 119



Pukul tujuh malam, Adrian pun pulang. Setiba nya di rumah yang ingin di temui nya terlebih dahulu ialah Kayla. Adrian langsung menuju kamar mereka, namun ia tak mendapati Kayla di sana.


"Kemana dia?" Adrian keluar kmebali dari kamar dan berjalan menuju ke kamar tamu. Namun,Kayla juga tidak ada di sana, kamar itu terlihat kosong.


Adrian menuju ke dapur dan hati nya serasa lega saat melihat Kayla sedang membantu mbak Titin dan mbok Iyem memotong sayur untuk makan malam.


"Nona, Ada Den Adrian." Mbak Titin memberi isyarat mata kepada Kayla. Kayla menokeh ke belakang dan seketika itu, ia tersenyum saat melihat Adrian berdiri di depan pintu dapur.


"Kakak? Kak sudah pulang?" Kayla meletakkan pisau milik nya dengan raut wajah dang langkah kaki yang begitu riang, ia menghampiri adrian yang berdiri dan sedang menatap dirinya di sana.


"Ayo kemarilah, aku membuatkan pudding spesi untuk mu." Kayla menarik tangam Adrian ke meja makan dan menyuruh nya untuk duduk.


"Nantu saja, aku mau bersih - bersi dan ganti pakaian dulu" kata adrian yang hendak beranjak berdiri.


"Sebentar saja, ayo makan la ini dulu." Kayla mengambil sebuah puding coklat dari dalam lemari es dan ia menuangkan fla di atas nya. Adrian memperhatikan puding itu dan tiba - tiba ia tersenyum usil.


"Hmm... Kamu begitu memaksa sekali! Jangan - jangan kamu telah mencampurkan sesuatu atau semacam obatkan kedalam pudding ini" ucap Adrian seolah menanggapinya dengan serius.


"Bagaimana dia bisa tau?..."batin Kayla


"Hust... Jangan bicara sembarangan! Aku tuh nggak pernah ada niat mencampurkan apa pun ke dalam minuman atau pun makanan mu."ata Kayla dengan meletakkan kedua tangan nya di atas pinggang.


"Alasan saja!" Adrian memalingkan wajahnya


"Kamu nggak percaya? Aku akan mencoba memakan pudding ini." Kayla mengambil pudding itu dan memankan nya dengan lahap.


"Aku tidak memasuk kan apa pun kedalam pudding ini. Kalau kau tidak mau aku akan memakan sendiri pudding ini," Kayla berceloteh dengan mulut yang penuh dengan pudding itu.


Dengan tiba - tiba Adrian menarik tangan Kayla hingga gadis itu terduduk di atas pangkuannya,laku dengan segera ia mencium bibir istri nya itu.


Kayla sangat kaget dengan tindakkan yang di lakukan oleh suami nya itu. Adrian menyicip pudding yang ada di dalam mulut Kayla.


"Hmm... Lumaya." kata Adrian mengusap bibir Kayla sambil tersenyum menggoda.


"Iihhh... " Kayla hendak beranjak berdiri, namun di tahan oleh Adrian.


"Mau kemana?"tanya Adrian.


"Ini di ruang tamu, jangan yang aneh - aneh ih.." kata Kayla memukul dada Adrian.


"Kalau gitu, gimana kalau kita ke kamar." ajak Adrian, menatap Kayla intens.


"Nanti saja, kita makan dulu baru ke kamar."ujar Kayla turun dari pangkuan Adrian.


Kayla mengambil puding yang ada di atas mej dan dia hendak membawanya ke belakang.


"Mau di bawa ke mana pudding itu?" tanya Adrian


"Bawa kebelakang dan memakannya bersama mbak Titin dan mbok." jawab Kayla


"Kemarikan! Katanya kamu membuatkannya puding ini untukku kenapa jadi kamu yang malah memakan nya"kata Adrian mengambil alih puding itu. Mbak Titin dan mbok hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum, mendengar pembicaraan majikan mereka itu.


"Kata nya kamu nggak mau?" seru Kayla.


"Siapa yang bilang aku nggak mau memakan pudding itu dengan lahap. Kayla pun tak henti memperhatikan Adrian dari sampingnya.


"Bagaimana, apakah enak?" tanya Kayla, namun Adrian hanya diam karena terlalu sibuk memakan dan mengunyah puding itu.


"Enak sekali.." puji Adrian dalam hati.


"Sebentar!" Seru Adrian sembari mengunyah puding itu hingga habis tak tersisa di dalam piring.


"Bagaimana rasa puding nya?" tanya Kayla. Ia begitu tak sabar dan penasaran sekali akan jawaban dari suami nya.


"Tidak enak" Adrian menggeser piring yang sudah kosong itu kepada Kayla. Wajah Kayla seketika terlihat sedikit kecewa.


"Benarkah tidak enak?" tanya Kayla memastikan, ia sebenarnya kurang percaya dengan ucpan suaminua


"Kalau tidak enk kenapa kamu habiskan??"tabya Kayla dengan kesal


"Ini sungguh enak sekali." kata Adrian sembari membersihkan sisa - sisa puding itu yang masih tertempel di mulut nya dengan menggunakan lidahnya.


"Tapi tadi, kata mbak Titin dan Mbok Yem puding nya enak kok. Masa mereka bohong sih, lagian tadi pas aku coba juga enak." kata Kayla menghela napas dan merasa kecewa di buat nya. Ia pun mengikuti Adrian masuk ke dalam kamar.


~


Adrian terlihat sedang bersih - bersih di dalam kamar mandi. Kayla menyiapkan baju untuk suami nya tersebut dengan raut wajah cemberut. Dan saat Adrian keluar dari kamar mandi. Ia memperhatikan mimik wajah cemberut istrinya tersebut.


"Kenapa kamu cemberut seperti itu."tegur Adrian seraya mengenakan baju yang telah di siapkan oleh Kayla untuknya.


"Puding buatan ku tadi memangnya kurang apa sih? Tadi kata mbak dan mbok puding nya sangat lezat sekali, jadi mereka berbohong dong kepada ku." ujar Kayla.


"Dia cemberut hanya karena aku bilang puding tidak enak? Padahal pudingnya enak, kalau tidak enak mana mungkin aku menghabiskan nya seperti itu. Dia benar - benar bodoh."gumam Adrian.


"Hanya karena puding? Lupakan!"ucap Adrian. Kayla pun terdiam dan menatap Adrian sendu.


"Aku hanya becanda, puding nya tadi enak." ucap Adrian


"Kakak pasti bohong, jelas - jelas tadi kakak bilang kalau puding nya nggak enak." ucap Kayla.


"Aku hanya becanda, kalau tidak enak mana mungkin aku mau menghabiskannya tafi." kata Adrian mencoba untuk meyakin kan Kayla. Namun Kayla hanya diam dan tak percaya akan ucapan suaminya.


"Aku tidak berhobong!"dengus Adrian.


"Benarkah?" tanya Kayla


"Iya, sayang. Serius tadi pudingnya sangat enak"kata Adrian. Kayla pun tersenyum mendengarnya.


"Sudah lah, nggak usah di pikirkan lagi masalah pudingmu itu." kata Adrian


"Sekarang ayo ceritakan pada ku, apa yang kalian bicarakan tadi saat di kafe Ttad? "tanya Adrian, sambil mendudukkan tubuhnya di samping Kayla.


"Oh yang tadu, jadi tadi tu mereka membahas mengenai pelaku yang mendorong aku ke jurang beberapa pekan lalu."kata Kayla


"Terus siapa pelakunya?"


"Nah, itu yang masih belum jelas. Tapi sudah ada sih orang yang kita curigai." kata Kayla


"Siapa?


"Itu teman sekolah aku, tapi itu masih dugaan aja." seru Kayla


"Kita belum puntmya bukti yang kuat untuk menjeratnya."lanjutnya


"Butuh bantuan aku?" tawar Adrian


"Nggak perlu, ini masih bisa kita lakukan sendiri." tolak Kayla


"Bagaimana cara kalian untuk mendapatkan buktinya?" tanya Adrian


"Jadi, besok aku ke sekolah dan bertemu sama Sinta dan mencari tau semuanya." kata Kayla


"Apa itu tidak terlalu bahaya?" tanya Adrian khawatir.


"Nggak, mudah -mudahan aman kok. Lagian aku nggak sendiri di sana. Teman - teman yang lainya juga ada di sana, tapi dengan cara bersembunyi." ujar Kayla.


"Nggak usah, ikut campur lah. Biarkan ajalah polisi yang menyelidikinya." kata Adrian.


"Kenapa harus nunggu polisi kalau kita bisa melakukannya. Lagian kalau polisi kan masih bisa di sogoknya." kata Kayla


"Boleh ya, aku membantu mereka?" mohon Kayla


"Tapi, nanti kalau terjadi hal yang tidak di inginkan gimana?" tanya Adrian


"Jangan di doain dong yank."Adrian hanya diam tanpa merespon ucapan Kayla.


~•••~