My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 137



Di kantor Adrian sengaja dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya. Dia berniat untuk menyusul Kayla ke cafe Nino dan mereka akan makan siang bersama.


"Semoga aja masih keburu..."kata Adrian.


"Adam tolong kamu, antar kan ini ke bagian keuangan!!"suruh Adrian


"Baik tuan."jawab Adam


"Kenapa berkas nya malah bertambah banyak, perasaan dari tadi nggak kurang - kurang deh tumpukan nya, yang ada malah tambah tinggi aja."ucap Adrian menatap tumpukan berkas yang ada di atas meja nya..


Sekitar pukul dua siang akhir nya, pekerjaan Adrian pun kelar semua, ya meski pun ada beberapa file yang di suruh nya Adam yang memeriksa nya.


"Adam sisa nya tolong kamu urus ya, semangat."kata Adrian sembari memasang jas nya.


"Baik tuan."ucap Adam.


"Kalau gitu, aku pergi dulu ya. Aku sudah hampir gila melihat tumpukan kertas itu terus - menerus."ucap Adrian dan berlalu pergi meninggalkan Adam.


"Memang nya kau saja yang hampir gila pak, saya juga. Tapi bukan karna file ini, melainkan aku hampir gila menghadapi mu seharian ini."ujar Adam.


bagaimana tidak, seharian ini. Dia selalu di suruh kesana kemari dan belum lagi dia harus menghadapi amukan dari bos muda nya itu. Jika, isi berkasnya tidak sesuai dengan apa yang di minta nya.


Jika boleh memilih, Adam lebih suka bekerja dengan Bagas dari pada Adrian.


"Dia terburu - buru ingin pulang menemui istri nya, apa dia tidak memikir kan aku yang belum punya pasangan ini.?"


"Bagaimana aku bisa mendapat kan pujaan hati, kalau dia selalu saja memberiku, pekerjaan ini itu."


Ini lah saat nya, seorang Adam mengeluarkan semua uneg - uneg yang di tahan nya.Tapi, meski pun sering kesal dengan atasan nya itu, Adam tidak pernah sekali pun berpikir untuk mengkhianati bos nya itu.


~


Sepanjang perjalanan dari kantor menuju cafe Nino, senyuman tak pernah pudar dari wajah tampan seorang Adrian.


"Dia pasti akan sangat kaget saat melihat ku disana. Haa... Membayangkan nya saja. aku sangat berdebar, kenapa aku selalu begini."


"Kau harus bangga Kayla, karena sangat di puja dan di cintai oleh seorang Adrian Malik. Hahaha.... "Adrian tertawa sendiri memikirkan betapa besar cinta nya kepada istri nya itu.


"Dia nggak boleh tau kalau aku sangat menyayangi nya, bisa - bisa dia jadi besar kepala."imbuhnya.


Karna asyik dengan dunia nya sendiri, tanpa sadar Adrian sudah sampai di depan cafe sahabat nya itu.


Saat hendak keluar dari mobil, Adrian tidak sengaja melihat Kayla yang sedang berjalan dengan terburu - buru menuju ke halte bis.


"Kayla?" Dengan buru - buru Adrian turun dari mobil dan mengejar Kayla. Namun, sayang Kayla sudah terlebih dulu masuk kedalam taxi. Dengan cepat Adrian berlari ke kambali ke mobilnya dan saat hendak masuk ke dalam mobil tiba - tiba Sandra memanggil nya.


"Kak Adrian" Adrian menoleh dan mengurungkan niat nya untuk masuk.


"Sandra."


"Kak, apa kakak bertemu dengan Kayla tadi?" tanya Sandra.


"Iya tadi aku melihat nya, tapi dia tidak melihat ku."


" Dia mau kemana memang nya? Kenapa dia terlihat begitu terburu - buru?"tanya Adrian.


"Entalah kak, tapi tadi setelah dia mendapatkan beberapa panggilan dari seseorang dan pesan, dia langsung buru - buru pergi tanpa mengatakan apa pun."jawab Sandra menjelaskan kepada Adrian.


"Ya sudah, kalau gitu aku akan mencari nya, perasaan ku jadi nggak enak saat melihat ekspresi nya tadi dan seperti nya dia sedang mengkhawatir kan sesuatu."kata Adrian


"Kalau gitu, kami akan ikut membantu mencari nya."kata Adit . Adrian mengangguk dan masuk kedalam mobilnya, begitu juga dengan Sandra dan Adit. mereka juga masuk kedalm mobil Adit dan merekan pun mulai meninggalkan cafe.


"Kira - kiraa dia kemana ya?"gumam Adrian.


Dia coba berpikir dia mana tempat kemungkinan istri nya itu pergi.


"Hmm.... Apa mungkin dia pergi ke taman, kemaren kan dia minta izin untuk pergi ke sana." kata Adrian


Dengan penuh keyakinan, Adrian melajukan mobilnya untuk melaju menuju taman, dia juga tidak lupa untuk memberitahu kan nya kepada Sandra dan Adit.


Sesampai nya di taman, Adrian memakirkan mobilnya dan dia pun mulai berjalan mencari Kayla.


Setelah sekian lama berkeliling di taman, akhirnya ia melihat Kayla yang sedang berdiri di ujung taman. Adrian sangat senang telah menemukan istri nya itu.


Adrian berjalan dengan pelan sambil tersenyum, dia berencana hendak mengejutkan Kayla dari belakang.


Tapi tak jauh dari Kayla berdiri, Adrian melihat ada seseorang yang mendekati istrinya itu.


Adrian melihat orang itu mengeluarkan pisau dan saat Kayla berbalik menghadap kearah orang itu, tiba - tiba orang itu menikam perut Kayla.


"KAYLA!!!" teriak Adrian.


Adrian berlari kencang dan menyambut tubuh istrinya yang tumbang. Adrian tidak menghirau kan orang itu, yang ia ikir kan hanya keadaan istrinya.


"TOLOOOOONGGGGG!!!!!"teriak Adrian.


Sandra dan Adit yang kebetulan tidak jauh dari tempat Adrian pun dengan cepat menghampiri mereka.


"Astaga, Kay."teriak Sandra.


"Adit, cepat kamu kejar pelakunya, dia pakai hoodie hitam dan celana hitam serta masker hitam. Dia lari kesana."suruh Adrian.


Tanpa menjawab Adit berlari mengejar orang itu, karena seingat nya tadi mereka sempat berselisih dengan orang yang ciri - ciri nya sama persis dengan yang di katakan Adrian barusan.


~


Sementara Adrian, dia sangat panik saat melihat banyak nya darah yang keluar dari perut Kayla.


"Kak, kita harus bawa Kayla ke rumah sakit"kata Sandra.


"Iya, ayo. ini kamu tolong bawa mobil kakak ke pikinggir sini, biar cepat."kata Adrian memberikan kunci mobilnya kepada Sandra.


Dengan cepat sandra berlari menuju kearah pakiran dan membawa mobil Adrian ke tempat yang di maksud oleh Adrian tadi.


Adrian dengan cepat mengangkat tubuh Kayla.


"Bertahan la sayang.."kata Adrian


"Kak, sakit shhhh..."desis Kayla menahan sakit.


"Iya kakak tau, kakak mohon kamu bertahan ya, kita akan ke rumah sakit, kakak mohon Kay,,,"ucap Adrian penuh harap.


Kayla mengangguk dan berusaha menahan rasa sakit yang menyerang tubuhnya.


"Kak,..."panggila Sandra


Dengan cepat Adrian memasukkan Kayla kedalam mobil. Dia pun membaringkan tubuh lemah itu ke dalam mobil dengan kepala berbantalan paha Sandra.


Adrian pun masuk ke bangku kemudi, dengan kecepatan pebuh Adrian melajukan mobilnya meninggalkan taman dan menuju ke kerumah sakit terdekat.


"Kak, pelan lah sedikit. kita bisa kecelakaan kalau kakak nyetir nya se brutal ini."kata Sandra.


"Udah diam dan jagain kayla aja."kata Adrian. Dia pun menambah kecepatan mobilnya.


Setibanya di rumah sakit, dengan cepat Adrian keluar dari mobil dan menggendong Kayla keluar.


"Tolong pakir kan mobil."uca Adrian kepada Sandra.


Adrian berlari membawa kayla ke dalam rumah sakitm dan dia berteriak memanggil dokter.


"Dokter!!!" teriak nya


Semua orang menatap dan memandang kearah Adrian yang sedang menggendong Kayla yang berlumuran darah.


Seorang suster pun menghampiri Adrian." ayo bawa kesini."suruh nya. Adrian pun mengikuti suster itu yang membawa nya ke IGD


Setelah membaring kan Kayla, Adrian tidak melihat seorang pun dokter yang datang untuk menangani istri nya itu.


"Dimana dokter nya?"tanya Adrian.


"Anda harus mengurus administrasi nya terlebih dahulu tuan!" kata suster itu.


"APA KAU BILANG? ISTRI KU SEDANG SEKARAT SEPERTI INI DAN KAU MENYURUHKU MENGURUS PEMBAYARAN? APA KAU SUDAH GILA?!!" teriak Adrian maraah.


"Tapi itu merupaka sudah prosedurnya disini tuan."jawab suster itu.


"APA KALIAN INGIN KU ROBOH KAN RUMAH SAKIT INI!!! CEPAT PAANGGIL DOKTER TERBAIK DISINI DAN KATAKAN ADRIAN MALIK DISINI!!!!" bentak nya


Suster itu sangat kaget saat mendengar kata Malik, siapa coba yang tidak mengenal keluarga paling kaya di kota mereka itu.


"Ba - baik tuan."


~•••~