My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 70



Ceklek


"Kamu?..." ucap orang yang sedang berdiri di depan pintu.


Kayla sangat Kaget saat melihat orang yang membunyikan bell rumah barusan adalah Loly dan juga ketiga sahabat Adrian.


"Elu ngapain di sini Kay?" tanya Nino.


"Mmm... Itu gue lagi ... ngerawat kak Adrian." jawab Kayla


"Ayo silahkan masuk semuanya!" ucap Kayla mempersilahkan mereka masuk.


"Jadi elu juga tinggal di sini sekarang dek?" tanya Geva.


"Ya begitulah kak, namanya juga kerja...." Jawab Kayla pelan, berharap Loly tidak mendengarnya.


Mereka semua masuk, dan tanpa permisi Loly langsung berjalan menuju ke kamar Adrian yang ada di lantai atas. Kayla hanya diam memperhatikan Loly.


"Dia sepertinya sudah hapal sekali dengan rumah ini" pikir Kayla.


"Ayo kak silahkan duduk, gue bikinin minum dulu ya..." seru Kayla.


"Adriannya di mana Kay?"tanya Rangga.


"Dia lagi di kamar tamu." jawab Kayla


"Lah kenapa disana, kenapa nggak di kamar dia aja?..."tanya Rangga lagi.


"Iya, tadi dia pingsan, makanya di bawa ke sana, karena dekat." jawab Kayla.


"Yaudah tanya - tanya nya nanti aja,gue bikin minum sama ambilin cemilan dulu ya." pamit Kayla. Ia pin berlalu oergi kedapur.


Tak lama Loly kembali turun dan nenghampiri Nino dan yang lain.


"Adrian kemana? Kok gak ada di kamarnya?" tanya Loly.


"Dia disana, makanya nanya dulu jangan asal nyolonong aja." seru Geva.


"Apaan sih.." seru Loly, lalu dia berlalu pergi ke kamar yang di sebutkan Geva tadi.


"Dasar gak sopan."gerutu Geva.


"Gue suka heran deh sama Adrian, kenapa dia demen banget sama cewek yang modelan gitu" ujar Geva.


"Tau sendiri lah gimana dia... Palingan dia gak serius sama tu cewek.." saut Nino.


"Kita tengokin Adrian juga yu.." ajak Rangga


"Nanti ajalah, kita nunggu Kayla dulu. Gue malas banget sama si Loly." kata Nino.


"Iya gue juga.." saut Geva.


Di dapur Kayla menemui mbak Titin dan menyuruh mbak Titin untuk membuatkan bubur untuk Adrian.


"Nanti kalau dia udah sadar, tinggal kita panasin aja lagi mbak, sebenarnya aku yang pengen buat tapi temannya Adrian pada datang, jadi segen ninggalin mereka." kata Kayla.


"Iya gak apa - apa non, lagian ini kan emang tigasnya mbak.." ucap mbak Titin.


"Yaudah, aku kedepan dulu ya mbak.." ucap Kayla membawa nampan yang berisi minuman dingin kaleng dan dua toples cemilan.


"Iya non..." saut mbak Titin.


Kayla berlalu pergi ke ruang tamu dan dia melihat ketiga sahabat Adrian sedang asik dengan ponselnya masing - masing.


"Ini kak di minum ya dan nih cemilannya seadanya aja ya.." ucap Kayla meletakkan nampan itu keatas meja. Lalu ia mendudukkan tubuhnya di samping Geva dan di hadapan Nino dan Rangga.


"BTW Adrian kenapa udah di bawa pulang sih Kay?" tanya Rangga.


"Iya Kay, kita tadi sempat ke rumah sakit dan kaget saat suster bilang kalau di udah di bawa oulang." tambah Nino.


"Jadi tadi tu papa sempat pulang sebentar, makanya dia minta di bawa pulang dan apa kakak tau tadi dia sempat kritis lagi karena bekas operasinya kebuka lagi." ujar Kayla.


"Ngapain Om Bagas pulang?"tanya Geva.


"Terus gimana sekarang keadaan Adriannya?" tanya Rangga


"Sekarang udah baikan kak, tadi udah gue panggil dokter dan udah di tangani juga. Tadi sih dia masih tidur kata dokter pengaruh bius." kata Kayla.


"Yaudah, kita liatin Adrian sekarang aja."ajak Rangga berdiri dan diikuti oleh teman - temannya yang lain. Tapi tidak dengan Kayla, gadis itu masih nyaman dengan duduknya.


"Yuk Kay!" ajak Geva.


"Tunggu kak.." ucap Kayla. Nino dan Rangga menoleh pada Kayla.


"Ada apa Kay..." tanya Geva


"Hmm.... Gue bisa minta sesuatu gak?" tanya Kayla. Mereka bertiga pun mengerutkan dahinya dan saling pandang.


"Apa?..." tanya Rangga.


"Kalau kak Loly nanya tentang gue, tolong bilang kalau gue ini adalah sepupunya kak Adrian." kata Kayla.


"Lah kenapa gitu? Apa maksudnya?" tanya Rangga lagi, mereka bertiga sama - sama bingung mendengar ucapan Kayla.


"Iya tadi pagi kak Adrian ngenalin gue gitu ke kak Loly, gue cuma kasih tau aja biar nanti gak bentrok jawabannya dan biar kalian gak salah paham ke gue." ujar Kayla.


"Ooo... Yaudah ah,gak penting juga." kata Rangga dia pun berlalu pergi dan di susul oleh Kayla dan Geva, berbeda dengan Nino dia masih berdiri diam di ruang tamu.


"Kenapa Adrian kenalin Kayla sebagai sepupunya pada Loly? Apa maksudnya?" pikir Nino curiga


"Ada hubungan apa sebenarnya Adrian dan Kayla?" imbuhnya .


"Woi No, buruan..." seru Geva menyadarkan Nino dari lamunannya.


"Iya.." Nino menyusul teman - temannya untuk masuk ke kamar yang di tempati oleh Adrian


Disana mereka melihat Loly sedang duduk di samping Adrian sembari mengusap - usap tangan Adrian.


"Kalian kenapa masuk?" tanya Loly.


"Kenapa memangnya? Emang elu pikir ini ruangan pribadi elu apa?" jawab Geva.


"Dia belum sadar? " tanya Rangga mendekati Loly.


"Belum, kenapa dia harus di rawat dirumah sih, kenapa gak di rumah sakit aja?" tanya Loly.


"Lebih aman di rumah dari pada di rumah sakit." jawab Rangga singkat.


Mereka mengelilingi Adrian dan memperhatikan kondisi sahabatnya itu, berbeda dengan Kayla, ia lebih memilih duduk di meja belajarnya dan mengerjakan tugas sekolahnya yang di kirimkan oleh Sandra kepadanya.


Sesekali Nino tersenyum melihat Kayla yang sedang serius belajar meskipun terkadang mereka mengeluarkan suara yang keras tapi itu semua tidak membuat konsentrasi Kayla buyar.


"Eh udah malam banget ini, kita balik yuk..." ajak Nino, ia tau kalau Kayla pasti sudah sabgat lelah dan ingin beristirahat dan jika mereka masih ada di sana otomatis Kayla tidak akan bisa beristirahat.


"Bentar lagi aja." saut Geva


"Iya No, kita tunggu Adrian sadar dulu." timpal Rangga.


"Udah ayo, jam besuk sudah habis, ntar kita di usir RT" Kata Nino menarik tangan para sahabatnya itu.


"Iya , iya ah ribet banget sih elu" gerutu Geva.


Mereka berdiri dan hendak keluar kamar, namun seketika Rangga menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Loly yang masih setia akan posisinya.


"Elu gak pulang?" tanya Rangga


"Gak, gue nginap disini..." jawab Loly.


"Gila elu ya, gak ada elu kira ini hotel, ayo pulang ntar Om Bagas bisa ngamuk kalau tau elu tidur disini." ujar Rangga menarik tangan Loly.


"Yee... Gak apa - apa kali,orang gue juga bakalan jadi mantu mereka, lepas!" kata Loly menghempaskan tangan Rangga.


Hati Kayla mencelos saat mendengar perkataan Loly, meskipun ia belum menerima Adrian sebagai suaminya tapi tetap saja, hati istri mana yang gak akan sakit saat mendengar pacar dari suaminya sendiri mengatakan hal seperti itu, walau pun Kayla sadar, lambat laun ia dan Adrian juga akan berpisah, tapi entah kenapa ia merasakan perih di hatinya saat mendengar Loly berbicara seperti itu.


~•••~