My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 55



Malam harinya, Kayla keluar dari kamar dan pergi ke ruang makan. Disana ia melihat mbak Titin sedang menghidangkan makan malam.


"Malam mbak.." sapa Kayla, sembari menarik salah satu kursi meja makan.


"Malam juga Kay..." balas mbak Titin tersenyum.


"Itu si Adrian udah makan mbak?" tanya Kayla.


"Belum Non.." jawab mbak Titin


"Ooo... Kalau gitu, aku panggilin dia dulu ya.." ucap Kayla, hendak berdiri dari duduknya.


"Den Adrian lagi gak di rumah Non,." seru mbak Titin


"Kemana dia?" tanya Kayla,kembali duduk.


"Saya tidak tau non, tapi tadi saya lihat Den bawa motornya." jawabnya.


"Yaudah lah mbak, gak penting juga kan." ujar Kayla.


"Kalau begitu saya permisi kembali kebelakang, non silahkan menikmati makan malamnya."tutur mbak Titin.


"Mbak mau kemana?" tanya Kayla menatap Titin


"Saya mau kembali kebelakang non, kan kerja saya sudah kelar." jawab Titin.


"Mbak udah makan ?" tanya Kayla lagi.


"Belum non, bentar lagi." jawab Titin.


"Yaudah sini gabung sama aku aja, sekalian ajak semua pelayan dan juga security" ujar Kayla.


"Gak usah non, kami bisa makan di belakang saja." tolak Titin.


"Kalau gitu, aku aja yang gabung sama kali yuk..." seru Kayla mengangkat piringnya.


"Baiklah non, saya akan panggil semuanya kesini" ucap Titin pasrah.


Tak lama muncul lah semua pekerja di rumah Malik dan mereka berkumpul di ruang makan itu.


"Ayo duduk semuanya, kita mulai makannya.." ajak Kayla,


Namun, tidak satu orang pun yang duduk. Mereka masih berdiri memandang Kayla.


"Kenapa?" tanya Kayla bingun.


"Non, kami merasa gak pantas kalau duduk di sana, kami kembali kebelakang saja ya.." saut salah seorang pekerja.


"Hmmm.... Kalau gitu gimana kalau kita makannya resehan aja di bawah, kan ke keluargaannya lebih terasa," ucap Kayla berdiri.


"Ayolah, aku tidak terbiasa makan sendirian. Kalau di panti kami selalu makan bersama - sama." kata Kayla dengan nada sendu.


Mereka semua pun saling pandang satu sama lain, karena merasa kasihan, mereka pun mengabulka. permintaan Kayla.


"Tunggu apa lagi, ayo kita pindahkan makanan ini.." seru Kayla semangat.


Akhirnya mereka pun makan malam bersama, Kayla sangat senang bisa bertemu dengan orang - orang baik di rumah ini, kemaren dia kira semua pelayan di rumah ini sangatlah sombong dan arrogant.


~


Pagi harinya, seperti biasa Kayla bangun pagi dan membantu para pelayan untuk menyiapkan sarapan.


Saat semuanya sudah terhidang, Kayla pun pamit kepada mbak Titin dan mbok Iyem untuk kembali ke kamar dan bersiap untuk ke sekolah.


Sekitar dua puluh menit, Jayla kembali keluar dari kamar dn mendatangi ruang makan.


"Adrian udah bangun mbak?" tanya Kayla sembari menddukkan kursinya.


"Biasa non, masih tidur" jawab mbak Titin.


"Yaudah biarin aja mbak, nanti kalau di bangun tolong panasin lagi semuanya ya" pesen Kayla kepada mbak Titin.


"Iya non, kalau gitu saya kembali ke dapur ya." pamit Titin


"Iya, makasih ya mbak... " ucap Kayla.


Mbak Titin mengangguk sembari tersenyum, lalu iya pun berlalu pergi ke dapur.


"Hm... Emang gak enak kalau makan sendirian." Gumam Kayla


"Bawa bekal aja enak kali ya, makan bareng Sandra." ujarnya.


Kayla berdiri dan berjalan menuju dapur, di dapur ia bertemu dengan mbok iyem.


"Eh mbok, ini Kay mau nyari kotak makanan." jawab Kayla. Mbok iyem mengernyitkan dahinya.


"Kotak makanan? Untuk apa kotak makanan non?" tanya mbok lagi.


"Itu Kay, lagi gak nafsu makan jadi sarapannya Kay bawa ke sekolah aja, makan sama teman." jawab Kayla.


"Ooo... Kalau begitu, tunggu sebentar ya biar mbok siapin." ucap mbok.


"Gak usah mbok, biar Kay aja yang nyiapinnya, mbok lakukan saja pekerjaan yang lain." tolak Kayla.


"Baiklah non, tunggu sebentar mbok ambilkan dulu kotaknya.." ucap Mbok berlalu pergi meninggalkan Kayla, yang masih berdiri di dapur.


"Nah non..." mbok yem menyerahkan dua buah kotak makanan kepada Kayla.


"Makasih ya mbok..." ucap Kayla.


"Ita sama - sama non" balas mbok Iyem


Kayla pun berjalan kembali ke meja makan, dia memasukkan makanan kedalam kotak tersebut. Dengan senyum ceriah ia menatap kotak bekalnyang telh di siapkannya itu.


Kayla melirik jam tangannya, " Jam setengah tujuh" ucapnya.


Kayla pun berlalu pergi meninggalkan rumah itu, saat di depan rumah, Kayla sudah melihat sebuah mobil sudah terpakir di depannya dengan seorang supir yang sudah stand by berdiri di dekat pintu mobil.


"Selamat pagi non." sapa supir itu.


"Pagi juga pak, bapak mau kemana? Siapa yang mau pergi?" tanya Kayla bingung saat sang supir membuka.


"Saya di tugaskan sam pak Bagas untukawe selalu mengantarkan kemana pun nona Kayla berpergian" ucap Supir itu dengan ramah.


"Maaf pak saya tidak membutuhkannya, saya kesekolah akan naik kendaraan umum sajal tolak Kayla.


"Tapi Non, ini perintah langsung dari pak Bagas."seru supir itu.


"Iya gak apa - apa, bapak masukkan lagi mobilnya kedalam garase, lalu bapak masuklah kekamar dan ber istirahatlah." seru Kayla.


"Tapi Non....."


awe


"Sampai jumpa pak, Kay pergi dulu bye..." teriak Kayla berlari menjauh dari sang supir itu.


Kayla berjalan keluar pagar rumah keluarga malik itu, ia melihat ke kiri dan kanan, untuk mencari di mana letaknya halte bis.


"Mana ya, masa iya gak ada.." ujarnya, berusaah mencari.


"Nah itu dia..." teriak Kayla saat melihat sebuah Halte bis.


"Aish kenapa jauh banget..." dumelnya.


Kayla sedikit berlari menuju ke halte Bisnya, sembari berlari Kayla melirik jam tangannya.


"Semoga gue gak telat, mana tempat ini jauh lagi dari sekolah" ujar Kayla.


Ia sampai di halte bis dengan deru nafas yang tidak beraturan, Kayla me dudukkan dirinya di bangku panjang yang ada di halte itu.


"Mana sih Bis nya, jam segini belum lewat juga." seru Kayla..


Ia melirik jam tangannya, tinggal lima belas menit lagi waktu yang tersisa. Kayla sangat gusar di buatnya.


"Kalau kaya gini, gue beneran bakalan telat" ujurnya.


Kayla berdiri dari duduknya dan ia hendak berlari dari halte menuju ke sekolahnya. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara klakson mobil.


Tiiiiiiinnnn...


Kayla menoleh ke sumber suara, dan ia sangat kaget saat mengetahui siapa yang telah membunyikan Klakson mobil itu.


"Elu..." kata Kayla tak percaya.


Orang itu pun keluar dari mobilnya, dan berjalan menghampiri Kayla.


"Elu?" kata Kayla lagi, ia mengernyitkan dahinya bingug


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜