
Suara teriakan Kayla akhir nya berhasil menarik Adrian kembali kan kesadaran nya, Adrian terkesiap saat menyadari tubuhnya menindih Kayla dan mencengkram pergelangan tangan gadis itu sekuat tenaga, ia melepaskan cengkraman nya lalu segera bangkit dan turun dari ranjang.
Adrian berdiri bermaksud ke kamar mandi untuk menjernihkan pikirannya.Namun, baru beberapa langkah saja tubuh tingginya tiba - tiba linglung dan hampir ambruk.
Awalnya, Kayla yang juga turun dari ranjang dan hendak melayangkan protes, tetapi karena melihat Adrian yang hampir terjatuh, dengan cepat gadis itu menahan tubuh pria itu agar tidak ambruk ke lantai dan memapahnya kembali ke tempat tidur.
"Aku bisa sendiri," tolaknya saat Kayla hendak membantu nya berbaring.
Kayla sebenarnya ingin meluapkan kemarahannya karena Adrian sudah mencuri ciumannya untuk ke dua kalinya dalam sehari. Akan tetapi melihat kondisi Adrian yang seperti ini Kayla mengurung niatnya dan akan menunda peperangan nya di lain waktu.
"Elu lagi mabok jadi diam aja, biar gue yang membantu untuk ganti pakaian. Jadi tolong jangan menambah pekerjaan gue."Kayla menata Bantal agar Adrian bisa bersandar dengan nyaman di atas ranjang.
"Kenapa harus mabuk - mabuk sih? Lihat lah, sekarang elu juga demam."kata Kayla meletakkan tangannya di atas kening Adrian
"Gue akan menyeka tubuhmu untuk membersihkan keringat dingin dan juga bisa untuk meringankan demam, jadi tolong buka baju nya!" Kayla melempar pandangannya ke arah lain saat mengucapkan nya.
Adrian hendak menolak, tetapi tubuhnya yang kini melemah membuatnya terpaksa mengiyakan, akhirnya ia mengguk dan membiarkan Kayla membersihka badanya walau pun sebenarnya mereka berdua di landa kecanggungan yang luar biasa.
Adrian mencoba mengembali kan kesadarnya yang pada saat ini sedang di penaruhi oleh alkohol.
Kayla mengeringkan tibuh Adrin dengn handuk dan membantu suaminya itu untuk memakai baju bersih. Ia hanya menyeka tubuh bagian atasnya saja, karena Adrian mau pun dirinya merasa tidak nyaman satu sama lain jika harus lebih dari itu.
Kayla juga mengobati luka yang ada di tangan Adrian, gadis itu sebenarnya ingin tahu penyabab buku tangan Adrian bisa sampai luka seperti itu, tetapi sekarang ini bukan saat nya untuk bertanya mengenai hal itu.
Adrian kembali duduk bersandar di atas tempat tidur, Kayla mengambil gelas yang berisi air madu yang di buatkan oleh mbok Iyem tadi.
Kayla menyodorkan gelas itu kepada Adrian. "Minum lah! Ini air madu, bisa membatu mengurangi rasa mual dan pusingnya." kata Kayla.
Adrian melihat kearah Kayla kemudian ia meneguk air madu tersebut.
"Makanlah bubur nya juga, tadi kata kak Rangga, elu belum makan dari siang."seru Kayla
"Gue nggak lapar."jawab Adrian.
"Paksain, biarlah sedikit asal ada yang masuk dalam perut, setelah ini baru minum obat penurun panas." ujar Kayla menyendokkan bubur itu dan menyodorkannya ke mulut Adrian
Secara refleks Adrian membuka mulutnya, Kayla yang melihatnya tidak melewatkan kesempatan tersebut dan langsung menyuapkan sesendok penuh bubur hangat itu.
Gadis itu menyuapinya dengan telaten , walau pun setiap kali sendok itu menyentuh bibir Adrian mengingatkan nya pada ciuman panas mereka tadi, sehingga membuat jantunnya terasa seperti menari - nari tak karuan.
Adrian hanya mampu memakan setengah mangkuk bubur tersebut dan menolak untuk menghabiskannya meskipun Kayla terus menerus membujuknya.
Kayla memilih mengalah dan menuruti keinginan Adrian, lagi pula saat ini ia sedang tidak berkonfrontasi dengan orang yang sakit dan separuh sadar.
Adrian meminum obatnya, setelah itu ia kembali berbaring dan Kayla menyelimutinya dengan selimut tipis yang nyaman. Karena Adrian sedang demam maka selimut tipis lebih baik dari pada selimut tebal agar demmanya tidak semakin memburuk.
Kayla mematikan lampu, mengganti penerangan kamar dengan lampu tidur yang cahaya nya lebih temaram dan kembut, kemudian ia hendak beranjak meninggalkan kamar itu. Namun tiba - tiba Adrian menahan tangannya.
"Bisakah temani aku tidur.." pintanya dengan suara serak dan pelan.
Kayla menatap Adrian sejenak, lalu menganggukkan kepalanya. "Tidurlah!" ucap Kayla
Kayla mengusap lembut kening dan rambut Adrian. Entah pria itu sadar atau tidak dengan ucapannya, tetapi Kayla makluminya, munkin itu efek dari demam dan pengaruh alkohol sehingga Adrian berbicara tidak seperti biasanya.
Tak lama kemudian mata Adrian terpejam, dengkuran halus bahkan terdengar menandakan Adrian sudah terlelap dalam tidurnya. Kayla yang terkantuk - kantuk dengan mata yanh sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi, akhirnya Kayla ikut terjatuh tertidur ke sisi dada Adrian setengah memeluknya dengan kaki yang masih menjuntai ke bawah.
~
Pagi hari itu Adrian terjaga lebih duku ketika sang surya masih belum menyapa bumi untuk menghangatkan dan menerangi. Kepalanya yang semalam berdenyut dengan hebatnya kini terasa lebih ringan meskipun belum sepenuhnya hilang.
Adrian hendak bangun, tetapi ia merasakan ada beban berat yang menindih separuh dadanya, pria itu menundukkan pandangannya dan melebarkan matanya mendapati Kayla yang tertidur pulas di atas dadanya, mendesakkan merapatkan diri dan memelukkannya seolah mencari ke hangatan di sana.
Jelas saja Kayla kedinginan karena tertidur tanpa selimut, dia hanya memakai celana pendek selutut dengan kaost-shirt berlengan pendek, sementara udara diluar sup dingin gambar dari hujan yang turun semalaman.
Adrian terkejut, sejak kapan Kayla tidur di dekatnya? batinnya. dia memutar otak dan mencoba mengingat-ingat, kepingan kepingan kejadian semalam mulai berlalu Lalang. Hal pertama yang diingatnya adalah ketika ia meminta Kayla untuk menemaninya tidur, disusul dengan ingatan-ingatan yang lain yang satu persatu mulai berkumpul dengan istri keduanya. lalu saat ia bisa mengingat dengan baik apa yang terjadi semalam, kejadian dirinya mencium Kayla dengan kasar terpampang dengan jelas di benaknya.
setelah Adrian Berada di posisi duduk di atas ranjang dengan hati-hati dan pasti dia mengangkat tubuh kurus itu dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Mata Kayla masih terpejam tetapi tangannya menggapai-gapai seperti mencari sesuatu untuk dipeluknya, dia secepat mungkin mengambil guling terdekat lalu memberikannyanke Kayla langsung memeluk bmgulinh tersebut dengan posesif. Adrian menyelimutinya, ditatapnya si polos yang sedang tertidur itu.
Iya sama sekali tidak menyangka, ternyata sentuhan tangan Kayla secara ajaib mampu menghilangkan kegelisahannya.
Kumudian Adrian beralalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket.
Tak lama kemudian Kayla pun menggeliat akan tidurnya, ia terbangun dan melihat ke sekeliling ruangan, ia tidak menemukan sosok Adrian di dalam kamar itu
"Mungkin dia lagi makan.."
"Aish, dia nggak membagunkan gue, setelah apa yang terjadi semalam."gerutu Kayla.
Iya turun dari ranjang, dan berjalan ke arah kamar mandi, ia hendak masuk ke kamar mandu untuk mencuci mukanya agar lebih segar sebelum mencari Adrian, ketika tangannya menyentuh gagang pintu saat itu bersamaan dengan adrian yang baru saja keluar dari sana hanya menggunakan handuk terlilit di pinggangnya.
Kayla tersentak kaget disuguhkan pemandangan pada bidang tanpa kain penghalang di hadapannya.
"Akhhh... Kenapa lu nggak pakai baju!..." teriaknya sambil menutup wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
~•••~