
"Saat ini gue nggak membawa nya, tapi gue akan bawakan besok buat elo. Soal nya stok gue habis, jadi gue harus pesan dulu.
Besok kita ketemu di tempat yang gue tentuin, jadi elo bisa menikmati nya dengan lebih hikmat dan tenang."kata Nino, menepuk bahu adrian.
" Dan gue saranin, elo nggak usah nyari - nyari Alex, kalau elo mau balapan. Gue juga bisa dan gue akan menerima tantangan dari elo dengan seneng hati."lanjut nya.
"Baiklah, gue tunggu kabar dari elo. Gue cabut dulu."Adrian melangkah meninggalakn Nino.
Setelah kepergian Adrian , wajah Nino terus tersenyum. Tampak nya rencana nya berjalan dengan lancr dan mulus. Menurutnya, Adrian sangat mudah untuk di pengaruhi.
Nino menelpon Alex.
"Halo."jawab Alex.
^^^"Berikan lebih banyak pil, ke gue. Ini pesanan Adrian."Ujar Nino^^^
"Hahahaha... Ternyata dia lebih bodoh dari yang gue kira. Baiklah, gue akan mengirimkan nya besok melalui anak buah gue aja. Apa elo nggak tertarik untuk mencoba nya juga?"tanya Alex.
^^^"Elo pikir gue sebodoh itu, pengen terjerumus barang haram itu."balas Nino sinis.^^^
^^^"O iya, apa nggak sebaik nya elo aja yang datang, apa elo nggak pengen melihat Adrian hancur? Dia bahkan besok nantangin gue buat balapaan." lanjut Nino.^^^
"Nggak bisa, gue harus menjaga mereka."jawab Alex
^^^"Kan disana juga ada Anak buah nya Rafi dan Adit, Jadi kalau elo keluar bentar nggak akan apa - apa."kata Nino ^^^
^^^"Btw, Adek gue gimana? Rafi nggak apa - apain dia kan?"tanya Nino dengan nada khawatir.^^^
Alex tidak langsung menjawab. Dia menoleh ke belakan melihat kondisi Sandra yang bisa di katakan sudah babak belur. Alex meneguk ludah nya.
"I-Iy- Iya, dia baik - baik saja, selo tenang aja."jawab ALex gugup.
^^^"Syukur lah, pokok nya. Kalian jangan sampai melukai adik gue, atau kalian akan menyesal!!"ancam Nino.^^^
^^^"Jadi gimana, apa elo bisa datang kemari besok?"tanya Nino lagi.^^^
Alex tampak berpikir."Baiklah, gue akan ke menemui elo besok. Dan kirimkan rekaman percakpan kalian? Aku akan menunjukkan nya pada wanita itu."Alex mematikan panggilan nya. Dia menemui Kayla.
"Dengar kan ini!"Alex memutar sebuah rekaman suara yang di kirimkan Nino. Kayla membelalak kan mata nya saat mendengar kalimat Adrian yang hendak menceraikan nya dan obat - obatan terlarang ynag telah dia konsumsi dan membuat nya kecanduan.
"Lihat? Suami elo akan menceraikan elo. Apa lagi yang elo harapkan ha? " Alex tersenyum sinis.
Kayla menunduk dan bersedih, Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan saat ini. Hanya menunggu Adrian melayangkan gugatan ke pengadilan.
"Tenang saja Kay, Gue yakin kak Adrian nggak akan melakukan hal itu."kata Sandra lemah.
"Hahaha, Hey gadis bodoh, elo tenang aja bagian buat elo juga ada. Disaat sahabat elo ini kehilangan suami, maka elo juga akan kehilangan kakak tercinta elo."ujar Alex Sinis.
Sandra membelalak kan matanya tak percaya. " BRENGSEK!! JANGAN GANGGU KAKAK GUE!!" teriak Sandra kuat, seolah dia lupa akan rasa sakit yang sedang menjalar di tubuh nya.
Adit yang saat itu sedang berada di kamar mandi pun bergegas menghampiri Sandra. Dia sangat kaget saat mendengar suara teriakan Sandra.
"Ada apa ini?"tanya Adit.
"Elo tanyain aja sama cewek elo yang nggak jelas itu."jawab Alex menatap Sandra remeh.
"Kamu kenapa San?"tanya Adit, mencoba untuk menghapus air mata Sandra yang menetes di pipi nya.
Sandra mengalih kan wajah nya, menghindari sentuhan Adit.
"Jangan sentuh gue dengan tangan kotor elo itu dan sebaik nya elo jauh - jauh dari gue, eneg gue lihat tampang elo."kata Sandra tajam.
Adit tidak bisa berbuat apa - apa, dia tau dan memaklumi alasan Sandra marah.
Sandra lebih memilih memegang tangan Kayla, dan mencoba menguat kan sahabat nya itu.
"Percaya sama gue, semua nya pasti akan baik - baik aja."bisik Sandra
Tidak jauh beda dengan Kayla, Sandra pun melaku
kan hal yang sama. Dia juga sedang sangat sedih memikirkan bagaimana keadaan kakaknya.
Adit hanya bisa menatap nanar kedua gadis yang sangat di sayang nya itu.
Alex yang merasa jijik dengan keadaan itu, ia pun meninggalkan mereka dan menelpon Rafi untuk memberitahu kan kabar gembira ini. Tentu saja Rafi sangat senang mendengar nya.
Bahkan dia langsung pergi ke vila itu untuk melihat sendiri bagaimana wajah sedih Kayla dan Sandra. Dia menempuh perjalanan menuju ke sana lumayan lama.
3 jam kemudiandia pun sampai di villa itu. Sesampai nya di sana, dia langsung menemui Alex dan mendengar sendiri percakapan antara Adrian dan Nino.
"Hahaha.... Bagus, rencana gue berhasil."tawa Rafi. Kemudian dia pergi menemui Kayla dan Sandra yang sedang berada di kamar nya.
Rafi masuk kedalama kamar dan dia langsumng melihat wajah sedih Kayla.
Rafi mendekati Kayla." Kenapa kamu menangis sayang?"ucap Rafi sambil menatap prihatin.
Kayla menajamkan tatapan nya."Elo adalah orang paling jahat dan kejam yang pernah gue temui."
"Yayaya, Aku akui, tapi kenapa kau bersedih. Kan masih ada aku yang bisa membuat mu bahagia kelak. Dan lupain lah pria bodoh seperti Adrian itu."kata Rafi, tersenyum kepada Kayla.
"Jangan Harap!!"balas Kayla.
Rafi mengabaikan perkataan Kayla itu, dia sedang malass untuk berdebat dengan Kayla. Dia beranjak dari tempatnya dan kembali keluar dari kamar itu. Rafi pergi menemui Alex, di sepanjang jalan ke ruangan Alex, Rafi bernyanyi senang.
"Siapa yang akan mengantar pesanan nya?"tanya Rafi saat masuk kedalam ruangan Alex.
"Gue."jawab Alex
"Baiklah tapi tinggalkan pistol elo, karena elo nggak bisa berkeliaran dengan pistol."ujar Rafi.
"Iya gue tahu."Alex memberikan pistol nya kepada Rafi.
~
Ke esokan hari nya, Alex pun pergi menemui Nino.
Sementara itu Rafi berada di vila itu untuk mengawasi Kayla dan Sandra.
Rafi terus saja tersenyum, dia tidak pernah menyangka hari ini akan datang juga.
Malam hari nya.
Alex mengirimi nya pesan bahwa dia akan pulang besok karena dia ingin istirahat dulu di tempat pacar nya.
"Dasar lemah" Rafi meletakkan kembali ponsel nya.
Kayla sedang mengaji di kamar nya, Rafi menutup kuping nya karena suara Kayla yang menurutnya sangat mengganggunya. Rafi melangkah menuju kamar Kayla, dia menendang pintu kamar itu hingga pintu nya rusak. Kayla terkejut dengan ke datangan Rafi yang di penuhi oleh emosi.
"Ada apa?"tanya Kayla.
"Apa kau tau sayang, suara mu itu seolah mengatakan aku ini terlalu jhat pada mu. Jadi bisa nggak kamu diam saja,!!"kata Rafi setengah membentak. Kayla hanya dia saja tanpa mau membelas perkataan Rafi.
"Jelas saja elo merasa risih, karena dalam tubuh elo itu banyak setan nya. bagus deh kalau elo sadar kalau udah jahat."saut Sandra.
"Berisik!!!"Rafi langsung memukuli Sandra. Kayla datang menghampiri dan berusaha untuk menolong sahabat nya itu. Tapi para anak buah Rafi malah menahan nya. Kayla tidak bisa melepaskan nya karena ada pistol di kantung celana Rafi.
"Sandraaaa,tidaaaak, lepaskaaaaaaan!!!"teriakkan Kayla menggema dalam ruangan itu.
Rafi tidak memperduli kan nya, dia terus saja memukuliperut dan wajah Sandra.
Tiba - tiba lampu padam, semua nya jadi gelap. Rafi pun menghentikan pukulan nya.
~•••~