
Kayla menatap Rafi dengan tatapan sendu nya, dia masih belum percaya kalau Rafi sangat terobsesi kepada nya.
Rafi yang menyadari tatapan Kayla pun, tersenyum dan dia kembali mendekati dan memegang wajah Kayla.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Aku nggak butuh bela kasihan Kay, aku hanya butuh kamu ada di samping ku."kata Rafi.
Kayla menggelengkan kepala nya. "Maaf kan aku, yang kamu rasakan padau itu bukan lah cinta Fi, tapi itu hanya obsesi semata."kata Kayla mencoba melunak kan Rafi.
Rafi menggeleng." Kamu salah Kay, ini lah cinta yang sebenarnya. Aku bisa kasih kamu segala nya dan aku akan jamin kamu akan selalu bahagia kalau bersama ku, nggak seperti suami mu itu yang hanya bisa menorehkan luka dan ke sedihan untukmu."kata Rafi.
Kayla kembali menggeleng, "Ingat Fi, cinta itu nggak harus memiliki."kata Kayla.
Rafi menjauh dari Kayla, dia sangat kesal saat mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Kayla.
PRANG...
Rafi melempar sebuah botol ke dinding.
"Kata - kata itu hanya buat orang bodoh, kau tau. Bagiku, cinta itu harus di pertahan kan dan harus di miliki!!!"kata Rafi dengan lantang.
Tubuh Kayla begetar di buat nya, dia sangat takut melihat Rafi yang mulai hilang kendali.
"Kayla..."kata Sandra lirih dia tahu kalau sahabat nya itu sedang ketakutan.
"Tolong hentikan ini semua Fi, gue mohon. Kay nggak salah apa - apa, dia nggak tau kalau elo juga menyukai nya."kata Sandra.
Rafi menoleh kepada Sandra saat mendengar kata ' juga' yang di ucapkan nya.
"Apa? Maksud elo apa juga menyukai?"tanya Rafi penuh tanda tanya.
Sandra melihat kearah Kayla terlebih dahulu dan Kayla langsung menggelengkan kepala nya sebagai tanda, kalau Sandra tidak boleh menceritakan nya.
"Cepat kata kan!!"bentak Rafi
"Sebenar nya Kayla dulu juga sempat menyukai elu, tapi karena dia tau diri dan merasa kalau elu itu sangat sulit untuk di gapai makanya dia memendam semua itu...."ujar Sandra.
"San, udah."kata Kayla, dia nggak mau kalau Rafi kan makin sakit hati saat mendengar nya.
"Diam!! Lanjutkan!!"perintah Rafi.
Sandra menatap Kayla, dan mencoba meyakin sahabat nya itu, kalau pria itu harus tau kenyataan yang sebenar nya.
"Tapi, kemudian rasa itu kian memudar saat ia mulai menjadi istri kak Adrian."kata Sandra
"Benar kah itu Kay?"tanya Rafi.
Sebelum menjawab Kayla menghela napas nya terlibh dahulu.
"Sudah ku bilang, cinta itu nggak harus memiliki dan saat gue tahu kalau Sinta juga sangat mencintai mu, dari situlah aku mulai benar - benar
melupakan cintaku pada mu."kata Kayla.
"Hahaha.... Sinta, gadis bodoh itu. SAmpai kapan pun gue nggak akan mau sama dia, karena yang gue mau itu hanya kamu Kay."kata RAfi, mengelus pipi Kayla
Dengan cepat Kayla memalingkan wajah nya
"Tc, Kalau benar kamu pernah memendam rasa pada ku, berarti dengan mudah aku bisa menyala kan rasa itu kembali bukan?"kata Rafi.
Kayla tidak menanggapi perkataan Rafi, dia memperhatikan sekaliling ruangan itu. Ini jelas bukan tempat yang di kunjungi nya tadi. Seperti nya dia dan Sandra telah dia bawa saat mereka pingsan tadi. Bahkan dari jendela hanya terdapat banyak pepohonan, bukan dinding bangunan seperti di bangunan tadi.
"Ini, dimana?"
"Kenapa? Apa kamu mau memberitahu suami mu itu dan memintanya untuk menjemputmu?Hahaha, berhenti lah bermimpi. Saat ini suami mu itu pasti sangat membenci mu."Rafi mengeluarkan ponsel Kayla dan memperlihatkan apa saja yang dikirim nya ke ponsel Adrian.
Kayla terbelalak melihat isi pesan itu. Semua nya adalah kata - kata menyakitkan dan pengakuan tentang pengkhianatan nya beserta video - video yang menguatkan pengkhianatan nya itu.
"Apa kamu yang mengirimnya?"tanya Kayla marah
"Tentu saja, aku pintar bukan?"ucap Rafi bangga
"Apa sebenar nya rencana mu, Fi?"tanya Kayla
"Apa kamu tahu?"
Rafi melangkah mengitari Kayla yang masih terduduk dengan tubuh terikat. Bahkan dia samapai menggunakan tali rantai dan gembok untuk mengikat Kayla. Jika ia hanya mengikat nya hanya dengan tali biasa pasti Kayla akan dengan mudah melepaskan nya, mengingat kalau tenaga dan otak gadis itu yang sangat cerdas.
"Rencana ku adalah, menghancurkan ADRIAN MALIK dan memisahkan kalian berdua."kata Rafi.
"Kenapa kamu bilang? Kenapa kamu masih bertanya sih Kay?"balas Rafi
"Kalau benar elu mencintai Kayla, terus kenapa elu mencoba untuk membunuh nya?"tanya Sandra.
"Itu bukan atas perintah gue, tapi itu semua rencana Sinta dan Loli."jawab Rafi.
"Apa?"Sandra kaget.
"Apa mereka juga.."
"Ya, elu benar, gue menjadikan mereka berdua sebagai pengecoh agar Kayla menjauh dari Adrian. Dan Alex yang merupakan musuh nya Adrian sendiri akan menjalan kan tugas nya untuk menghabisi Adrian."Rafi menyeringai. Senyum nya sangat menakutkan.
Baik Sandra atau pun Kayla sanngat kaget mendengar nya. Sandra menatap kearah Kayla, Dia sangat sedih sahabatnya itu.
"Nggak, kak Adrian nggak bersalah. Berhentilah mengganggunya, kamu kan masalahnya sama aku jadi. Please, jangan sakiti dia." kata Kayla mulai menitihkan air mata. Rasa nya dada nya begitu sesak ketika melihat Adrian harus menghadapi semua ini, karena nya.
Saat ini, mungkin Adrian sedang terpuruk menerima pengkhianatan nya. Dan Alex akan mulai mempengaruhi nya dengan cara mengajak nya untuk balapan, Kayla tau bentul kalau suami nya itu. Akan meluapkan emosi nya dengan cara memacu sepeda motor nya.
Dan Adrian juga akan mudah terpancing emosi jika suasan hati nya sedang kacau.
"Ya ampun ternyata kamu benar - benar mencintai nya. Cinta? Cih menjijikkan, bahkan kau juga sama dengan Adit."ucap Rafi sambil menatap sinis.
"Apa,Adit juga tau dengan semua ini?"tanya Kayla.
"Tentu saja, memang nya apa yang bisa ku rahasiakan dari nya. Namun sayang dia dengan bodoh nya malah terjebak akan cinta dari gadis bodoh ini."kata Rafi mendorong kepala Sandra.
"AWW..."teriak sandra yang merasakan sakit saat kepala nya di sentuh Rafi.
"Jangan menyakiti nya, ku mohon."pinta Kayla. Rafi tersenyum miring mendengar nya.
"Jadi benar, semua masalah ini dalang nya adalah kamu. Apa masalah Loli yang nyamperin aku saat di cafe kemaren, juga atas perintah mu?"tanya Kayla
Rafi menganggukkan kepala nya.
Kayla menghela napas dalam, dia nggak menyangka kalau orang yang selama di anggap baik oleh nya itu. Adalah monster yang sangat menyeramkan.
"Sadar lah, Fi. Selama ini kita sudah berteman dengan baik. dan hubungan kita juga selalu baik baik saja. aku benar - benar habis pikir kalau semua perbuatan ku akan sangat menyakiti mu."kata Kayla mencoba untuk melunakan Rafi.
"Bagaimana pun kerasnya kamu buat misahin aku sama Kak Adrian. Dan meski pun, pada akhirnya rencana kamu itu berhasil buat misahin kita. Tapi aku tetap nggak bisa bersama mu. Karena kamu itu udah aku anggap sebagai sahabat dan saudara aku sendiri."kata Kayla lagi.
"Yaa, aku tau akan hal itu."balas Rafi.
"Lalu kenapa kamu masih mengincai kak Adrian?"Kayla menjadi geram. Ternyata orang yang ada di hadapan nya itu adalah pepmbunuh berdarah dingin. Bahkan dia tidak memiliki rasa simpatik kepada Sandra yang sedari tadi mengerang ke sakitan.
"Karena, aku nggak mau lihat orang lain bahagia memiliki mu."jawab nya singkat.
"Kamu sungguh egois, dan aku benar - benar kecewa dengan mu. Aku benar - benar membencimu!!"kata Kayla sinis
"Diam!!!"suara bentakan Rafi menggema dlam ruangan itu.
"Ini bukan hanya sekedar obsesimu mengenai diriku, tapi ini juga mengenai kau iri dengan kehidupan orang lain. Sadar lah, kalau kau masih begini sampai kapan pun hidup mu nggak akan tenang." kata Kayla yang menyadarikalau Rafi juga di pengaruhi oleh rasa iri kepada Adrian.
Plakkkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Kayla.
"Jangan sakiti Kayla!!"teriak Sandra
Rafi beralih ke Sandra dan memberi pukulan di perut gadis itu, hingga Sandra muntah darah.
"Tidaaakkk!!. Hentikan!! Sandraaaaa!!!" teriak Kayla saat melihat sahabat nya di pukul seperti itu. Dia menangis sejadi - jadi nya.
Namun, tiba - tiba seseorang datang dan menarik Rafi dan mendarat kan sebuah pukulan di wajah nya.
Buggg
Rafi jatuh tersungkur, dia mencoba untuk berdiri dan melihat siapa yang berani memukul nya. Jika itu orang lain rasa nya tidak mungkin karena tempat ini di jaga ketat oleh anak buah nya.
Rafi menatap dengan jelas siapa orang tersebut, dan ternyata dia adalah....
~•••~
Ayo menurut kalian, siapa nih yang memukul Rafi?...