
Kayla membuka pintu mobil dan begitu kaget saat ia mendengar panggilan Adrian.
"KAYLA!!!"
Kayla melihat ke arah pintu, di sana sudah ada Adrian yang sedang menatapnya dengan tajam. Ravi melihat hal itu pun langsung turun dari mobil.
"Ravi elu mau ngapain?" tanya Kayla kaget.
"Gue cuma mau ngejelasin ke kakak kamu itu biar dia nggak salah paham" jawab Ravi.
"Dari mana aja elu,huh?!" Adria melangkah mendekati Kayla dan Ravi.
"Tadi pelanggan di cafe lumayan banyak, makanya agak telat pulang."
"Alasan banyak planggan, bilang aja elu habis kelayapan sama cowok ini kan?"tanya Adrian melirik Ravi.
"Maaf kak, jangan salah paham. Apa yang di katakan Kayla itu benar, dia emang baru pulang kerja, tapi kita mampir dulu makan di restoran makanya sedikit agak telat pulangnya"Kata Ravi menjelaskan apa yang terjadi.
"Gue nggak butuh penjelasan dari elu, lebih elu pergi sekarang!!" kata Adrian sinis.
"Baiklah kak, kalau gitu gue pulang dulu ya" pamit Ravi
"Iya, makasih ya Vi, "
Adrian menarik tangan Kayla dan menyeret gadis itu masuk ke dalam rumah. Ravi begitu khawatir melihat Adrian yang begitu kasar kepada Kayla, namun apalah daya, dia tidak bisa berbuat apa - apa. Ravi pun pergi meninggalkan rumah keluarga Malik.
Adrian yang begitu marah membawa Kayla masuk ke dalam kamar kemudian ia melempar Kayla ke atas ranjangnya.
"Elu, kenapa sih kasar banget sama gue? Salah gue apa sih?" tanya Kayla menatap Adrian.
"Sudah berapa kali gue peringatkan sama elu! Jangan dekat dengan pria lain! Tapi, elu masih aja gak mau dengerin gue!" bentak Adrian.
"Hahaha"Kayla tertawa mendengar perkataan Adrian
"Kenapa? Gue cuma berteman dengan Ravi, nggak lebih dari itu. Apa salahnya dnegan itu?" tanya Kayla menatap Adrian
"Berteman? Nggak ada pertemanan antara pria dan wanita. Pria mana yang mau menunggu wanita yang sedang bekerja dan mengantarnya pulang malam - malam begini? Kalau dia nggak ada sesuatu"
"Dan lucunya, kalian pergi makan ke restoran lain, sementara elu kerja di cafe? Kenapa nggak makan di cafe Nino aja?" imbuh Adrian
"Alasan kerja, padahal kencan!" ketus Adrian menatap Kayla tajam
"Maksudnya? Ohhh gue tau, pasti cewek elu itukan yang lapor sama elu, karena kami tadi ketemu di resto. Asal elo tau ya, cewek elu yang cantik, sexy dan baik hati bak malaikat isroil itu udah nyiram gue pake jus!" Kata Kayla menatap Adrian nyalang.
"Jangan mengalihkan kesalahan elu ke orang lain" kata Adrian tak terima
"Tc, eku mau bukti? Ini lihat, buka mata elu itu, lagi pula buat apa gue harus mengalihkan kesalahan gue ke orang lain, orang gue gak ada salah."jawab Kayla menunjukkan noda jus di bajunya.
Adrian pun terdiam, Bagaimana bisa ia termakan omongan Loly yang mengatakan kalau Kayla berkencan dan bermesra-mesraan di restoran bersama kekasih. Adrian pun suguhkan dengan beberapa foto Kayla dan Ravi.
"Elu ngelarang gue buat berteman dengan cowok mana pun, tapi elu sendiri dengan seenaknya bawa cewek elu ke rumah. Gue tau ini rumah elu tapi... Tapi tolong jangan seenaknya. Pada awal dulu elu bikin surat perjanjian, kalau kita nggak boleh ikut campur urusan masing - masing tapi, apa buktinya?!" tanya Kayla
"Elu yang buat peraturan tapi elu sendiri yang selalu melanggarnya. Gue tau, elu banyak duit dan elu emang selalu bayar denda atas pelanggaran yang elu lakuin, tapi gue gak butuh itu!!" kata Kayla, tana perintah air matanya menetes dengan sendirinya.
Adrian langsung memeluk Kayla yang menangis di hadapannya.
"Maafkan gue Kay, gue begitu percaya saa ucapan Loly. Gue gak bisa lihat elu deket sama cowok lain."kata Adrian
"Lepasinnn gue!" Kayla meronta - ronta minta di lepaskan, namun Adrian tidak mau menghiraukan permintaannya.
"Kenapa ? Kenapa,elu kan nggak pernah cinta sama gue! Lagi pula kita nikah juga karena terpaksa! Gue mohon lepasin gue, biarin gue hidup sendiri!" ucap Kayla
"Nggak, gue nggak akan pernah lepasin elu!" bantah Adrian mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil istrinya itu.
"Tapi kenapa?!" tanya Kayla
"Karena...." Adrian tak mampu menjawab pertanyaan Kayla. Dia pun masih bingung, ada apa sebenarnya dengan dirinya ini. Setiap kali Kayla pergi bersama cowok lain rasanya ia tidak rela. Tapi di sisi lain ia masih bersama Loly kekasihnya itu.
Adrian melepaskan pelukkan nya.
Adrian meninggalkan Kayla fan menuju kamarnya sendiri. Kayla yang masih terduduk di atas ranjang sambil terus menangisi nasibnya.
Ia ingin sekali keluar dari rumah ini, dan kembali tinggal di panti bersama dengan ibu dan adik - adiknya. Bagaimana bisa Adrian mempermainkan perasaannya seperti ini.
~
Kayla sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, ia pun keluar dari kamarnya dan melihat Adrian yang baru turun dari kamarnya. Kayla hanya menatapnya sekilas namun tak ingin menyapanya.
"Kay, ke sekolah bareng gue aja." seru Adrian.
Kayla menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Adrian.
"Iya" jawab Kayla males
Mereka pun tak sarapan di rumah pagi ini karena mereka langsung berangkat.
"Kita sarapan di luar aja ya" kata Adrian
"Iya"
Adrian menjalankan mobilnya meninggalkan rumah, tampaj dari kejauhan mobil Ravi bergerak mendekat ke rumah Kayla.
"Apa Kayla udah berangkat ya?? Mobilnya udah nggak ada, tapi Kayla kan emang gak pernah pake mobil, atau dia masih di dalam? Gue tanya satpam kali ya.." Ravi pun keluar dari mobil dan menghampiri post satpam rumah itu.
"Permisi pak, apa Kaylanya udah pergi?" tanya Ravi
"Oh.. Non Kayla udah Den, baru saja berangkat bersama Den Adrian." jawab pak Satpam
"Baiklah, kalau gitu makasih pak" ucap Ravi, berlalu pergi.
Adrian menghentikan mobilnya di restoran cepat saji, ia pun membeli 2 porsi sandwich fan 2 gelas coklat untuknya dan Kayla.
"Ini makanlah!" Adrian meletakkan makanan itu di depan Kayla.
"Makasih" ucap Kayla.
Mereka mulai memakan makanan masing - masing dalam diam. Setelah selesai makan Adrian melanjutkan perjalanannya.
"Kay, elu suka ya sama cowok yang semalam?" tanya Adrian memecah keheningan.
"...Nggak" jawab Kayla
"Kalau sama teman elu yang lain?" tanya Adrian.
"Nggak ada, fokus aja ke jalan"seru Kayla ketus.
"Jadi elu sukanya sama siapa?" tanya Adrian lagi
Deg!
"Emmm.... Gak ada"
"Termasuk gue?"tanya Adrian
Adrian menatap Kayla pada saat mereka berhenti di lampu merah
"Ogah, gue nggak suka sama orang yang egois dan nggak setia kaya elo!" jawab Kayla memalingkan pandangannya.
"Pffffhhhhtt hahaha"
"Apa Sih gak jelas banget, gak ada yang lucu juga malah ketawa sendiri gitu."ketus Kayla
"Lucu kalau elu lagi marah, gue makin gemes kalau liat eku kayak gini.." seru Adrian tersenyum
"Terserah!"balas Kayla kesal.
~•••~