My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 96



Dengan cepat Loly mengganti pakaian dan segera keluar dari kamar nya. Adrian melihat bra Loly yang tergeletak di sudut meja . Ia pun langsung tau apsti Loly pasti telah menghabiskan malam yang panjang dengan Tio.


"Dasar murahan"pikir Adrian, ia benar - benar merasa jijik dengan wanita itu.


"Ayo sayang" ajak Loly mendekati Adrian


"Oh oke."


Adrian beranjak dari sofa dan pergi bersama Loly sementara Tio ia masih di kamar Loly menunggu sampai mereka benar - benar pergi


Adrian memutuskan untuk mengantarkan Loly ke tempat pemotretannya


"Yang, apa semalam tidur mu nyenyak?" tanya Adrian.


"I iya... Kamu?" tanya Loly kikuk


"Sama, oh iya itu leher kamu kenapa kok merah - merah gitu?" tanya Adrian menoleh kearah Loly.


Loly sontak langsung memegang lehernya, dan menutupinya dengan rambut nya yang tergerai.


"Di apartement lagi banyak nyamuk yang." jawab Loly.


"Oh gitu ya, pake anti nyamuk dong yang, ntar kalau kamu sakit kan susah" seru Adrian


"O iya, tadi aku nggak sengaja melihat bara kamu di bawa sudut meja. Jangan sembarangan taruh barang berharga kamu dong yang, kalau ada tamu yang datang gimana? Kan kamu nya juga yang malu" Kata Adrian.


"Oo itu, maaf yang aku lupa saking capek nya. Kamu perhatian banget sih sama aku" seru Loly menyandarkan kepala nya di lengan Adrian


"Jelas dong, karna aku kan pacar kamu"kata Adrian, rasanya Adrian ingin munah setelah mengucaokan kata itu.


"Dry kapan kamu akan nikahi aku?? Kita kan udah sama - sama dewasa loh, udah sepantasnya kita menikah, tahun ini kamu lulus, begitu juga dengan aku dan kamu kan juga udah kerja, jadi nunggu apa lagi sih yang?" tanya Loly membenarkan duduknya.


"Hmm... Secepatnya ya aku usahain, kamu kan tau sendiri orang tua aku gimana, lagi pula. Kita baru lulus loh, aku mau mengejar karier ku dulu biar aku bisa bahagian kamu kelak" jawab Adrian.


"Beneran ya, kamu jangan php doang." kata Loly


Adrian membalasnya dengan senyuman datar, sampailah mereka di lokasi pemotretan Loly.


"Kamu hati - hati ya pemotretannya, jangan genit sama model lain!" kata Adrian mengingatkan


"Sebenarnya aku malas banget melakukan pemotretan ini." seru Loly


"Kenapa? Bukannya kamu selalu semangat setiap sesi pemotretan." tanya Adrian mengernyit kan dahi nya.


"Aku masih kangen sama kamu, gimana kalau aku ikut kamu ke kantor aja?"ujarnya


"Tapi pemotretannya gimana?"tanya Adrian


"Nanti aku tinggal bilang gk enak badan, jadi bisa di tunda jadwalnya." jawab Loly.


"Tapi yang, aku di kantor lagi banyak kerjaan. Aku nggak bisa nemenin kamu, ntar kamu bosan giman." ucap Adrian berusaha menolak.


"Gak apa - apa, aku janji aku nggak akan ganggu kamu." balas nya.


Adrian menggaruk tengkuknya, ia bener - bener kehilang cara untuk lepas dari wanita ini.


"Hmm... Baiklah, tapi janji ya jangan ganggu aku nanti!" seru Adrian


"Siap boss"


~


Setibanya di kantor, Adrian menyuruh Loly untuk duduk menunggunya di sofa yang ada di dalam ruangannya.


"Semangat kerjanya sayang, emmuach" ucap Loly mengecup bibir Adrian sekilas.


"Kamu!... Yang tolong ini di kantor jangan gitu ya."ucap Adrian yang hendak marah.


"Sorry yang, kamu gemesin sih.."balas Loly tersenyum tanpa bersalah.


"Yaudah kamu diam di sini." Adrian pun berlalu pergi ke meja kerjanya.


"Yang, ini aku beli in kopi kesukaan kamu." kata Loly meletakkan segelas kopi yang sempat di pesannya dari cafe Nino.


Adrian langsung menutup map yang sedang di kerjakan nya.


"Makasih, kapan kamu membelinya? Kok aku nggak sadar kalau kamu keluar dari sini" tanya Adrian


"Sama - sama. Tulah kamu nya sih terlalu serius kerjanya, sampai - sampai aku keluar aja kamu nggak sadar."


"Kamu lagi ngerjain apaan sih,? Kamu lagi banyak kerjaan ya?"tanya Loly.


"Iya aku dapat proyek baru, jadi agak sibuk sedikit dari pada biasanya, makanya kamu jangan ganggu aku ya." pinta Adrian


Loly tiba - tiba memegang tangan Adrian, Adrian sangat kaget karena di sentuh oleh Loly. Nggak tau kenapa akhir - akhir ini dia merasa sangat risih jika berdekatan apalagi di sentuh sama Loly, beda dengan dulu,kalau dulu dia sangat suka jika bersentuhan denga Loly.


"Sayang, aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Loly


"Apa?"


"Aku boleh gak kerja di perusahaaan kamu?"tanya Loly


"Ha... Buat apa? Bukan nya kamu nggak suka perkerjaan yang banyak mikir. Lalu sekarang kenapa tiba - tiba pengen kerja di perusahaan?" tanya Adrian.


"Ya pengen aja gitu yang, sekalian aku pengen ngebantu kamu juga, kasihan loh aku lihat kamu keteteran gitu kerja nya." jawab Loly


"Gak perku yang, mending kamu serius aja di profesi kamu sekarang, urusan kantor biar aku yang urus." balas Adrian


"Lagian aku tuh nggak mau kalau kamu terlalu capek, kerja di perusahaan itu sangat melelahkan yang, jadi mending kamu tekun aja di bidang modeling nya." tambah Adrian.


"Tapi yang, aku tuh penge. ngebuktiin sama keluarga kamu kalau aku ini layak buat kamu." kata Loly


"Apa yang perlu di buktikan!!!"


Adrian dan Loly menoleh bersamaan saat mendengar suara mama Anita.


"Mama" kata Adrian yang melihat mama nya sedang berdiri di ambang pintu


"Sudah berapa kali mama bilang! Jangan dekat - dekat lagi sama wanita ini!!" kata Anita marah, ia menatap Loly dengan tatapan tajamnya


"Ma udah ma. cukup" kata Adrian


"Tante aku tulus mencintai anak Tante,"ucap Loly


"Sampai kapan pun saya nggak akan pernah sudi buat merestui hubungan kalina!" bentak Anita, dia benar - benar muak dengan wanita itu.


Anita langsung menarik Adrian dan membawa nya keluar dari kantor. Adrian terpaksa mengikuti kemana mama nya itu membawanya.


"Aish... Dasar mak lampir, merusak suasana aja, padahal sedikit lagi gue berhasil membujuk Adrian dan bisa masuk ke perusahaan ini."gerutu Loly menatap kepergian Adrian dan Anita.


~


Mereka pun sampai di rumah dengan Anita yang menarik paksa Adrian masuk ke dalam rumah.


"Kayla!!" panggil Anita


"Kayla!!" panggilnya lagi


Kayla yang baru saja pulang sekolah dan akan mengistirahat kan otaknya setelah ujian pertama pun segera keluar dari kamar nya saat ia mendengar suara mertuanya memanggil.


"Mama? Mama kapan pulang?" tanya Kayla senang.


Ia pun menatap Adrian aneh saat melihat tangan suaminya itu di pegang oleh mertuanya itu.


"Baru saja nak, aish nanti aja peluk kangen nya."


"Mama benar - benar kecewa sama kamu!" kata Anita.


"Kayla kenapa ma??"tanya Kayla yang jadi takut saat melihat ekspresi mertua nya itu yang berubah garang.


~•••~