
Setelah pertemuan Zella dan Remi di area piknik waktu itu, Zella menjadi sering bertemu dengan pria itu, entah secara sengaja atau tidak sengaja. Selalu ada hal yang membuat mereka bertemu satu sama lain. Seperti hal-nya hari ini, Zella sedang menunggu Mike untuk fitting baju pernikahannya nanti. Dan lagi-lagi Zella tidak sengaja melihat Remi yang sedang makan siang di caffe, maka daripada menunggu dipinggir jalan, Zella menghampiri Remi yang sedang makan sendirian.
"Hai, Remi."
"Oh? Hai, Zell. Mau kemana?" tanya Remi. Pria itu mempersilahkan Zella untuk duduk disebelahnya.
"Aku lagi nunggu Mike mau fitting busana."
"Ah, terus Mike nya mana?"
"Mike lagi dijalan mau kesini."
"Cantik banget ya calon pengantin ini, jangan sering-sering keluar rumah lo. Nanti diculik."
Zella tertawa pelan. "Memangnya siapa yang mau nyulik aku?"
"Aku? Mukaku keliatan kayak penculik nggak?"
"Psikopat!"
Remi tertawa mendengar jawaban Zella. Pria itu kembali melanjutkan kegiatan makan siangnya sembari menatap orang-orang yang berlalu-lalang disiang hari bolong seperti ini.
"Kamu nggak ke kantor?" tanya Zella.
"Aku ngantor kok."
"Kok pake baju biasa?"
"Lagi males aja, kemejaku kotor semua, belum sempat ngantar ke laundry."
Zella hanya ber-oh menanggapi ucapan Remi. Memang kasihan, Remi terlihat jauh lebih kurus dari pertemuan pertama mereka saat di tempat piknik lalu. Remi jauh lebih kurus sekarang, mungkin karena tidak diurus dengan benar oleh istrinya selama mereka menikah pikir Zella. Dan Zella juga mendapatkan kabar bahwa Remi sudah bercerai dengan istrinya. Beberapa menit berlalu, akhirnya Zella melihat Mike datang dengan motor besarnya, senyum Zella mengembang.
"Mike udah datang, aku pergi dulu ya." pamit Zella. Bahkan tanpa menunggu sahutan dari Remi, Zella sudah berlari keluar dan menghampiri Mike lalu mencium pipi pria itu. Remi tersenyum kecut melihatnya.
**
Beberapa minggu setelah pertemuannya dengan Zella di caffe. Remi mendapatkan undangan pernikahan gadis itu. Zella mengundangnya untuk datang ke pernikahannya. Maka Remi pergi menemui Zella sebelum hari pernikahannya karena Remi akan pergi ke luar negeri untuk mengurus sesuatu.
Remi pergi ke rumah Zella setelah gadis itu mengirimi alamat rumahnya. Begitu Remi tiba, ia disambut dengan hangat oleh kedua orangtua Zella, ia bertanya dimana Zella berada sekarang dan ibu Zella mengatakan kalau Zella sedang berada dikamar dan ibu nya menyuruh Remi untuk menemuinya disana atas permintaan Zella.
Remi berjalan pelan menuju kamar Zella. Kamarnya ada di lantai dua, dan berada di ujung dengan pintu berwarna pink muda. Remi mengetuknya, ketika Zella sudah menyahutinya barulah Remi membuka pintu kamar Zella.
"Zella.." panggilnya pelan namun yang Remi dapati bukanlah wajah bahagia Zella menjelang pernikahannya. Melainkan wajah yang dipenuhi dengan air mata.
"Zella kenapa? Kamu kenapa nangis?" tanya Remi khawatir.
"Remi hiks.."
"Zella,"
Zella menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Remi, menangis didada pria itu. Remi yang tidak tau apa-apa hanya bisa menenangkan Zella.
"Mike hiks.."
"Mike kenapa, Zella?"
"Mike selingkuh hiks.."
"Zella..."
"Kenapa dia tega ngelakuin hal itu? Kenapa, Remi? Kenapa dia tega selingkuh? Apa aku kurang pantas buat dia?"
Remi hanya diam, membiarkan Zella untuk menangis sepuasnya, membiarkan Zella untuk meracau semaunya, dan menunggu Zella hingga gadis itu kembali tenang.
"Remi." panggil Zella sembari menatap wajah pria itu dengan wajahnya yang penuh dengan air mata.
"Aku mau nikah sama kamu."
Remi menganga mendengar ucapan Zella. Terlalu terkejut dengan ucapan yang dikeluarkan oleh gadis itu. Bagaimana bisa Zella memintanya untuk menikah dengan gadis itu sementara mereka hanya bertemu kurang lebih dari 2 bulan. Bagaimana bisa Zella mengatakan hal serius itu kepada Remi?
"Zella.. kamu lagi ga baik-baik aja, mending kamu istirahat dulu. Kamu tenangin pikiran kamu, aku ada disini nemenin kamu ya."
"Remi, aku mau nikah sama kamu.. please. Nikahin aku,"
"Zella.. gimana sama Mike? Gimana sama orangtua kamu? Aku bahkan belum ngelamar kamu, Zell."
"Ga perlu, Remi. Kamu ga perlu lamar aku, cukup jadi suamiku buat gantiin posisi si brengs*k Mike."
"Zella.."
"Mama sama papa aku udah tau semuanya, Remi. Bahkan mama aku yang lebih dulu tau."
Zella mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Mike dengan seorang wanita yang sedang tidur sembari memeluknya, Remi hanya terdiam tak bersuara.
"Remi.. hiks."
Remi menghela nafasnya. "Okey, Zella. Aku nikahin kamu, sekarang berenti nangis. Aku ga mau liat matamu bengkak di hari pernikahan kita."
"Bener? Kamu beneran nikahin aku kan?" tanya Zella lagi.
Remi mengangguk dan tersenyum kecil. Tangannya mengusap air mata Zella yang masih mengalir menghiasi wajah cantik tanpa cela itu. Remi mengecup kening Zella pelan dan mengusap rambutnya penuh kasih.
"Sekarang kamu istirahat dulu. Tenangin hati sama pikiran kamu, aku mau balik dan ngasih tau orangtua ku kalo besok kita nikah."
Zella mengangguk pelan, lalu melepaskan pelukannya pada Remi dan membiarkan pria itu keluar dari kamarnya.
**
Sesuai dengan ucapan Remi, keesokan paginya Remi beserta keluarga besarnya datang kerumah Zella. Remi pagi itu terlihat tampan dengan balutan jas berwarna biru tua sedangkan Zella menyamakannya dengan gaun warna serupa. Masih tidak ada senyum bahagia diwajah gadis cantik itu. Dan yah.. Remi menikahinya sesuai dengan ucapannya. Kini Zella sudah resmi menjadi istri dari seorang Remi Abimana.
Disaat acara tengah berjalan lancar, lalu rombongan keluarga besar Mike dibuat terkejut dengan Zella yang sudah duduk manis di pelaminan dengan seorang pria yang tidak mereka kenal.
"Apa-apaan ini?!" tanya Mike marah.
"Man, namaku Remi. Suami Zella." ucap Remi memperkenalkan dirinya kepada Mike yang sudah menatapnya dengan marah.
Zella maju mendekati Mike yang masih menatapnya. Zella sudah mempersiapkan semuanya, jadi gadis itu melemparkan lembaran kertas yang berisi foto perselingkuhan pria itu ke wajahnya. Remi hanya tersenyum tipis dibelakang Zella.
"Its over, Mike!" sentak Zella.
"What do you mean?! Apa maksudnya ini, Zella?!" tanya Mike lagi.
"Kamu ga liat ya aku udah nikah?"
"Thats my question! Kenapa kamu nikah sama dia?! Aku calon suami kamu, Zella!"
"In the past! Harusnya kamu lebih apik lagi nyembunyiin perselingkuhan kamu, Mike!"
"Zella! Apa maksud kamu nuduh-nuduh Mike selingkuh?! Kamu udah mempermalukan keluarga kami!" ucap Mama Mike marah.
"Tante liat sendiri gambar dikertas itu! Muka anak tante yang kurang ajar banget!"
Mama Mike memungut kertas yang dilemparkan Zella ke wajah Mike tadi, betapa terkejutnya sang mama melihat foto putranya tengah memeluk mesra seorang wanita ditempat tidur tanpa mengenakan pakaian. Itu jelas sekali wajah Mike. Wajah Mama dan Papa Mike memerah menahan malu dan marah, tanpa basa basi kedua orangtua itu menarik Mike pergi dari gedung pernikahan Zella dan Remi.
"Remi hiks..."
"Gapapa Zella, gapapa. Kamu udah ngelakuin yang terbaik, kamu hebat." ucap Remi sembari menarik Zella kedalam pelukannya, menenangkan gadis yang sudah resmi menjadi istrinya itu.
—Bersambung