My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 29



Drrrtttt.... Drrrrttt....


Adrian melihat ponselnya dengan cepat saat mendengar ada panggilan masukan ke ponselnya dan saat dilihatnya siapa yang sedang menghubunginya ia merasa sangat kecewa.


"Papa?" ucap Adrian, ia langsung menerima panggilan itu


^^^"Hallo pa" sapa Adrian^^^


"Hallo, Adrian kamu di mana ?" tanya papa Bagas.


^^^"Aku lagi di taman rumah sakit, kenapa pa?" tanya Adrian^^^


"Cepat kesini!!" suruh papa Bagas.


^^^"Iya, aku kesana" jawab Adrian menurut.^^^


Ia pun mematikan sambungan telponnya dan beranjak pergi meninggalkan taman itu.


Di kamar mama Anita, terlihat papa Bagas menyimpan ponselnya di samping bantal mama Anita.


"Bagaimana? Dia lagi di mana?" tanya mama Anita.


"Dia lagi di taman rumah sakit dan sedang berjalan ke sini" jawab papa Bagas.


"Emang harus di desak ya, apa kita gak sebaiknya bersikap tenang dan memberinya waktu?." tanya papa Bagas.


"Gimana sih mas, kalau kita gak desak dia. Ini sih author udah pusing mau jelasinnya gimana lagi." seru Anita.


"Rese juga ya ni author, alurnya seenak jidatnya aja. Gak mikirin perasaan kita yang jadi tokohnya apa." gerutu Bagas kesal.


"Udalah kita ikutin aja dia, dari pada kamu di bikin jadi duda. Emang mau jadi duda?" tanya Anita.


"Hmm... Yaudah, kita lanjut lagi." sungut Bagas kesal.


Ceklek


Anita dan Bagas menoleh kearah pintu dan melihat Adrian yang sedang berjalan menghampiri mereka.


"Ada apa pah?" tanya Adrian.


"Bukan papa yang mau ngomong, tapi itu mama kamu." seru Bagas.


"Ada apa mah?" tanya Adrian melihat kearah mama nya.


"Gimana perkembangan kamu sama pacar kamu itu?" tanya Anita to the poin


Adrian tidak bisa menjawab, ia bingun apa yang akan di jawabnya kepada mamanya. Sementara dirinya belum ada perkembangan.


"Kan masih ada dua hari lagi mah." jawab Adrian.


"Ingat ya Adrian, besok adalah hari terakhir kami berjuang dan besoknya lagi adalah hati penentuan." ujar Anita.


"Jika kamu gagal, maka malam itu juga kamu akan menikah dengan Kayla!!" ucap mama Anita tegas.


" Tapi mah, bisa gak sih. Nikahnya gak usah terburu - buru gini." balas Adrian


"Ini tu untuk masa depan mah, bukan untuk sehari, dua hari aja." imbuhnya.


"Karena itulah mama mau kamu menikah dengan Kayla." jawab Anita


"Kenapa harus dengan dia, kan cewek lain masih banyak mah. Kenapa aku harus nikah sama dia, apa alasannya?" tanya Adrian, ia mencoba untuk menolaknya tapi dengan cara halus.


"Karna dia yang paling cocok dengan kamu, dan dia juga adalah pilihan terbaik untuk kamu." jawab Anita.


"Itu terbaik menurut mama kan? Tapi menurut aku belum tentu ma." balas Adrian, Anita hanya diam menatap anaknya.


"Oke, besok aku akan bawakan semua wanita yang terbaik menurut aku dan aku akan kenalkan sama mama dan papa"ujar Adrian.


"Semua, berarti banyak dong?" cicit Bagas.


"Papa tenang aja stok masih banyak" ucap Adrian bangga.


"Dasar anak sama bapak sama aja, sama - sama playboy cap kodok" dengus Anita.


"Baiklah sayang, mama akan tunggu besok ya." imbuhnya.


"Kalau gitu aku pulang dulu" ucap Adrian


"Gak tidur disini?" tanya Bagas.


"Gak, pegal - pegal kalau tidur disini. Lagian mama juga keliatannya baik - baik aja." ujar Adrian bersiap untuk pulang.


"Yaudah hati - hati jangan ngebut ya, dan jangan keluyuran" pesan Anita.


"Iya, iya mah. Bye" pamit Adrian kepada kedua orang tuanya. Kemudian Adrian pun berlalu pergi meninggalkan ruangan rawat mamanya.


"Ku kira anakku itu cupu ternyata suhu" ucap Bagas terkekeh.


~


Di sepanjang perjalanannya menuju rumah Adrian terus saja memikirkan siapa - siapa saja wanita yang akan di bawanya besok.


"Hais kenapa mereka gak ada yang baik satu pun, semuanya anak bar - bar. Kalau kaya gini bisa - bisa baca ijab kobul tengah malam ni gue"gumam Adrian.


Ia menambah kecepatan motornya, beruntung malam ini jalanan sedikit sepi jadi Adrian bebas melaju di jalan raya itu.


Sesampainya di rumah Adrian langsung masuk ke dalam rumah dan berlalu pergi ke kamarnya.


Dia kamar ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Nino.


Tuuuuuutt.... Tuuuuuttt.....


"Ini anak kemana sih, tumben gak angkat telpon dari gue" seru Adrian


"Coba Geva deh.." ucapnya, kemudian ia mencari nama kontak Geva di ponselnya.


Tuuuuutttt..... Tuuuuttttt.....


"Hallo Dri?" Sapa Geva


^^^"Akhirnya elu angkat juga."^^^


^^^"Tadi gue nebghubungi Nino tapi di malah gak angkat. Dia kemana sih sebenarnya?" tanya Adrian.^^^


"Oh Nino, dia lagi tidur di rumahnya. Katanya lagi gak enak badan" balas Geva.


"Jadi, elu ada apa ni ngehubungi gue malam - malam gini?" tanya Geva


^^^"Gue mau minta sama elu. Tolong di list perempuan yang yang pernah dekat sama gue dan dia harus berkelakuan baik. " ujar Adrian^^^


"Lah buat apa?" tanya Geva.


^^^"Udah gak usah banyak tanya, mending nurut aja sama apa yang gue suruh." ujar Adrian^^^


"Iya , iya besok gue kasiin" seru Geva


^^^"Ya kali besok, gue butuhnya sekarang Geva, besok gue tinggal ngumpulin orangnya!!" balas Adrian.^^^


"Gila aja elu, ini jam berapa dan gue udah ngantuk banget ini" jawab Geva memelas.


^^^"Gak bisa ini menyangkut masa depan gue" ujar Adrian.^^^


"Yaudah iya, iya. Gue cari sekarang." ucap Geva kesal. Saking kesalnya Geva mematikan sambungan telponnya secara sepihak.


"eh malah di matiin, dasar gendut" ucap Adrian menatap ponselnya kesal.


"Gue mandi dulu lah, ntar baru mikirkan masalah cewek" ucapnya.


Ia meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di samping ranjang dan kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


~


Adrian baru saja merasa sedikit lega karna ada sahabatnya Geva yang membantunya.


Berbeda dengan Geva, ia sedang berjuang memikirkan nama - nama cewek yang pernah dekat dengan Adrian dan memiliki kriteria seperti yang di ingin kan oleh sahabatnya itu.


"Ah nyesel juga gue angkat telpon dari bocah itu. Kalau tau gini mending gue abaikan saja tadi" gerutu Geva sembari meilihat nama - nama cewek yang ada di aku sosmednya.


"Gila, rata - rata cewek yang pernah dekat dengan Adrian cantik dan sexy semua. Tapi sayang dia gak mau yang kaya beginian" gumamnya.


"Aduh pusing gue, natap layar ponsel kaya gini lama - lama."


"Rangga udah tidur belum ya?" ucapnya. Ia pun mencoba mencari nama kontak ponsel Rangga di ponselnya.


Tuuuuuutt... Tuuuuuutttt.....


"Hallo apaan?" sapa Rangga


^^^"Elu di mana?" tanya Geva basa basi^^^


"Gue di rumah, cepat to the poin" serunya dingin.


^^^"Bantuin gue dong..."^^^


Belum sempat Geva melanjutkan ucapannya, Rangga terlebih dahulu mematikan sambungan telponnya.


"Dasar teman gak ada akhlak" dumel Geva.


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terimah kasih💜