
"Nggak perlu terkejut. Astaga Rafi, elo kira gue bakal diam gitu aja di saat nyawa istri gue terancam. Dan apa lagi elo pake bawa - bawa orang yang udah meninggal segala..."
"Awal nya iya, kita semua percaya dengan semua ucapan anak buah elo itu, tapi setelah orang gue menyelidiki nya. Ha, luar biasa. Elo tipu kita dengan menjadikan Loli sebagai Angel yang udah nggak ada."
"Dan setelah gue selidiki semuanya, ternyata Sinta itu adalah calon tunang nya elo dan dengan bermodalan iming - iming menikahi elo peralat Sinta buat ngelancarin rencana elo ini."
"Gue juga tau, kalau yang sebenarnya yang menusuk Kayla waktu itu juga Sinta ya kan. Tapi gue diam aja karena gue mau lihat seberapa bagusnya permainan yang elo ciptain "Ujar Adrian menjelaskan
"Dan satu lagi, masalah di cafe tempo hari, elo sengaja menyuruh Loli buat datang nyamperin Kayla dan mengunci gue di toilet. Itu semua karena elo sudah menduga kalau gue bakalan tinggalin Kayla sendiri di rumah dan pada saat itu lah kesempatan elo buat menjebak dan menculik nya."Lanjut Adrian menatap Rafi sini.
"Elo kira gue bakal percaya gitu aja dengan pesan yang elo kirimkan itu. Hahahaha.... Bego"
"Gue tau siapa istri gue, dia nggak mungkin pernah berbohong dengan perasaan nya"Kata Adrian kembali menoleh ke arah Kayla dan tersenyum lembut.
"Untung gue bukan Adrian yang dulu, yang mudah terbakar dengan emosi. Kalau sempat elo ketemu gue pada saat itu, gue pastiin hari ini, jam ini, menit ini, dan detik ini juga. Elo udah tinggal nama."kata Adrian penuh penekanan
"Terima kasih sayang, kamu membawa kebaikan untuk ku."ucap Adrian menatap Kayla dengan segala pesona ketampanan nya.
Kayla mengulum senyuman, bukan karena geli mendengar Adrian memanggil nya sayang. Namun, karena senang mendengar kata itu dari orang yang dia pikir akan menceraikan nya.
"Kapan elo menyadari hal ini?"tanya Rafi masih sangat penasaran.
"Saat orang suruhan mu mengirim pesan kepada Kayla saa kami baru pulang Honeymoon. Apa elo pikir gue nggak akan curiga dengan permintaan nya secara mendadak itu? Meski pun dia mengatakan hal itu sangat penting, dan gue juga sudah membaca isi pesan itu. di sana kalian menyuruh Kayla ke taman dengan mengatas nama kan panti asuhan iya kan?"tanya Adrian
"Dan dari sana gue mulai menyadari kalau, ada yang tidak beres. Dan gue pun mulai melakukan penyelidikan. Awal nya gue pikir gue mau memafkaan elo aja, karena gue juga pernah merasakan bagaimana rasanya tidak bisa memilki orang yang sangat kita cintai .Tapi karena kelakuan elo sudah kelewat batas, makanya gue harus seperti ini."tutur Adrian sambil memijit pelipis mata nya, dia tidak habis pikir dengan Rafi.
"Jadi elo mengikuti permainan gue?"tanya Rafi.
"Tentu saja, Gue hanya berpura - pura tidak tahu kalau selama ini kesialan yang menimpa keluarga gue itu adalah ulah elo. Gue mengikuti alur elo, bahkan gue harus merahasiakan nya dari istri gue agar tidak menjadi beban untuk nya. Tapi elo dengan tidak tau malu nya, elu tega menculik nya dan bahkan elo tega menyiksa gadis yang tak berdosa sampai seperti itu"Kata Adrian sambil menunjuk Sandra yang berada di pangkuan Kayla.
"Untung saja, Adit memberitahu gue di mana lokasi penyekapan ini, karena itu gue bisa merencanakan semua nya dengan baik dan ini pun sengaja gue percepat penggrebekan nya karena Adit sudah nggak tahan melihat kondisi Sandra."tukas Adrian.
Mata Rafi membulat, dia tidak percaya dengan apa yang di dengar nya. sahabat nya sendiri sudah mengkhianati nya.
"Adiiiiiit."Teriak Rafi murka menggema di ruangan itu.
Adrian menutup telinga nya karena mendengar teriakan Rafi.
"Aduhh elo berisik banget sh, dia itu akan menjadi saksi gue di pengadilan ntar." kata Adrian .
"Bere ngsek!!!! Nggak akan gue biar kan, gue akan membunuh nya" ucap Rafi terlihat sangat murka.
"Sudah, sudah hentikan teriakan elo itu, apa elo tidak lihat ada orang sakit di sini. Sopan lah sedikit."Adrian ,menoleh ke arah Sandra yang sedang meringis, Dia menghampiri Sandra.
"San, apa elo baik - baik aja? bertahan lah, bentar lagi ambulance datang.
"Tidak apa - apa kak, gue baik - baik aja, cuma luka di wajah gue Shhh, nggak tahan."
"Dan ternyata pelindung tubuh yang elo berikan itu sangat bagus. Gue tidak merasakan pukulan nya karena tubuh gue terlindungi sama ini, tapi kurang asem nya mereka juga memukul wajah gue."ujar Sandra sambil menunjukkan tubuh bagian dalam nya yang terbungkus sesuatu seperti perban yang agak tebal.
"Apa? Jadi elo juga terlibat?"tanya Kayla yang terlihat tidak percaya. Bahkan sahabat nya sendiri bekerja sama dengan Adrian dan tidak memberitahu kan pada nya.
"Sorry Kay, kita melakukan ini semua demi menjebak mereka dan agar kita tau siapa - siapa aja musuh kita sebenar nya dan sebenar nya gue masih nggak percaya ternyata kakak gue juga ikut andil dalam hal ini"ujar Sandra sedih.
"Tunggu, tapi saat mereka memukuli elo tadi, wajah elo lebam dan muntah darah"
"Wajah gue emang jadi korban, tapi tubuh gue terlindungi berkat alat canggih yang di pean oleh kak Adrian dari Amerika langsung. Dan darah itu hanya cairan merah yang gue simpan di dalam mulut sebelum Rafi memukul gue. Kay, suami elo ini udah mempersiapkan semua nya, hingga gue baik - baik aja sekarang."kata Sandra menjelaskan kepada Kayla.
Kini Kayla tau, awal nya Rafi terlihat pintar dan Adrian yang terlihat bodah dan tak berguna. Padahal sebalik nya, Adrian jauh lebih pintar dari bayangan nya.
"Ya sudah, ayo kita pulang. Mama, papa dan yang lai nya udah nungguin kita"ujar Adrian.
Mereka bertiga pun melangkah kan kaki kelua dari ruangan itu. Dua orang polisi datang dan membawa Rafi.
Sialnya, saat sedang berjalan menuju pintu tangan Rafi dengan cepat mengambil sebuah pistol dan mengarah kan nya pada Adrian.
DORRRRRR
Sebuah tembakan terdengan dari ruangan itu. Mata Adrian seakan melotot saat darah bercucuran di lantai. Kayla jatuh ke pelukannya.
Saat Rafi hendak menembakkan peluru itu, Kayla langsung menghalangi tubuh Adrian. Akibat nya peluruh itu menembus dada nya.
Adrian dan Sandra berteriak kencang.
"TIDAAAAKKK!! KAYLAAAAAA!!!" Adrian langsung menggendong Kayla keluar.
DORRRR
Seuah tembakan terdengar kembali dari ruangan itu. Namun, kali ini korban nya adalah Rafi sendiri. Dia menembakkan pistol ke kepala nya sendiri dan dia menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga.
~•••~
ps: jujur di part ini aku sad banget, awal nya aku nggak mau meng akhiri Rafi seperti itu, tapi mau gimana lagi. Alur nya emang harus gitu ya kan.
Kalian sedih nggak sih baca yang ini?
Kalian dapat nggak sih feel sedihnya?