My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 77



Mereka pun berjalan keluar kelas menuju gerbang sekolah. Saat mereka melewati pakiran Kayla tak sengaja melihat Ravi dan Sinta yang sedang masuk ke dalam mobil Ravi, Sinta melihat Kayla yang sedang bersama dengan Sandra. Ia tersenyum meremehkan kepada Kayla.


"Kayla!.." teriak Ravi saat melihat Kayla, ia kembali keluar dari mobil dan menghampiri Kayla dan Sandra, melihat hal itu Sinta sangat kesal di buatnya.


"Kalian mau kemana?" tanya Ravi.


"Kita pulang." jawab Kayla


"Bareng gue aja yuk.." ajak Ravi


"Sorry bro hari ini Kayla bareng gue, kita punya urusan yang harus kita tangani." potong Sandra.


"Yaudah gak apa - apa, kita urusan kalian itu setelahnya baru pulang" balas Ravi.


"Ehhh... Mana bisa gitu, gak pokoknya elu gak boleh ada di antara kita berdua.." kata Sandra


Kayla menoleh kearah mobil Ravi dan di sana ia bisa melihat kalau Sinta sedang menatap mereka dengan tatapan gak suka.


"Mending elu pergi deh Vi, kasihan tu cewek elu mukanya udah di tekuk gitu.." ucap Kayla.


Sandra dan Ravi seketika ikut menoleh kearah Sinta, dan benar kata Kayla, ekspresi Sinta sungguh udah gak enak di liat.


"Dia bukan cewek gue, dia cuma numpang" protes Ravi.


"Udah sana, urusin tu bini elu.." seru Sandra


"Yuk ikut gue.." Ravi menarik tangan Kayla dan mmebawanya kearah mobilnya.


"Aish dasar air comberan, udah di bilangin kita ada uran masih aja maksa." kata Sandra, ia dengan keras menghempaskan tangan Ravi hingga terlepas dari tangan Kayla.


"Aww... Jadi cewek kok kasar banget sih.." ringis Ravi.


"Yuk Kay, susah ngomong sama orang budeg.." sinis Sandra menarik tangan Kayla dan berlalu pergi menggalkan Ravi yang berdiri di samping mobilnya.


"Dasar... Lagian kenapa juga sih, ni taplak meja minta tebengnya sama gur segala. Kan jadi gagal deh pulang bareng Kaylanya" gerutu Ravi, ia pun masuk kedalam mobil dengan muka yang kurang bersahabat.


"Kenapa lama banget sih.." protes Sinta


"Hmm.." jawab Ravi dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah.


~


Diperjalanan Sandra tak henti - hentinya bertanya mengenai hubungan Kayla dengan Adrian. Kayla pun dengan senang hati menceritakannya kepada sahabatnya itu.


Sandra terkadang tertawa mendengar cerita dari Kayla dan ia juga akan mengeluarkan kata - kata kasarnya saat saat Kayla menceritakan kelakuan Loly dan Adrian di rumah sakit.


"Benar - benar gak punya otak ya tu si Lolypop, bisa - bisa main nyosor di rumah sakit." Kata Sadra geleng - geleng.


"Elu pasti kaget banget liatnya?" tanya Sandra


"Banget, banget.." jawab Kayla menoleh keluar jendela saat di lampu merah.


Saat di lampu merah Kayla tidak sengaja melihat Adrian dan juga Loly sedang berpelukan di dalam mobil.


Rasa nyeri itu hadir kembali di dalam hati kecilnya, Apakah ia cemburu? Ah itu tidak mungkin, dia tidak menyukai Adrian, lalu kenapa harus cemburu.


"Kay liatin apa sih? kok malah melamum ?" tanya Sandra saat mendapati Kayla tak merespon ucapannya.


"Gak apa - apa kok, elu ngomong apa tadi? Sorry gue gak dengar." kata Kayla mengalihkan pandangannya dan melihat kearah Sandra. Tapi mendadak perasaannya tak enak, gak tau kenapa Kayla jadi merasa gelisah.


"Dasar, gue udah capek ngomong, eh malah gak di dengerin" jawab Sandra.


"Sorry, jangan ngambek dong, ntar kalau ngambek cantiknya pak Toyo hilang lagi..." Seru Kayla mencolek dagu Sandra.


"Kay, kita kerumah gue aja yuk, gue tiba - tiba malas ke cafe." kata Sandra


"Tapi ntar kak Nino.."


"udah itu urusan gue, kita lanjutin cerita di rumah gue aja, lagian kita juga udah lama gak ngumpul bareng." kata Sandra


"Orang tua elu?" tanya Kayla


"Tenang mereka lagi gak di rumah.." jawab Sandra.


"Ok, tapi nanti anterin gue pulang ya." kata Kayla


"Iya elu tenang aja..., pak kita ke mini market dulu ya." suruh Sandra kepada supirnya.


"Baik Non." jawab pak supir.


Mobil Sandra pun sampai di sebuah minimarket, mobil Sandra di pakir di samping mobil yang cukup familiar oleh Kayla. Saat Kayla keluar tiba - tiba saja tangannya di tarik ole seseorang.


"Gue mau ngomong sama dia." tunjuk orang tersebut pada Kayla yang ada di dalam mobil. Karena Kayla memang belum sempat keluar dan dia mengurung niatnya saat seseorang yang dia ken berbicara seperti itu pada Sandra.


"Silahkan, gue masuk dulu ya Kay." Sandra melenggang pergi meninggalkan keduanya.


Orang tersebut masuk kedaam mobil dan menyuruh sopir Sandra untuk keluar kemudia ia menutup pintu mobil itu.


"Mau kemana?"tanya nya mendelik


"Kerumah Sandra " jawab Kayla singkat


"Pulang!"ucapnya dengan nada memerintah.


"Gue cuma mau ke rumah Sandra sebentar, kenapa elu larang - larang? Elu mau kemana aja gak pernah tu gue larang - larang, gue diem aja gak pernah protes" kata Kayla


"Oke, tapi kalau gue pulang elu udah harus di rumah, gak boleh protes, gue udah kasih fispensasi" ucap Adrian tak amu di protes


Ya orang tersebut adalah Adrian, dia menunggu Loly di pakiran karena kekasihnya itu mau membeli beberapa cemilan dan buah untuk di bawah pulang.


"Iya." jawab Kayla dingkat.


"Adrian pun keluar dari mobil Sandra, karena melihat Loly keluar dari minimarket. Di tidak mau pacarnya itu curiga.


"Suka ngatur - ngatur banget sih, dia aja bebas mau kemana, giliran gue cuma mau ke rumah Sandra aja hak boleh, menyebalkan." gumam Kayla saat Adrian sudah keluar dari mobil.


Kayla melihat Adrian kembali masuk ke dalam mobilnya dengan Loly, mereka berlalu meninggalkan mini market tersebut. Hati Kayla rasanya ngilu, melihat Adrian mrmperlakukan kekasihnya dengan lembut sedangkan dengannya, Adrian seperti berhadapan dengan musuh, selalu sinis dan tutur katanya tidak ada lembut - lembutnya sedikit pun.


"Huft... Kenapa gue harus nikah sama dia? Bayangan gue dulu suami gue itu orang yang penyayang dan baik, tapi ternyata sebaliknya.." lirih Kayla dalam hati.


Suara pintu terbuka menyadarkan Kayla pada lamunannya, segera ia mengubah raut wajahnya. Takut jika Sandra melihatnya sedang bersedih.


Sandra tak sebodoh itu, dia pasti mengetahui kalau Kayla sedang dalam hati yang sedih, meskipun Kayla terlihat biasa - biasa saja.


"Dia nyakitin elu lagi ya Kay?" tanya Sandra saat sudh duduk di kursi samping Kayla.


"Gak kok, dia gak ngapain - ngapain gue. Lagi pula elu kira gue selemah itu, buat di tindas." jawab Kayla.


"Yaudah yuk kita, kerumah elu.." seru Kayla lagi.


Sandra menatap Kayla sejenak, dia tahu kalau sahabatnya itu sedang menutupi kesedihannya.


"Pak ayo..." panggil Sandra pada supirnya yang masih berdiri di luar. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan mini market itu


~•••~