My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 113



Tak lama kemudian Mike pun keluar dari ruangan Kayla.


"Apa yang kau lakukan, kenapa lama sekali Mike?! Apa kau sengaja berlama - lama agr bisa menyentuh istriku?" kata Adrian penuh curiga.


"Hei teman tenang lah, gue minta elu tenang la dulu. Lo pikir gue dokter apaan. Lagian mana mungkin gue berbuat macam - macam sama istri sepupu gue sendiri, elu lihat di dalam sana, gue nggak sendirian, gue bersama dokter dan suster lain nya juga. Jadi mana mungkin gue berbuat aneh - aneh. Emang sih gue menyentuh dia, bahkan...." kata Mike yang dengan sengaja menggantung perkataannya.


Adrian menatap Mike dengan tatapan yang begitu penasaran dan terlihat begitu tak sabar saat Mike tidak melanjutkan perkataannya lagi.


"Memangnya elu menyentuh di bagian mana? Awas saja jika elu berani menyentuh yang merupakan milik gue, akan gue bunuh elu sekarang juga." kata Adrian sengaja mengancam sepupu nya itu.


Mike tersenyum saat melihat reaksi sepupu nya, yang berlebihan.


"Tenang, gue nggak nyentuh yang itu. Tapi seandai nya kalau memang sakit nya di bagian situ, mau tidak mau gue harus menyentuh nya. Dan setelah ini istri mu, sudah bisa di pindahkan ke kamar rawat."jawab nya tersenyum, dan berlalu begitu saja.


Tatapan Adrian terlihat begitu kesal menatap Mike, yang telah berlalu pergi sambil tertawa lepas.


"Dasar dokter brengsek, mesum!."umpat Adrian sambil kembali menyambangi istrinya, dan membanting pintu dengan sangat kasar, hingga membuat Kayla yang berada di dalam begitu terkejut.


BRAKKK


"Kenapa kak?" tanya Kayla.


"Aku kesal banget sama si dokter mesum itu" jawab Adrian sambil duduk di kursi samping ranjang Kayla.


"Dokter mesum? Maksud nya siapa?" tanya Kayla


"Siapa lagi, kalau bukan Mike.." jawab Adrian dengan nada kesal.


Kayla tersenyum, ia tau kalau suami nya itu sangat protecktive pada diri nya.


"Udah nggak usah marah - marah lagi , lagian dia kan sepupu kamu juga kak, jadi dia pasti nggak mungkin lah berbuat macam - macam." kata Kayla mencoba menenangkan suami nya itu.


Adrian tidak menjawab, ia tiba - tiba saja langsung memeluk Kayla.


"Kamu jangan pergi lagi ya! Jangan tinggalin aku lagi..."kata Adrian dan tanpa sadar air mata nya menetes.


Kayla tersenyum saat mendengar perkataan suami nya itu, ia dengan spontan menggeser tubuh nya, agar Adrian bisa ikut berbaring di samping nya.


"Iya kak, aku nggak akan pernah ninggalin kakak lagi."kata Kayla membalas pelukan suami nya.


Brakkk


Kayla dan Adrian kaget saat mendengar pintu yang di buka dengan kasar.


"Kaylaaaaaaa..." teriak Sandra berlari dari pintu dan langsung menghambur memeluk tubuh sahabat nya itu tanpa mengubris dengan keberadaan Adrian.


"Tc..." decak Adrian kesal, saat Kayla melepaskan pelukan nya dan lebih memilih memeluk Sandra.


"Elu nggak apa - apa kan? Mana yang sakit? Elu nggak terluka parah kan?.." tanya Sandra bertubi - tubi sambil mengamati tubuh Kayla dengan teliti.


"Gue nggak apa - apa kok San, gue baik - baik aja" jawab Kayla tersenyum melihat kecemasan yang sangat terlihat di wajah sahabat nya itu.


"Syukur lah,elu tau nggak kemaren tu gue takut banget saat tim SAR bilang kalau Elu sudah di makan bi-na-tang buas.."ujar Sandra kembali memeluk tubuh Kayla.


"Hehe... MAkasih ya."ucap Kayla membalas pelukan Sandra


"Mungkin hal itu bisa terjadi jika kak Irwan nggak nolongin gue."kata Kayla.


"Ada yang nolongin elu? Siapa?"tanya Sandra


"Nama nya Irwan, gue nggak tau lagi siapa dia selin nama.nya" kata Kayla.


"O iya, elu datang dengan siapa?" tanya Kayla.


"Mana mereka?" tanya Kayla yang tidak melihat keberadaan Ravi dan juga Adit di sana.


Sandra menolehkan kepalanya ke arah pintu dan dia melihat kalau Adam sedang menghalangi dua pemuda itu untuk masuk.


"Itu, mereka nggak bolehin masuk sama laki elu." kata Sandra sambil melirik Adrian yang sedang menatap nya dengan garang.


"Apa?" tanya Adrian seolah mengerti akan maksud dari tatapan istri dan Adik sahabat nya itu.


"Kakak...." kata Kayla menatap suaminya.


"Iya - iya... Adam..."teriak nya, Adam pun membiarkan Adit dan Ravi memasuki ruangan Kayla.


Adrian menatap kedua laki - laki itu yang sedang melangkah mendekati ranjang Kayla.


~


Setelah selesai membesuk Kayla, Sandran, Ravi dan juga Adit pergi menemui Irwan, yang masih stay di rumah sakit.


Setelah mendengar cerita Sandra dan Kayla Ravi dan Adit pun berniat untuk menemui Irwan untuk menanyai secara detail bagaimana cara Irwan bisa menolong Kayla.


Mereka bertiga menghampiri Irwan yang sedang duduk seorang diri, seraya memainkan ponsel nya.


"Boleh kah, kami bertanha sesuatu pada mu?" tanya Ravi sambil duduk di samping Irwa sementara Adit dan Sandra memilih untuk tetap berdiri.


"Tentu boleh, kalian ingin menanyakan soal apa?" tanya Irwan melihat ketiga anak mudah itu satu persatu.


"Di mana kamu Kakak menemukan, Kayla?" tanya Ravi


"Saya menemukan nona Kayla,, di bawa kaki bukit. saat saya sedang melintasi tempat itu. Dan saya yakin nona Kayla bukan terjatuh, tapi di dorong."kata Irwan, mengutara pendapatnya


Mereka bertiga larut dalam pemikirannya sendiri, apa lagi Adit pikiran nya saat mendengar apa yang di katakan oleh Irwa pada mereka.


Dan memori nya mmutar kembali saat dia menyapa Sinta, yang tampak sedikit aneh, hingga membuat Adit berasumsi dengan pemikiran nya sendiri, kalau Sinta lah yang mendorong Kayla, karena ia tau selama Ini Sinta sangat tidak menyukai Kayla yang terllau dekat dengan Ravi.


"Mungkin kah Sinta, yang telah melakukan ini pada Kayla?" batin Adit yang bertanya pada diri nya sendiri.


"Elu lagi mikirin apa sih, bengok aja." tegur Sandra menyenggol lengan Adit.


"Huh... Nggak ada, gue nggak mikirin apa - apa kok." jawab nya dengan berusahan untuk tersenyum.


"Saran saya, sebaik nya kalian cari tau siapa pelaku nya. Karen asaya yakin, ada yang menginginkan kematian nona Kayla."kata Irwan.


"Gue pikir nya juga gitu, tapi yang nggak habis pikirnya, siapa coba yang tega berbuat kaya gitu sama Kayla?"ujar Sandra.


"Apa selama ini nona Kayla memiliki musuh atau apa gitu?" tanya Irwan.


"Seingat gue nggak sih kak, soal nya Kayla itu orang nya nggak terlalu suka cari ribut dan dia juga nggak terlalu suka berbaur dengan orang ramai. Jadi kemungkinan dia punya musuh sangat minim"kata Sandra.


"Atau apa mungkin ini perbuatan salah satu dari musuh nya Kak Adrian?"tambah Sandra, karena setau dia. Anggota geng kakak nya Nino itu memiliki banyak musuh, kalau Nino memiliki musuh otomatis Adrian juga memiki nya. Karena Adrian selaku ketuan geng, bisa jadi juga dia lebih banyak memiliki musuh dari pada anggota lain nya.


~•••~


Assalamu alaikum semua nya.


Selamat lebaran idul fitri semua....


Mohon maaf lahir batin semua....


Maaf ya semua, karena aku udah lama nggak up dan baru sempat up sekarang.....