
Sepanjang Kayla melayani pelanggan lain, sudut mata Adrian tidak pernah lepas memperhatikannya.
"Kayla..." panggil seseorang kepada Kayla.
Kayla menoleh ke sumber suara, di sana ia melihat Adit yang sedang melambaikan tangannya dan yang membuat Kayla kesal yaitu di samping Adit da Ravi.
Kayla mengabaikan kehadiran dua orang itu, ia kembali melayani pelanggan yang ada di depannya.
"Mereka ngapain ke sini sih?" gumam Kayla.
"Untuk sementara itu aja mbak..." ucap pelanggan fi depannya.
"Baik, mohon tunggu sebentar." ucap Kayla.
Kayla pergi ke Mita dan memberitahu pesanan pelanggan tadi.
"Mit, nah pesanan meja 07" ucap Kayla menyerahkan kertas pesanan.
"Iya, nah antar pesanan meja 03" Mita pun mengulurkan nampan yang berisi pesanan.
"Lah kok gue, yang lain aja ya."tolak Kayla.
"Lah kenapa, kan ini emang pesanan elo tadi. uda buruan!!" ucap Mita sedikit mendorong bahu Kayla.
Dengan terpaksa Kayla pun mengantarkan pesanan di meja 07 yaitu mejanya Adrian.
"Selamat meikmati" ucap Kayla setelah menaruh pesanan di atas meja tanpa menoleh sedikit pun keoada Adrian yang sedari tadi menatapnya
"Terima kasih ya..." jawab Loly tersenyum, Kayla pun membalas senyuman itu.
Kayla pun berlalu pergi menuju ke meja Adit yang sedari tadi menggilnya. Sebenarnya Kayla sangat enggan untuk melayani Adit apalagi di sana ada Ravi.
Tapi Kayla mencoba untuk bersikap profesional saat ini, lagi pula sedari tadi Kayla melihat sudah ada pelayan lain yang menghampiri meja Adit, namun dengan santainya Ravi menolak pelayan tersebut.
"Mau pesan apa, tuan?" tanya Kayla formal
"Gue pesan bubble tae sama seblak.." ucap Adit ngasal.
"Maaf kami tidak menyediakan menu yang seperti itu" jawab Kayla
"Bisa lihat buku menunya!"pinta Ravi.
"Silahkan lihat kedepan sana, disana sudah tersedia semua.." suruh Kayla sembari menunjuk kedepan.
"Tapi mata gue gak lihat, rabun jauh" ucap Ravi.
"Huft.... " dengan sabar Kayla menunjukkan buku menu kepada Ravi.
"Bisa dibacakan saja, gue lagi malas baca.." ucapnya.
"Sebenarnya kalian kesini mau pesan makanan, atau sengaja sedang menguji kesabar gue..." gumam Kayla pelan, namun masih bisa didengar oleh Ravi.
"Cepatlah Kay, gue udah lapar ini." seru Adit.
"Huft..." Kayla menghela nafasnya, kemudian membacakan daftar menu yang ada di depannya.
"Sudah jelas, sekarang kalian mau pesan apa?" tanya Kayla.
"Kita mau kentang goreng sama air mineral aja." kata Ravi. Adit menahan tawa mendengarnya.
"Kalian yang benar aja," seru Kayla.
"Apa pesanan, kita kurang jelas?" tanya Ravi.
"Aish... Dasar orang kaya pelit.." seru Kayla, kemudian berlalu meninggalkan kedua laki - laki itu.
"Gue udah capek - capek jelasin, eh mala cuma pesan kentang goreng doang." gerutu Kayla.
"Elu kenapa sih Kay?" tanya Mita.
"Nah pesanan meja 10.." kata Kayla menyerahkan kertas pesanan kepada Mita.
"Ini doang?" tanya Mita heran.
"Iya, makanya gue kesel. Uda banyak maunya, eh pas mesan malah minta air meneral sama kentang goreng doang" ucap Kayla dengan nada kesal.
"Liat tu Dit, dia kesal banget kayanya kita kerjain" kata Ravi tersenyum memperhatikan Kayla yang sedang membantu temannya untuk membuat pesanan..
"Haha... Lagian elu juga sih, gue sebernarnya gak tega tapi seru juga ngerjain dia gini" balas Adit.
Semua kejadian barusan tak luput dari pandangan Adrian, entah kenapa dia merasa kesal melihat laki - laki lain tersenyum kepada Kayla.
"Ada apa dengan gue, ini salah, salah..." pikir Adrian menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa yang?" tanya Loly saat melihat tingkah aneh sang kekasih.
"Tidak apa - apa, aku baik - baik saja. Kamu ngomong apa tadi?" tanya Adrian meminum kopinya.
"Tuh kan kamu gak fokus, lagi mikirin apa sih sampai gak fokus gitu?" tanya Loly.
"Gak usah bohong, aku tau kamu pasti lagi mikirin sesuatu? Lagian dari tadi aku perhatiin kamu itu asik ngelamun." tanya Loly
"Aku cuma lagi mikirin soal balapan sama geng shawol aja." jawab Adrian bohong.
"Bukannya balapannya tadi malam?" tanya Loly,
"Tadi malam gak jadi."
"Lah kenapa?" tanya Loly.
"Tadi malam ada razia, jadi aku tunda balapannya jadi nanti malam" jawab Adrian.
"Udah cepat habiskan minumnya, aku buru - buru ini mau balik ke kantor lagi." ujar Adrian
"iya." balas Loly
Sementara itu Kayla yang telah selesai menyiapkan pesanan untuk Ravi pun bergegas mengantarkan pesanan itu.
"Selamat menikmati.." kata Kayla menata makanan itu di atas meja.
"Senyum napa Kay!" seru Adit.
"Mubazir kalau senyum sama kalian, udah cepat habiskan dan pergilah.."ucap Kayla.
"Kita pelanggan loh disini,gue gak terima elu ngomong gitu, gue mau ketemu sama manager cafe ini" Seru Ravi. Mendengar itu Kayla langsung membulatkan matanya.
"Eh eh.... Mau apa elu ketemu sama manager?..." tanya Kayla.
"Ya buat ngelaporin leu lah, atas sikap ketidak nyamanannya." seru Ravi hendak melangkah.
"Maafin gue, gue janji gak bakalan ngulanginya lagi." janji Kayla.
"Itu aja gak cukup!!" ujar Ravi
"Maksudnya, terus kalian maunya apa?" tanya Kayla frustasi.
"Kita mau, elu nemenin kita makan disini." ucap Ravi tersenyum.
"Elu kira gue disini lagi main - main apa? Yaudah lapor sana, capek gue laden kalian" kata Kayla berlalu pergi begitu saja tanpa mengubris panggilan Adit dan Ravi.
"Gue makin tertarik sama dia..." kata Ravi
"Elu serius suka sama dia?" tanya Adit.
"Gue serius, emang elu pernah liat gue main - main dengan ucap gue?" tanya Ravi dan Adit menggeleng.
"Yuk cabut..." Seru Ravi. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan Cafe itu.
"Huft... Akhirnya dia pergi juga," ucap Kayla saat ia melihat kepergian Ravi dan Adit.
Tak lama setelah Adit Dan Ravi pergi, Adrian pun bergegas mengajak kekasihnya itu untuk segera meninggalkan Cafe.
Saat Adrian dan Loly berjalan menuju pintu keluar, mereka berpas - pasan dengan Kayla.
Kayla bersikap biasa saja saat bertemu dengan Adrian, tapi berbeda dengan Adrian, ia melirik Kayla dengan tatapan tajamnya.
Awalnya Kayla bingung dengan maksud dari tatapan itu, tapi karena ia sedang malas untuk menanggapinnya jadi memilih untuk mengabaikannya.
~
Pada malam harinya jam kerja Kayla telah berakhir, ia pergi keruang staff untuk berganti pakai. Disana ada Cika yang sedang mengganti pakaian juga, Kayla mengabaikan keberadaan Cika, jika ia meladeni Cika maka mereka akan menimbulkan keributan.
Kayla berjalan kearah lokernya dan mulai mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti pakaian Kayla tidak melihat keberadaan Cika di dalam ruangan itu lagi.
"Syukurlah kalau dia udah pergi, jadi gue gak repot - repot adu mukut lagi." gumam Kayla.
"Mit. gue.duluan ya" pamit Kayla saat bertemu dengan Mita.
"Iya hati - hati ya Kay" balas Mita
"Bye" Kayla melambaikan tangannya.
Kayla berjalan keluar Cafe, dia melihat keadaan sekitarnya, menurut Kayla sebentar lagi akan turun hujan, karna Kayla melihat begitu banyak awan Hitam.
"Semoga masih Ada bis" harap Kayla, ia berlari menuju halte bis yang tidak jauh dari Cafee.
"Duuuhhh.... Bis nya mana lagi, " keluh Kayla. Sudah hampir tiga puluh menit dia menunggu namun tidak ada satu pun yang lewat.
"TIIIIT...."
~•••~
Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.
Terima kasih💜