
****
Sinta dan Wella terkihat begitu gelisah, saat berada didalam tenda nya. Apalagi Sinta kegelisahan lebih menyelimuti dirinya, arena dia lah yang sudah menyingkirkan Kayla.
"Well, gimana kalau mereka menemukan keberadaan Kayla?"tanya Sinta kepada Wella.
Wella menghembuskan napasnya kasar, Seraya menatap Sinta yang tengaj menatapnya dengan tatapan gelisah.
"Elu juga sih bego amat, bagaimana bisa elu sampai tega gitu ngebunuh dia. Sekarang, mending lu berdoa saja, semoga mereka nggak bisa menemukan nya."ucao Wella
Sinta duduk di samping Wella, dengan kecemasan yang masih menyelimuti diri nya.
"Semoga saja, mereka tidak menemukan anak miskin pembawa sial itu, karena gue nggak mauasuk penjara." kata Sinta dengan nada khawatir.
slSaat sedang larut dalam lamunan masing-masing,bmereka dikejutkan dengan kedatangan Adrian dan juga Adam.
Mereka berdua dengan seketika bangun dari duduk nya, dengan segera menghampiri Adrian dan juga Adam.
"Bagaimana kak? Apakah Kayla sudah di temukan ?" Sinta bertanya dengan raut wajah yang berpura - pura khawatir, agar aktingnya terlihat sempurna.
"Belum, Kayla belum di temukan. Besok kami akan melanjutkan pencariannya."jawab Adrian.
Wella dan Sinta begitu bahagia, tapi sebisa mungkin mereka menyimpannya di depan pria itu.
"Kakak yang sabar ya kak, aku turut berduka. Semoga saja adik kakak cepat di temukan ,dan semoga di mana pun Kayla berada allah selalu melindunginya."ucap Wella
"Terima kasih atas doanya, alau gitu kami permisi kembali ke tenda dulu." pamit Adrian tanpa menunggu jawaban Sinta dan Wella pun dia sudah berlalu meninggalkan dua gadis itu.
Setelah perginya Adan dan juga Adrian. Sinta dam Wella seketika tertawa bahagia seraya membekap mulut nya. Karena tidak mau Adrian atau yang lain mendengar tawa bahagia mereka.
"Semoga aja anak miskin itu tidak di temukan" ucap Sinta.
"Gue yakin, pasti dia sudah di makan sama binatang buas yang ada di hutan ini" kata Wella
"Terima kasih, elu emang sahabat gue yang paling baik, sahabat yang selalu ngedukung gue saat gue benar - benar membutuhkan nya, dan elu juga yang selalu mmeberi gue semangat untuk mendapat kan Ravi."kata Sinta memeluk Wella
"Sama - sama, ah elu kaya sama siapa aja" Wella membalas pelukan Sinta.
~
Pagi telah menjemput kota jakarta, udara yang begitu fingin di perbukitan itu, tak menyulutkan niat Adrian untuk kembali mencari keberadaan istrinya. Dan sekali lagi, hasilnya tetap sama , kayla tidak di temukan.
"Maaf tuan, kabut semakin saja terlihat dan cuaca sama sekali tidak mendukung. Kita sudah mencari dimana saja dengan menelusuri hutan ini, tapi istri anda tidak di temukan juga" seru salah satu pria, yang merupakan anggota tim yang mencari keberadaan Kayla.
Adrian mengusap wajahnya, dengan raut wajah yang terlihat frustasi. Walau pun masih tetap ingin mencari Kayla, tapi bagaimana pun dia tak boleh egois. Apalagi cuaca terlihat begitu buruk, dengan kabut yang semakin menyelimuti bukit itu.
"Baiklah ayo kita pulang"ajak nya dengan nada yang terdengar berat.
~
Terbaring lemah, dengan kondisi yang tidak sadarkan diri hingga saat ini, itulah penampakan dari Kayla Anggraini. Kayla masih saja memejamkan matanya, saat dibawa oleh salah satu penduduk lokal ke rumah sakit, yang menemukan keberadaannya di bawah kaki bukit.
"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Irwan pada dokter yang menangani Kayla.
" Dia belum sadarkan diri, sampai saat ini dan Apakah anda suaminya? "tanya Dokter kepada Irwan.
Irwan tertawa kecil, saat mendapati pertanyaan yang keluar dari dokter itu, yang mengira Kayla adalah istrinya.
" Saya bukan siapa-siapanya dokter? Saya hanya menemukan kan dia di tengah hutan dan Sepertinya dia terjatuh dari atas bukit. " Jawab Irwan.
"Benarkah? "Dengan raut wajah yang begitu terkejut.
"Iya, dokter?"
"Kita tunggu saja Dokter, kapan dia akan sadar akan diri dan syukurlah dia tidak mengalami patah tulang" ucap Irwan.
Irwan kembali menatap Kayla yang masih setia memejamkan matanya, padahal sudah dari kemarin dia terbaring diatas bed Hospital itu.
"Siapapun kamu, semoga kamu cepat sadar, nona"batin Irwan penuh harap.
~
Dua hari telah berlalu dan kini Adrian sudah kembali ke kediaman mewahnya.
Tatapan matanya menerawang, menatap keindahan alam dari balkon lantai 2 kamarnya. hembusan angin malam begitu menusuk, tak menyulut kan niatnya untuk beranjak dari balkon di tengah dinginnya udara malam.
Tidak tau dari mana asalnya tiba - tiba Loly membuka pintu kama Adrian dan melanglah mencari sosom mantan kekasihnya itu dan ia tersenyum saat mendapat pria itu sedang berada di balkon.
Dengan niat dan tekat yang besar Loly memberanikan diri untuk menemui Adrian kembali,saat ia mendengar kalau Kayla menghilang,maka dari situ lah ia berniat untuk mendapatkan mantan kekasihnya kembali meski pun ia tau tindakannya ini sangat berisiko nanti nya.
Loly melangkah pelan menghampiri Adrian dan memeluknya.dari belakang.
"Loly..." ucapnya yang kaget saat Loli memeluknya dan dia berusaha melepaskan pelukan wanita itu bukannya melepaskan Loli Malah semakin mempererat pelukannya pada Adrian.
"Biarkan Aku Memelukmu Adrian? Walaupun kau hanya menjadikanku tempat pelarian. Biarkan aku memelukmu seperti ini, Kau tahu aku sangat merindukanmu, selama ini kau selalu mengabaikan keberadaan ku. Aku tahu perbuatanku itu sudah sangat keterlaluan dan sangat fatal tapi please Maafkan aku, Aku sangat mencintaimu Sayang aku tulus dengan cintaku padamu. "Ucapnya dengan air mata yang sudah membasahi pipi, Karena rasa cintanya yang teramat sangat pada pria itu.
"Tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi Loli!!! " dengan nada yang terdengar tegas.
Loly melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Adrian, hingga pria itu menghadapnya,dan Seraya menatap Adrian dengan tatapan penuh cinta.
"Aku akan tetap bersabar sampai kau mau menerima cintaku kembali dan aku akan terima apapun resiko nya nanti " seru Loli dengan langsung mencium bibir mantan kekasihnya dengan begitu dalam.
Adrian yang awalnya menolak, pagarnya terbawa dengan permainan yang diciptakan, hingga membuatnya membalas ciuman dari mantan kekasihnya dengan gairah . terus ber ciu man hingga bayangan Kayla terlintas dalam pikirannya, yang yang membuat laki-laki tampan itu melepaskan pagutan nya dari bibir Loli seketika.
"Maaf Loly, aku tak bisa!!"
" Tapi kenapa? Kenapa? walaupun kau tidak mencintaiku lagi, setidaknya Izinkan aku tuk mencintaimu kembali. Aku janji aku tidak akan menghianati mu lagi dan aku tidak akan memintamu untuk tidur denganku kembali ." Mohon Loli dengan men cium bibir Adrian dengan begitu agresif.
"Lepaskan aku Loli!!! Aku minta maaf keluarlah, karena aku ingin sendiri dan dan aku sedang tidak ingin berurusan dengan hal-hal yang seperti ini kembali, pergilah jangan ganggu aku lagi!!! Jangan ganggu hidupku lagi Aku sudah muak..."ucapnya dengan sedikit berteriak dan melepaskan pagutan Loli.
" Aku tidak mau dry... Aku tidak mau,, Aku tidak bisa hidup tanpamu aku mohon"Kekehnya dengan teriakan, dan air mata yang sudah membasahi pipi nya.
"Apa kau sudah gila!! Kalau kau tidak mau keluar , biar aku yang keluar!!"ucap Adrian dengan berlalu.begitu saja meminggalkan Loly yang masih berdiri mematung di balkon kamar nya.
"Dry.... Adriannn..." teriak Loly memanggil pria itu , tapi tidak di hiraukan sama sekali oleh pria itu.
Loly terlihat begitu frustasi, saat Adrian dengan terang-terangan menolaknya , sebab dulu pria itu begitu mencintainya, hingga membuatnya tidak bisa menerima kenyataan ini. Loly mengambil vas bunga yang berada di atas meja dan melempar nya hingga hancur berkeping-keping.
PRABGGGH
" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memilikimu Adrian, tidak akan pernah. "Gumamnya dengan raut wajah yang begitu memerah .
~
Sinar matahari pagi telah tersenyum menyapa bumi, setelah kegelapan menghilang secara sempurna.
Seorang pria Tengah berdiri didepan pagar rumah keluarga Malik sambil menatap kearah pintu balkon lantai 2.
Iya pria itu tak lain adalah Ravi yang sedang berharap kalau Kalila tiba-tiba keluar dari pintu balkon itu.
" Dimana kamu sebenar nya Kayla, dan apa yang sebenar nya kurasakan padamu ini?Kenapa aku begitu merasakan kehilangan Disaat Aku tidak bisa melihatmu. dan Benarkah kabar yang Kuterima Ini... tidak, itu pasti tidak mungkin. " kata Raffi sambil menatap ke arah pintu balkon kamar Kayla, dia masih berharap kalau kabar tentang pernikahan Kayla dengan Adrian itu tidaklah benar.
~•••~