
Sesusai ke sepakatan nya, Adrian pun membawa Kayla ke cafe nya Nino.
"Ingat jangan macam - macam!!" kata Adrian memberi ultimatum kepasa Kayla
"Iya, nggak percaya amat Sih." kesal Kayla,karena sedari tadi Adrian selalu berkata seperti itu.
Adrian memakirkan Mobil nya di tempat biasa geng nya pakir kendaraan jika ngumpul di sini.
"Kebetulan mereka juga lagi di sini.." ucap Adrian saat melihat motor teman - teman nya.
"Yaudah, aku duluan ya.." pamit Kayla yang hendak membuka pintu mobil, tapi dengan cepat Adrian menahan nya.
"Apa?"tanya Kayla menoleh kearah Adrian
"Barengan...."kata Adrian
"Tapi nanti...."
"Udah nggak apa - apa, mereka juga udah tau kecuali Nino yang belum."kata Adrian memotong ucapan Kayla
"Kok bisa? Terus kenapa kak Nino bisa nggak tau?" tanya Kayla penasaran.
"Iya mereka tau, pas aku bermasalah sama Loly. Dan pada saat itu Nino nggak ikutan bantu dia lagi sibuk sama cafe."jelas Adrian, Kayla pun mengangguk mengiya kan.
"Yuk.." ajak Adrian. Mereka pun keluar dan berjalan masuk kedalam kafe, saat di teras Adrian melihat.
"Eh.... Ada pengantin lama tapi rasa baru..." ledek Geva saat melihat Adrian berjalan beriringan dengan Kayla. Nino merasa aneh dengan ucapan Geva tapi dia memilih untuk diam.
"Apaan sih lo kak?"balas Kayla sewot
"Haha... Gimana Kay, udah sehat belum lo? Kasihan tu sahabat gue kelamaan nunggu.." Gurau Geva, sambil tertawa
"Dasar nggak jelas.."ucap Kayla, lalu ia pun masuk ke dalam Cafe meninggalkan Adrian dan ketiga sahabatnya itu.
Adrian menatap Kayla yang berjalan menghampiri teman - temannya. Dari teras Adrian terus mengawasi Kayla, kadang dia akan tersenyum saat melihat Kayla yang berusaha menjaga jarak dari Ravi dan terkadang ia juga akan mengumpat saat melihat usaha Ravi yang selalu mencari cela agar bisa dekat dengan Kayla.
"Benar kan duggaan gue, Sinta pelakunya.." seru Sandra saat tau kalau yang mendorong Kayla adalah Sinta.
"Tenang dulu San, meski pun kita udah tau kalau Sinta pelaku nya. Tapi kita nggak pinya bukti yang kuat buat menyatakan kalau benaran Sinta pelakunnya" seru Ravi
"Iya elu benar, kita harus cari bukti.."kata Sandra.
Mereka semua pun memikirkan bagaimana cara mendapatkan bukti.
"Gue punya Usaulan, tapi nggak tau juga bakal berhasil apa kagak." seru Adit.
"Apa?" tanya Ravi
"Sini biar gue bisikin, ntar para pembaca denger lagi. Ini kan masih rahasia." kata Adit, mereka tersenyum.
Adit membisikkan semua ide yang terpikirkan oleh nya dan ketiganya pun saling mengangguk mebgerti.
"Itu ide bagus sih, tapi apa nggak apa - apa kalau kita ngelakuin hal itu. Atau kita biarin aja lah, untuk kali ini gue maafin dia aja." kata Kayla
Plak, Sandran mukul paha Kayla cukup keras.
"Aw.. Sakit odeng..." pekik Kayla mengusap bekas pukulan Sandra
"Elo itu terlalu baik tau nggak, pokoknya untuk kali ini nggak ada lagi kata maaf untuk dia. Kali ini kita harus kasih dia pelajaran, biar di nggak semena - semena lagi sama elo." kata Sandra, yang nggak habis pikir dengan jalan pikir sahabat nya itu.
"Kali ini? Emang dia udah berapa kali jahatin elo Kay?" tanya Adit yang memandang Kayla serius, begitu juga dengan Ravi dia sangat kaget.
"Kalian tau nggak, Kayla itu udah sering di jahatin sama Sinta. Tapi selama ini Kayla selalu ngelarang gue buat ngelaporin nya."kata Sandra
"Gue nggak mau nyari masalah dan nggak mau ribet."seru Kayla
"Lagian , sekarang kan gue nggak kenapa - kenapa jadi, nggak usahlah di perpanjang. Biar allah saja yang membalasnya." ujar Kayla
Ravi tersenyum medengar penuturan Kayla yang sangat tulus menurutnya.
"Nggak salah kalau gue memperjuangkan dia, hmm... Meski kesempatan itu sangat lah kecil." batin Ravi.
"Nggak ... Nggak pokoknya kita harus mendapatkan bukti itu segera." kata Sandra.
"Baiklah Sandra sayang.... Aku akan melakukan seperti yang di katakan Adit, puas?" kata Kayla memeluk Sandra. Dia sangat merasa beruntung memiliki Sandran sebagai sahabatnya yang selalu ada untuknya.
"Jadi, yang di peluk cuma Sandra doang ni. Kita nggak?" kata Adit
"Ehh.... Peluk Ravi noh, enak aja minta peluk - peluk juga sama Kayla gue." balas Sandra sewot membalas pelukan Kayla.
Ravi dan Kayla pun tersenyum mendengarnya. Kemudian mereka melanjutkan persiapan mengenai rencana mereka besok.
~
Sore hari nya, setelah Adrian mengantarkan Kayla pulang kerumah dan dia kembali pergi. Setelah selesai bersih - bersih Kayla pun pergi ke dapur.
Dia berencana untuk membuat kan Adrian puding sesuai resep yang di berikan oleh mertuanya semalam.
"Sudah jadi."Kayla menatap pudding tersebut di atas flat plate.
"Mbak Titin, kemari lah." Kayla memanggil Mbak Titin yang kebetulan melintas di depan pintu dapur. Nbak tmTitin mengiya kan dan menghampiri Kayla.
"Iya, nona. Ada apa?" tanya mbak Titin dengan menyunggingkan senyumnya.
"Buka mulut mbak, ciba lah pudding buatan Kayla ini." kata Kayla menyendokkan satu sendok pudding.
"Kemarikan Nona. Biar mbak makan sendiri saja." kta Mbak Titi. dengan sungkan megambil alih sendok pudding itu.
"Sudahlah, Mbak. Kayla suapi saja. Aaa...." kata Kayla tersnyum dan karena senyum itu berhasil membuat mbak Titin mengiyakan perintah Kayla
Wanita itu segera melahap pudding itu dan mengunyahnya. Kayla menyuapi nya kembali, hingga mulut mbak Titin terlihat penuh karena nya.
"Bagaimana, mbak? Apa oudding nya enak?" tabya Kayla dengan penasaran. Namun Mbak Titin masih sibuk mengunyah pudding membuat wanita itu sulit menjawab pertanyaan Kayla.
"Enak, nona. Enak sekali." ucap Mbak Titin sembari menelan pudding itu dan membersihkan mulutnya yang sempat belepotan dengan menggunakan lidahnya.
"Benarkah, mbak nggak bohong kan? Karena aku ingin membuatkan puding ini spesial untuk Adrian, mbak." Kayla mencoba memastikan.
"Iya, nona. Ini sungguh sangat lezat sekali. Aden Adrian pasti akan sangat menyukainya." ujar Mbak Titin.
"Mbak, nggak berbohong kan?" dengus Kayla
"Nggak, nona. Ini sungguh lezat. Lagi pula untuk apa mbak bohong dengan nona, tidak alasan mbak melakukannya" kata mbak Titin tersenyum membuat Kayla semakin yakin akan puding buatannya itu.
Kayla pun pamit dan berlalu meninggalkan mbak Titin dengan begitu riang masuk kedalam kamar untuk mengganti baju nya yang terkena noda saat ia membuat pudding tadi.
~
Pukul tujuh malam, Adrian pun pulang. Setiba nya di rumah yang ingin di temui nya terlebih dahulu ialah Kayla. Adrian langsung menuju kamar mereka, namun ia tak mendapati Kayla di sana.
"Kemana dia?" Adrian keluar kmebali dari kamar dan berjalan menuju ke kamar tamu. Namun,Kayla juga tidak ada di sana, kamar itu terlihat kosong.
Adrian menuju ke dapur dan hati nya serasa lega saat melihat Kayla sedang membantu mbak Titin dan mbok Iyem memotong sayur untuk makan malam.
~•••~