My Secret Wife

My Secret Wife
Episode 37



"O iya itu anak kamu kemana? Kok dari tadi gak balik - balik?" tanya Anita seraya melihat kearah pintu.


"Iya ya.. Apa jangan - jangan dia kabur!" seru Bagas.


"Ha... Gak mungkin lah, Adrian bukan tipe orang yang lari dari tanggung jawabnya.


"Coba aku cari dulu deh" ujar Bagas, ia beranjak berlalu meninggalkan ruang rawat Anita


~


Di cafe telihat Kayla sedang bersiap - siap untuk pulang.


"Kok perasaan gue, rada - rada gak enak gini ya?" gumam nya, sembari mengusap dadanya.


"Gue masih penasaran dengan Mita, apa mereka berhasil atau nggak ya?" tanyanya pelan.


"Mana gue gak punya nomor tu cowok lagi, kalau gue hubungin Mita, ntar yang ada dia curiga lagi" ucapnya lagi.


Kayla yang sedang asik dengan pemikirannya sendiri, dia kaget dengan datangnya Cika yang tiba - tiba menggilnya.


"Hey Kayla, itu di depan ada yang nyariin elu tu!" ucap Cika angkuh dan belalu pergi.


"Tc, ni anak belagu bener jadi orang, padahal sama - sama pelayan pun. " gerutu Kayla.


"Iya makasih..." teriak Kayla.


"Siapa yang nyari gue ya?" gumam Kayla dengan buru - buru Kayla membereskan semua barang - barangnya


Ia keluar dari ruangan staff dan melihat siapa orang yang di maksud oleh Cika tadi.


"Pak Tito.." ucap Kayla pelan, saat ia melihat asisten pribadi nya Bagas sedang duduk di salah satu meja cafe.


Dengan cepat Kayla kembali masuk kedalam ruang staff.


"Ngapain bapak itu kesini? " tanya Kayla pelan.


"Apa terjadi sesuatu?" ucapnya lagi, Kayla menyandarkan tubuhnya di pintu.


Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian membuka aplikasi instagram dan melihat pesan yang di kirimnya kepada Adrian.


"Hais... Dia belum baca lagi, ini ada apa sih sebenarnya. Apa jangan - jangan dia gagal, terus ngapain pak Tito kesini?" ujar Kayla. Kayla benar - benar tidak tau apa yang harus di lakukannya.


"Apa gue temuin aja pak Tito..."gumamnya.


"Hais... Dari pada seperti ini terus, mending gue hadapin aja, kan gue gak ada melakukan kesalahan jadi buat apa gue takut." ucap Kayla mencoba meyakinkan dirinya.


Ceklek


Kayla keluar dari ruang staff dan menghampiri pak Tito.


"Selamat malam pak, tadi kata teman saya, katanya bapak nyariin saya? Ada apa ya pak?" tanya Kayla sopan.


"Iya non, saya sedang menunggu nona Kayla. Bapak menyuruh saya menjemput nona dan juga ibu Tika."ucap Pak Tito.


"Menjemput saya? Untuk apa bapak menjemput saya?" tanya Kayla, ia menatap pak Tito penuh selidik.


"Saya tidak tau non, nanti nona akan tau jawabannya saat kita sudah sampai di rumah sakit" jawab pak Tito.


"Mari non.." ucap pak Tito mengisyaratkan agar Kayla berjalan duluan.


"Bapak duluan saja, nanti saya nyusul. Saya mau pamit dulu sama bos saya" ucap Kayla sopan.


"Kalau begitu, biar saya tunggu nona disini.." balas pak Tito.


"Tidak usah pak, bapak tunggu di mobil saja." suruh Kayla. Namun pak Tito tidak bergeming dari tempatnya.


Kayla menghela nafas. "Baiklah, bapak tunggu sebentar ya." ucap Kayla, ia berlalu pergi menuju ruangan Nino.


Cika yang sedari tadi memperhatikan Kayla dengan pak Tito pun penasaran dengan hubungan Kayla dengan bapak itu.


"Bukannya dia anak yatim piatu dan tidak punya keluarga satu pun, lalu itu siapa?" gumam Cika.


"Apa Kayla wanita simpanan?" ucap nya pelan.


"Hebat juga tu cewek nyari mangsa, lelaki tua kaya raya seperti itu." imbuhnya yang masih memperhatikan mobil yang membawa Kayla hingga mobil itu tak terlihat lagi


Di dalam mobil Kayla semakin gusar saat dia tidak menemukan ibunya di dalam mobil.


"Pak bukannya tadi bapak bilang, bapak menjemput ibu dan aku?" tanya Kayla.


"Iya benar non.." jawab pak Tito.


"Terus ibu saya dimana?" tanya Kayla lagi.


"Ini kita sedang di perjalanan menjemput ibu nona.." balas Pak Tito.


"Nona tenang saja, saya bukan orang jahat seperti yang ada dalam pikiran nona itu" ujar pak Tito mengulum senyum.


Kayla menoleh kearah luar dan benar saja ia baru menyadari kalau ia sedang dalam perjalanan menuju ke panti.


Tak berapa lama mobil yang di kemudikan oleh pak Tito pun sampai di depan panti Asuhan Pelita. Tanpa Kayla dan pak Tito turun, ibu Tika sudah datang menghampiri mereka.


Pak Tito membuka kunci pintu mobil dan dengan segera bu Tika masuk kedalam mobil.


"Kenapa lama sekali pak?" tanya bu Tika.


"Iya, tadi Nona Kayla sedikit mengulur waktu" balas pak Tito mulai menjalankan mobilnya, bu Tika melihat kebelakang kearah Kayla.


"Kay, apa kamu sudah makan nak?" tanya bu Tika.


"Belum bu, tadi aku gak sempat makan. Karena pak Tito keburu datang." jawab Kayla jujur.


"Yaudah ini makanlah, untung tadi ibu sempat menyiapkan makanan untuk mu." seru bu Tika menyerahkan kotak bekal untuk Kayla.


"Tidak usah bu, nanti saja. Saat kita pulang dari rumah sakit ." tolak Kayla.


"Kamu harus makan sekarang, takutnya nanti kita pulangnya lama." ucap bu Tika


"Iya non, lebih baik makan dulu. Lagi pula jarak ke rumah sakit masih jauh, makanlah!" suruh pak Tito.


"Memangnya, kita ngapain sih bu kerumah sakit malam - malam begini?" tanya Kayla menatap bu Tika curiga.


"Nah makanlah, nanti kamu juga akan tau..." bu Tika mengulurkan kotak bekalnya kembali, akhirnya Kayla pun merahi kotak bekal itu dan mulai memakannya dalam diam.


~


Sementara di rumah sakit, terlihat Bagas sedang berbicara dengan anaknya.


"Ayolah nak jangan begini, apa kamu gak kasihan sama mama" bujuk Bagas.


"Tapi pah, ini terlalu cepat dan aku belum siap.." seru Adrian.


"Iya papa mengerti tapi, papa percaya kamu pasti bisa melalui nya dengan baik." ujar Bagas.


"Bukan masalah itu pah.."


"Lalu apa? Apa karna pacar kamu tadi?" tanya Bagas.


"Bukan, sebenarnya dia bukan pacarku. Di sengaja aku bayar untuk membatalkan perjodohan bodoh ini, tapi aku tidak menyangka kalau mama akan menyuruh kami untuk menikah" jawab Adrian, Bagas tersenyum mendengar pengakuan putranya itu.


"Sudahlah nak, yang tadi gak usah di bahas lagi. Yang jelas ayo kita kembali ke kamar mama. Mama mu pasti sudah menunggu kita dari tadi." ajak Bagas. Bagas pun berdiri dari duduknya dan mengulurkan tanganya kepada Adrian.


"Ayo.."


~•••~


Jangan lupa Like dan komennya ya guys, kalau bisa sih di vote ya kan tapi aku gak maksa kok. Gak vote juga gak apa - apa, yang penting kalian udah mau dukung karya yeoja.


Terima kasih💜